Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
EREN'S MUSHROOM SOUP



Chapter 29 Eren's mushroom soup


Sekitar hampir seminggu kedua Naga jantan itu tertidur begitu pulas. Avir adalah yang pertama membuka matanya. Ia menatap Naga besar yang serupa dengan dirinya. Avir memeluk Ayahnya lagi. Meski ia tau kalau Xaver bukanlah Ayah kandungnya, Ia sangat berterimakasih karna Xaver bersedia membesarkannya.


"Vampir konyol itu sangat menyayangimu sekarang. Hehehe... Avir tak lama lagi kalian akan bertemu Ibu, di dunia berikutnya. Bimbing Ayahmu agar bisa bertemu Ibu. Tapi Ibu di sana tidak mengenalimu." Eren mengingatkan dengan sebuah bisikan.


Mendengar penuturan Ibunya yang tak dapat ia pahami, Avir bertanya lagi. "Mengapa bisa begitu?"


"Ream akan mengirim kita semua ke masa lalu. Itu adalah masa-masa saat alam gaib baru saja di ciptakan oleh leluhur hantu. Ibu saat itu adalah gadis muda yang memasuki usia dewasa. Dan Ayahmu adalah Vampir dari dunia yang sama namun jauh setelah dunia itu berkembang pesat. Kami berasal dari Dunia yang sama namun masa yang berbeda. Sehingga Ibu belum mengenal kalian semua saat itu. " Ujar Eren.


Ia ingin Xaver mengenal dirinya lebih jauh. Eren ingin agar Pria itu mengetahui hal yang ingin Xaver ketahui. Ia ingin agar Xaver menghilangkan kecanggungan mereka. Kali ini Eren akan memerintahkan Ream agar mengirim Xaver ke dunianya, di masa lalu. Saat ia masih muda dan naif saat itu.


Tak lama setelah pembicaraan Ibu dan Anak itu berakhir, berakhir pula tidur Xaver. Ia bangun dengan tubuh pegal dan kaku. "Eh, Avir sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?"


Avir melakukan kebiasaan buruknya di masa lalu. Ia menyembur wajah Naga besar dengan apinya. "Ah, aku yakin kau pasti baik-baik saja sekarang."


Xaver tersenyum dingin dengan tangan yang mengusap-usap wajah Naga kecil. Merasakan tangan dingin Xaver telah merayap ke sisi nadi yang paling dekat dengan permukaan kulitnya, Avir kecil segera mengajak Xaver untuk makan.


"Ayah pasti lupa dengan satu tong darah Naga yang masih tertinggal di altar! Kita telah tidur sangat lama, tidakkah Ayah ingin mencobanya?" Avir dengan mudah mengalihkan pembicaraan. Seperti biasa, Xaver mudah di bujuk jika ada makanan.


Xaver bangun dan melirik ke jendela besar. Naga besar itu menghela nafas malas. Ia kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "Dengan Matahari yang begitu terik, aku merasa sangat malas untuk keluar."


Memikirkan sesuatu, Xaver segera bertanya kepada Avir. "Kulit telurmu telah habis kau makan, lalu kau ingin makan apa? Apakah darah juga? Kau ingin coba?"


"Aku tidak tau Ayah, tapi melihat Kakek Naga yang membawa jamur saat itu, kupikir apa yang ku makan seharusnya adalah sesuatu yang mengandung energi. " Ujar Avir sambil ikut tiduran di samping Naga besar.


"Apa yang membuatmu yakin kalau Jamur itu mengandung energi?"


"Saat aku memegangnya. Aku dapat merasakan aliran energi di dalamnya. "


Xaver mengangguk-angguk. "Kalau begitu mari kita cari sesuatu yang bisa kau makan langsung."


"Kenapa?"


"Ayahmu ini tidak pandai memasak, kau pasti ingin makanan yang di masak bukan?"


Avir menatap Ayahnya yang mengerti apa yang diinginkannya. Jika memang begitu ia ingin menyerah, tapi setiap kali ingat jamur penuh energi milik Kakek Naga. Avir ingin rasanya makan sup Jamur. Ream dan Eren sama-sama mendengar apa yang di batinkan oleh Avir.


'Xaver, biarkan aku merasuki mu dan memasakkan Avir sebuah Sup Jamur!' Suara Eren terdengar bersemangat saat itu.


Xaver merasa enggan untuk setuju. Tapi melihat cahaya redup di mata Putra Naganya, akhirnya ia memaksakan diri untuk setuju. 'Oke, tapi jangan macam-macam ya' Xaver berujar dengan nada gugup.


'Tidak akan, aku akan menyisakan mata kiri untuk kau melihat. ' Ujar Eren dengan segala kemisteriusannya.


Eren yang mengendalikan tubuh Xaver, mulai menggerak-gerakkan tangannya. "Rasanya sedikit Aneh. Apakah karna dada yang rata?"


Eren meraba dadanya yang rata. Suaranya juga terdengar ganda, seolah Xaver dan Eren yang berbicara bersamaan. Avir melihat tingkah sang Ayah yang aneh. Dan suaranya yang terdengar mirip dengan suara Eren terasa berbeda di pendengaran Avir.


'Berhenti bertingkah aneh! Lihat Avir!' Xaver memperingatkan dalam pikiran Eren.


Eren yang mengendalikan tubuh Xaver berjalan dengan gaya jalan perempuan. Yang mana pinggulnya akan bergerak ke kiri serta kanan. "Halo Putra kecilku, kita akan memasak sup jamur yang kau inginkan."


Avir melihat Ayahnya dari atas ke bawah. "Ayah terlihat aneh."


"Ya, Madam membuat Master terlihat seperti Banci." Ream juga keluar dari bandul kalung untuk melihat-lihat.


"Apa maksud Kak Ream?" Avir kecil yang kebingungan bertanya.


"Sekarang yang mengendalikan tubuh Master adalah Madam. Itu sebabnya tingkah Master terlihat aneh." Ream menjelaskan. Sekarang Avir paham.


"Oke karna sekarang sudah malam, mari kita mencari jamur!" Eren berteriak girang.


'Eren, jangan buat kesanku semakin buruk di depan dua Putraku' ujar Xaver lagi.


"Tidak apa-apa, hanya untuk memasak sup. Aku tidak akan merasuki mu lagi lain kali. " Ujar Eren dengan suara yang terdengar tidak yakin.


Eren yang merasuki Xaver pergi dengan Ream dan Avir. Untuk mencari bahan-bahan spesial untuk sup Jamur. Pengalaman di lahirkan ribuan juta kali di banyak dunia kecil, telah membuat Eren menjadi seorang yang serba bisa. Sebelumnya ia tak mampu mengingat namanya sendiri. Tapi setelah kehadiran Xaver muncul, sesuatu telah terbangun di hatinya. Sesuatu anggapan seperti 'orang yang ku cari telah tiba'. Eren sendiri tidak ingat mengapa ia beranggapan begitu.


Seharusnya itu di jelaskan dalam masa lalunya. Eren hanya ingat ia tertidur dan jiwanya berkelana ke banyak dunia asing. Seharusnya jika Xaver tidak ada, mungkin kini tubuhnya yang tertidur itu akan mati. Tanpa Xaver ia takkan bisa pulang. Bahkan jika kekuatan Vampir Pria itu lebih lemah darinya, tidak dapat di hindari bahwa Vampir Pria itu memang telah menyelamatkan hidupnya.


Karna sebagian ingatannya tak lengkap, Eren merasa kalau ia harus kembali ke masa lalu untuk mengetahuinya. Ia menduga kalau sebagian ingatannya seharusnya ada di tubuhnya. Eren menatap langit dengan helaan nafas yang panjang. Ingin sekali ia membaca pikiran Xaver. Apakah Pria itu memiliki perasaan yang sama dengannya? Akankah cintanya bertepuk sebelah tangan? Ah! Eren takkan membiarkan itu terjadi! Jika benar Xaver tak mencintainya. Eren akan membuat Pria itu terpesona dengan kecantikannya nanti. Lagi pula vampir konyol itu telah ia tandai. Bahkan jika Xaver benar tak menyukainya, cepat atau lambat Xaver akan menyukainya.


'Eren berhenti tertawa aneh, masak supnya dengan benar! Tidakkah kau lihat wajah Avir yang ketakutan karna tawamu?'


Seakan tersadar, Eren melirik Putra Naganya. Ada kegugupan di penuhi rasa takut dalam diri Naga kecil itu. Eren tak pandai membujuk atau berkata-kata manis. Baginya tindakan dan perbuatan adalah bukti perasaan. Melihat sup jamur kental yang di penuhi energi dunia telah matang. Eren menuangkannya ke dalam mangkuk.


Karna Ream juga menyerap energi dunia untuk beroperasi, Eren juga memberikan untuk Ream semangkuk. Dengan sigap Pria yang di kendalikan oleh jiwa wanita itu membawa dua mangkuk besar ke meja makan.


Ream dan Avir yang sedang membaca buku sama-sama mencium aroma menyenangkan dari sup jamur. "Avir, cobalah sup buatan Ibumu" Eren menyodorkan semangkuk Sup jamur kepada Avir.


Ream menghirup aroma energi dunia yang kental dari dalam sup. Eren juga menyodorkan mangkuk sup kepada Ream. Ream menatap Madamnya. "Karna Ream suka menyerap energi dunia, aku berpikir kalau kau mungkin juga menyukai ini Ream, Madam ingin kau mencobanya." Eren mengedipkan sebelah matanya.


Melihat dua 'Putra' Xaver memakan sup jamur buatannya dengan lahap, Eren tidak bisa tidak tersenyum. Eren mendudukkan dirinya di kursi untuk melihat mereka makan. Tak lama setelah itu, ia menutup matanya. Saat matanya terbuka lagi, sepasang mata itu kini merah. Yang artinya sekarang Xaverlah yang mengendalikan tubuhnya.


'Xaver, itu pengalaman aneh sekaligus menyenangkan' Suara Eren yang terdengar senang ikut membuat mood Xaver naik.