
Chapter 8 Mr. Toward Rev
Xaver membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meneliti. Ia masih harus memperhatikan apakah unsur kimia di dunia ini sama dengan unsur kimia di dunianya. Dan lagi kapsul darahnya hampir setengah botol sudah kosong.
Dengan alasan kepentingan penelitian, Xaver meminta sample darah para duyung yang terkontaminasi dan yang tidak. Sebenarnya juga ada kepentingan pribadi, memikirkan rasa darah dari spesies yang berbeda, membuatnya bersemangat. Seorang duyung tua mengetuk pintu lab khusus yang di buat untuk Xaver seorang.
Xaver dengan malas berenang untuk membukakan pintu. "Tuan Xaver, seseorang ingin bertemu denganmu."
"Baiklah, aku akan kesana."
Xaver menggerakkan ekor duyungnya untuk berenang menuju ruang tunggu. Di sana ada seseorang berpakaian militer khas penduduk Atlantis. Dahinya yang berkerut membuat Xaver mengetahui bahwa duyung berkumis itu sedang khawatir.
"Ada apa Tuan Toward?" Tanya Xaver sambil menguap.
Tuan Toward berbicara dengan nada gelisah. "Kira-kira berapa persen progres penelitian vaksinnya? Aku mulai khawatir, mahluk dua kaki itu mulai menyerang dan memburu kami. Namun sumber daya duyung kami mulai menurun."
Sebenarnya Xaver sudah hampir menyelesaikan vaksinnya. Jika Xaver berkerja keras, itu akan selesai dalam 2 hari. Tapi Xaver kelelahan dan ia butuh istirahat. "Sebenarnya progres penelitian sudah mencapai Delapan puluh tiga persen. Dengan sedikit bimbingan dariku, aku yakin para Profesor itu dapat menyelesaikannya dengan cepat."
"Seberapa cepat?"
"Paling cepat dua hari." ujar Xaver sambil menguap.
Wajah pria berpakaian militer itu masih tampak khawatir dan tertekan. "Apa yang membuatmu tertekan Pak tua?"
"Kekuatan tempur kerajaan berkurang drastis karna wabah, dan benda aneh penyebab wabah itu terus bermunculan. Aku takut kerajaan Atlantis kita tidak dapat bertahan dalam dua hari." Ujar pak tua dengan nada frustasi.
Xaver terpikir ide yang cukup bagus. "Hm... Aku bisa membantu kalian sebenarnya. Sebagai gantinya kalian harus membantuku mengumpulkan darah manusia itu. Aku akan mengatakan apa yang harus di lakukan pada para Profesor."
Pak tua berpakaian militer pernah mendengar kemampuan unik milik Xaver. Sehingga ia cukup puas dengan bantuan Xaver. "Hebat! Baiklah sekarang aku akan mengabarkan berita ini pada Raja, kamu katakanlah apa yang harus di lakukan pada para Profesor tua"
Xaver mengangguk. Ia segera mengatakan banyak hal yang harus di lakukan untuk melanjutkan penelitian vaksin wabah, pada Asistennya. Kepala Lab sebelumnya. Kepala Lab menganggukkan kepalanya dan mulai memerintah para anggota Lab. Sedangkan Xaver mulai mengurus sample darah duyung di Lab khususnya.
Ia mencoba untuk membuatnya menjadi kapsul darah. Namun meski berhasil itu bukan selalu darah murni. Meski darah duyung itu kental, namun konsentrasi darah dalam kapsul darahnya tidak pernah seratus persen darah murni. Pasti ada kandungan air laut di dalamnya.
Paling tidak rasa darah yang bercampur air laut itu sedikit dingin dan segar. Seperti minum jus dingin, pikir Xaver. Ketika memikirkan darah manusia, Xaver tiba tiba haus. Rasa darah manusia di dunia ini bagaimana ya? Itu adalah pertanyaan yang terus berputar dalam kepala Xaver.
Hari berikutnya tiba, Tuan Toward sudah menunggunya di depan pintu Lab sejak pagi. Xaver hampir memukulnya karna terkejut. "Raja menyetujui proposal kita, pasukan kami juga siap berangkat. Apakah Tuan Xaver siap?"
"Tentu aku siap. Sebelum itu mahluk apa yang paling mengerikan di lautan ini?"
Tuan Toward menatap Xaver dengan mata yang di penuhi kebingungan. "Untuk apa?"
"Seperti yang Anda tau Tuan Toward, kemampuan unik saya adalah meniru bentuk apapun hampir seperti aslinya. Maka tunjukkan gambar mahluk paling kuat dan di takuti di Atlantis. Dengan bentuk itu kita akan berjuang"
Tuan Toward berpikir sebentar. "Ada, Nenekku pernah bercerita tentang Naga Laut Kepala Tujuh. Legenda mengatakan bahwa Naga Laut Kepala Tujuh adalah Rajanya Samudra luas sebelum Atlantis tenggelam. Bentuknya menyeramkan, dan ia memakan segalanya. Nenek bilang dia hanya akan terbangun setiap 100.000.000 tahun sekali"
Xaver berpikir, Kepala Tujuh membuatnya mengingat Hydra. Xaver membayangkan Hydra yang ada di ingatannya untuk meniru bentuknya. Tuan Toward menyaksikan duyung muda berubah menjadi Naga laut Kepala Tujuh yang legendaris.
"Tu..tuan.. Xaver?"
"Ini aku, siapa yang kau harapkan Pak tua"
Suaranya tidak mirip dengan Xaver. Mungkin karna tujuh kepalanya, suaranya menggema di lautan. Tuan Toward saat ini sangat bersemangat. Xaver adalah kunci untuk kemenangan dalam perang dua ras kali ini.
"Kembalilah ke bentuk aslimu Tuan Xaver. Aku harus menjelaskan ini ke pasukanku terlebih dahulu"
Untungnya Lab khusus milik Xaver lebih terasing di bandingkan Lab umum. Sehingga tidak ada yang melihat penampilan sang Naga Laut Kepala Tujuh yang legendaris, selain Tuan Toward tentunya.
Xaver kembali ke bentuk duyung. Kemudian berenang mengikuti Tuan Toward. Tuan Toward dan Xaver melewati arus laut untuk mempercepat perjalanan. Mereka terus berenang hampir menjauhi peradaban Atlantis. Dengan kedalaman yang lumayan lebih rendah di bandingkan Atlantis, terlihatlah Barak Militer beserta arena pelatihan klan Mermaid.
Penjaga mengizinkan Tuan Toward masuk setelah beberapa sapaan, di ikuti Xaver di belakangnya. Xaver melihat para Duyung yang sedang berlatih, apakah itu melatih kemampuan mereka atau melatih fisik mereka, mereka tetap giat berlatih. Air muka para tentara itu seolah mengatakan pada Xaver, bahwa tekad mereka sebesar kerja keras mereka.
Tak perlu waktu lama, Tuan Toward segera berdiri di depan semua Duyung, ia menyampaikan idenya dan bantuan dari Xaver. Beberapa tentara yang sedang berlatih melihat Xaver. Beberapa berkomentar kepada teman di sebelahnya. Berkomentar mengenai betapa pucat dan kurusnya Pemuda bernama Xaver itu. Dampak visual yang di berikan Xaver membuat para Tentara di barak tidak yakin. Meski sebenarnya Xaver tidak terlalu kurus, tapi bagi para Tentara Xaver masih sangat kurus.
Dalam pendapat para Tentara, orang yang kurus tidak memiliki kekuatan dalam hal pertarungan besar seperti perang. Xaver mengangkat sebelah telapak tangannya untuk menghentikan Tuan Toward berbicara. Xaver melihat ketidakyakinnan di mata para Tentara kekar itu.
Xaver merasa ia harus memenangkan hati para tentara ini agar mereka membantu Xaver. Jika seandainya kondisi Xaver sedang fit hari ini, mungkin ia bisa dengan mudah menghipnotis semua duyung Tentara. Tapi sekarang kondisi Xaver tidak sebaik biasanya.
"Aku tau kalian tidak yakin denganku. Sebelum aku menunjukkan kemampuan istimewaku, aku ingin kalian melihat betapa kuatnya Aku, Xaver van Zeander!"
Ucapan itu membuat beberapa Tentara kekar itu merasa tertantang. Xaver yang wajah aslinya seorang Vampire merasa dirinya terhina dengan tatapan tidak meyakinkan itu. Vampir adalah Tentara berdarah dingin di dunianya. Selain kuat, Vampir juga pintar dan kharismatik. Vampir adalah mahluk dengan Gen paling ideal di antara para mahluk gaib atau Monster.
Tuan Toward melihat tekad dan semangat bertarung di mata Xaver. Ia pun mengizinkan Xaver dan para Tentara itu berduel.
"Baiklah, aku izinkan kalian berduel. Tapi seperti yang Tuan Xaver katakan, kita hanya akan menggunakan kekuatan Fisik. Silahkan bagi kalian siapa yang ingin berduel dengan Tuan Xaver lebih dulu, di arena pertarungan"
Xaver menatap para Tentara kekar dengan tatapan merendahkan. Seorang Tentara merasa terpancing, ia adalah seorang duyung yang Tubuhnya paling besar di barisan. Xaver hanya menyeringai dengan tatapan dingin di matanya.
"Argo? Ya baiklah, mari kita ke Arena." Tuan Toward menggiring para Tentara dan Xaver ke Arena.
Sesampainya di Arena yang bentuknya mirip Ring tinju, Xaver dan Duyung bernama Argo itu memasuki Arena. Tuan Toward di samping pagar pembatas, ia mengatur pengaturan Arena agar Xaver dan Argo tidak bisa menggunakan kemampuan istimewa masing-masing. Karna khawatir penyamarannya terbongkar, Xaver menutupi seluruh tubuhnya dengan energi dari EAC-Drime.
Setelah bel berdenting, Argo mulai mencambukkan ekornya ke arah Xaver. Ia melayangkan kepalan tangannya yang besar ke arah wajah Xaver. Tepat beberapa detik sebelum kepalan tangan itu mengenai wajah Xaver, mata Merah Xaver berkedip dan dengan kecepatan tinggi Xaver menghilang. Kemudian muncul di belakang Argo. Ekor Hitam Xaver di lecutkan ke tubuh Argo dan Argo terlempar keluar dari Ring.
Seluruh Arena tiba-tiba hening, termasuk Tuan Toward. Kecepatan itu, mungkin hanya Duyung dengan kemampuan Arus yang memilikinya. Dan lagi yang membuat para Tentara terperangah adalah, kondisi Argo yang seperti habis bertarung dengan kraken. Kondisi mengenaskan di mana tulang tulang berputar ke arah sebaliknya. Dan Argo adalah petarung dengan kekuatan fisik paling kuat di antara Tentara.
"Ku perkirakan setidaknya butuh waktu setengah tahun untuk Argo sembuh." Kalimat Xaver menarik semua orang ke kenyataan.
Melihat kondisi Argo, Tuan Toward berdehem dan meminta beberapa Tentara mengantar Argo ke rumah sakit. "Seperti yang kalian lihat, ide untuk berduel hanya akan membuat kalian masuk ke rumah sakit. Jadi mari kita mulai bersiap saja untuk pertempuran."
Para Tentara itu mengangguk-angguk. Namun beberapa masih tidak puas. Seorang Tentara mengangkat tangannya dan bertanya. "Apakah kami boleh melihat kemampuan Tuan Xaver? "
Xaver melompat keluar Arena, saat mendarat ia merubah penampilannya menjadi hewan hewan buas lautan. Hiu, Paus, bahkan Kraken yang mereka takuti juga di perlihatkan. Para Tentara yang jumlahnya terbilang sedikit itu bersorak gembira. Dengan bantuan Xaver peperangan akan di akhiri lebih cepat dan para Manusia brengsek itu tidak akan bisa menyakiti klan Duyung Atlantis lagi.