Vampire And His Adventure

Vampire And His Adventure
FINAL CHAPTER



Final chapter


Author note: Sedikit penjelasan ya, usia Drakula itu lebih panjang tiga kali lipat di bandingkan Vampir. Sehingga Penampilan Eren tidaklah terlalu tua. Dan di antara Para Drakula, Eren seusia dengan Xaver. Sehingga tidak perlu berpikir kalau Xaver mencintai wanita tua ya 😘


Lonceng kastil Darkseala berbunyi. Atas permintaan Eren, pernikahan di adakan di Kastil Darkseala. Eren adalah salah satu pemegang peran penting yang ikut dalam menciptakan dunia ini, sehingga acara pernikahannya di ramaikan oleh mahluk leluhur lainnya. Seluruh kastil terisi oleh banyak Mahluk, namun tidak terasa sesak. Masih ada banyak ruang untuk bergerak, bahkan kau bisa berlarian karna luas.


Prosesi adat pernikahan Vampir atau Drakula tidak jauh berbeda dengan Manusia. Pengantin wanita akan di kenakan cadar yang menutup wajahnya hingga leher. Gaun pengantin akan berwarna hitam kelam yang melambangkan diri sejati seorang Drakula dan Vampir. Pengantin wanita akan di antar oleh Ayah atau saudara laki-lakinya. Lalu di tengah perjalanan menuju pengantin pria, pengantin wanita akan di jemput oleh Ibu atau saudari perempuan Pengantin Pria.


Lalu pengantin Pria akan menggandeng tangan pengantin wanita. Lalu melakukan satu set gerakan dansa. Dengan di iringi Roh kegelapan, seluruh altar pernikahan akan di kelilingi oleh kegelapan abadi. Di akhir gerakan, Raja Roh akan muncul dengan memberikan sepasang cincin pernikahan, yang terbuat dari segelintir ekstrak jiwa pengantin pria dan wanita. Yang di ambil selagi pengantin berdansa. Lalu di lanjutkan dengan bertukar cincin. Cincin untuk pengantin wanita berisi ekstrak jiwa pengantin pria, begitu pula sebaliknya.


Setelah bertukar cincin, Raja roh Kegelapan akan memberkati pengantin dengan ritual khusus mereka. Lalu upacara pernikahan akan berakhir. Namun perayaan pernikahan tetap berlangsung, hingga setengah hari. Setelahnya segala urusan akan selesai dan mereka telah sah menjadi suami istri.


Saat ini Xaver masih di rumahnya, dan Eren masih merias dirinya di kastilnya. Xaver adalah satu-satunya Putra di keluarga besar Van Zeander, rumah besar keluarga Zeander di penuhi Isak tangis para Saudari Xaver. Saudara laki-laki kesayangan mereka akan menikah, siapa yang tidak senang?


"Hua... Kak! Jika kau memiliki anak nanti, jangan melupakan kami ya!" Adiknya si kembar berkata dengan air mata di wajah mereka.


"Hei, aku pergi menikah, bukan berperang. Untuk apa menangis, tersenyumlah dan antar Kakakmu ini dengan kebahagiaan." Xaver mengusap air mata adik-adiknya.


'Master, Ream ingin ikut upacara pernikahan Anda, apakah di izinkan?'


"Tentu di izinkan" Xaver berkata santai.


"Apa yang di izinkan Kak?" Celyne bertanya.


"Aku akan memperkenalkan kalian dengan seseorang. Namanya Ream, cobalah untuk akrab dengannya." Saat Xaver selesai berbicara, Ream muncul dengan bentuk fisik.


"Wah siapa ini? Dia mirip dengan Kakak!" Ujar Rica.


"Dia pasti Ream yang di sebutkan Kak Xaver " ujar Cia.


"Memperkenalkan diri sebagai EAC-Drime, memiliki kode panggilan Ream. Secara teknis tubuh fisik ini di dapat setelah menguraikan DNA Master, dengan kata lain Ream termasuk anak Master."


"Ayah! Aku datang untuk melihat pernikahan Ayah dan Ibu! Eh Kak Ream!" Naga kecil itu terbang perlahan menuju Xaver, ada Deron dan Istrinya di belakangnya.


"Yo, karib lajang ku akan segera menikah. Jujur saja aku masih tidak percaya. " Ujar Deron. Dan para Saudari Xaver melirik Deron dengan tatapan tajam.


Setelah waktu yang di janjikan telah tiba, Rombongan pengantin Pria segera berangkat menuju kastil Darkseala. Roh kegelapan yang mengelilingi Kastil membuat Para Vampir merasa nyaman dan tenang. Suasana hatimu akan terasa membaik jika kau seorang vampir dan berada di tempat ini.


Dengan di pimpin oleh Azeris, keluarga Van Zeander datang memasuki kastil. Sementara itu, pengantin wanita yang masih di rias sibuk mengurusi tangis Kakak laki-lakinya.


"Huaaaa, Erenku akan menikah! Andai Ayah dan Ibu di sini... Huaaaa... Eren, sungguh waktu itu Kakak menyuruhmu menikah tidak sungguh-sungguh... Sekarang kau menikah rasanya begitu sedih... Huaaaaa..."


"Kak berhentilah menangis, Jika saja Kakak Ipar masih hidup aku yakin dia pasti akan mengejekmu karna menangis seperti bayi." Eren berkata dengan sinis.


"Yang Mulia Leluhur, sebaiknya Anda berhenti bersedih. Sebentar lagi Anda harus menemani Yang Mulia Putri untuk mengantarnya ke sisi Pengantin Pria." Saran perias.


Arthur menghela nafas. Ia menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Baginya itu cukup untuk menahan emosinya sesaat. "Oke, pengantin wanita telah siap"


Eren merasakan jantungnya berdegup kencang di penuhi kegugupan. Suhu tubuhnya yang sudah dingin semakin dingin. Saat Arthur memegang tangan Adiknya, tangannya seolah menyentuh bongkahan es terdingin di rumah Yeti.


"Kamu gugup Eren?"


Saat Arthur bertanya, Eren menyangkal. "Tidak, jangan mengada-ada. Sudah, Kakak antar saja aku."


Mereka berjalan melewati lorong-lorong hingga memasuki aula besar yang di gunakan sebagai altar pernikahan. Di sana jantung Arthur terasa semakin dingin dan berat, sedihnya hampir tak bisa ia tahan. Melepas adik perempuannya untuk menikah terasa begitu berat.


Arthur mengangguk dan kembali mengantar Adiknya. Langkahnya semakin terasa berat saat melihat senyuman Eveline. Vampir itu akan menjadi Ibu mertua adiknya, Arthur mulai menerima kenyataan dan menyerahkan adiknya kepada Eveline. Lalu Arthur berpindah ke tempat duduk para Leluhur hantu.


Awalnya Arthur mengira ia akan mampu untuk tidak menangis di depan umum. Namun siapa sangka tangisnya meledak saat melihat adiknya melakukan gerakan dansa dengan adik iparnya.


"Huaaaa..... Ereeeeennn! Adikku.... Huaaa...." Ia menangis begitu hebat menarik perhatian para tamu undangan.


Khamun Leluhur mumi menepuk bahu Arthur. "Hei, Arthur, Tangismu bahkan mengalahkan musik pengiring mereka. Berhenti menangis sebelum Raja Roh memarahimu."


Arthur menatap karibnya. Khamun adalah salah satu Leluhur hantu yang masih hidup. Juga merupakan teman dekatnya sejak muda. "Tapi aku tidak bisa berhenti...."


"Aku akan membantumu." Khamun mengangkat tangannya lalu dari telapak tangannya muncul perban khas milik mumi. Lalu Khamun menggerakkan perbannya untuk menutupi mulut Arthur.


Arthur akan terima jika itu perban bersih. Namun itu adalah perban kuning yang telah berjamur, dan berbau busuk. Arthur mengangkat tangannya untuk melepas perban itu. Namun Khamun mengeluarkan perban lain untuk mengikat tangan Arthur dan badan Arthur agar tak bergerak sembarangan.


Jika saja Khamun adalah Mumi biasa, ia bisa saja membelah perban ini atau menghancurkannya dengan kekuatan fisiknya. Namun Khamun adalah Raja leluhur Mumi, mana bisa ia melepasnya. Perban milik Raja leluhur Mumi memiliki kemampuan yang khas. Itu akan semakin mengerat seiring pergerakan kita. Semakin kita bergerak semakin perban itu melekat. Maka Arthur hanya bisa pasrah dan mencoba untuk menahan nafas agar bau itu tak menyiksanya.


Kemudian di lanjutkan dengan prosesi bertukar cincin. Cincin pengantin biasanya akan mencitrakan ekstrak jiwa itu. Cincin pengantin yang di berikan Raja Roh terlihat begitu indah dengan manik permata merah Ruby yang menjadi mahkotanya. Dalam gelap permata itu bersinar memancarkan keindahan.


Setelah saling bertukar cincin, Raja Roh meminta Xaver untuk menyatukan dahinya ke dahi Eren, dengan tangan yang menggenggam tangan Eren. Kemudian Raja Roh mulai membimbing para Roh kegelapan untuk melakukan ritual khusus mereka. Untuk memberkati pengantin baru. Bola-bola asap hitam itu akan saling berpegangan lalu mengelilingi pengantin, di sela gerakan aneh mereka ada nyanyian merdu yang berasal dari banyak suara, seperti panduan suara. Yang mereka nyanyikan bukanlah kalimat atau kata-kata. Melainkan melodi indah yang hanya mengatakan 'haaa' namun dengan susunan nada yang mampu membuatmu terbawa suasana.


Arthur kembali meneteskan Air mata. Begitu pula dengan para Saudari Van Zeander. Setelah ritual pernikahan selesai, Nyanyian berhenti dan Roh-roh kegelapan menyebar. Para tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan sebagai ucapan selamat.


Khamun membuka ikatan perbannya. Lalu memberikan Arthur beberapa tisu basah. Arthur segera mengambilnya untuk menyeka aroma perban yang tersisa di mulutnya dan tangannya. Lalu berlari menuju pengantinnya.


"Huaaaa! Ereeeenn" Arthur memeluk adik perempuannya.


Tak hanya dia, yang terburuk adalah Xaver juga di peluk oleh sepuluh saudarinya. "Xaveeeeerrr!"


Para wanita keluarga Van Zeander menangis bersama dengan memeluk Xaver. Eveline tentu juga menangis, Xaver adalah putra kesayangannya. Kini ia harus melepasnya untuk menikah. Eveline menangis di bahu suaminya.


Dan banyak hal yang harus mereka lakukan untuk merayakan pernikahan. Xaver sangat lelah sekarang. Ini lebih melelahkan dibandingkan saat ia melakukan penelitian. Begitu pula dengan Eren. Ia tidak pernah selelah ini seumur hidupnya.


Saat memasuki kamar pengantin, mereka benar-benar tepar kelelahan. Tanpa ada keinginan untuk hal lain selain tidur biasa. Bukan 'tidur' yang istimewa, kalian pasti tau apa itu. Yakan? Yang senyum senyum sendiri, hehehe...


Atas permintaan Xaver, ia ingin tempat tidur di kamar pengantin adalah ranjang biasa yang empuk dan hangat. Eren juga suka dengan tempat tidur itu. Ia memeluk Xaver yang telah resmi menjadi suaminya.


"Hei kemana kita akan berbulan madu?" Tanyanya.


"Aku sangat yakin baik aku atau kamu telah mengenal dunia ini dengan baik, bagaimana kalau kita ke dunia lain?" Xaver mengusulkan.


Tiba-tiba dari kolong ranjang muncul Avir. "Jika ke dunia lain, artinya Kak Ream akan ikut bukan? Aku juga mau ikut dengan Ayah dan Ibu!"


"Avir!" Pasangan pengantin baru itu di kejutkan dengan Avir yang muncul tiba-tiba.


Bayi Naga itu melompat ke tengah pelukan Xaver dan Eren. Ia berkata kepada pengantin baru itu dengan memohon. "Boleh ya? Biarkan aku ikut dengan Ayah dan Ibu.."


Eren tersenyum. Ia mengangguk perlahan. "Tentu boleh, kita akan pergi ke banyak dunia untuk bersenang-senang."


Avir menatap Ayahnya yang tidak berkomentar. "Terserah kalian saja, aku akan ikut."


~|Tamat|~


Tapi masih ada beberapa Chapter spesial ya, Readers tercinta.