
Chapter 17 Xirish
Lagi-lagi Tuan Vampir kita terjebak dalam pernikahan. Atas permintaan Dewi Alythrea, Lycenia menikahkan Xaver dan Dewi Alythrea dengan Xaver yang tubuhnya di ikat sebuah tali. Pernikahan itu diadakan besar-besaran, sebagai Bentuk penghormatan klan Serigala kepada Alythrea. Karna kegembiraannya Alythrea tidak lagi ingin bermain peran. Jadi ia kembali ke dirinya sendiri. Namun ia tidak ingin Xaver melihat dirinya yang sebenarnya, ia tidak ingin kesan Xaver terhadap Rea jatuh. Maka selain di ikat tubuhnya, pengantin pria juga di tutupi matanya dengan sebuah kain.
Xaver tidak bisa apa-apa. Saat ia hampir mengerahkan kekuatan Vampirnya, Rasa sakit di bahunya akan muncul. Rasa sakit itu melemahkannya. Membuatnya seakan tidak berdaya. Xaver tidak bisa melakukan apapun selain menyumpahi Alythrea di hatinya. Setelah memastikan Xaver tidak dapat melarikan diri kemanapun, Alythrea meletakkan Xaver di kamar inap Xaver yang di hias sedemikian rupa. Tentunya tidak ada yang berubah dari kondisi Xaver. Setiap kali ia bergerak ia akan merasakan nyeri di bahunya.
Merasa sedih atas Masternya, Ream akhirnya memutuskan untuk membuka mulut. "Master, Ream akan menceritakan kebenaran di balik Tanda yang di buat Putri Charlotte. Apakah Master mengizinkan?"
'Lakukan!'
"Izin di berikan. Ream menemukan bahwa Jiwa milik putri Charlotte bukanlah jiwa asli milik dunia itu. Dia juga seseorang yang berpergian seperti kita. Hanya saja entah bagaimana jiwa itu kehilangan benda yang membawanya. Ia hanya bisa mengandalkan siklus reinkarnasi untuk membawanya berpergian di setiap dunia. Kesadarannya hampir menghilang saat berada di dunia pertama tempat kita mendarat."
'Dunia pertama? Bukankah itu dunia tempat kepala suku Liliana? Jiwa itu lahir sebagai siapa?'
"Jiwa itu lahir sebagai Kepala suku Liliana di dunia pertama. Kesadarannya hampir menghilang. Namun dengan kehadiran Master, ia mengingat kembali siapa dirinya. Kemungkinan besar Jiwa itu adalah milik dunia asli tempat Master tinggal. Di dunia kedua, Jiwa itu lahir sebagai Putri Charlotte. Mengetahui kehadiran Master, dia dengan cepat menandai Master. Lalu mengekstrak separuh energi jiwanya ke dalam tubuh Master. Energi itulah yang beredar dalam tubuh Master."
'Katakan kepada Mastermu, apakah tanda itu bisa menghilang?'
"Sayangnya tidak Master" suara Ream terdengar kecewa.
'Lalu siapa dia kali ini?' Xaver bertanya lagi dalam pikirannya.
"Alythrea, Dewi bulan yang di sembah Klan Manusia Serigala. Dia juga yang membuat Master tertidur selama Delapan puluh tujuh tahun. Setiap kali upacara penyembahan dilakukan, dia akan melihat Master di ruangan itu. Terakhir kali Upacara penyembahan di lakukan berbarengan dengan upacara pembangkitan. Dalam upacara itu, Alythrea yang hanya jiwa mengambang di berikan raga sejati, yang anda kenal sebagai Rea."
'Lalu apa yang sebenarnya dia inginkan? Mengapa sepertinya dia begitu ingin menyiksaku?'
"Sebenarnya dia hanya belum mengingat seluruh ingatannya. Jiwa itu sudah lama berputar di siklus reinkarnasi. Ia hampir menghilang. Dengan menyimpan ekstrak jiwanya ke tubuh Master, dia dapat mengumpulkan kembali seluruh jiwanya di dunia lain ketubuh Master. "
'untuk apa dia melakukan itu?'
"Ream menyimpulkan kalau Jiwa itu ingin ikut pulang ke dunia asli tempat Master tinggal. Kemungkinan hanya itu satu satunya cara agar dia dapat pulang. Ream hanya bisa mendoakan Master. Harap Master berhati hati, hanya satu hal yang Ream tahu tentang Alythrea. Yaitu Alythrea adalah wanita cantik yang cabul."
Mendengar apa yang di katakan Ream, Xaver tidak bisa tidak merinding. 'Ream, jangan bilang kalau tatapan cabul yang kurasakan sejak memasuki dunia ini, berasal darinya?'
"Sebenarnya, apa yang Master khawatirkan benar."
"Ahahaha... Sayangku kau berbicara dengan siapa huh? Aku cemburu nih..." Suara manis khas milik Alythrea terdengar kembali di telinga Xaver.
Karena matanya tertutup, Xaver tidak bisa melihat di mana Alythrea berada. Tak lama kemudian ia merasakan benda lembut menghantam dadanya dan ia di buat terbaring. "Sebenarnya apa yang kau inginkan? Mengapa kau mengejarku ke dunia lain. "
Alythrea tau apa yang di bicarakan Xaver. Alythrea menyeringai. Ekor hitamnya berkibas kibas kesana kemari. "Seharusnya perangkat portalmu mengatakan jawabannya bukan?"
Xaver terdiam. Jika benar apa yang dikatakan Alythrea, maka ia benar-benar di korbankan di sini. Seolah mengerti apa yang dipikirkan Xaver, Alythrea berkata. "Tenangkan dirimu Bocah. Sekalipun aku belum mengingat semuanya, aku tidak mengorbankan siapapun. Aku menandaimu karna aku menyukaimu. Lagi pula kita sudah menikahkan? Dua kali pula, hahaha..."
Xaver merasakan udara dingin menyelimuti tubuhnya. Alythrea mengusap Wajah Xaver dengan tangan kanannya. Xaver merasa tangan yang mengusap wajahnya terasa dingin. Seolah itu adalah pisau guillotine yang siap memenggal kepalanya. Xaver meneguk ludah.
Lalu terdengar lagi suara dingin Alythrea. "Akan ku buat kau menyukaiku, Xaver Van Zeander."
Lalu Xaver merasakan pakaian atasnya telah di buka oleh Alythrea. Lalu bahu yang di tandai, terkena benda lengket yang lembut. Alythrea menjilatnya. Lalu kembali menggigit bahu itu. Tepat di posisi tanda yang dia berikan di kehidupan sebelumnya. Alythrea kembali mengirim separuh ekstrak jiwanya ke tubuh Xaver.
'Aku sudah bosan bermain, aku ingin pulang' batin Alythrea.
'Ream, bantu aku pikirkan sesuatu.'
"Menjawab Master, kini Ream hanya bisa mendoakan. Selamat menikmati malam pertamanya Master." Xaver menemukan ada nada ejekan dalam cara bicara Ream.
'Apa yang kau pelajari selama pergi huh?'
Alythrea mengusap rambut Xaver. "Sudah kubilang, jangan berbicara dengan orang lain saat sedang bersamaku"
Lalu Alythrea mencumbu bibir pucat Xaver. Xaver baru pertama kali di cium oleh orang selain keluarganya. Apa lagi cium bibir yang di barengi dengan silat lidah. Ada sensasi aneh yang membuat jantungnya berdebar-debar. Selain itu jantungnya juga terasa panas. Dan Xaver sedikit menyukai sensasi itu sebenarnya.
Lidah mungil yang memasuki mulutnya membawa rasa manis yang bercampur ke dalam mulutnya. Xaver tidak pernah tau kalau ciuman itu bisa memiliki rasa. Ream hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tau kalau sekarang Masternya, mulai terbuai oleh Alythrea.
"Rea.. bisakah kau membuka ikatan tali yang mengikat tubuhku?" Xaver bertanya dengan suara yang terdengar lebih serak dari biasanya.
Alythrea sudah menyelesaikan misinya, di kehidupan ini. Sampai ia mengingat semuanya, ia akan terus menghantui Vampir di bawah tubuhnya. Alythrea tau kalau sekarang Vampir jenius itu sedang memikirkan cara untuk memasuki portal berikutnya.
Tentunya Alythrea akan merelakan Xaver. Dengan perlahan ia membuka tali yang mengikat tubuh Xaver. Lalu membuka kain yang menutupi matanya. Tapi Alythrea tidak ingin berpisah tanpa memberikan ciuman perpisahan. "Aku tau kau ingin pergi. Pergilah, tapi aku bersumpah akan terus mengejarmu sampai aku mendapatkan kembali seluruh ingatanku, Xaver."
Lalu Alythrea mencium dahi Xaver. Xaver takut wanita cabul itu berubah pikiran, ia segera meminta Ream untuk menghadirkan Portal. Segera setelah Xaver menghilang di telan portal, Alythrea menghilang. Ingatan para penghuni dunia tentang Xaver menghilang.
Baik Xaver ataupun Alythrea, karakter ini secara otomatis terhapus begitu keberadaan mereka menghilang. Semua kenangan atau apapun yang berhubungan dengan mereka berdua akan menghilang. Mungkin orang tak lagi memiliki kesan saat nama Xaver dan Alythrea di sebutkan. Namun bau samar para pengantin itu dapat tercium di udara. Bau itu takkan hilang di udara sampai hari ini berakhir.
Seharusnya tidak akan ada yang peduli tentang itu. Namun ternyata portal lain muncul di kamar inap Xaver. Portal itu hampir mirip dengan portal yang di gunakan Xaver. "Hei... Aroma di udara di penuhi dengan Aroma tubuh Xaver. Namun ada bau lain di sekitarnya. Bagaimana ini Ayah?"
Lalu sebuah suara lelaki muncul dari kalung milik Vampir itu. Kalung itu hampir sama dengan perangkat portal milik Xaver. "Hilangkan kecurigaanmu Xirish, cari barang atau jejak dari adikmu. Sebisa mungkin sebelum aromanya menghilang."
Xirish mulai mencari tanda-tanda keberadaan adik laki-lakinya, Xaver. Meski Ayahnya memperingatkannya. Xirish masih menyimpan kecurigaannya. Meski ia tau Adiknya adalah pria yang terbilang bodoh dalam hal emosional, bisa saja kecelakaan yang tidak di inginkan terjadi. Misalnya seseorang asing tidak di kenal mengikutinya. Atau seorang wanita cabul menjerat adiknya. Dan masih banyak kecurigaan lain muncul di hati kecil Xirish.
"Lalu bagaimana jika aroma Xaver menghilang ayah?" Tanya Xirish.
"Itu artinya dia tidak ada di dunia itu. Kamu harus segera berpindah dunia, untuk mencari adikmu."