
Di dalam Lift Zul menekan tombol lift NO 10.. Jannah bergumam dalam hati "Memang kalau buah jatuh itu selau tidak jauh dari pohonnya". Nyonya halimah kan baik Anaknya juga baik...tak lama kemudian pintu Lift pun terbuka.
Jannah keluar lift tapi Zul tidak keluar lift Zul masih di dalam lift sambil memencet tombol lift terbuka.
"Eh Encik Zul tak keluar keh.?"
"Tak.. Dah lambat saya,Adek Lurus saja sampai pintu paling Ujung ,di situ Rumah Anaknya Nyonya Halimah..."
"Iya ..terimakasih Encik Zul.."
"Iye...sama sama...."
Jannah berjalan mengikuti petunjuk dari Zul,"Lurus pintu paling ujung."
Jannah pun sampai di depan rumah paling ujung.
"Lho..bagaimana Aku masuk kan Aku gak di kasih Kunci."kata jannah sambil memegang pintu apartemen itu dan berfikir bagaimana caranya dia masuk..
Jannah pun membalikkan badan ingin mengejar encik Zul entuk meminta kunci.tiba tiba keluar seorang wanita paruh baya (Makcik Halimah bin Abdullah) dari rumah itu.
jannah sedikit bingung..dalam hati jannah ini pasti kakak nya ibuk..
"Siapa ye..?"
"Saya Jannah.."
"Iye ada yang bisa saye bantu keh .?"
"Ibuk, apa benar di sini rumahnya anaknya nyonya Halimah.?"
"Iye betul,tapi ini rumah saye."
"Tapi tadi saya Bertemu EncikZul katanya Rumahnya di sini."
"Iye lah ,betul ,rumahnya kat sini ,Zul tu Anak saye.,"Name saya Halimah binti Abdullah."
"Ya Alloh...."jannah merasa lemas.
"duduk.. duduk... dulu.."kata Makcik halimah.
"Cube crite? .Siapa tau Makcik Bisa bantu."
"Begini Buk."
"Panggil saje Lah, Makcik."
"Begini ,Saya di suruh Nyonya Halimah untuk bersih-bersih di Apartemen anaknya,Tapi tadi di bawah ada kecelakaan sedikit, hingga saya tak bisa Call Nyonya Halimah,Hp saya mati tak tau bagai mana lah Makcik."
"Oh..Puan Halimah Istrinya Encik Hasan Keh."
"Iye Makcik..Makcik Tau keh.."
"Tau... Tuuu Apartemennya depan Lift.."
"Alhamdulillah ...Terima kasih Makcik.."
"Tapi ,Agaknya siang begini siSyam dah keluarlah Buat kerje,Tak boleh masuk juga."
"Makcik kenal keh .?"
"Iye..Bagai mana kabar die ."
"Nyonya Halimah sehat Makcik."
"Kamu beru ye.."
"iye makcik.."
"Ya sudah Kalau begitu Makcik,Saya pulang saja lah besok saya kesininya."
"Iye ..Salam Buat Puan Halimah ye.."
"Iya makcik,Nanti saya sampaikan."
Dalam hati makcik.
"Apa lah Syam nih..Suke Sangat buat Maknya susah."
Jannah pun pulang melewati jalan yang sudah di tunjukkan nyonya halimah tadi.
"Awas saja ya besok kalau ketemu ..Aku akan buat salam perkenalan yang mengesankan..
1jam kemudian Jannah Sampai di rumah .Jannah Membunyikan Bel,Tak lama kemudian keluarlah bik siti..
"Asaalamualaikum ..mbak ."Ucap Jannah lesu..
"Walaikumsalam,,Jannah tadi ibuk Tlpon kamu Hp km gak aktif,Ibuk bilang Lupa mau kasih kunci ke kamu."
"Iya mbak ..Enggak tau lah mBak."
Jannah menceritakan apa yang terjadi padanya tadi,Tapi jannah tidak menceritakan pertemuannya dengan Syam.sambil masuk kedalamrumah.
"Mbak namanya Anak Ibuk Siapa sih .?"
"Lho Kamu Semalem Gak tanya sama ibuk tow."
"Enggak,.."
"Namanya Anak ibuk itu ,Encik Syam."
"Ow..Encik Syam.."
"Orangnya Seperti apa Mbak."
"Encik Syam Itu, Orangnya?? pokoknya Nanti kamu tau sendiri lah,"
Mereka pun masuk ke dalam dapur.
"Iya sudah..Jannah Laper Mbak,Biasanya kalau di kampung makan Nasi di sini makan Roti ,buat jalan to dah laper lagi."
"Iya sudah ,Itu ada nasi kamu makan pake telur atau bikin mie terserah kamu saja.Mbak mau beres beres lagi belum kelar." kata bi siti meninggalkan jannah di dapur.
Setelah jannah selesai makan dan di beresin. Jannah mengambil hapenya. Sekilas wajah Pria yang menabrak Jannah pun terlintas di ingatan jannah..
Semoga saja dia bukan anaknya Nyonya .
batin Jannah dalam hati.
Jannah mencari keberadaan bik siti.Jannah melihat ruang tamu bersih tanpa ada foto keluarga Nyonya Halimah Hanya ada Lukisan pemandangan..
Jannah pun Naik ke lantai dua.
"Mbak..Mbak..."Jannah mencoba mencari keberadaan Temannya itu.
"Iye .."Jawab Bik siti dari dalam Kamr no dua di lantai atas.
"Mbak ..lagi apa .?"
"Ini lagi mau ganti gorden." bikSiti sudah naik di atas Tangga lipat untuk melepas gorden warna putih itu.
"Tak bantuin ya,?Sudah mbak sini biar Jannah yang Buat kerja."Jannah pun menggantikan bik siti.
"Di kampung saya sudah biasa naik-Naik pohon mbak."
"Jannah,Kamu Baru pertama kali ya kerja di laur negri .?"
"Iya mbak..!"
"Emange kamu gak takut,Kalau ada apa-apa terjadi sama kamu.?"
"Kemarin sih sempet takut Mbak..Tapi setelah bertemu Nyonya,Tuan Dan Mbaksiti,Jannah Berasa Di luarnegri rasa Kampung sendiri mbak."ucap jannah sambil tertawa.jannah melihat sekeliling.kamar yang bersih.
"Mbak ini Kamar siapa .?"
"Ini kamar tidak di pakai.!"
"Jannah ,umur mu Yang sebenere berapa.?"
"Berapa yow mbak,?"
"JuJur saja ,Aku juga tau Kok kalau semua biodata kamu Pasti Palsukan.?"
"Kok mbak Siti tau."ucap Jannah sedikit kaget.
"Aku kan juga pernah Tinggal di PT,Jadi aku sudah paham.!"
"Kalau dilihat kamu itu masih bocah lho.
Cuman kamu menang tinggi dan sedikit item.Jadi yow kelihatan sudah umur,Tapi nanti genap 2/3bulan Kamu pasti berubah Ayu."
"Berubah mbak ..koyok bungklon mBak berubah."
mereka tertawa bersama.
setelah mereka menyelesaikan pekerjaan .mereka sholat dhuhur.
Sore hari.
Nyonya Halimah pulang lebih dulu,sedangkan bapak masih di kantor.
Jannah dan biksiti menyiapkan makan malam.
Nyonya langsung masuk kamar .mengambil carger hpnya Jannah dan ke dapur.
"Jannah ini carger hp kamu,Semalem ibuk lupa mau kasih kamu sama ini sekalian kunci Apartemen anak Ibuk."
"Iya buk...Maaf buk tadi gak sempet beres-beres di apartemen anak ibuk.."
"Gak papa,, ibuk yang salah lupa gak ngasih kamu Kuncinya."
"Ibuk .tadi dapet salam dari Makcik Halimah."
"Oh iye..walaikumsalam lah."
"macam mana kamu bisa jumpa Mak."
Jannah pun menceritakan kejadian yang dia alami ,sehingga Membuat Nyonya Halimah tertawa ..tidak semua jannah ceritakan Jannah menyembunyikan kejadian yang di alaminya dengan Syam.
Tak mereka sadari sepasang mata tajam memperhatikan mereka...
Nyonya Halimah pun merasa ada yang memperhatikan,.
"Eh Abah ..dah Balik..sampai Mah tak dengar pun suara Mobil Abah." Nyonya Halimah Menghampiri suaminya.yang sudah berdiri memperhatikan mereka.
"'Macam sronok je..."
"Ini Jannah kan tak tahu kalau di sana juga ada nama Halimah,Jannah bertemu Sama Zul,Jannahnya tanye ,tau dimana rumahnya anaknya Ibu halimah.Zul tunjuklah ke rumah dia..betul lah Zul tak Salah ..tapi jannah Geram sama si Zul...di sangke Zul tipu die.."Tuan Hasan pun tersenyum..
Mereka masuk kamar dan siap untuk melakukan sholat magrib ber Jamaah lagi..
Baru sehari Jannah sudah bisa membawa senyuman di rumah ini..rumah yang dulunya sepi,Sunyi setelah kehadiran Jannah semua mulai berubah...
Mereka makan malam bersama,Setelah makan malam bersama nyonya di runag santai dan Tuan di dalam ruang kerjanya.
Bik siti lagi ngosok pakian jannah hanya melihat saja .karena semua pekerjaan sudah mereka selesaikan.
Nyonya pun masuk kedapur lagi mencari keberadaan jannah dan bik siti.
Jannah itu seperti punya Magnet tersembunyi ,membuat orang tertarik Untuk selalu dekat dan berbincang dengannya.
"Bik Besok Bapak mau keluar negri ay"
Kata nyonya.. memang biasanya Tuan Hasan seminggu bisa 2sampai 3x pergi keluar negri.
"Gak papa buk ..sekarang sudah ada Jannah ..rumah ini jadi gak sepi.."
"Kenapa dengan saya mbak.?"
Jannah belum makshd dengan perkataan merekq.
Nyonya masuk ke kamar mau menyiap kan ,keperluan bapak yang perlu dibawa.Kalau masalah Bapak semua ibuk yang ngurus...