
Syam pulang keapartemennya,Syam sudah sangat penasaran .
Syam pun langsung masuk ke kamar dan membuka laptopnya untuk melihat rekaman cctv nya, syam tersenyum melihat kelakuan jannah, dan mulai memikirkan level selanjutnya.
keesokan harinya Jannah bersemangat demi keluarganya, dengan apa yang akan dia hadapi,karena hanya dengan menghadapi semuanya pasti akan berlalu,..
Jannah melangkahkan kakinya dengan brani Jannah pun langsung masuk ke apartemen Syam.
Jannah berencana ingin menemui Syam secara langsung dan meminta maaf.
tapi sesampainya di sana Syam sudah pergi .Syam sudah pergi pagi pagi sekali.
karena ada pertemuan dengan client.
Jannah berdoa di depan pintunya.
"Bissmillah "
Sebelum mengucap kan salam.jannah membuka pintu dan masuk kedalam.
"Assalamualaikum. ...,Assalamualaikum,
" Jannah berulang kali mengucap kan salam tapi tidak ada jawaban.
Jannah pun melangkahkan kakinya ke dapur ,di pintu kulkas tidak ada tulisan apapun..Jannah pun tenang.
Tapi di beberapa ruangan ter tempel tulisan "ULANGI" Jannah pun mengingat ingat kejadian kemarin .
Jannah hanya fokus pada kertas yang tertempel hingga beberapa benda tidak sesuai dengan tempatnya.
" Arrrrgggkkk....Tuan awas kau..."
Jannah berteriak sambil mengacak ngak rambutnya...
Jannah menyadari bahwa kejadian kemarin adalah jebakan supaya Jannah pusing dengan kesalahan Jannah sendiri..
" Tenang Jannah, ,,Consentrasi kamu pasti bisa.!Semangat Jannah. .." ucap Jannah mencoba menyemangati dirinya sendiri. ...
Jannah mencoba mengingat-ingat semua benda pada posisi sebelum Jannah mengacak ngacaknya , Jannah pun memulai dari ruang tamu lagi dan seterusnya ruangan ruangan lain yang tertempel kata "Ulangi"..Jannah berusaha mengembalikan semua benda seingat Jannah .
"Ahrrgggkkk....!"
"yang penting aku sudah mencoba..!"ucap Jannah mulai frustasi.
"Kalau masih salah ,besok kan masih bisa di kerjain lagi,Gampang kan." Jannah mengambil tulisan nya dan membuangnya ke tempe samapah sambil tersenyum.
Jannah pun menyudahi pekerjaan nya dan pulang.
Jannah pun mulai pulang agak sore ya karena MRT juga pas jam pulang kerja jadi banyak penumpang, Jannah pun masuk kedalam rumah .
"Assalamualaikum... ..ucap Jannah sambil melangkahkan kakinya masuk lewat pintu belakang.
"Walaikumsalam .. .."Jawab biSiti dalam dapur.
" sudah pulang. ...bagai mana pekerjaanmu? ..Hemm. ..Lancar !?"Bi siti..basa-basi bertanya ingin tau, melihat jannah sudah duduk di kursi terlihat kurang semangat .
"Wah ..mbak Siti masak banyak ..Tuan sama Ibuk mau pulang ya.?" tanya Jannah melihat mbak Siti siti sudah menyiapkan beberapa menu masakan.
"Iya ..ibuk tadi telpon katanya sudah di bandara jemput bapak, paling sebentar lagi sampek."
"Ya sudah klo gitu, Jannah mau mandi dulu, nanti Jannah mau bantuin mbak Siti ya.."
Sore pun berganti malam ,Tuan dan nyonya sudah sampai di rumah,mereka sholat berjamaah lagi.
mereka berbincang bincang sebentar,Karena nyonya baru pulang jadi nyonya segera istirahat.
Jannah tidak menceritakan apa yang terjadi padanya pada nyonya .
Karena Jannah takut dia akan di marahi .
saat semua orang tidur,Saat itulah Jannah mulai terasa kesepian .
Jannah pun keluar kamar dan dan menghabis kan malam malamnya di mushola,sholat dan mengaji kali ini Jannah pun mulai ada yang memerhatikan nya lagi.
Jannah pun segera menyudahi nya.
dan masuk kedalam kamar.
Di apartemen
Syam seperti ada permainan baru lagi..Syam pun melihat rekaman Cctv dan sibuk memikirkan apa yang akan dia lakukan pada Jannah selanjutnya....
keesokan harinya. ..
Jannah pun berangkat lebih pagi lagi,setelah Jannah sampai di apartemen Jannah pun tak menjumpai Syam lagi.
Jannah masuk kedalam rumah dan melihat ada kata "Ulangi " Tertempel lagi di ruang tamu. Jannah pun mulai mengumpulkannya lagi dan mengulanginya lagi Jannah mencoba mengembalikan dengan posisi yang kemarin sebelum Jannah merapi kan nya, Kali ini Jannah tak kehilangan akal,Jannah mengeluarkan ponselnya .
"Cepret. ...Cepret.....Cepret. .... Jannah memotret semua sudut ruangan di dalam apartemen .
"Tuan kita lihat saja sampai kapan tuan akan bermain main dengan saya...?"
Di rumah .
Bik siti menceritakan semua kejadian yang dialami Jannah pada nyonya halimah .Nyonya sama sekali tidak marah ,mereka malah tertawa..'Tidak salah aku memilih jannah" kata nyonya Halimah dalam hati.
Di Apartemen.
Jannah keluar melangkahkan kakinya menuju stasiun MRT terdekat ,Saat di perjalanan janah yang selalu melihat kearah keluar ,tiba tiba mata Jannah menangkap pemandangan seperti seseorang yang dia kenal .
"Eh...."
"Mbak Imah ...!"
Jannah melihat sosok sahabatnya sekilas dari atas MRT ,Jannah melihat mbak imah sedang mendorong wanita tua di atas kursi roda di dekat apartemen Syam .
Jannah pun sampai dirumah ,Suasana di rumah sedikit berbeda .bik siti dan nyonya sudah ada di dapur..
"Assalamualaikum. ."ucap Jannah
"Walaikumsalam .."
Jawab nyonya dan biSiti bersamaan
"Jannah ..kamu sudah pulang ?" tanya nyonya pada Jannah.
"Iya buk.."Jawab Jannah sambil berjalan masuk ke dapur.
"Jannah ..bagai mana ?Apa kamu sudah bertemu anak ibuk ?"tanya nyonya halimah. pura pura tidak tau.
"Iya buk, sudah ."
"Bagai mana ?Baik kan anak ibuk..?"
"Iya buk, tuan Syam baik " Jawab Jannah.
"Jannah kamu harus lebih sabar lagi ya,ibuk yakin Kamu pasti bisa melewati semua ini." ucap nyonya halimah dengan tersenyum lembut ,Menyemangati Jannah.
"Jannah kamu harus makan yang banyak biar badan kamu kuat."
Perhatian nyonya halimah membuat Jannah tersentuh.
"Iya buk.."
"Sepertinya pepatah" buah jatuh Gak jauh dari pohonnya itu, gak selalu bener deh nyatanya ini buah jatuh jauh banget dari pohonnya..Atau waktu buahnya jatuh ,jatuhnya ke sungai jadi terbawa arus sampai jauh deh dari pohonnya."
Ucap Jannah dalam hati..
Di apartemen Syam. ...
Syam pun tersenyum melihat tingkah Jannah,
"Ni anak pandai juga ,"
Syam pun selalu menghindari Jannah kali ini ,Jannah masuk kerumah dan tidak melihat kata ulang tertempel Jannah tersenyum.
Jannah masuk ke dapur melihat tidak ada kertas yang tertempel di pintu kulkas.
Jannah semakin tersenyum lebar.
Jannah pun menaruh tasnya di atas meja dapur.Dan mulai mengerjakan tugasnya membersih kan semua ruangan dan berusaha meletakkan barang barang pada posisi semula, Saat jannah mulai masuk kedalam kamar Syam ada tulisan yang ter tempel di lemari pakaian Tuan Syam.
"Open !"
aebelim membukanya Janah pun lari ke dapur mengambil hape di dalam Tasnya .bersiap untuk memotret isi lemari tuan Syam.
waktu Jannah kembali dan membuka lemari .
"Loh...Kenapa kosong ?"...ucap Jannah melihat lemari tuan syam yang kosong ,Jannah pun bingung dan mencoba memecahkan permainan tuannya,
"di lemari kata "Open" tapi dalamnya kosong ," ucap jannah sambil berfikir dan membuka menutup pintu mencoba mencari petunjuk lainnya,tapi Jannah tidak menemukan apa-apa.
Mata Jannah pun melihat ketempat baju kotor .
"Ya Alloh ...Baju ..Laundry, "..Jannah menepuk kepalanya dan terduduk di dekat keranjang baju kotor.
Di atas baju kotor sudah ada beberapa lembar uang,Yang sengaja Syam tinggalkan di sana.
Jannah pun lari kedapur mencoba mengingat di mana dia menaruh kertas waktu dia mengantar laundrian. .
" Jannah tenang ..."
"Alhamdulillah ..masih ada..." Jannah ingat Jannah menaruhnya di dalam tasnya.
Jannah pun keluar dan mengambil laundrian baju baju Tuan Syam, Sesampainya di tempat laundri .
" Excuse me Mem., saya mau ambil laundrian atas nama Tuan Syam." Kata Jannah sambil menyodorkan kertas bukti penaruhan barang.
" Ok..wait ya.."
tiba tiba tukang laundri menyerahkan setumpuk pakaian Syam yang sudah siap,Jannah pun heran.
"Sorry Mem, Saya hanya mengambil pakaian yang saya antar kemarin." Ucap Jannah bingung .
"Iya ..itu semua baju Tuan Syam yang di antar dari sebelum kamu datang.".
Jannah pun langsung paham "pantesan lemarinya kosong.
"Oh..ok lah ..thank you Mem ,Permisi.."
Jannah membawa semua baju baju Tuan Syam dengan sempoyongan. karena saking bayak nya .
Sesampainya Jannah di apartemen Jannah pun menyusunnya di dalam lemari,.
Jannah pun ber inisiatif menyusunnya dengan sangat rapi dan di sesuaikan dengan warnanya ..
"Jannah pun tersenyum ..Pasti tuan akan seneng melihat semua bajunya tersusun dengan rapi ..Jannah menutup pintu dan keluar..
Jannah keluar dari apartemen Syam,Kali ini Jannah tidak langsung ke stasiun MRT, Jannah mencoba berjalan ke tempat dimana kemarin dia melihat sahabatnya,
tapi dia tak melihat keberadaan sahabatnya,.
"Jannah mungkin belum waktunya kalian bertemu "
kata Jannah dalam hati,
Jannah pun kembali ke stasiun MRT dan pulang ke rumah.....