
Di dalam mobil Zul.
Nisa yang tak begitu di perhatikan oleh syam pun memilih pulang dengan Zul.
" Nisa ,bagai mana kamu bisa bersama Syam .?" tanya Zul sedikit ingin tau.
" Em..Jannah yang mempertemukan Kami.!" jawab nisa .
"Jannah ...Jannah ,,,Jannah. .."batin Zul.
" Entah apa yang jannah katakan sampai Syam Mau bertemu dengan ku.?"ucap Nisa.
" Em...Saya harap awak tak ada maksud lain mendekati Syam lagi.!" pesan Zul.
" Maksud kamu .?"tanya Nisa.
" Kamu Tau maksud aku.!" jawab Zul.
" Saya tau semua tentang kamu,!"Tambah Zul.
"Nisa janji ,tidak akan menyakiti hatinya Lagi."ucap Nisa.
Setelah pertemuan Syam dan Nisa ,
setelah mereka. makan malam bersama sejak itu hubungan di antara Syam dan Nisa sudah tidak sedingin dulu.
Beberapa kali Syam berpapasan dengan Nisa entah sengaja atau tidak sengaja,mereka sudah mulai ber tegur sapa.
Nisa yang masih mengharapkan Cinta Syam ,selalu berusaha mencari cara agar bisa semakin dekat dengan Syam .
dengan meminta bantuan dari jannah.
sedang kan Syam entah perasaan apa yang dia rasakan sekarang dengan Nisa.
Setiap ada pertemuan antara Syam dan Nisa ,Syam selalu mengajak Jannah ,Itulah syarat Syam mau bertemu Nisa, harus ada jannah di antara mereka.
Jannah pun memberi syarat untuk menemani pertemuan mereka.
Asal jannah di beri izin untuk mengikuti beberapa kelas dari MOM.
Beberapa 6 bulan sudah berlalu.
Berangkat ke Apartemen.
Jannah yang sekarang sudah berambut panjang lagi,Setiap pagi dia slalu menguraikan rambutnya saat berjalan menyusuri jalanan yang begitu indah bersih dan taman yang tertatarapi di sepanjang jalan.
Dan sebelum masuk kedalam rumah Jannah harus Mengikat rambutnya ,Itulah perjanjian yang sudah Jannah sepakati.
Jannah pun sudah tidak berangkat sepagi seperti biasanya.
Entah apa yang Syam pikirkan tentang jannah.
Syam sudah tidak begitu menekan pekerjaan jannah.
karena bagi Syam sudah tidak ada alasan untuk memperlakukan jannah dengan tidak baik.
Sedang kan Zul selalu melihat ,menanti jannah,dan semakin mendekati jannah.
Hampir setiap hari Zul selalu menyempatkan kirim pesan singkat pada jannah.
dan lebih sering datang keparteman Syam hanya sekedar untuk melihat Jannah.
" Jannah ..!"Sapa Zul Saat melihat jannah yang sedang berjalan menuju lift.
" Eh ..Encik Zul ..Nak Berangkat kerja ya.?" tanya Jannah saat melihat Zul yang sudah rapi keluar dari lift.
" Jannah ,bila Oof day lagi .?tak pernah kabari Abang.!" tanya Zul.
" Bukan tak nak kabari abang Zul, hanya saja sekarang jannah sedikit sibuk ,Sekarang Jannah tiap weekend Off day ,tapi Jannah ambil Study di MOM. ada pembekalan untuk orang-orang seperti jannah ini,supaya nanti kalau jannah sudah pulang ,jannah ada keterampilan lain..!" jawab jannah.
tak lama kemudian Syam pun keluar dari lift dan melihat jannah sedang duduk bersama Zul.
" Sedang membicarakan apa mereka berdua serius sekali.?" ucap Syam sambil berjalan berlalu menuju mobilnya.
tanpa menghampiri mereka.
Jannah pun menyudah'i pembicaranya setelah melihat mobil syam berlalu di depan mereka.
" Encik Zul, sudah dulu ya..Tuan Syam sudah berangkat ,jannah mau kerja dulu." ucap Jannah meninggalkan Zul yang.masih duduk di kursi di bawah apartemen.
"Kenapa Zul suka sekali menanyakan tentang jannah.? Sebenarnya Apa ada hubungan di antara mereka.?Ah ...apa hubungan nya dengan ku,?" Syam** mulai bertanya tanya. dan mengabaikan pertanyaannya .
Siang hari .
Seperti biasa Syam pulang untuk makan siang.Sekarang jannah sudah pandai memasak hasil dari studynya selama.ini.
memebuat Syam semakin betah makan di rumah.
"Gak sia sia , Saya biayai Kau study selama ini,."ucap Syam hanya hati.
" Tuan Syam ,bagai mana masakan jannah enak gak .?"tanya Jannah penasaran melihat exspresi di wajah Syam.
yang lahap memakan masakan jannah .
" Em...!".. ucap Syam.
sambil mengangkat sendok di tangannya.
" Kalau enak diam Saja, coba kalau gak enak pasti komentar,suruh habiskan aku.!"
ucap jannah dalam.hati.
Jannah hanya duduk memandangi Syam makan sampai habis.
Sore hari .
Jannah sudah ingin pulang,hp jannah berbunyi pesan dari Zul .
" Ada perlu apa ya ,Abang Zul,suruh jannah nunggu dia..?"
Jannah pun menunggu Zul di bawah apartemen.
15 menit kemudian.
jannah sudah menunggu Zul tapi Zul tak kunjung datang ,Jannah pun melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan apartemen.
saat melewati parkiran Jannah melihat mobil Zul baru masuk di parkiran apartemen.
Jannah pun menunggu Zul keluar dari mobil.
" Encik Zul..."Sapa jannah saat melihat Zul keluar dari mobil.
Zul berjalan mendekati jannah yang sudah berdiri di dekat parkiran.
" Maaf ya nunggu lama..!'ucap Zul.
" Iya ,lama memang.!"jawab jannah.
" Encik Zul,ada apa ingin bertemu jannah .?" tanya Jannah langsung tanpa basa-basi.
" Bagaimana kalau ,Kita duduk dulu,!" ajak Zul sambil berjalan beriringan menuju kursi di taman di bawah Stasiun MRT.
Jannah duduk dengan rambut terurai sesekali Angin menerbangkan rambut panjang jannah.jannah pun sesekali merapikan rambut ya sedikit menutupi wajahnya.
lagi lagi Zul pun melihat diri jannah yang berbeda.
"Encik Zul ,ngomong lah .!"ucap jannah menyadarkan Zul.
" Ah...iya ..lupa Abang nak cakap apa ya .?"jawab Zul sambil tersenyum .
" Lah ..Encik Zul ni..,kalau Encik Zul gak jadi ngomong biar jannah balik dulu lah. !"ucap jannah.
" Eh ,,macam mana kalau Abang antar jannah Balik.?" ucap Zul menawarkan .
" Eh,terimakasih gak usah EncikZul, malah ngerepotin EncikZul. !"Tolak jannah dengan halus dan sudah mulai berdiri dari tempat duduknya.
" Abang tak merasa repot pun,siapalah tau nanti di jalan, abang ingat apa yang abang nak cakap dengan jannah. "ucap Zul.
" Dah Jom ,biar abang antar jannah balik.!" paksa Zul.
" Baiklah,kalau seperti itu .!"ucap jannah mengiyakan.
Zul dan jannah pun berjalan menuju mobil Zul yang ter parkir .
Saat melewati pintu keluar masuk apartemen mobil Zul ber simpangan dengan mobil Syam.
Tapi Zul tidak menyadari nya .
"Zul sama siapa ?macam pernah nampak.!"
Ucap Syam saat melihat wanita dengan rambut terurai melihat keluar kaca jendela mobil.dan Zul fokus menyetir.
Syam pun sampai di apartemen. Dan melihat keadaan Apartemen sudah tidak ada keberaan jannah di sana.
Syam merebahkan badan nya di Sofa ,dengan posisi santai menyadarkan kepalanya dan membentangkan kedua tangannya.melihat langit-langit.
" Siapa yang sedang bersama Zul tadi .
Syam sedikit penasaran.Syampun mengambil Hpnya dan mencoba menghubungi Zul.
beberapa kali panggilan tanpa jawaban dari Zul.
" Wah...dia mulai mengabaikanku saat bersama seorang gadis .!" ucap Syam kesal.
Di dalam mobil .
" Jannah ahad ini,Abang nak ajak jannah ke kenduri orang kawin nak tak.?" tanya Zul melihat jannah yang melihat keluar jendela.
"Apa..itu Encik Zul. ?" tanya Jannah sedikit bingung dengan upah pertanyaan dari Zul.
" Coba Encik Zul, bilang sedikit keras ,tadi jannah gak fokus soalnya."ucap Jannah melihat kearah Zul.
" Abang Nak,ajak jannah ke Jemputan Orang kawin.?jannah Nak tak.?" ucap Zul.
" Jemputan orang Kawin.? seperti acara resepsi ya Encik.?" tanya Jannah.
" Iya ..seperti itu lah,Banyak makanan di sana ,Sedap sedap..Jannah pasti suka."terang Zul.
" Wah,Sepertinya Seru,tapi Jannah ga tau lah ,jannah bisa apa gak.?" jawab jannah.
" Kenapa.?" ucap Zul penasaran dengan jawaban jannah yang tak pasti.
" Iya lah,kan Jannah di sini kerja,jannah ada majikan,ada bos,harus ada ijin dulu,mana bisa pergi sesuka hati."terang jannah.
" Begini saja,nanti abang minta ijin Syam. kalau abang nak ajak jannah,macam mana ?" ucap Zul.
" Eh gak usah,nanti biar jannah saja yang minta ijin,sama Tuan syam."Jawab Jannah.
" Em..tapi Jannah gak janji ya Encik Zul.,Jannah akan di beri ijin apa tidak.!"
ucap jannah.
tak lama kemudian mobil pun Sampai di depan rumah Tuan Hasan.
*
*
*
** Tobe continue. .