
Jannah hanya duduk terdiam merasa bersalah,sedangkan Syam pura pura menyibukkan dirinya dengan sarapan nya .
Tak lupa Syam pun membuatkan roti 4 susun seperti biasa jannah makan dan menyuruh jannah memakannya.
Jannah mencoba menanyakan pertanyaan yang sama tapi Syam malah mengalihkan pembicaraan.
" Habiskan.!,Aku tidak ingin kamu pingsan lagi,"suruh Syam
"Bagai mana dia tau ,kalau aku sering makan roti seperti ini.?" ucap jannah dalam hati.
"Setelah ini, aku antar kamu.!" ucap Syam meninggalkan jannah di dapur dengan sarapan nya .
"kemana .?"Ucap jannah lesu.tapi tak ada jawaban dari Syam.
" Ah...sukanya sesuka hatinya sendiri.! Dasar Irit..!" gerutu jannah.
" kira kira Aku mau di ajak kemana ya.?" batin jannah sambil memakan roti di depannya ,"Ah..Lebih baik aku segera habiskan biar aku segera tau aku mau di bawa kemana."ucap Jannah.
Setelah jannah selesai dengan sarapan nya. Jannah pun sudah bersiap berdiri di dekat pintu sambil menunggu Syam keluar dari kamarnya.
Tak lama kemudian Syam pun keluar dari kamar,bagi jannah melihat tuannya yang mengenakan Setelan jas moderen,bak artis yang lewat di depannya,sayang untuk di lewatkan pemandangan yang seperti ini,apalagi bau parfum Syam yank yang sangat jannah sukai,saat Syam lewat walau sudah tak kelihatan orangnya,tapi bau wangi parfum nya akan mengisi aroma seluruh ruangan yang dia lewati. Itulah sebabnya jannah sangat mengenal Syam walau hanya dari bau parfum nya.
Jannah pun berjalan di belakangnya, tapi Syam berusaha jalan berdampingan dengannya .
Di dalam mobil.
Sebenarnya ,jannah sudah tidak tahan ingin mengatakan rasa penasaran nya.
tapi juga akan sia-sia Syam tidak akan menjawab pertanyaannya.
"Kenapa .?"Tanya Syam yang sedari tadi melihat kegelisahan yang terlihat di wajah jannah.
" Tuan sebenarnya jannah mau di bawa kemana .?,Tuan dari tadi tidak menjawab pertanyaan jannah.!" ucap jannah .
" Jannah Tidak mau, terjadi kesalahan paham lagi .!" tambah jannah.
" Semua bisa kita bicarakan lagi tuan.!" ucap jannah mengingat kejadian kesalahan paham di antara mereka .yang membuat mereka menikah.
Syam pun mengingat kejadian itu .
" Kau pikir ,Aku tertarik padamu.?"ucap Syam.
" Lalu ,Kemana tuan akan membawa jannah pergi,?" ucap jannah sudah mulai frustasi.
tapi melihat jannah seperti ini ,bagi Syam adalah suatu hiburan hingga membuatnya tersenyum dalam hati,melihat tingkah Jannah.
Tak lama kemudian Syam pun membelokkan mobilnya masuk ke Klinik Nisa.
"Ah..Tuan bikin jannah Takut saja.!" ucap jannah lega melihat,Mobil menuju klinik nisa.
" Turun,!"Ucap Syam.
" Tuan Tidak turun. ?"tanya Jannah melihat syam masih mengenakan sitbelt, dan membiarkan mobil masih menyala.
" Oh mungkin dia mau langsung kerja/Dia takut untuk bertemu Kak Nisa."batin jannah sambil menutup pintu mobil.
" Terimakasih ,Tuan..Ucap Jannah. sebelum.masuk kedalam klinik.
syampun memundurkan mobilnya dan terlihat dari spion mobil Nisa memasuki parkiran Area Klinik nya.
Syam pun menghentikan Niatnya untuk pergi dari klinik.
" Aku harus tanya padanya,apa maksud dia Mengembalikan barang pemberianku .?"
Di dalam klinik.
Jannah sudah mendaftar tapi Jannah ingat Syam belum memberinya Uang,Jannah pun segera keluar mencari keberadaan Syam,jannah masih melihat mobil Syam yang ter parkir.
Jannah pun berjalan mendekati Mobil syam.
Jannah pun melihat Syam dan Nisa sedang berbicara jannah pun melihat mereka dari kejauhan.
Syam pun turun dan menghampiri nisa.yang sedang bersiap keluar dari mobilnya,Nisa tersenyum melihat Syam menuju kearah mobilnya yang terlihat dari kaca spion.nisa pun bergegas turun dari mobilnya.
" Syam.."Sapa Nisa dengan senyuman.
" Apa maksud mu.?"Ucap Syam langsung ke titik permasalahan.
" Oh..Itu semua,"Jawab Nisa mengerti dengan apa yang di maksud Syam. "Apa kamu sudah menerimanya .?"Tanya Nisa.
Tapi Syam hanya membuang muka.
" Di antara kita Sudah tidak ada apa apalagi."tegas Syam. "Dan kamu jauhi Aku.!"ucap Syam memperingatkan.dan meninggalkan Nisa.
Syam pun melajukan Mobilnya ,meninggalkan Nisa yang menitikkan airmata.
Setelah syam pergi,meninggalkan Nisa,Jannah pun mendekati Nisa yang menangis di dalam mobilnya.
" Jannah.."Ucap nisa saat melihat jannah berdiri di samping pintu mobilnya.
Nisa pun turun membuka kaca mobilnya dan mempersilahkan jannah masuk.
Jannah pun duduk di samping nisa.
" Maaf kan jannah Kak Nisa,Jannah gak sengaja mendengar pembicaraan kalian.!" ucap jannah.
" Mungkin ,memang sudah tidak ada harapan lagi untuk ku bisa bersatu dengan Syam. !"ucap Nisa menitikkan airmata lagi.
Jannah pun mengambilkan tisu di dekat nisa.
" Kak nisa, apa boleh jannah bertanya.?" ucap jannah.
di jawab dengan anggukan kepala oleh Nisa .
" Apa Kak Nisa masih mencintai Tuan Syam.?"tanya Jannah . penasaran
"Ya..kalau ada kesempatan aku tidak akan menyia nyiakan cintanya lagi.!" jawab nisa.
" Tapi Syam ,sepertinya sudah menutup rapat -rapat hatinya untukku ." tambah nisa.
Jannah melihat harapan di dalam kata kata Nisa untuk dia bisa bersama lagi dengan Syam.
Jannah pun diam menghubungkan cerita dari Zul dan Nisa. Tinggal Jannah melihat dari Syam.baru jannah bisa memutuskan aPa yang akan jannah perbuat.
mereka pun menyudahi pembicaraan mereka dan jannah pun Akirnya pulang keapartemen. Sepanjang jalan jannah memikirkan Nisa dengan penyesalannya dan berharap masih bisa bersama dengan Syam.
sedang Kan dari cerita Zul Syam terlalu terluka oleh Nisa. " Apa kah Tuan syam masih mencintai Nisa /Tidak.?" hanya Itu yang perlu jannah ketahui sekarang untuk melakukan langkah selanjutnya.
Di dalam apartemen .
Jannah keget melihat apartemen berantakan. semua berserakan .
" Apa ada gempa bumi. .?" ucap jannah.
Jannah pun masuk kedalam dapur dan menaruh tasnya.
Pyiarrrrrr ...
terdengar suara dari dalam kamar Syam.
Jannah pun Berlari mencari arah suara itu.jannah melihat Syam sudah terduduk bersender di badan kasur.
Jannah berjalan perlahan mendekati Syam. yang tertunduk lesu,dan duduk di sebelahnya.
Jannah hanya diam,Melihat sekeliling Kamar Syam yang sudah berantakan dan pecahan bingkai Foto.di sudut kamar.
" Kenapa ? kau tidak bicara.?"tanya Syam pada jannah.
Jannah pun melihat kearah Syam pandangan mereka bertemu.Terlihat Luka dan kekecewaan yang begitu dalam di mata Syam.
" Jannah tau,Tuan sekarang tidak butuh nasehat,Tapi Tuan butuh temannya bisa mendengarkan isi hati Tuan.!"jawab jannah.
Syam pun membuang muka.
Jannah pun memulai memancing agar Syam mau.menceritakan isi hatinya.
"Tuan,Apa tuan tidak akan menyesal,mengahancurkan semua kenang kenangan tuan .?"
"Tidak.!"jawab Syam.
" Baik lah kalau begitu ,biar jannah buang semua nya. "ucap Jannah sambil mengambil benda benda yang berserakan di dalam kamar, Syam sesekali hanya melihat satu persatu benda yang masih ma nyimpen kenangan di dalam ingatan Syam.
"Biarkan semua ini.!' ucap Syam menghentikan jannah.
Jannah pun duduk lagi di dekat Syam.
" Tuan,Apa Tuan tau alasan Kak nisa meninggalkan Tuan.?"Tanya Jannah .pura pura ingin tahu.
Syam hanya diam.
Jannah pun menceritakan isi surat dan harapan nisa pada Syam.
setelah syam mendengar cerita jannah.
" Aku sudah terlanjur membuat dia untuk menjauhi ku.!"Ucap Syam menyesal.
" Tuan tidak usah kawatir.!"Jawab jannah sambil menepuk pundak Syam.
"Dah bangun ,Tolong bantu jannah membereskan semua kekacauan Ini.!"Gurau jannah.
" Kau menyuruhku..? "tanya Syam sudah kembali seperti semula.
" Tak lah ,Jannah mana berani menyuruh tuan," ucap jannah sambil merapikan benda ke tempat semula. " Jannah hanya minta tolong,Kalau barang di ruang Tuan kan, jannah belum terlalu hafal di mana letak nya.nanti salah ,jannah lagi harus mengulanginya,Lebih baik Tuan sendiri yang membereskan nya,jannah mau membereskan Ruangan yang lain..!'ucap jannah panjang lebar membuat senyuman di wajah Syam ,mengingat saat Syam. mengerjai jannah.
Jannah pun berjalan meninggalkan Syam.
setelah semua selesai ,Syam pun keluar menemui jannah di teras.
" Bagai mana luka mu.?"tanya Syam melihat lengan jannah yang masih di perban.
" Ow. .tadi jannah tidak jadi periksa .!"jawab jannah.
" Kenapa .?" tanya Syam heran"kan aku sudah mengantar mu. !"
" Iya betul,Tuan mengantar Jannah,Tapi Kenapa Tuan tidak memberi uang kepada jannah.?jannah kan gak punya uang buat bayar.".jawab jannah menjelaskan.
bersambung.