
"Tuan ...Pelan kan suara Tuan.."Ucap Jannah menyuruh.
" Siapa kamu,? berani menyuruhku,!Ini rumahku ,!Terserah aku mau berteriak ,dan kamu yang seharusnya mendengarkan perintah ku..
" Tuan ,,Sebaiknya Tuan jangan marah marah di dal..
.Jannah belum selesai bicara tiba tiba Nyonya halimah sudah di belakang jannah,Nyonya halimah mendengar suara teriakan Syam, tetdengar sampai ke dalam membuat nyonya keluar,Mencoba menenangkan Amarah Syam, bukan semakin mereda Tapi Amarah Syam malah semakin membara.
" Syam...kenapa sayang,Kenapa Syam marah-marah pada jannah,Jannah tak salah,Mama yang salah,mama minta maaf ya,Sayang datang ke apartemen Syam tak bagi tau Syam dulu.."
ucap nyonya Halimah membela jannah.
" Oh...kamu, memanggil pelindungmu." jawab Syam.menyindir Ibunya.
" Dia saja, tidak bisa melindungi anaknya,Apalagi melindungi Orang lain."Ucap Syam menunjuk kearah Jannah.
" Syam ..Sayang ,sudah lah kita bisa bicara baik- baik ya.,Nak."Ucap nyonya halimah sambil mendekati Syam, Syam pun menghempaskan tangan Nyonya halimah,.
Jannah sudah mulai Kesal dengan Tingkah Syam.
"Mama minta Maaf ,ke pada Syam, Tak bisa jaga Syam dan Kak Syah, Dengan baik,.Mama minta Maaf ya.."Ucap nnyonya halimah sambil menitikkan Air mata.
"Dah ..lambat...semua dah jadi." ucap Syam menjauh dari nyonya.
" Syam ,,Kita coba baiki semua balik ya..
" pinta nyonya halimah membujuk Syam."Mama dah banyak,Buat salah pada Syam, Mama yang salah, Mama minta Maaf Ya sayang."pinta nyonya halimah merayu.
"Semua dah lambat...." Syam pun mengambil Vas bunga dari kaca bening tembus pandang di atas meja.dan seketika ..
Pyiarrrrrr......
suara Vas bunga pecah menghantam tembok,di belakang Nyonya halimah.
Hancur dan bertaburan ke penjuru arah,
mungkin seperti itulah yang di maksudkan Syam,Sudah terjadi ,Pecah dan tak mungkin bisa di perbaiki.
.Jannah yang Sudah memperhatikan Syam dengan Geram dari tadi pun Berlari mendekap dan melindungi Nyonya Halimah Yang tertunduk,hingga membuat Mereka bersimpuh di lantai.
Tak jannah rasakan pecahan Vas bunga dari kaca tembus pandang itu.Membuat beberapa goresan di Lengannya ,Karena jannah hanya memakai kaos oblong.
sedang kan Nyonya halimah yang kesehariannya memakai bajukurung, dan kerudung saat keluar rumah ,tak terluka sedikit pun.
Tapi perih di hati Jannah melihat seorang ibu,Meminta maaf kepada anaknya dengan derai airmata tanpa Mendapatkan kata maaf dari Anaknya.
" Di sini, Ibu tuan ,sudah meminta maaf, Sudah menyadari kesalahannya ,Apa salahnya ,Tuan memaafkankan Nyonya.?"
ucap Jannah sedikit menggurui.
" kau ,tak tau apa-apa ,Sebaiknya kau tutup mulut."
ucap Syam mulai sedikit merasa bersalah.
" Tuan Syam...Jika tuan Syam tak tahu bagai mana Nak buat Seorang ibu Tersenyum ,Setidaknya Tuan syam Tidak membuat Dia MENANGIS .!"ucap jannah sudah mulai dengan nada tinggi.
"Sebaiknya ,Tuan meminta Maaf pada Nyonya ,Sebelum tuan lebih menyesali perbuatan Tuan..!"
" Tuhan ,masih memberi ,Tuan kesempatan untuk meminta Maaf,kepada ibu tuan secara langsung, jangan Sia -siakan Kesempatan ini..!"
Jannah sudah ingin menitikkan Air mata.
tapi Jannah masih bisa Mana han Air matanya.
" Di sini ,Saya yang Salah ,Saya juga yang harus minta Maaf, karena Tak meminta ijin Sama Tuan syam ,Dan meminta Ibuk datang kesini,."
" Tapi ,Nyonya kesini bukan untuk jumpa Tuan,.!"
Tak lama kemudian tuan hasan dan Nona Aisyah pun keluar kamar setelah mendengar Suara Vas pecah.
Syam pun terkejut melihat Nona Aisyah dan Tuan hasan juga ada di dalam apartemen ini.
"Kak Syah.!..papa.!."
keberadaan mereka berdua membuat Syam tenang.
Jannah yang memeluk nyonya halimah pun melepaskan pelukannya,dan Nona Aisyah mendekati Nyonya halimah dan membangunkannya,Sedang kan tuan hasan mendekati Syam dan menenangkan Syam.
Jannah pun berjalan kedapur dengan darah menetes dari tangannya,yang tak dia sadari .
"Ma ,banyak darah di baju mama..Apa mama baik baik Saja.."Ucap Aisyah saat melihat darah yang menempel di tangannya saat membantu memdirikan Nyonya halimah .
" Mama, tidak apa-apa Sayang,."
mendengar pernyataan ibunya,Aisyah pun mengikuti jejak Darah di lantai menuju Dapur..
" Mama...Jannah ..!."Teriak Syah ..melihat jannah sudah tergeletak di lantai,dengan Wajah pucat dan tubuhnya lemah.
meraka pun Berlari kedapur,Nyonya dan tuan pun panik,Syam pun melihat jannah dengan rasa bersalah dan langsung membopongnya ,dan ingin membawanya ke rumah sakit. Tuan dan Nyonya pun tinggal di rumah sedangkan Aisyah ikut bersama Syam.
Aisyah memangku jannah di kursi tengah ,Syam pun menyetir mobil,Syam melajukan mobilnya keluar dari Apartemen.
karena Syam panik dan terburu buru,Sehingga tidak terlalu memerhatikan jalan.Dan mengerem mendadak ,Saat lampu penyeberangan berubah,hingga Membuat Jannah tersadar.
"Emhh. ..."
" Emm..?"Kepala, jannah, pus ,,,sing.."Jannah pun tak tersadar lagi.
" Jannah ...Jannah .."ucap Aisyah mencoba menyadarkan jannah dengan menggoyangkan kan bahunya dan menepuk nek pipinya.
" Kenapa Kak .!? "tanya Syam panik.
" Jannah ,pingsan lagi ..!"Jawab Aisyah.
" macam mana ,? kalau kita ,bawa dia ke klinik dekat sini dulu,Biar dia cepat di tangani,Kat hospital kan sedikit memakan waktu."saran Aisyah mengingatkan Syam pada Klinik Nisa.
Syam pun mengarahkan mobil nya menuju klinik setempat,tak lama kamudian Mobil itu pun berhenti di sebuah klinik.
Syam pun membopong Jannah,Dalam keadaan tidak sadar,Sedangkan Aisyah mengurusi pendaftaran,
saat jannah sedang di tangani,Syam dan Aisyah pun Sedikit panik di luar.
"Syam..Syam tenang ,tak payah risau,semua akan baik baik saja."
"Ini semua ,Salah Syam kak..!"
"Tak,, ini semua ,kecelakaan sebab Syam sedang marah.."
Tak lama kemudian Dokter pun keluar, dari dalam ruangan tempat jannah di periksa.
"Keluarga Miss Jannah. ?"ucap dokter itu mendekati Syam dan Aisyah yang tengah duduk.
" Iya..kami keluarganya.."ucap Aisyah. sambil berdiri dan menoleh kearah dokter itu.
" Ah...Kak Aisyah..."Ucap dokter itu saat melihatkan Aisyah.
" Em...Nisa..."ucap Aisyah mencoba mengingat dokter yang berdiri di depannya Adalah seseorang yang pernah dia kenal ,Nisa .
Syam pun sedikit gugup mendengar suara Nisa,Bahkan Syam pun tak berani menoleh kearah Nisa.
" bagai mana ,Jannah .?"ucap Aisyah menanyakan tentang keadaan jannah,.
" Ah ..Dia baik baik saja,Dia hanya butuh istirahat dan Asupan makanan,Sepertinya dia Sangat kelelahan ."
" Sekarang bagai mamanya keadaannya .? Apa dia sudah sadar.?"Tanya Aisyah.
" Sekarang,Dia lagi tidur,karena pengaruh obat ."ucap Nisa.
" Lalu, bagai mana ,?dengan lukanya apa dalam.?"tanya AiSyah .
" Tidak ,Tidak terlalu dalam ,hanya beberapa jahitan saja,!"
Jawab Nisa.sambil sesekali melirik kearah Syam yang duduk di kursi, terdiam tanpa suara dan mamatung.
"Kalau ,tidak ada yang ingin di tanyakan lagi,Nisa nak lihat pasien lain.."
"Baiklah, nisa ,terimakasih ya.."ucap Aisyah pada nisa.
dan sebelum nisa meninggalkan mereka .
nisa menyempatkan menyapa Syam.
" Hay ..Syam.."Ucap nisa menyapa Syam.
Tapi Syam menghindar dan mengabaikan sapaan Nisa dengan pura-pura tidak dengar ,dan masuk kedalam rungan menyusul Aisyah berjalan di belakangnya untuk melihat keadaan jannah.
Aisyah pun melihat jannah terbaring lemah di atas kasur putih itu ,Dengan lengan kiri di balut perban dan tangan kanannya terpasang selang infus.
Aisyah berjalan mendekat dan duduk di sebelah jannah, sedangkan Syam yang masih merasa bersalah pun hanya melihat jannah dari kejauhan.
"Jannah ..Terimakasih ya ..Kamu sudah membuat Saya berkumpul lagi dengan kedua orang Tua saya."Ucap Aisyah sambil memegang tangan jannah dalam keadaan jannah belum sadar dan duduk di dekat jannah.
" Kalau tidak karena ,Kata kata kamu,Mungkin Kesalahan paham di antara kami tidak akan pernah ada Penjelasannya dan akan selamanya saling menyalahkan.."
"Jannah kamu,Harus segera bangun Ya biar kamu bisa mendengar kan Terimakasih Ku sama Kamu.."
Syam pun mendengar perkataan kakaknya. " gadis Itu memang banyak bicara dan tidak punya rasa takut ,Dia slalu mengutarakan apa yang dia anggap benar."batin Syam dalam hati.
"Syam ,,kakak harus balik dulu, takut nanti Mikail Nyari Akak,"
ucap Aisyah.
" Em..pergilah. ."Jawab Syam.
" Nanti ,Kalau jannah dah sadar ,Syam kena panggil suster atau dokter oke,Buat periksa jannah.!" pesan Aisyah sebelum meninggalkan Jannah dengan Syam.
" Em..Tau lah..!"jawab Syam yang duduk di kursi .
" jaga, Jannah ,baik-baik,Jangan bentak dia Tau.."imbuh Aisyah sebelum menutup pintu.
Syam hanya menganggukkan kepalanya.
..bersambung. ....
.........
Author, mau ngucapin banyak TERIMAKASIH buat yang sudah MAU baca Ketikan tangan Saya, yang sudah ngeLike, Dan ngeVote, Terimakasih banyak ya...