
Di Klinik.
Di dalam ruangan yang serba putih itu, Syam Terbayang dengan kata-kata nya,dan menyadari kesalahan nya.Syam pun menyadarkan kepalang di dinding menghela nafas dan berfikir apa yang akan dia lakukan dan katakan pada jannah saat nanti jannah tersadar.
" Apa, aku harus minta maaf pada gadis ini,Ah... semua ini kan memang karena Ulah nya sendiri. " guam Syam.
Di jalan.
Zul beberapa kali menghubungi jannah ,Tapi tak ada jawaban,menghubungi Syam Hpnya tidak Aktif,Zul pun langsung menuju apartemen Syam.
Di Apartemen.
Kakak sudah sampai di apartemen, dan melihat Mikail sudah duduk dan berbincang dengan kakek dan nenek nya. Nyonya halimah Melihat Aisyah sudah pulang,
"Syah,Macam mana keadaan jannah.?"tanya nyonya halimah risau sambil mendekati Aisyah yang masih di depan pintu.
" . .Mama tenang saja,Dia baik-baik saja, dia mendapat beberapa jahitan di lukanya dan Infus terpasang di tangannya ,Kata Dokter Jannah kecapean. " terang Aisyah pada nyonya halimah mengenai keadaan jannah."Tapi ,waktu Aisyah balik,jannah belum sadar,kata dokter pengaruh Obat."Tutur Aisyah .
" Syukur lah,,, kalau dia tidak apa-apa, Semalam dia tidak tidur dia terjaga sampai pagi ,bantuin Mama bikin Cake untuk Syam.." ucap nyonya halimah.
" Ya ..bisa aja itu Ma .."
tak lama setelah mereka berbincang masalah Jannah,Zul pun datang menggedor pintu.....
dokkk. ...dokk. ..dokk...Syam...Syam. ..
Suara Zul dari luar ,dan beberapa kali mencoba membuka pintu.
Kakak pun segera membukakan pintu.
Zul pun kaget melihat Kak Aisyah ada di apartemen bersama Tuan Hasan dan Puan halimah.
" Eh ...Kak Syah...bagai mana Akak bisa .?"belum sempat Zul meneruskan pertanyaannya,Zul sudah mengganti pertanyaan nya yang lain yang lebih penting.
"Kat mana Syam kak .?" Apa semua baik-baik Saja.?",Zul melihat sekeliling memastikan Tidak terjadi apa-apa di dalam apartemen itu. " Jannah mana .? dari tadi saya hubungi dia tapi dia tak jawab dan tak balas pesan Zul..?"
" Macam mana ,kalau kamu duduk dulu,biar Akak jelas kan."
Aisyah pun menceritakan kejadian yang terjadi di dalam apartemen itu.
dan Zul pun meminta ijin untuk pergi menyusul Syam di Klinik.dan melihat keadaan jannah.
Di klinik
Jannah pun Sudah mulai tersadar , perlahan lahan jannah membuka matanya ,melihat sekeliling ,Kepala jannah masih terasa pusing,Jannah merasa sangat lapar dan haus, jannah melihat Syam duduk di kursi dan bersender di dinding.
Jannah ingin meminta tolong tapi Jannah urungkan,Jannah pun mencoba menggapai gelas yang berada di atas meja di samping kiri tempat tidur nya sendiri.
Syam yang terjaga melihat ada pergerakan jannah pun langsung berdiri dan mengambil kan gelas yang ingin diraih jannah .Jannah pun yang melihat Syam sudah berjalan mendekati gelas pun memilih diam.
" Hemm. .."Syam menyodorkan gelas ke tangan jannah.
" Terimakasih . " ucap Jannah dengan lirih.tapi tanpa ada balasan dari Syam.
" Nak apa .?" Tanya Syam dengan singkat,melihat jannah melihat kesekeliling.
jannnah Mencoba mencari apakah ada sesuatu yang bisa jannah makan .
Jannah hanya berdoa dalam hati "Ya Alloh tolong kirim seseorang untuk mengirimkan makanan padaku." doa jannah dalam hati.
Syam pun ingat pesan kak Aisyah.
Syam pun berjalan keluar ruangab meninggalkan jannah untuk menaggil suster untul memeriksa Jannah. jannah yang merasa di tinggal kan dan tak di hiraukan pun menggerutu dengan asumsinya "jadi orang gak paham banget sih,Orang sakit biar cepet sembuh itu harus di kasih makan yang banyak,Orang lagi kesusahan harus nya di bantuin,ini malah di tinggalin,.gak peka banget..Aduh perutku laper banget dari pagi belum sarapan lagi..
Jannah pun hanya bisa menahan rasa laparnya sampai nanti ada orang yang memberinya makan,
tak lama kemudian saat jannah sudah mulai frustasi karena tidak ada makanan.
tiba tiba ada orang memebuka pintu,jannah pun menoleh kearah pintu dan ternyata Syam masuk dengan seorang perawat dan memeriksa keadaan jannah.
"Sus ,,Saya merasa Sangat lapar Sus,,Apa saya bisa mendapatkan makanan Sus .?"pertanyaan jannah membuat Syam mengerti bahwa jannah melihat lihat sekeping bukan karena Tidak nyaman dengan Syam tapi karena ,Jannah melihat apakah ada makanan yang bisa dia makan.
"Iya ..sebentar nanti, akan ada petugas dari kami membawa makanan pada nona."
Jawab Suster .
" haha nanti ,,keburu aku pingsan lagi kelaparan,,"batin jannah dalam hati ,wajah jannah tertunduk lesu mendengar jawaban suster .
Syam pun keluar ruangan ,Tak lama kemudian setelah Syam keluar suster pun keluar ,jannah sendiri di dalam ruangan kelaparan.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka lagi kali ini bukan Syam atau pun suter .Tapi Zul jannah yang melihat Zul datang dengan membawa bungkusan plastik putih di tangannya pun membuat Jannah tersenyum lebar dan bersyukur.
" Alhamdulillah.hhhhh. ...Terimakasih Ya Alloh,,,Engkau mendengarkan Doa hambamu ini yang kelaparan..."ucap Jannah kegirangan ,Zul pun tertawa mendengar kata kata Jannah.
" Eh...kamu ini, orang sakit ,bukannya kesakitan, malah kegirangan melihat makanan,."ucap Zul sambil menaruh makanan di atas meja.
tapi Jannah sudah melambaikan tangannya untuk menaruh makanan yang Zul bawa di pangkuannya.
Jannah pun buru buru membacakan Doa sebelum makan di hadapan bungkusan plastik di pangkuannya ,sebelum membukanya.Zul pun tersenyum lebar melihat tingkah Lucu Jannah.
" Encik Zul ,tak tau kan,Inilah sesungguhnya, penyebab jannah menjadi seperti ini.."ucap jannah sambil membuka plastik di depannya.
" Eh ..makanan pun kau salah kan..?"tanya Zul sedikit bingung.
" Iya lah. ..kerena jannah lupa sama mereka ,Jadi Jannah sakit..!" jawab jannah sambil sedikit berusaha membuka bungkusan di pangkuannya dengan tangan kiri,Karena tangan kanannya tak bisa bergerak bebas.
" Ow ...habis tu tangan kamu tak sakit..?"
tanya Zul sambil melirik kearah tangan jannah.
" ini sih ,Jannah bisa tahan ,"Ucap jannah sambil mengangkat tangannya kirinya yang sakit. " tapi kalau ini Jannah tak boleh tahan lah.."Jannah pun mengangkat plastik di depannya.
Syam pun tersenyum melihat tingkah laku jannah.yang jujur dan Apa adanya.
Jannah pun Akirnya berhasil membuka bungkusan yang di bawa Zul.
" Encik Zul ,Ini seperti ,..!"ucap jannah saat melihat kotak makan yang dia bawa dari rumah untuk di berikan pada Syam.
"Iya ..itu tadi dari makcik,dia suruh kasih ke kamu.."
"Enggak ,,jadi lah Encik ,,,Ini kan di buat untuk Tuan Syam, ini bukan hak jannah,." ucap Jannah sambil memberikan kotak makanan itu pada Zul.dengan wajah Kecewa.
" Eh..kata udah kelaparan,masih bisa mikir Hak pula.." ucap Zul ,mengingatkan rasa lapar jannah.
" Iya lah,harus minta ,ijin dulu sama Yang punya ,nanti marah lagi pula,Siapa susah .?jannah pula ,yang susah. !,lagi pun jannah, bukannya pandai bikin masakan seperti ini.."ucap Jannah sambil melihat kearah kotak nasi Yang berisi nasi lemak berserta lauk di dalamnya.
" Dah ,,jannah tak payah risau,nanti biar Abang,Yang minta ijin sama yang punya,Lagi pun Makcik sendiri yang kasih buat jannah,.."
" Iya ..tapi sebelum nya kan ini di kas...
belum selesai jannah merusak omongan nya,Zul sudah memasukkan sesedikit makanan kedalam mulut jannah,untuk menghentikan omongan jannah.
Jannah pun mengunyah makanan di dalam mulutnya,karena memang jannah sudah sangat kelaparan.
" Sedap kan...??dah makan banyak banyak bila ini yang buat jannah sakit..." Zul pun memasukkan makanan lagi kemulut jannah sebelum Jannah menjawabnya.
Jannah pun mencoba mengambil tempat makanan dari tangan Zul tapi Zul menjauhkan tempat makanan dari jangkauan jannah.
" Encik Zul, sini biar jannah makan sendiri,"Ucap jannah mencoba meraih nya.
"Dah ,diam dan buka mulutmu ." ucap Zul melihat mulut jannah yang sudah merapat.
" Emm. .em.." suara jannah sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Ya sudah kalau kau tak nak Aku pun nak ."Zul pun hampir memasukkan makanan kedalam mulutnya ,Tiba tiba Syam pun datang dengan membawa banyak makanan di tangannya.
....