Upik Abu Fall In Love

Upik Abu Fall In Love
Pertemuan Syam dan Nisa.



"Tuan,Jika kita ingin ,memaafkan seseorang dengan ikhlas ,ingat lah perbuatan baik mereka pada kita."ucap Jannah sambil melihat kerah Syam yang duduk di Sofa.


"Dan jika kita ingin melupakan orang yang kita sayang tanpa menyimpan luka atas perbuatan mereka di hati kita,Ingat lah saat-saat manis bersama mereka,walau pun rasa sakit di tinggalkan itu masih akan terasa saat kita mengingatnya.,Tapi setidak nya kita masih bisa menjalin hubungan baik dengan mereka yang pernah hadir di kehidupan kita., Yang lalu biarlah berlalu Tuan, lihat lah masa depan, MOVE ON, tuan.."


" Sepertinya ,mudah ya Tuan..!" tambah jannah..Tuan...Tuan..."Jannah mecoba menengok ke arah Syam.."Eh ..malah tidur.."saat melihat kearah Syam yang sudah memejamkan mata.


"Ya sudah lah.."


" Tidak ada salahnya ku coba.'" ucap Syam yang hanya pura-pura tertidur.


Sore hari .


Jannah sudah bersiap pulang ,tapi Syam melarang jannah untuk pulang .


"Kamu,jangan pulang dulu .!"ucap Syam saat melihat jannah sudah mengenakan tasnya berjalan keluar dari dapur mau berpamitan.


" Kenapa tuan melarang jannah pulang.?"tanya Jannah Heran.


" Pekerjaan jannah kan sudah selesai,!"ucap jannah menambahkan .


Tapi Syam malah masuk kedalam kamar,tanpa menjawab pertanyaan jannah .


" Ih ..,Kebiasaan,Sukanya nya sesuka hatinya.!" Ya lah Dia kan Bos,jadi ya sesuka hatinya mau jawab Atau tidak..!" gerutu jannah .


Jannah pun menghempaskan tubuhnya di kursi santai di teras menikmati pemandangan sore hari dari teras .


Sore itu sedikit Berangin, awan putih tampak mengngumpal di langit,Membentuk ber bagai bentuk tak beraturan menutupi sebagian langit biru.


Jannah pun menghela nafas membuang pandangan sejauh mata nya bisa memandang ,jannah mengarahkan tangannya ke langit.


terlihat begitu jauh jarak antara mereka.


"Sepertinya dekat .,tapi kenyataannya langit sangat jauh .?"


Waktu sudah semakin sore jannah masih setia dengan pemandangan di teras .


jannah pun mencium aroma parfum Syam ,Jannah menutup matanya dan menikmati aroma parfum Syam. " Sepertinya Tuan sudah siap keluar nih."


tak lama kemudian Syam pun keluar dari kamarnya dan menyuruh jannah mengikuti nya.


"Ayo..!"Suruh Syam.yang sudah rapi dan wangi.


" Siap Tuan,"ucap jannah semangat.


" Tuan kita mau kemana .?"Jannah mencoba bertanya lagi.


" Ke klinik.."Jawab syam..


" Alhamdulillahhhhh. ..Ucap Jannah bersyukur.


" Kamu kenapa .?"tanya Syam heran .


" Akhirnya, Tuan jawab juga pertanyaan jannah .!"jawab jannah sambil tersenyum ceria.


" Em.."ucap Syam.


" Kan jarang jarang ,Tuan mau menjawab Pertanyaan saya."tambah jannah.


mereka pun berjalan beriringan memasuki lift dan menuju mobil di parkiran.


Syam pun melajukan mobilnya,tak lama kemudian sampailah mereka di klinik Nisa.


Syam mendampingi jannah masuk kedalam klinik untuk mendaftar.


Dan menunggu di ruang tunggu.


Sampai jannah selesai tapi Syam tidak melihat keberadaan Nisa di dalam Klinik.


Jannah pun keluar dan tangannya sudah tidak di perban lagi,hanya plaster yang tertempel di Lengannya agar melindungi lukanya yang belum kering.


" Tuan,Kak Nisa tidak ada.!"ucap jannah memeberi tau Syam.


walau Syam tidak bertanya tapi Jannah paham apa yang ingin di tanyakan Syam.


"Tuan tunggu di sini dulu,Jannah mau ngat ri obat dulu.!"suruh jannah.sambil meninggalkan Syam.


tapi Syam mengikuti jannah.


dan duduk di samping jannah menunggu antrian di kasir obat.


"Kenapa tuan ngikutin aku terus sih..!" gumam jannah dalam hati.


Jannah sengaja menghindari Syam agar dia bisa menelpon Nisa,dan mencari keberadaan Nisa.


"Tuan,tunggu di sini dulu jannah mau ke Toilet. !" suruh jannah.


Jannah berjalan ketoilet sambil sesekali melihat kearah Syam ,memastikan dia tidak mengikuti Jannah.


Jannah pun membuat panggilan dengan Nisa.


Jannah merencanakan pertemuan antara Syam dan Nisa.


tapi hp Nisa tidak bisa dihubungi.


Jannah pun keluar dan mendekati Syam.yang sudah selesai mengambil Obat.


Jannah hanya bisa berdoa di dalam hati.


" Ya Alloh,pertemukanlah kami dengan Kak Nisa. "


Saat syam dan jannah berjalan keluar dari klinik,tiba tiba mata Jannah menangkap pemandangan seorang wanita yang dia kenal sedang duduk di taman tak jauh dari klinik Nisa.


"Tuan ,Tunggu sebentar ,!"Pinta jannah memegang tangan Syam ,dan menghentikan langkah syam.


Jannah pun Berlari meninggalkan Syam menuju wanita yang sedang duduk di kursi taman itu.


" Kak Nisa.,!"Sapa jannah dengan nada terpenggal sambil mengatur nafasnya .


" Jannah.,,Apa yang Kamu lakukan di sini. ?"tanya Nisa.


" Kak Nisa ,ikut jannah sebentar bisa.?" tanya Jannah tanpa menunggu jawaban dari Nisa dan langsung menggandeng tangan Nisa.menuju mobil Syam.


Di dalam mobil.


Suasana terasa Sangat Canggung, antara Nisa dan Syam. Jannah yang memilih duduk di belakang pun berusaha mencairkan suasana .


" Tuan,Tolong,putar musik.!"pinta jannah.


" Em.."Ucap Syam. sambil menyalakan radio .


Jannah hanya bersenandung lirih,mendengarkan lagu yang diputar di dalam radio.


" Kak nisa,suka makan apa.?" tanya Jannah basa basi .


" Jepanes Food,!"jawab Syam.


mengingat makanan kesukaan Nisa.


Nisa pun menoleh kearah Syam. " kamu masih ingat ." ucap Nisa.


" Ow. ..Seperti Sushi ya kak.?"tanya Jannah .


" Iya..Jannah. ."Ucap Nisa.


setelah hampir setengah jam mobil syam pun berhenti di restoran Jepang ,yang terletak di keramaian kota itu .


Saat mereka sudah turun dan masuk kedalam restoran yang mewah itu.


Jannah merasa seperti nyamuk diantara mereka,sesekali mereka hanya saling memandang.dan terdiam.


Akirnya Jannah pun mencoba meninggalkan mereka berdua.


Jannah pun ijin Ke Toilet,jannah sudah ingin berjalan menuju tempat mereka makan tapi Jannah mengurungkan niatnya.


Jannah berjalan keluar restoran dan duduk di kursi bawah pohon di depan restoran, di bawah pohon berlampu yang hiasi lampu kelap kelip .


" Mending aku duduk di sini saja syahdu daripada jadi obat nyamuk." .


Di dalam restoran.


Syam dan Nisa sudah mulai memesan makanan,dan Syam memesankan makanan untuk jannah juga.


"kenapa ni anak ketoilet lama sekali." batin Syam.


" Syam ,apa kamu sudah memaafkankan ku .?"tanya nisa .


pada saat Syam. ingin menjawab pertanyaan nisa hp Syam pun berbunyi.


tertulis di layar Nama 'Zul.


" Aku di restoran ****." Jawab Syam singkat.


Di luar restoran.


Jannah mengirim pesan pada nyonya halimah ,


"Ibuk jannah malam.ini akan pulang terlambat,karena jannah masih mengantri di klinik." pesan singkat pun terkirim


Zul pun datang ke restoran yang di sebutkan Syam, karena ada urusan dan ingin menanyakan kenapa hari ini dia tidak datang ke kantor.


Mata Zul melihat jannah sedang duduk sendiri di bawah pohon."Mata ku tidak salahkan,kenapa ada Jannah di tempat ini.?"Apa Syam mengajak Jannah.?"Ah tidak mungkin.!" ucap Zul. dan Zul pun berjalan mendekati nya.


" Jannah.!" Sapa Zul mengagetkan Jannah lagi.


Jannah pun terperanjat dan memukul Lengan Zul .


" Encik Zul ,..!"


" Eh, ,sampai segitunya awak terkejut.?"


" Iyalah.,Encik Zul tu suka sekali sih ngagetin jannah.!"ucap jannah kesal.


" Eh..habis tu siapa suruh ngalamun di bawah pohon seorang seorang?"


jawab Zul.bergurau.


" Syam mana .?"tanya Zul.


" Tuan Syam ,ada di dalam."Jawab Jannah.


" Habis tu kenapa Jannah tak masuk kedalam.?'tanya Zul .


" Tak apalah Encik Zul,Jannah di luar saja." Tolak jannah.


"Kenapa .?" tanya Zul.


" Jannah tak biasa lah dengan suasana di dalam. "Jawab Jannah sambil menunduk.


Zul pun paham apa yang di rasakan Jannah.


" Baiklah,kalau macam tu Abang nak masuk dulu ya."ucap Zul meninggalkan jannah.


" Encik Zul,sebaiknya Encik Zul jangan masuk .!"ucap jannah menghentikan langkah Zul.


" Kenapa ,Abang kan kesini nak jumpa Syam."


"Apa ,Encik Zul harus bertemu sekarang .?" tanya Jannah memastikan.


" Ya ,kenapa.?"


"Emm. ...di dalam ada Kak Nisa.!" jawab jannah


" Apa.!" ucap Zul kaget dan melangkahkan kakinya lagi.Tapi jannah menarik tangan Zul.


" Encik Zul, Tunggu,Encik Zul jangan Panik dulu.,biar kan mereka berdua.!" ucap Jannah menenangkan Zul .


" Coba Encik Zul lihat kearah mereka berdua." ucap Jannah sambil menunjuk kearah Syam dan Nisa duduk berhadapan.


" Kita tinggalkan mereka saja,Encik Zul bisa bicara dengan tuan Syam besok."


Jannah pun menggandeng tangan Zul keluar menjauh dari Restoran tempat Syam dan Nisa.


"Apa yang terjadi pada mereka .?"tanya Zul pada jannah.


Jannah pun mencerikatan semuanya pada Zul.Zul hanya terheran Dengan apa yang terjadi dan apa yang di lakukan jannah.


" gadis ini ,memang melakukan yang dia ingin lakukan.


"Jannah dah makan .?"tanya Zul.


" Belum lah,kenapa Encik Zul mau traktir jannah lagi.?" jawab jannah tersenyum gembira mendengar kata makan.


***bersambung...