
Setelah Jannah sampai di rumah Jannah pun membunyikan bel, Kali ini biSiti membukakan pintu dan memberi tau Jannah code sandi untuk membuka gerbang .jadi lain kali Jannah bisa kaluar masuk dengan bebas tanpa harus menunggu biksiti.
Tidak seperti kemaren hari ini Jannah terlihat bingung dan risau.
Akhirnya Jannah memberi tau Mbak siti kejadian yang sebenarnya pada Mbaksiti .Apa yang Jannah lakukan pada Syam. tapi mbak Jannah hanya tersenyum.
"Mbak.. Aku harus bagai mana ?"
"Sudah kamu tenang saja,Tuan Syam tidak akan memarahi mu."
"Lain kali lebih hati hati ya ."...kata biksiti mencoba mengurangi kecemasan Jannah.
"Trus ini bajunya bagaimana Mbak? "
"Baju tuan Syam itu,selalunya di antar ke laundry di dekat apartment Tuan."
"Terus bagaimana dengan yang sudah ku cuci mbak,sia sia dong.?"keluh Jannah lemas mendengar perkataan bi siti.
"sudah,, gak usah riasu,!besok kalau tuan Syam sudah berangkat, Kamu ambil semua baju Tuan Syam ,kamu antar semua ke laundry "
"Semua mbak, ?Yang sudah ku cuci juga.?"
"Iya..."
"Ya sudah lah.."..
"Mbak ... jangan bilang sama Ibuk ya mbak,."
"Iya..kami tenang saja."..
Jannah merasa sedikit lega bisa menceritakan yang sebenarnya pada Bik siti.
Hari ini karena tidak ada tuan dannyonya mereka sholat sendiri-sendiri,.
Selalunya kalau tuan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Nyonya juga akan pergi entah entah kerumah soudaranya atau liburan.
Di apartemen ..
Syam masuk kedalam apartemen nya, dia melihat ada yang berbeda di apartemennya,
Dia masuk melewati dapur Syam melihat bjunya sudan tergantung. Syam pun sudah mulai Curiga ,syam pun menuju kamar kerjanya.Dia duduk di kursi kerjanya dan membuka laptopnya untuk memeriksa Cctv yang terpasang di beberapa sudut dalam apartemen nya itu.
Syam memutar ulang recaman Cctv.Syam sedikit Terkejut melihat gadis di dalam rekaman Cctv itu .terlihat seorang gadis yang tidak asing baginya,Syam mencoba menginfat saat jannah masul kedalam lift dan menyebutkan namanya.."Jannah jannah.."
Syam melihat rekaman cctv itu sampai selesai .,dia melihat saat Jannah sedang berbicara pada fotonya dan melarikan diri saat Syam pulang kembali mengganti baju. dan lari bersembunyi di bawah meja.bah kan sama terahir saat Jannah pulang dan meminta maaf... Syam pun tersenyum menyeringai. " kita lihat saja sampai dimana kemampuan untuk bertahan.
hari sudah semakin malam.keadaan rumah yang sunyi sepi hanya ada Jannah dan biksiti .
" Mbak.. ibuk kok gak pulang mbak.?"
" owh...biasanya kalo bapak gak pulang ibuk jga gak pulang,"
"kenapa mbak.?"
"Aku juga gak tau Jannah. ."
"Mbak ...
"Apa .?
"Mbak siti punya anak ?"
"Punya ..laki-laki paling seumuran kamu."
"em ..sudah besar ya mbak.."
baru kali ini mereka bisa berbicara panjang lebar kesempatan itu tidak Jannah lewatkan untuk bertanya banyak tentang keluarga majikannya karena biSiti sudah 2× tanda tangan kontrak kerja dengan keluarga tuan dan nyonya. jadi mbak Siti tau banyak tentang keluarga Majikannya.
" Mbak...boleh tanya gak ?"
"emm. .apa.?"
"tadi waktu Aku di apartemen Tuan Syam, Banyak sekali foto -foto, Tapi di rumah ini tak ada satupun foto keluarga yang terpajang,kenapa Mbak .?"
" Tuan sama Nyonya mana sempet majang majang foto .!"
Jawab biSiti memberi alasan.
Sebenarnya bukan tidak ada waktu tapi mereka tidak ingin mengingat masa lalu.
"Owh..." Jawab Jannah mengagumkan kepalanya...Jannah percaya dengan kata kata biksiti.
"Memangnya kenapa mbak .?"
Jannah mulai penasaranlagi seperti penjelasan biksiti membuat Jannah sedikit ingin tau lagi.
"Sudah tidur ,Besok masih banyak hal yang harus kamu selesaikan.!"
suruh biSiti menyudahi pembicaraan mereka yang sudah semakin jauh.
"Iya ..mbak.."kata kata bik siti mengingatkan Jannah tentang apa yang akan terjadi padanya besok...Jannah mulai gelisah..Jannah pun sholat dan mengaji sebentar untuk menenangkan fikirannya.
Jannah juga pandai mengaji . kali ini Jannah bebas di mushola sampai Jannah tertidur di mushola .
Jannah bangun sholat subuh mandi dan membantu mengerjakan pekerjaan di rumah itu sebentar, sebelum pergi ke apartemen Syam.
Jannah pun melihat dari kejauhan.
Dan Syam pun melihat jannah dari balik Jendela apartemennya Sambil tersenyum menyeringai."Takut juga tu anak." setelah Jannah lama menunggu akhirnya Syam pun keluar dari apartemen dan masuk mobil meninggalkan apartemennya.
Jannah pun tersenyum lega .Jannah berjalan masuk lift dan menuju apartemen Syam.
Suasana rumah yang sama gelap sunyi dan sepi. kali ini Jannah membuka semua gorden jendela apartemen,Sehingga terlihat ada tanda kehidupan di apartemen itu.
Jannah berdiri melihat foto tuan Syam dan berulang kali meminta maaf..
" Tuan maaf kan saya ya...Kalau di fikir sebenarnya tuan juga salah.,Jadi kita sama sama salah."
Jannah masuk kedalam dapur , mata Jannah terpaku pada kertas yang di tempel di pintu kulkas,dan membaca tulisannya.
" Bersihkan semua rumah dengan bersih dan teliti jangan sampai ada yang terlewat.temukan kertss yang tersembunyi di setiap ruangan.dan tempel lagi di sini...
Jangan pulang sebelum kau temukan semuanya !"
melihat peringatan yang tertulis Jannah mulai kalang kabut segera mencari semua ruangan dengan teliti,.
di mulai Dari ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang tivi dan teras,lalu kamar pertama yang di dalamnya terdapat alat-Fitnes. lalu ruangan tengah di ruang ini begitu bayak buku buku yang tersusun rapi di rak buku.,kamar utama kamar tuan Syam+kamar mandi didalam kamar , kamar tengah seperti ruang kerja dan satu kamar kosong dan terahir di dapur Jannah sudah mencari kesemuanya tempat pada akhirnya Jannah pun ingat kejadian saat dia sembunyi di bawah meja.dan akhirnya..
"Alhamdulillah.hhhhh...." ucap Jannah setelah menemukan kertas yang terakhir dan menyusunnya. menjadi sebuah kata .
"L,E,V,E,L,U,P...
Jannah mulai berfikir dengan maksud kata yang sudah tersusun..."Level up ??berating masih berlanjut dong."..
Hari sudah sore dan jannah pun sudah menyelamatkan semua pekerjaan bersih-bersih nya dan menyusun semua kata katanya ,
Dan sebelum pulang Jannah pun mengucapkan Salam pada foto Tuannya.."Assalamualaikum tuan Saya permisi dulu...Saya Tunggu level selanjutnya" sambil mengepalkan tangannya do hadapan foto Syam .
tak lupa Jannah juga mengatarkan semua pakaian tuan Syam ke laundry ,di dekat apartemen.
Sesampainya dirumah Jannah langsung mandi sholat dan makan .
Bik siti melihat jannah makan dengan lahap ,Bi siti pun hanya diam karena biksiti sudah tau apa yang Di lakukan Tuan Syam pada Jannah sama seperti yang di lakukan pada ART-Art sebelumnya.
karena semua ART sebelumnya juga akan di perlakukan seperti itu saat pertama kali .
jadi bik siti memilih diam dan pura-pura tidak tahu..
" Mbak.. .
"Apa.."
"gak jadi.."sebenarnya Jannah ingin cerita tapi Jannah rasa masih bisa menghadapinya jadi Jannah urungkan niatnya untuk bercerita.
"Mbak benar kata Mbak siti tuan Syam hari ini gak marah."
"Memangnya kamu sudah ketemu tuan Syam .?"
"Belum mbak..."ucap Jannah sambil menghabis kan makanan di piringnya,
Jannah merasa badannya capek sekali.
mereka segera menyelesaikan makan malam mereka dan sholat bersama sebelum tidur...
setelah semua rumah di kunci dan lampu di matikan..biksiti dan jannah pun masuk kedalam kamar untuk istirahat.
Jannah melihat hp yang di cas di atas meja dia ingat belum mengabari keluarganya,Lalu Jannah mengambil hp dan beranjak keluar kamar.
Jannah membuka lemari dan mangambil buku kecil dari dalam tasnya. buku kecil yang dia bawa dari kampung ,di dalamnya ada no keluarganya di kampung dan alamat sahabat -sahabat nya.
Jannah keuar kamar dan duduk di kursi dapur ,Jannah membuka buku kecil itu, jannah memencet no hp yang tertulis di buku itu.
Jantung jannah sudah muali berdebar ,tangan jannah mulai gemetar tak lama kemudian sambungan terhubung...
Tuuuut. ......Tuuut ......suara sambungan terhubung. tak lama kemudian terdengar suara di seberang sana...
" Halo ..... ..tedengar suara seorang gadis menjawab . seketika Airmata keluar dengan sendirinya mengalir di pipi Jannah.Jannah berusaha kuat dan menjawabnya.
"Halo...Assalamualaikum. ..
"Walaikumsalam ....halo ..mbak Jannah ya...bapak mbak Jannah tlp. .teriak gadis itu.
"Iya ...nur bagai mana keadaan di kampung.?suara Jannah berusaha terdengar kuat.
"Baik mbak,Semua sehat.."
" Mbak bapak mau ngomong..."
...TUT. .Tut..tut..sambungan pun terputus.
Jannah menutup tlponnya karena belum bisa mengatakan pada bapaknya kalau dia belum bisa mengirimkan uang.'Bapak maafkan Jannah belum bisa membatu meringankan beban bapak..bapak doakan saja Jannah biar Jannah di sini kuat sampai Jannah bisa segera kirim uang.
Jannah pun menangis tersedu sedu tanpa suara Hanya airmata deras yang mengalir mambayangkan berapalama dia akan sanggup melewati semua ini..
sampai sembab di kedua matanya..
malam malam Jannah selalu mengadu dengan tuhannya. karena hanya tuhannya lah yang tau apa yang jannah rasakan .
...........