
Jannah pun di dalam.kamar mandi bingung badai mana mengatakannya. " Aduh kenapa tuansyam tidak pergi ,pergi sih. .
Syam.pun mencoba mengetuk lagi .
Tok...Tok..Jannah ...Jawab ...
" IYA ...teriak Jannah dari dalam..
" Apa kamu baik baik saja. .?!"
" IYA ....!Teriak Jannah..."Bagai mana ya cara ngomongnya." Jannah bingung memikirkan cara ngomong sama Syam kalau dia Butuh pembalut wanita.
"Tuan ,Tolong panggilkan suster ,"Teriak jannah dari dalam.
"Di sini ada suster..!"
" Mana ..?"teriak Jannah lagi.
" Di sini di luar..!"Ucap Syam.
" Tapi, kenapa tidak ada Suaranya.?"
" Iya nona Saya suster ," Teriak suster dari luar.
setelah jannah mendengar sendiri suara seorang wanita Jannah pun membuka sedikit Pintu ,Dan mengintip dari dalam,..
" Tuan ..pergilah .."ucap Jannah menyuruh Syam pergi dari depan kamar mandi.
"Suster sini. "Mata jannah mengedipkan kearah suster.Tapi jannah tidak membuka pintunya. Jannah pun membisikkan sesuatu di telinga suster. " Suster tolong saya,Apa suster punya pembalut wanita."ucap Jannah sangat lirih di depan suster .Suster itu hanya tersenyum dan mengangguk.
Syam bingung kenapa suster itu pergi lagi dan rak membantu jannah,malah meninggalkan jannah Syam pun nendekat ke arah kamar mandi,saat Syam hampir mengetuk pintu lagi,Suster dengan cepat mencegah Syam.
" Maaf Tuan ,Biar saya saja.."
Setelah semua urusan di kamar mandi selesai jannah pun keluar,dan di sambut suster yang sudah di depan pintu. dan mengantar jannah ke kasur lagi .
Suster itupun melihat jannah sudah kuat sendiri dan melepas selang infus dari tangan jannah.
" Suster tadi dokter anisa bilang saya sudah boleh pulang,Apa saya sudah bleh pulang sekarang .?"tanya Jannah pada suster itu.
" Iya ..kalau dokter sudah ,Bilang kamu boleh punah berarti kamu belum pulang.."
" Tuan ..Silahkan kan tuan mengurusi atministrasi nya,!"
ucap suster pada Syam yang sedang duduk memerhatikan jannah.
Setelah Syam mengurusi atministrasi .Syam pun kembali ke ruangan jannah berada.di dalam jannah sedang makan ,Buah."Ni anak..suka sekali makan."
batin Syam dalam hati.
" Tuan kenapa tuan melihat saya seperti itu.?,Tuan mau ? Ni .!" ucap jannah sambil menyodorkan apel di tangan jannah yang tinggal separuh,.
" Tak nak..!"
" lalu, kenapa ?tuan melihat saya seperti itu..?" ucap jannah .nenanyakan tatapan Syam keheranan melihat jannah.
saat mereka sedang berbicara Dokter Nisa pun masuk,dan untuk memastikan kondisi jannah.
" Jannah, Kamu sudah siap siap pulang ya..?"
" Iya ..Dokter nisa,Jannah sudah gak betah ,diam di sini gak ngapa ngapain.?"
" Ya sudah kalau begitu .,Kamu jaga kesehatan,Jangan lupa makan yang banyak ya, dan lebih hati-hati lagi saat melakukan pekerjaan. .!"pesan Nisa pada jannah.
" Dan Syam,Nanti tolong kamu Ajak dia kesini lagi untuk meriksa Lukanya,!" pesan Nisa pada Syam yng sedang duduk agak jauh dari jannah dan Nisa.
Syam pun tak menjawab ataupun melihat kearah Nisa.
" Dokter Nisa ,Tolong jangan Bilang sama Mbak Imah ya,Kalau saya dari sini .?" pinta jannah pada Nisa.dengan nada lirih
"Eh ..kenapa ..?dia kan sahabat kamu.?"
" Saya ,Takut nanti dia kwartir, dan cerita ke kampung,Nanti malah bikin keluarga saya Cemas..!" jelas jannah pada Nisa.
Syam pun memerhatikan mereka berdua. "Mereka akrab sekali." batin Syam.
saat Syam mencuri pandang dengan Nisa ,diam diam jannah memerhatikan gerak gerik aneh dari Syam.
Jannah dan Syam pun keluar dari klinik ,sore itu juga, jannah berjalan di samping Syam dan masuk kedalam mobil menuju apartemen Syam.
" Tuan,,"
"Hemm.."Jawab Syam. .
" Dokter Nisa, Itu Cantik ya,,?Orangnya Baik pula tu ,Anggun ,baik hati tidak dan tidak sombong,, Jannah saja suka sama dokter Nisa.."ucap Jannah sambil tersenyum membayangkan dokter Nisa.
" Jangan semudah itu menilai orang !" ucap Syam. menegaskan .
" Eh...memang orang nya baik kok! Sejauh ini, jannah mengenal dokter Nisa,memang orang nya baik,,gak seperti ..."
Jannah pun Nemo leh kearah Syam yang fokus menyetir.
jannah pu membuang muka kejendela. pura-pura tak mendengar pertanyaan Syam .
tak lama kemudian mobil pun Sampai di perkiran apartemen Syam.
" Tuan.. kenapa ? kita pulang kesini,?,kenapa tuan tak antarkan saya pulang kerumah Nyonya .?"tanya jannah pada Syam tapi tak di hiraukan kan,Syam pun turun meninggalkan jannah,jannah pun buru-buru berjalan menyusul Syam.
setelah jannah keluar dari mobil,Syampun mengunci mobilnya dengan jarak jauh.
Di dalam Lift,Jannah masih meneruskan pembicaraan nya yang di mobil.
" Tuan ..Hanya orang Buta yang gak suka sama dokter Nisa..?"kata kata Jannah batalkan angin lalu belaka.
mereka pun sampai di di depan pintu dan di sambut oleh mikail dan kak Aisyah dan nyonya halimah yang sudah di apartemen lagi.Nyonya halimah tidak mau menyia nyiakan kesempatan bersama dengan anaknya. tapi tuan Hasan tidak ada.
"Jannah ..bagai man keadaan kamu .?"sapa nyonya halimah .
"sudah sehat Buk.."
" Jannah, harus banyak istirahat dulu..!"tambah Aisyah.
"Eh..Jannah sudah sehat lah buk,Nona..!"
" Mulai sekarang ,kamu jangan panggil saya NONA..panggil saja Akak, ya.." ucap Aisyah.
" Eh, , kenapa Nona,?"Eh,,kak. ."
" Soalnya ,saya tidak punya adik perempuan,,"
"Jangan seperti Itu ,Nona,, Jannah di sini hanya bekerja,jangan perlakukan jannah seperti ini.." ucap Jannah, Hampir menitikkan air mata.
Jannah memang sangat Sensitif jika mengenai sebuah perhatian,kasih sayang,kekeluargaan.
" Kamu ,bukan hanya bekerja di sini ,tapi kamu juga akan tinggal bersama kami dalam waktu yang lama, jadi apa salahnya kami menganggap mu sebagai keluarga kami juga .." ucap nyonya halimah. sambil memeluk jannah.dan kak Nona Aisyah pun ikut memeluk jannah.
" Terimakasih jannah,,Semua ini terjadi karna ada kamu,"Bisik nyonya halimah ,
"Iya jannah, Akak juga ingin berterimakasih sama kamu,,."Imbuh Aisyah.
Air mata yang sudah berusaha jannah tahan pun jatuh juga .Jannah yang selama ini tidak di perhatikan dan kurang kasih sayang,mendapat kan perhatian dan kasih sayang di keluarga Nyonya dan Tuan hasan. Semua ini membuat Jannah merasa Terharu.
Mikail pun ikut berpelukan sehingga pelukan mereka di lepaskan.
Syam pun hanya melihat dari Kamera CCTV, dan tersenyum haru.
Malam hari.
Nyonya halimah, Aisyah, dan jannah pun sibuk di dapur memasak menyiapkan makan malam,Tapi Jannah hanya di suruh duduk dan melihat mereka sibuk memasak,Nyonya dan kak AiSyah tidak memperbolehkan jannah untuk membantu mereka ,mereka ingin menyiapkan masakan spesial untuk makan malam bersama.
setelah sekian lama mereka berpisah,mereka ingin mengenang masa masa yang sudah mereka lewatkan.
sambil menunggu Tuan hasan datang .
tak lama.kemudian tuan hasan pun datang.
Mereka menyiapkan nasi lemak kesukaan Syam dan Cake yang Nyonya buat untuk Syam, mereka merayakan ulang tahun Syam bersama keluarga ,Setelah sekian lama, Jannah pun terharu melihat keakraban kaluarga itu.
Jannah pun keluar dari dapur dan duduk di Kursi santai di teras,jannah memandang langit yang gelap dan semilir angin yang berhembua membuat suasana di hati jannah semakindingin.dan membuat fikirannya membayangkan keluarganya.
" bapak ,adek kalian lagi ngapain.?
melihat kebahagiaan keluarga Tuan Hasan membuat Jannah teringat denga keluarganya.
" Jannah. .kamu ngapain ?" tanya nyonya halimah membuyarkan angan-angan jannah.
" Gak ngapa ngapain buk .."Jawab Jannah.
" Ayo, kedapur lagi.."ajak nyonya halimah.
" Buk ,Jannah boleh pulang Gak .?" ucap jannah.
" Eh. .kenapa mau pulang.?"tanya Nyonya halimah .
" Maksud jannah,pulang kerumah ibuk.."
" Owh...kenapa ?jannah kan gak punya baju ganti di sini buk,lagi pula kasian,Mbak siti Gak ada temennya."ucap Jannah .memberi alasan.
"udah kamu gak usah pikirin masalah baju dan masalah Bik siti.,Dia baik baik saja dia paling juga sudah tidur,kalau masalah baju nanti ibu carikan baju kak Syah..oke..jom lah. ."ajak nyonya Halimah.
Jannah pun ikut bergabung bersama mereka lagi di dapur.Nyonya halimah seperti paham dan peka perasaan jannah.
apa karena dia seorang ibu.atau karena jannah memang punya magnet tersendiri hingga membuat semua orang suka sama jannah.
kehangatan,Kerinduan, dan keakrapan kekeluargaan sangat terasa di dalam apartemen Syam malam ini.
"Tuan Syam ..selamat Ulang tahun ...
......bersambung.