
Tengah malam...
Saat semua sudah sudah berada di dalam kamar. jannah pun tidur di sofa ruang tamu.
Tuan Hasan tidur bersama Tuan syam sedang kan Nyonya memilih tidur bersama Nona Aisyah dan Mikail.
Seperti biasa jannah memang masih selalu sudah tidur di tempat baru apa lagi,Jannah lagi tidak bisa melakukan kebiasaanya Sholat malam.
Jannah pun mematikan Semua lampu,Suasana gelap hanya ada sinar dari pantulan lampu dari luar kaca jendela. Jannah pun membuka korden dan Jendela. Jannah sepertinya menyukai teras di apartemen Syam..di ketinggian 10lantai membuat posisi jannah Melihat Langit terasa lebih dekat dengannya.
Jannah pun tidak ingin berlarut larut dalam kerinduan dan membayangkan keluarganya. Jannah memilih mengalihkan pemikirannya dengan makanan.
Jannah pun pergi kedapur,untuk mencari seauatu untuk jannah makanan.
di dalam kamar Syam pun yang sudah terbiasa tidur sendiri tidak bisa tidur dengan Ayahnya.Syam pun keluar dengan pelan pelan dan berniat tidur di Sofa ruang tamu .
Jannah pun mengambil sisa Cake ,dan buah pir. Jannah pun berjalan kembali keruang tamu.
Jannah pun terheran melihat Seseorang sudah tidur di sofanya.
" Eh siapa yang berbaring di Sofa ,tadi aku tinggal tidak ada orang,,,"gumam jannah.
Jannah pun melempar Pir dari tangannya kearah Orang yang sedang tidur di sofanya.
" Arrgkkkk. ...Syam pun terduduk ,saat pir menimpa perutnya .Syam pun menoleh ke belakang tapi tidak ada Orang,karena jannah bersembunyi di balik dinding.
" Hihihi...suara tawa jannah lirih .
Tapi Syam masih bisa mendengarnya.
" Keluar ..kau.!." ucap Syam.yang sudah bisa menebak kalau itu pasti ulah jannah.
Jannah pun berjalan melewati Syam dan duduk di kursi santai di teras.
" kenapa ?kau tidak tidur .?" tanya Syam melihat jannah masih terjaga dan membawa sepiring Cake di tangannya.
" Tuan juga kenapa ?Belum tidur.?" tanya Jannah balik.
"Eh ..Aku bertanya ?"
" Tuan tidak bisa lihat Aku sedang makan.!" jawab jannah.sambil mempertihat kan piring di tangannya.
" Kau ni, tidak ada kerjaan lain selain makan.?"
" Em ...apa ya Tuan.? "jannah mencoba perpikir "Sepertinya Tidak ada Tuan..!" jawab jannah.sambil memasukkan Cake ke mulutnya.
" Tuan mau.?" tawar jannah pada Syam."Enak lho tuan Ternyata Nyonya pandai bikin Cake ya.."puji jannah .
" Dia ,itu pandai segalanya.! "imbuh Syam.memuji ibunya.
jannah pun berjalan mendekati tuan Syam. dan menyodorkan kan Garpu ke mulut Syam. "Aaa" ucap jannah
tapi Syam memalingkan wajahnya.
" Gak mau ya sudah ,,Kalau aku habiskan jangan marah ya .?"
Syam pun meraih garpu dari tangan jannah,dan jannah pun duduk ber sila lantai menghadap Syam .Syam pun memakan Cake dari piring jannah .
" Tuan , Tuan seharusnya bersyukur,Masih mempunyai keluarga yang sangat menyayangi Tuan,seperti Tuan Hasan ,nyonya Halimah,dan kak Aisyah,dan mikail yang lucu,
Apalagi Mempunyai Ibu seperti Nyonya yang Sangat baik,Tuan Itu sangat beruntung... Tuan ...jangan Sia sia kan kesempatan tuan untuk bisa membahagiakan Orangtua Tuan."
Tutur jannah panjang lebar dan Syampun memasukkan Cake ke dalam mulutnya.
" Sudah ,Selesai ..!?"ucap Syam.
Jannah pun menghentikan kata katanya,karena mulutnya penuh dengan Cake dari Syam.
" Kenapa Kamu iri dengan ku.?"tanya Syam.
" Em. ."Jannah hanya mengangguk.
" Memangnya kamu tidak punya keluarga ..?"
" Punya...Jannah pun teringat keluarganya." Jannah,,Tidak jadi Iri.,Jannah hanya merasa tuan itu lebih beruntung..!"
" Sudah..aku mau tidur ."ucap Syam sambil merubah posisinya menjafi berbaring.
dan mengisyaratkan jannah untuk meninggalkannya dengan kaki nya.
" Tuan , Tuan tidak bisa tidur di sini.., "ucap jannah.
tapi Syam tidak menanggapi perkataan jannah.
" Tuan ,jannah yang lebih dulu mau tidur disini tadi...!"eyel jannah.
" TUAN....Jannah tidur di mana ? kalu tuan tidur di sini ..?" ucap jannah sambil menggoyangkan Sofa nya.
"Tuannnn. ..Tidur lah di kamar dengan tuan..,dia kan ayahnya tuan."ucap Jannah menyarankan.
" Aku bukan anak kecil lagi.!"
" Tauannn. ...Tuan. ...tuan. ..Jannah pun tak henti henti mengganggu Syam agar Syam pindah dari Sofa.
akirnya Syam pun berisi dari Sofa.
Jannah pun bersorak gembira ,melihat Syam sudah berdiri.
" Yeeee. ..
" Tuannnn.. !"Ucap Jannah kesal sambil menendang Sofa yang sudah berubah menjadi kasur itu.
hingga membuat Syam melihat kearah jannah.
" Apa .?"tanya Syam kesal.
" Jannah tidur dimana .?"
" Tu ...ucap Syam sambil melihat kearah sisi ujung kasur .
" Hah.. gak mau ..,Tuan harus pindah..!"
" gak mau ya sudah..!" Jawab syam sambil memosisikan kepalanya .
Jannah pun Akirnya mengambil semua bantal Sofa dan menyusunnya di lantai untuk alas tidur.
tapi Jannah masih tidak bisa tidur. Jannah melihat kearah Syam yang sepertinya sudah tertidur, "Dasar gak berperi kemanusiaan ." jannah pun melangkah melewati kaki Syam dan duduk di kursi santai di teras.
jannah menyadarkan kepalanya dan menatap ke langit yang sudah mulai sedikit terang.
benar saja waktu menunjukkan pukul 02.00.
Jannah pun berdoa dan tak terasa mata Jannah pun terpejam.
Diam diam ternyata Syam belum sepenuhnya tertidur. Syam masih bisa merasakan saat jannah melewatinya. Syam mengira jannah akan tidur bersamanya.syam hanya tersenyum kemenangan. dalam hati.
keesokan paginya. Jannah pun terbangun dia merasa badannya sakit semua.
Dia melihat kearah Syam yang masih tertidur dengan sangat pulas ,Jannah pun menutup Korden untuk menghalangi cahaya masuk.
Jannah berjalan perlahan-lahan, menuju kedapur. Jannah melihat seperti sudah ada aktifitas di kamar mandi sebelahnya.
jannah pun menghidupkan kompor untuk membuat Teh .
Tak berapa lama Nyonya halimah pun datang kedapur.
" Jannah ,bagai mana keadaan mu ?"
",Alhamdulillah, lebih baik buk , Tapi badan jannah Sakit semua buk.."keluh Jannah.
mereka pun menyiapkan sarapan.tak lama kemudian Tuan hasan pun datang kedapur,di susul Kak Aisyah.
" Eh mana,Syam ,? tanya Nyonya halimah pada Tuan Hasan,.!"
" Eh dia ..tak tidur dengan kau keh.?"tanya balik Tuan hasan .
"Tak lah,kan semalam Mah tidur dengan syah..!" jawab Nyonya halimah.
" habis tu ,Dia tidur Kat mana .? Tak kan dia keluar rumah lagi .?"ucap tuan Hasan.
" Tuan, nyonya, Taun Syam masih tidur di sofa ruang tamu."Sahut Jannah.
" Syam tidur ,ber sama kamu jannah..!"tanya AiSyah.
Tuan dan nyonya pun saling berlepas pandangan ,tiba tiba Syam pun masuk kedapur juga.
"Saya tidur sendiri lah,!"jawab Syam.
"Lalu jannah kamu tidur di mana .?" tanya Nyonya halimah pada jannah.
"Saya ,,Ti. .dur...di.."Jannah menghentikan kata katanya,Jannah sungkan kalau mengatakan dia tidur di kursi santai, nanti mereka pikir anaknya tega meperlakukannya jannah seperti itu.
" Dia tidur ,di kursi santai..!" Syam membantu menjawab pertanyaan yang di tujukan pada jannah.
" Kamu tega sekali Syam,Membiarkan dia tidur di sana .?" ucap pak hasan pada Syam.
" Tuan, sebenar nya,Tuan Syam sudah menyuruh saya tidur bersamanya..!"
" Semua tersedak minuman bersamaan setelah mendengar perkataan jannah,Jannah pun Bingung. Jannah menyadari perkataannya salah diartikan oleh mereka.
" Maksud jannah,berbagi tempat tidur ,Tuan Nyonya,kak Syah.! ,tapi Jannah yang tak Mau jannah sendiri yang memilih tidur di kursi Santai di teras.!"jelas jannah.cepat .
" itu..Bukan salah Syam kan..! "
" Ow....mereka pun mengangguk paham dan mengartikan anggukan mereka sendiri sendiri.
" lalu kenapa kalau mereka tidur bersama ,mereka kan sudah suami istri."batin tuan hasan.
"pasti jannah menolak Syam. kan jannah .."batin nyonya halimah.
" mana mungkin Syam Mau tidur bersama wanita." batin Aisyah dalam hati.
setelah mereka semua sarapan.mereka bersiap siap untuk mengantar Aisyah dan mikail ke bandara.
Aisyah mau pulang ke rumah suaminya di luar negri.
tapi Aisyah sudah berjanji akan lebih sering lagi berkunjung.
" Syah ..apa tidak sebaiknya kamu tinggal bersama kami di sisni .." ucap Tuan hasan menyarankan..
. .
. .
bersambung. ..