Upik Abu Fall In Love

Upik Abu Fall In Love
Benak mereka terusik.



Zul pun melajukan mobilnya setelah menurunkan Jannah.


Di perjalanan masuk apartemen sambil berjalan bersenandung santai dengan suasana hati yang penuh harapan Jannah bisa meluangkan waktu dengannya di akhir pekan,sampai tak menyadari Syam yang duduk di di bawah apartemen dari tadi melihat keanehan tingkah laku Zul.


"Awak ni kenapa ?!." sapa Syam dari belakang Zul .


"Eh..Kau ni,!bila kau ada kat situ,tiba-tiba muncul ,terkejut tau."Jawab Zul.sedikit terkejut mendengar suara Syam.


"eh..aku dari tadi lah tunggu awak tak balik-balik," ucap Syam. "Aku call pun kau tak angkat ."tambah Syam sambil berjalan duduk ketempat Syam semula.


"Iye keh. ? "jawab Zul sambil berjalan di belakang Syam dan duduk berhadapan dengan Syam sambil mengecek Hp nya.di liatnya beberapa panggilan tak terjawab dari Syam.


"Ha..dah berapa banyak kali tu .? "tanya Syam.


"Iye lah..maaf ye. Tadi tak dengar ah.." jawab Zul.santai dengan nada sedikit bersalah.


"Dah. Sebuk lah Sangat ,Dah tak Ingat dah sama kawan sendiri,."ucap Syam.


"Eh..bukan macam tu.."jawab Zul sambil tersenyum dan bingung mau ngomong jujur apa tidak.


"Dah lah tak di kenal kan pula Grilfiend kau tu..?"ucap Syam.


"Grilfiend mana pula .?"tanya Zul pura-pura lupa.


"Eh..memang kau punya berapa Grilfiend. ?"tanya Syam balik.


"Mana ada Grilfiend lah..kau pun tau kan,aku tu sama Grilfiend aku dah tak bersama kan."jawab Zul.sesikit mengingatkan bahwa Zul sudah tidak berhubungan dengan Grilfiend nya.


"Habis tu ,yang petang tadi duduk kat dalam kereta kau tu,Siapa pula !?"tanya Syam ,menyudutkan Zul yang ingin menyembunyikan sesuatu dari Syam.


"Alamak ,dia tau keh tak eh, kalau yang bersama aku petang tadi Jannah. "


ucap Zul dalam benaknya.


"Petang tadi eh.." jawab Zul dengan nada pura pura lupa,sambil mengingat.


"Kau tak nampak keh muka dia .?" tanya Zul memastikan .


"Tak ..tak nampak.."jawab Syam.


"ooOh ..syukur ,"ucap Zul lirih dengan perasaan lega Syam tidak melihat bahwa Jannah yang sedang bersamanya petang tadi.


"Grilfiend kau kan.?"tanya Syam memastikan.


"Tak lah kawan..!"jawab Zul.


"Dah lah Jom kita keluar makan lapar lah. "ajak Zul mengalihkan pembicaraan.


"Aku dah makan ah.."jawab Syam.


"Kalau macam tu ,kau temanku Aku makan Oke."


mereka pun pergi meninggalkan apartemen.


* * * * *


Di rumah Tuan Hasan .


Jannah sudah bersiap tidur ,Jannah terpikirkan bagaimana cara bisa dapat ijin untuk offday dari ibu halimah dan tuan Syam.


tubuhnya bergerak kekanan ke kiri sampai membuat bik siti yang sedang tidur di sebelahnya merasakan kegelisahan Jannah.


"Jannah kamu kenapa ?".tanya bi siti.


"Eh..mbak maaf,Jannah mengganggu tidurmu ya mbak."jawab Jannah.


"Ya habisnya kamu ,gerak-gerak terus dari tadi,Ada yang di pikirin ya?"tanya bik siti.


"Em..iya ni mbak ."jawab Jannah.


"Dah cerita saja ..biar mbak dengerin,ada apa?apa yang mengganggu istirahat mu? "ucap bik siti .


"Em..gimana ya mbak critanya, Jannah bingung mau memulainya."jawab Jannah.


"Dari mana mana saja boleh ,"ucap bik siti.


Jannah pun mulai menceritakan yang dia pikirkan yang dia cemaskan,saking panjangnya dan malam sudah larut sampai bik siti pun ter tidur.


"Trus gimana mbak solusinya."tanya Jannah setelah merasa sudah mengeluarkan uneg uneg di dalam pikirnya.


"Lhah...!" ucap Jannah saat melihat kearah bik siti yang semakin terlelap seperti anak kecil yang habis mendengar cerita dongeng.


Jannah pun bangun perlahan dan berjalan keluar meninggalkan bik siti di dalam kamar .


Untuk melakukan kebiasaan Jannah saat Jannah sedang ada masalah .


* * * * * * *


Syam dan Zul pun sudah kembali ke apartemen mereka masing-masing.


Zul memikirkan cara bagai mana agar Syam tidak berjumpa dengan Jannah pada saat Acara ,dan sampai kapan dia berani mengungkapkan perasaannya pada jannah.


Syam pun ingin sekali tau apa yang sedang di sembunyikan kawannya itu.


Jannah sibuk memikirkan kan ajakan Zul.


mereka ber tiga di tempat tidur berbeda dan memikirkan hal yang berkaitan .


dengan pemikiran mereka masing-masing.


Malaman berlalu dengan cepat.Pagi pun menyambut Cerita perjalanan kehidupan mereka.


Mereka mulai menjalankan rutinitas mereka masing-masing .


di dapur bik siti sudah sibuk menyiapkan sarapan,Jannah yang sudah selesai membersihkan mobil Tuan hasan pun masuk ke dapur menyapa bik siti.


"Mbak Laper.."Ucap Jannah saat masuk dari pintu belakang dan melihat bik siti yang masih di dapur.


"Sini sarapan dulu,.."Ajak bik siti.


"Mbak Ibuk udah bangun belum ya?"tanya Jannah ingin tau.


"Kayak'e belum ex Nduk.!" Jawab bik siti dengan logat jawanya.


"Oya..semalem temen yang mau ngajak pergi kamu laki pa perempuan to ?,yang mau ngajak kamu keluar ?."tanya bik siti.sambil mengingat cerita jannah semalem.


"Lhah ..mbak siti Dengerin to? tak kirain semalem mbak siti gak denger Jannah cerita." ucap Jannah sambil mengaduk Susu di gelas yang Jannah pegang dan duduk di kursi makan.


"Denger dikit dikit,habis itu ketiduran." jawab bik siti.sambil tersenyum.


"Cowok Mbak .!" Ucap Jannah.


"Eh ..cowok !"ucap bik siti sedikit terkejut.sambil menoleh kearah Jannah .


"Hati-hati lho nduk,inget ini tu di negri orang ,jangan sembarangan kenal dan pergi dengan laki-laki.!"ucap bik siti mengingat kan.


"Iya mbak.,Tapi orangnya baik mbak ,sopan,sering nolongin dan bantuin Jannah. " ucap Jannah .


"Baik-baik nya lelaki kadang ada maunya nduk."bantah bik siti.


"Ah..masak sih mbak,gak mungkin lah!" ucap jannah sedikit membantah .


"Jangan -jangan dia suka lho nduk.!"ucap bik siti.


"Emgh. ..gak mungkinlah mbak,!"jawab jannah penuh kepastian.


"Eh..jangan bilang gak mungkin nduk."ucap bik siti.


"Yang ngajak jannah keluar itu ,masih temennya tuan syam kok,Jadi ya gak mungkin to mbak."jawab jannah.


"Trus kenapa nduk dia mau ngajak Kamu keluar ?." tanya bik siti.


"Ya mungkin karna dia lagi pengen ngajak jannah."jawab jannah simple,karena jannah tidak pernah terpikirkan alasan Zul selama ini mendekati jannah.


karena jannah merasa kedekatan mereka hanya sebatas teman.


"Ya sudah lah mbak jannah mau siap-siap pergi ke apartemen tuan syam.,"Ucap jannah menyudahi pembicaraan nya dengan bik siti yang malah membikin pertanyaan baru di benaknya.


"Lha .gak jadi nungguin ibu bangun dulu.?"tanya bik siti.


"ngak papalah ,nanti malem aja kalau ketemu ibu lagi jannah akan ngomong ."jawab jannah sambil berjalan masuk kekamar.


bersiap untuk pergi ke apartemen .


Di Dalam perjalanan ,jannah terpikirkan kata kata biksiti.


"iya ya..kenapa encik zul ingin ajak jannah ya,?"


jannah mulai mengingat awal kedekatannya dengan Zul.


'"Ah gak mungkin lah ,kalau encik Zul suka sama aku.."


"Ah, gak mungkin,Gak mungkin.!!" Ucap jannah meyakinkan dirinya sendiri.


****


Terimakasih udah setia nungguin...