
Zul keluar meninggalkan jannah karena harus menangani sedikit masalah di dalam acara .
Setelah Zul keluar ,perias itu pun menglambaikan tangan pada jannah memberi Isyarat untuk mendekat.
Jannah pun mendekat dengan langkah ragu-ragu.
Jannah duduk di depan cermin rias ,Si perias memperhatikan wajah jannah dengan seksama,untuk memastikan riasan seperti apa yang cocok untuk jannah.
Jari jemari si perias sudah mulai mengaplikasikan beberapa tahapan pertama sebelum di makeover.
"wajahku mau di dandani seperti apa ya?" pikir jannah dalam hati.
Dengan sentuhan polesan lembut jari jari si perias memainkan makeup di wajah jannah hanya butuh waktu 15 menit wajah jannah sudah berubah,tertutupi riasan natural ala cewek korea.
"Sekarang buka mata dah siap ."ucap si perias.
"Wuuaaahhh..!" ucap jannah dalam hati.
Dan senyuman yang tersungging di wajah jannah.tak terbayangkan sebelumnya wajahnya akan secantik ini.
Seumur umur baru kali ini jannah berias wajah di tangan profesional.
Jannah terkejut melihat wajah yang ada di dalam cermin,terkejut tak menyangka .
Sang asisten perias menyodorkan jannah baju yang ternyata sudah di persiapkan oleh Zul.
"Silahkan ganti baju miss.!"ucap sang asisten perias sambil mengarahkan jannah kekamar ganti.
"Gak usah miss,trimakasih ,saya pakai baju saya sendiri." tolak jannah dengan lembut.
"Tapi miss ini baju sudah di persiapkan oleh Encik Zul khusus untuk miss."terang sang asisten perias.
"Em..baiklah kalau begitu."ucap jannah dan menerima baju itu dan masuk keruang kecil di dalam ruangan itu untuk ganti pakaian.
"Wah.. Encik zul jannah gak nyangka ternyata dia sudah mempersiapkan ini semua untuk jannah."ucap jannah lirih sambil mengganti pakaiannya.
Saat jannah sedang berganti pakaian.
Syam yang sudah sampai di lobbi gedung ,langsung masuk menuju ruang ganti baju untuk mempersiapkan diri dan ingin berganti baju.
karena Syam selalu seperti itu di saat-saat dia tidak membawa baju ganti .
Jannah pun mencoba baju yang sudah disiapkan Zul,tapi Jannah merasa baju itu tidak sesuai dengannya .
Syam berjalan dan bersimpangan dengan wanita berjilbab yang sedang sibuk melihat ke layar ponselnya.dan berbelok masuk ke dalam arah toilet.
* * *
Saat masuk kedalam ruang ganti ,Si perias dan sang asisten sedang membicarakan perihal Jannah.
"Encik Syam..."sapa sang perias saat melihat Syam masuk keruangan itu.
"Emm..."jawab syam penuh karisma .
setelah Syam duduk tak mereka pun mulai membicarakan Jannah lagi.
"Encik Syam tau tak? Encik Zul dia bawa, dia punya kawan perempuannya ."cerita si perias.
"Siape.?" tanya Syam singkat.
"Entah kita orang pun belum pernah nampak a...Cantik lah..but ."ucapan perias itu pun terhenti.
Saat pintu ruangan itu terbuka, dan ternyata Zul yang masuk keruangan itu.
"Syam..!"Ucap zul sedikit kaget melihat Syam ada di ruangan itu.
"Sejak bila kau ada kat sini .?"tanya Zul.
"Baru..!kenapa kau macam risau je.?!"
"Eh..tak lah...kau kata kau nak balek dulu tadi .?" tanya zul.
"Tak jadi ..!"jawab Syam.
"Kau nampak..?" uxap zul bertanya pada syam sebelum pertanyaan zul selesai.
"Encik Zul ,Kawan Encik zul dah keluar tadi. " ucap asisten perias menyela.
"Dah keluar sejak bila.?!" tanya zul semakin cemas.
"Habis tu kau tak nampak ah. ?" ucap zul memastikan.
"Nampak ape .? kawan kau ..tak lah. " jawab Syam.
"Baiklah kalau macam itu, Aku keluar dulu nak cari kawan aku."ucap zul sambil berjalan keluar meninggalkan Syam.
"Kau kena kenalkan kat aku tau.!" ucap Syam sebelum Zul menutup pintu.
"Ye lah...'Jawab zul.
Zul mencoba menghubungi Jannah. tapi tidak ada jawaban. Zul mencari di dalam gedung tempat acara ,Zul melihat dengan seksama warna gaun yang dia persiapkan untuk jannah tapi tidak zul temukan.
"Mana mungkin dia bisa masuk kesini dia kan tak bawa card."Ucap Zul.
Zul pun Keluar mencari keluar gedung Zul berhenti dan melihat ke setiap sudut luar gedung itu tapi matanya tidak melihat sosok yang dia cari.
"Jannah kamu di mana .?"
Zul mulai putus asa,Zul pun berniat keruang rias untuk menemui Syam,dan ingin jujur mengatakan bahwa Dia kesini bersama Jannah. Dan ingin mengatakan bahwa Jannah hilang.
setelah dari toilet jannah pun kembali ke ruang rias dimana Syam masih bersiap di dalam.
Kreek. ..suara pintu terbuka.
semua mata orang di dalam ruangan rias termasuk Syam melihat kearah Jannah yang masuk dengan wajah menunduk.
"Excuseme. ."Ucap jannah perlahan menyapa orang di dalam ruangan itu ,dengan wajah masih menunduk.dan langsung duduk di tempat jannah tadi menunggu.
"Encik Syam ,tu lah dia kawan Encik Zul tadi,"ucap si perias lirih dari belakang Syam.
Syam pun hanya melihat dari pantulan cermin di depannya.
Terlihat seorang gadis berjilbab duduk dengan menundukkan kepalanya sibuk memainkan Hp di tangannya.
Saat sedang sibuk memainkan hp ditangannya pun berbunyi, tertera nama Nyonya halimah.
"Assalamualaikum. .iya buk..
percakapan antara jannah dan nyonya halimah berlangsung.
dari cermin Syam memperhatikan dan melihat Tas yang di liatnya seperti Syam mengenali Tas itu.
Syam pun berjalan mendekati wanita berjilbab itu bermaksud ingin menyapa dan memberitahu bahwa Zul mencarinya. wanita itu yang tak lain adalah jannah yang sedang berbicara Via tlpon dengan nyonya halimah .
Syam mendengarkan Suara yang dia kenal dengan seksama.
"Excuseme. !" Sapa Syam dari belakang .
jannah pun memutar kepalanya menoleh ke arah suara menyapanya dari belakang.
"Yes..." jawab jannah.
"Tuan Syam...!"Tuan Syam ada di sini ,!"
Tanya jannah spontan melihat Orang yang menyapanya adalah Syam.
Syam masih tidak percaya bahwa wanita berjilbab yang bersimpangan dengannya tadi dan yang berdiri di depannya sekarang itu Adalah Jannah.
Wanita yang selama ini dia kenal dan dia lihat setiap hari berubah 180 derajat dari biasanya.
penampilan jannah yang belum pernah Syam lihat sebelumnya.
Rasanya Waktu terhenti seketika.
* * * *
Syam pun menggandeng tangan jannah keluar dari ruangan rias,sesaat Setelah Syam keluar dengan jannah Zul pun masuk ke ruang rias .
"Syam mana .?" tanya zul pada perias.
"Encik Syam ,dah keluar bersama Kawan Encik zul."jawab sang perias .
"Kawan say. ?"tanya zul.
"Iya, tadi lepas Encik zul keluar kawan Encik zul masuk ke sini lagi." jelas Sang perias.
Syam dan jannah masuk ke tempat acara berlangsung hanya untuk menyapa mempelai, dan langsung keluar dari gedung itu tanpa makan atau minum dulu atau pun menyapa zul.
Entah apa yang di fikirkan Syam saat itu.
Syam hanya ingin buru buru keluar dari tempat itu.
Syam pun melajukan mobilnya Keluar dari gedung,tanpa berbicara perah kata pun pada jannah.
Di dalam mobil Syam hanya diam,memikirkan bagai mana bisa Zul mengajak Jannah,tanpa memberitahunya lebih dulu.
Jannah pun ikut diam,jannah merasa sudah berbuat kesalahan,inilah yang di takutkan jannah, karena ketahuan keluar tanpa meminta ijin dulu.
Krukk. ...Krrukkk. ..
Suara perut jannah yang sudah mulai kelaparan .
"Aduh kenapa kamu berbunyi sih." ucap jannah dalam hati sambil melirik kearah perutnya.
"Dia pasti belum makan siang " batin Syam.
Syam pun membelokan arah mobilnya ke tempat makan.
Di tempat makan.
Jannah dan Syam duduk berhadapan. walaupun Syam mencuri curi pendang dengan jannah .
mereka berdua masih saling berdiam diri .
Jannah hanya menunduk saja karena merasa salah.
* * * *