
Syam datang dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan.
Zul pun menoleh kearah Syam ," Eh ...Syam dari mana saja Awak ni...?"Tanya Zul ,Yang sedari tadi tidak meliahat keberadaan nya di dalam ruangan itu.
"Wah ..banyak nya makanan Syam.."
Jannah pun menoleh kearah makan yang di bawa Syam.
" Em..Aku lapar ...!"Ucap Syam
"Ah..Syam ni..tadi Nasi lemak buatan ibumu khusus untukmu,Tapi Jannah memakannya.."sambil menunjukkan kotak makan yang di tangannya.
" Encik Zul...."ucap Jannah menyela. dan ingin mengingatkan bahwa perkataannya salah.
".Ah....Maksud Aku,,,boleh tak di makan Jannah,,?"
ucap Zul sambil menyodorkan tempat makanan kearah Syam.
" Tak boleh,,!" Jawab syam singkat.sambil meraih kotak makan dari tangannya Zul.
mendengar penolakan dari Syam, Zul dan jannah pun saling bertatap mengisyaratkan ,Kalau diam Itu akan menyelamatkan mereka.
jadi Syam tak tau kalau tadi jannah sudah memakannya.
" Tu kan ,Encik Zul sih....!"ucap jannah lirih menyalah kan Zul.
" Iya sudah lah, nak buat macam mana lagi.Lagi pun dia juga gak tau,kan .."Jawab Zul lirih.
Zul pun mendekati Syam yang sedang menatap kotak makan dari ibunya.dan nampak terlihat penyesalan di wajah Syam..
" Awak,Oke ..keh.?"
"Em.."ucap Syam.
"Dah ,,lah ,Semua dah jadi ,Baik awak makan sebelum Saya makan lagi.."
ucap Zul , seakan ingin mengambil kotak makan dari Tangan Syam. Syam pun segera menyingkirkan kotak itu dari jangkauan Zul.
Jannah pun merasa di abaikan,bahkan perutnya yang kelaparan pun berbunyi,memanggil manggil makanan yang di taruh di tas meja oleh Syam.
" Ehem ...ehem...Jannah pun me ndeh em, mengisyaratkan bahwa ada orang yang lebih Butuh di perhatikan.
Syam dan Zul pun,menoleh kearah Jannah. Zul pun sudah maksud dengan isyarat yang di berikan jannah,mata Jannah melirik kearah makanan.
" Ah...Syam ,Boleh keh ni makanan di makan,,"ucap Zul sambil berjalan menuju makanan di atas meja yang di beli Syam.
" Emm..,makan lah.."Jawab Syam.
Zul pun mengambil dan membuka makanan yang di beli Syam,
"Dah ..sini Abang Tolong,."Ucap Zul sambil menyodorkan sendok dan ingin menyuapi jannah.
" Em..em..,,Jannah bisa makan sendiri,.." Tolak jannah.Jannah pun melambaikan tangannya pada makanan yang di pegang Zul dan menepuk kasur di bawahnya.
" Baiklah,,,Kalau macam tu..Ni makanan kamu .."Zul pun menaruh di tempat yang jannah isyarat kan.
" Terimakasih..."Ucap Jannah sambil tersenyum.
"Sama -sama..,"
"Eh ..itu Aku yang beli lah.."Sahut syam
jannah pun menoleh kearah Syam,
" Te ri ma ka sih Tuan Syammm..."ucap Jannah ,
"Dah ,,buruan dimakan,,"ucap Zul.
" Tengok ni Encik Zul,Kalau makan sperti ini baru puas,Cepat habis,Kalau Encik Zul yang suap sedikit ,sedikit ,Kurang puas,.."Jannah menyendok satu sendokan penuh, dengan tangan kirinya dan memindahkannya kannya di tangan kanannya.
jannah pun memakan makanan dengan sangat lahap,Zul dan Syam pun hanya melihat dan terheran,Syam pun memakan makanan yang di masak oleh ibunya,Zul pun memakan makanan yang di beli Syam. setelah mereka selesai makan.
Tuan dan nyonya pun datang mampir menjenguk jannah.dan menanyakan keadaan jannah. sebelum mereka pergi kekantor.
Zul.pun menyalami ayah dan ibu Syam, Sedangkan Syam memilih diam.
" Jannah ..bagai mana keadaan mu .?"ucap nyonya penuh perhatian dan duduk di sebelah jannah,Sedang kan tuan hasan berdiri di samping nyonya.
" Jannah Sudah tidak merasakan apa apa buk .Jannah merasa sudah sehat. "
" Oh..alhamdulillah...lah"ucap tuan hasan .
setelah melihat keadaan jannah,Tuan dan nyonya pun pergi ke kantor.
Saat semua orang tidak berada di dalam ruangan Suster pu masuk mengantarkan makanan .
suster itu mengecek infus jannah yang berwarna Pink.
"Nona ..sebaik nona jangan terlalu menggerakkan tangan nona..Ini akibatnya kalau nona terlalu sering menggerakkan kannya " ucap suster sambil memperlihatkan selang yang sudah berwarna merah .
" Maaf ..Sus. ..,Sus apa saya sudah boleh pulang .?tanya Jannah pada suster.
" Nanti ,tunggu dokter Nisa periksa dulu ,Apakah kamu sudah boleh pulang apa belum..!"
" Iya ..bagus itu,Nanti bilang sendiri sama dokter Nisa ya.."ucap aster itu sambil tersenyum. dan menyudahi pembicaraan mereka.
" terima kasih ,,Sus.."ucap Jannah sebelum suster itu keluar.
Jannah merasa sungkan,dengan keadaannya,Setelah tuan dan Nyonya pergi,Tak lama Syam pun keluar,Dan Zul pun keluar saat Hpnya berbunyi.
Tinggalah jannah seorang diri diri di ruangan itu.Jannah pun memikirkan apa yang sudah terjadi padanya pagi ini,Semua terjadi sangat cepat dan seperti mimpi.
Jannah membayangkan rencana bahagia untuk Tuan syam ,malah berakhir jadi sebuah pertengkaran.
Saat jannah masih dalam pikirannya,Dokter Nisa pun masuk memeriksa keadaan jannah.
" Hay ..Jannah bagai mana keadaan kamu .?"
" Ah..Dokter Nisa.."Ucap Jannah saat mendengar sapaan dari Nisa dan menghentikan pemikirannya. "Dokter Nisa ,Apa saya sudah boleh pulang.?"
" sebentar ,Saya cek kamu dulu ya."
" Tapi saya sudah merasa sehat Dokter.!,Saya tidak apa-apa pun.?!"
" Jannah,Bagai mana kamu bisa mendapatkan luka seperti ini .?"
tanya Dokter Nisa curiga.melihat luka jannah .
" Kenapa dok .?" tanya Jannah curiga.
" Tak,Macam ini kalau ini Luka karena kriminal,Saya boleh bantu...
" Ah...Bukan lah Dok..mana mungkin Tuan dan Nyonya Jannah kan orang baik.. jannah saja yang kurang hati hati... tadi jannah terpeleset dan jatuh.."
" Ow ..Ya sudah saya percaya sama kamu,,Lain kali kamu lebih hati-hati ya..
dan kalau kamu memang sudah merasa Baikan ,Nanti sore kamu boleh pulang.!"
ucap Dokter Nisa.
Saat mereka sedang berbicara ternyata Zul sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari tadi,Dan berpura-pura pura tidak dengar setelah Nisa keluar.
"Encik Zul, Sejak kapan Encik Zul ada di situ. .?"tanya Jannah yang melihat Zul di belakang pintu.
" Dari tadi dah..."
" Encik Zul ,dengar semua ,,?"
" Dengar ,Jannah dah boleh balik kan Nanti sore. .!"
" syukurlah dia tak mendengar semuanya..!"batin jannah dalam hati.
Zul pun pamit pada jannah mau pulang.
dan mendoakan jannah semoga lekas sembuh.
Sore Hari.
Setelah jannah Terbangun dari tidurnya karena efeksamping dari obat ,jannah pun merasa ingin ke kamar mandi,jannah pun perlahan-lahan meraih pengait dari infus nya dan bergerak perlahan menuruni tempat tidurnya.
saat jannah mencoba menapak kakinya dan berdiri melepakan pegangan tangannya dari kasur,Tubuh jannah seakan melayang membuat Jannah kehilangan keseimbangan .
"A............
dan pada saat itu Seaeorang sudah memerhatikan jannah dari pintu pun dengan Sigap meraih tubuh jannah.sehingga Jannah jatuh dalam dekapannya .
Jannah pun ternyadari Tubuh Jannah berada dalam dekapan Seseorang. Yang sudah dia kenal,Dari parfum nya.
"seperti Bau parfum nya Tuansyam.."tebak jannah dalam hati.
Jannah pun perlahan mendongakkan kepalanya, "Hah kenapa harus Tuan syam sih.."Saat tebakannya benar pun jannah langsung menggerakkan Tubuhnya dan Duduk di bibir kasur lagi.
" Nak kemana .?tanya Syam.
" Mau ke ,situ..'Jawab Jannah sambil menunjuk Toilet di dalam kamar itu.
lalu Syam pun keluar dan memanggil suster untuk membantu jannah.
Jannah pun yang merasa kesempatan Syam pergi buru buru berusaha merayap masuk kedalam kamar mandi.
saat suster sudah datang jannah pun sudah di dalam kamar mandi.
Setelah Suster datang dan menunggu jannah di luar kamar mandi, Tapi Jannah tak kunjung keluar,Suster pun mencoba mengetuk pintu kamar mandi .
Tok.. Tok. . Tok..
setelah beberapa kali ketukan jannah pun Tak menjawab..Syam pun mulai Khawatir dan mendekat di depan pintu..
" Jannah. ...Tok ..Tok..
Tapi tak ada balasan dari jannah.
"