
sebelum Zul datang Syam pun audah memindahkan Mikail kedalam kamar.
Zul pun masuk kedalam apartemen dan duduk di kursi tamu.
"Nak saya ,,tolong awak apa ha .?tanya Zul pada Syam. yang berjalan menuju kedapur.
" kejap, kau tunggu situ dulu."Jawab Yam.sambil berjalan meninggalkan Zul di ruang tamu.
Syam pun menghampiri jannah yang masih duduk di dapur.
" Ayo.!" ucap Syam singkat dan berputar arah setelah mengucapkan kalimatnya singkat nya.
Jannah pun berjalan mengikuti Syam di belakangnya. Zul pun mencoba menoleh kearah Syam penasaran siapa yang sedang berjalan di belakangnya,karena tubuh Syam sedikit menghalangi tubuh jannah yang memenang lebih kecil .saat Syam sudah dekat dan duduk di dekat ZUL ,Zul pun terkejut melihat jannah.
" Eh...kamu ..."ucap Zul sambil menunjuk kearah jannah dan tersenyum mencoba mengingat perkenalan mereka.
"Encik Zul.."ucap Jannah saat jannah melihat Zul duduk di ruang tamu.
" kenapa Encik Zul ada di sini ? "tanya Jannah pada Zul.
"Seharus nya ,Saya yang tanya pada kamu ,Apa yang Kamu lakukan di sini?"Tanya Zul balik pada jannah.
" kalian dah kenal ? Ah ,,baik lah ,kalau macam itu .! Zul kau antar dia balik.!"Ucap Syam menyela bembicaraan mereka.
"Eh..Kanapa Aku pula,Habis tu kau nak buat ape ?"ucap Zul.
"Aku sibuk.!"ucap Syam sambil memperjelas menggunakan Hpnya.
" Gak papa Encik Zul,Jannah boleh pulang sendiri," Ucap jannah merasa mengganggu mereka.
"Tak boleh ,!"ucap Syam dan Zul bersamaan.mereka pun saling memandang mendengar perkataannmereka yang sehati
"Ini dah malam,Baik saya antar Jannah Balik.," ucapan Yang ingin di ucapkan Syam pun sudah Di ucapkan Zul,
Syam pun memilih mengurungkan Niatnya untuk bicara dan memilih diam melihat Zul yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
"Gak papa ,Encik Zul,Jannah boleh balik Sendiri,!"ucap jannah melihat Zul sudah berdiri dan berjalan menuju kearah jannah.
" Dah,, tak ape lah,Lagi pun saya tak sibuk lah."ucap Zul .
Akhirnya Zul pun mengantar jannah pulang. Zul mengarahkan jannah berjalan menuju mobil Pxxxx0 warna putih.
mereka masuk kedalam.mobil dan Zul melajukan mobilnya keluar dari parkiran apartemen,Menuju jalanan yang sedikit lenggang itu menuju rumah Nyonya Halimah.
Jannah yang masih merasa canggung pun memilih diam, Zul pun mengawali pembicara mereka.sesekali Zul pun melihat kearah jannah dari kaca kecil di tengah atas di depan .
" Siapa nama kamu,Lupa saya.?"
ucap Zul basa basi sambil melihat kearah jannah yang duduk di sebelahnya.dan mamalingkannya lagi ke depan.
" Jannah. ! . ..
" Ah... ya ..Jannah ...pasal kamu di rumah Syam ,Buat apa di sana ?"ucap Zul
"Jannah kerja lah,Buat apa lagi? "
ucap jannah melihat kearah luar kaca.
" Wah...hebat kamu ya msih bertahan di sana,Biasanya paling lama mereka bertahan paling 1Minggu .!"puji Zul sambil tersenyum melihat kearah depan.
"Iya Cik..nak buat macam Mana jannah juga butuh pekerjaan."Jawab Jannah yang sudah maksud dengan pujian Zul.
" Owh. ..yang waktu dulu tu,Saya minta maaf ya. ."Ucap Zul mengingat perkenalan nya dulu.
"...Ah ...iya gak apa apa.!.
Jannah yang merasa Zul sudah sangat dekat Syam pun mencoba bertanya pada Zul.
" Emm...Cik Zul ,dah lama kenal sama Tuan syam .?"
" Dah dari dulu ,Dari kecil lagi ,Kita tumbuh bersama."jawab Zul.
"Encik, juga tau anaknya Tuan Syam?"
"Anak, sejak bila Syam punya anak,?Syam tu masih single macam saya ,!".
Jannah pun paham dengan jawaban Zul,
" berarti Encik Zul pun tak tau pasal Mikail. "
ucap Jannah dalam hati.
" Iye keh. ....entah entah Single ngakunya ,Nyatanya punya anak lima." gurau jannah mengalihkan pembicaraan.
" Eh ..tak percaya ..!"
Zul pun tersenyum pembicaraan mereka pun ter henti. tak terasa jannah sudah hampir sampai di kawasan perumahan nyonya. Jannah pun meminta Zul untuk menghentikan mobilnya dan menurunkan jannah di pinggiran jalan masuk di perumahan itu.
" Encik Zul ..Tolong bisa turun kan jannah depan situ saja .!"pinta jannah sambil menunjuk keluar .
"Eh ..Kanapa ..ni dah nak sampai sekalian saja. ."
" Tak a. pa Encik. ..Jannah boleh jalan dari sini.."ucap Jannah sambil melepaskan sabuk pengaman nya.
"Terimakasih,, Banyak ,,Ya Encik Zul..."Ucap Jannah sebelem turun dari mobil sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum.
"Iya ,,Sama-sama, Lain kali kalau jannah butuh bantuan , Call Abang ..Abang siap Membantu jannah,, Ok.!"ucap Zul pada jannah .
" Jannah Hati hati ya. "tambah Zul.
"Iya ...Encik Zul juga hati hati..!" jawab jannah sambil melambaikan tangannya.
Jannah pun melangkah kan kakinya dengan cepat karena suasana malam yang sangat sepi di perjalanannya pulang jannah mengingat Tuan Syam Jannah sedikit penasaran kenapa Tuan Syam menyembunyikan Mikail dari semua orang.
"Tuan Syam sebenarnya apa yang tuan Syam takutkan ?kenap tuan menyembunyikan semua ini dari keluarga tuan sendiri.?apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga ini.?
Jannah pun masuk kedalam rumah. keadaan rumah lampu sudah sunyi dan sepi .
jannah pun mengetuk pintu belakang tapi tak ada jawaban,jannah pun mengetuk jendela kamar nya di dalam mbak Siti sudah tidur, tapi mbak Siti pun tak mendengar ketukan jannah.
jannah pun kembali ke pintu belakang jannah melihat jam di Hpnya menunjukkan pukul 11.30 .Jannah pun duduk di kursi teras belakang.jannah melihat kearah taman dan matanya melihat kearah kolam renang ,Jannah pun beranjak dan berlari menuju teras depan.
Jannah pun duduk di kursi teras depan,Jannah pun tak bisa memejamkan matanya jannah pun sholat malam di teras depan.
malam yang sunyi,tanpa suara ,Tanpa ada yang mengetahui jannah ,Jannah pun menyampaikan doa doanya pada Sang Pencipta.
keesokan harinya Bik siti terkejut saat melihat jannah tidak ada di sampingnya.
bik siti mencoba mencari keberadaan jannah.bik siti pun membuka semua pintu,Jannah merasa bik siti sudah bangun pun berjalan kearah belakang,
jannah masuk lewat pintu belakang.dan masuk kedalam kamar,untuk mengambil baju ganti dan mandi karena kemarin jannah tidak mandi.
"Jannah, kamu di dalam.?"ucap bik siti melihat pintu kamar mandi tertutup .
" Iya ..Mbak..Aku lagi Mandi.!"Jawab Jannah dari dalam kamar mandi.
Bik siti pun menunggu jannah keluar kamar mandi ambil menyiapkan keperluan sarapan.
tak berapa lama jannah keluar kamar mandi, dan bik siti pun sudah ingin menayakan banyak hal pada Jannah.
tapi bik siti urungkan ,Karena mereka harus sholat berjamaah dulu.
Setelah mereka sholat berjamaah bersama.jannah pun kedapur bersama bik siti.
" Jannah, kamu semalam gak pulang.?"
tanya biksiti penasaran.
" pulang Kok mbak, "Jawab Jannah.
" Tapi , kenapa tadi pagi ,waktu aku bangun,kamu gak ada di kamar."
"Ow ..Jannah tidur di luar mbak,."
" Kanapa kan pintunya yang belakangan tidak mbak kunci ."
" Hah ...masak sih mbak,Tapi semalem jannah ketok ketok,Gak da yang bukain. "kata Jannah menyadari kesalahannya .
tak lama kemudian nyonya pun masuk kedapur.
" Jannah ,,bagaimana kaki kamu ?" tanya nyonya pada jannah.
" Gak, apa apa buk,Sudah sembuh."Jawab Jannah.
" Jannah kamu lain kali harus lebih hati-hati ya."
Perhatian nyonya halimah membuat Jannah merasa berdosa sudah berbohong sama Nyonya. tapi Jannah juga tidak mungkin bilang yang sejujurnya kepada nyonya.
Jannah jadi serba Salah...
Jannah ingin berkata jujur kepada Nyonya halimah,tapi Jannah rasa waktunya belum tepat .mereka pun sarapan bersama .
Jannah pun buru-buru sekarang Jannah terlihat sedikit nyaman berada di negri itu,jannah sudah sedikit menikmati kehidupannya di negri itu.
setidaknya sekarang sudah ada mikail yang mewarnai hidupnya...
......