
Sesampainya Jannah di apartemen .
Jannah melakukan skejul yang sudah dia pikirkan .tapi ternyata tak sesuai dengan perkiraan jannah .Jannah naik keatas dan ingin membersihkan kamar mandi dan menyiapkan keperluan Syam .
Cekrek. .Jannah membuka pintu apartemen ,Jannah sedikit Terkejut melihat Syam sudah duduk di kursi ruang tamu dengan kaki menyilang di atas meja dan kepala nya di sandarkan di sofa ,Jannah melangkah kan kakinya dengan pelan dan menutup pintu dengan Sangat pelan. Jannah sekilas melihat kearah Syam dan membuang mukanya lagi kedepan berjalan menuju kamar Syam ."Kenapa dia sudah bangun , Apa dia sengaja ingin memata matai pekerjaanku."
ucap Jannah dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar Syam.
Jannah membersihkan kamarmandi dengan cepat karena kamar mandinya juga sudah bersih,.
Jannah menggantungkan handuk lalu keluar.sebelum jannah keluar kamar jannah pun menyiapkan pakaian untuk Syam. urusan kamar sudah selesai jannah kedapur membikin kopi dan ingin menyiapkan sarapan. Jannah sudah menaruh berbagai selai di meja jannah melihat di atas meja.
" lho kok ,!gak ada rotinya ! ..Astagfirulloh ...jannah ...Aduh gawat ini ,Jannah bagainama sih, kok kamu bisa lupa beli roti."..Jannah pun buru buru berjalan keluar untuk memebeli roti ke mini market kemaren.
saat melewati ruang tamu jannah menoleh kearah tempat tuan syam duduk tadi .Jannah sudah tidak melihat tuan Syam di ruang tamu.
Jannah hanya membuang muka dan berjalan keluar.
.manuruni lift dan berjalan di jalanan yang sama kemarin. karena jannah takut kesiangan jannah pun sampai berlari agar jannah sampai tujuan dan menghemat waktu.
Sesampainya Jannah di apartemen .
Jannah menunggu di depan lift dengan rasa cemas, di saat bersamaan syampin menunggu lift turun .Jannah lihat ke monitor Lift tanda lift baru saja naik menuju ke lantai 20 dan akirnya jannah pun mencoba menaiki tangga darurat di dekat lift.
supaya cepat sampai di lantai 10.
Sesampainya Jannah di lantai 10 jannah sudah ngos ngosan, kaki nya gemetar seperti tak bertulang jannah duduk sebentar di tangga memulihkan tenaganya dan mengatur nafasnya.
" huff. ..huff..huff. ..Jannah Kamu pasti bisa "... Jannah pun berdiri dan berjalan masuk kedalam apartemen.
Jannah buka pintu dan masuk menuju dapur setelah Jannah sampai di dapur Jannah sudah melihat kertas tertempel di kulkas lagi.jannah mengambil dan membacanya ."ULANGI ". .Jannah pun terduduk lemas di kursi dapur dan meletakkan roti yang dia beli di atas meja.
jannah melihat gelas kopi yang dia buat untuk tuan Syam masih utuh.Jannah tidak ambil pusing .Jannah pun meminum kopi buatannya ."cruattt ...Jannah menuncratkan kopi buatannya. karena jannah gugup tidak ada roti sampai Jannah lupa memasukkan gula.
Jannah pun sarapan lagi karena tenaganya sudah habis terbuang.
rak tanggung tanggung jannah menumpuk 4 lapis roti dengan selai yang berbeda lapisan pertama selai coklat,lapisan kedua selai strowberri lapisan ketiga selai kacang dan lapisan ke empat sarikaya.
" ini baru sarapan ...."kata Jannah sambil melihat setumpuk roti di depannya.
"Jannah kamu masih membutuhkan energi yang banyak ,masih banyak tugas kamu yang harus kamu selesaikan. "
Jannah memulai perannya membuka semua gorden dan mulai mengelap semua ruangan demi ruangan dan yang terakhir kamar tuan Syam. .."Arrgkkkk...teriak Jannah melihat kamar Syam berserakan dengan baju bajunya Syam .."Sabar jannah sabar ...kata Jannah sambil mange lus dada nya."Anggap saja kamu sedang mengurus bayi ya ..hanya saja ini bayi kamu sudah besar Ok.."Jannah mencoba mengabarkan dirinya sendiri.
Jannah pun segera membereskan kekacauan ini dan segera keluar mengantar semua pakaian kotor ke laundry dan belanja. hal yang di tunggu tunggu oleh jannah jannah sengaja berjalan lebih jauh agar bisa bertemu Sahabatnya .
di tempat yang sama dan dengan orang yang sama yang bersama dengannya imah kemarin.
"Assalamualaikum. .."ucap Jannah menyapa mereka yang sedang duduk tanpa berbicara.
"Walaikumsalam. ."ucap nenek dan imah bersamaan..
Jannah yang Banyak bicara pun ber basa basi menyapa nenek yang di urus oleh Imah. Jannah yang memang sudah tidak punya nenek dengan sekejap jannah bisa akur dan dekat dengan nenek.tak lama setelah mereka berbincang-bincang jannah pun izin untuk kepasar.
nenek merasa nyaman dengan jannah. di perjalanan jannah menyimpulkan bembicaraan nya dengan nenek ,kenapa nenek sering marah dengan mbak imah .bukan kerena mbak imah tak bisa kerja tapi karena cucunya yang selalu dia harapkan dekat dengannya selalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga nenek merasa tidak di perhatikan .Itulah yang membuat nenek sering marah dengan Imah.
imah pun bertahan demi masa depan keluarganya lebih baik.
Sesampainya Jannah dari belanja.jannah langsung memasak.
jannah menunggu tuan Syam pulang untuk makan siang..tak berapa lama .
Cekrek ..Cekrek. .suara orang membuka kunci ..Jannah masih di dapur pun langsung berlari kedepan pintu sebelum Jannah membuka pintu Syam sudah duluan membuka pintu. .
" selamat siang tuan ..masakan sudah siap."kata Jannah sambil menundukkan kepalanya ,
"Hemm.!" ucap Syam dengan wajah Coolnya. tanpa melihat kearah jannah sambil berjalan menuju dapur dan jannah pun berjalan di belakang Syam. menuju dapur .
Syam pun mencuci tangannya dan janah pun membukakan kursi untuk Syam duduk.jannah membuka piring di depan Syam Jannah berniat mangambilkan nasi untuk Syam tapi tangan Syam sudah menghadang nya. Jannah pun mundur dan meninggalkan Syam sendiri makan di dapur .
Jannah duduk di teras di ruang tamu melihat pemandangan dari dalam apartemen lantai 10 dari balik jendela kaca.dari sini jannah bisa melihat tempat parkiran dan bahkan jalan yang selalu jannah lewati dari stasiun dan jalanan setapak ,terlihat sangat jelas.
Jannah melihat ke atas menyandar kan kepalanya di kursi santai yang ada di teras.
jannah melihat keatas ke langit biru bersih dan angin sepoi sepoi yang menebus masuk lewat celah jendela yang terbuka. Jannah pun membuka semua jendela kaca tanpa membuka jendela pengaman.
saat angan angan jannah mulai melayang .
" Ehem. .."suara isyarat dari Syam membuyarkan angan angan jannah.jannah pun berdiri dan menghadap Syam. " Maaf tuan ,Tuan sudah selesai .." tanya Jannah sambil melihat kearah Syam yang sudah berjalan menuju pintu keluar.
"Habiskan..!" kata syam sebelum Syam membuka pintu dan keluar dari apartemen. Jannah pun berjalan ke dapur dan membersihkan piring kotor bekas tuan Syam. Jannah pun makan siang dan menghabiskan semua masakannya sendiri.
Jannah pun mengambil mukena dari dalam tasnya dan mangambil wudhu dan sholat. Jannah sholat di ruang tamu .karena jannah tidak berani sholat di dalam kamar. ,sebenarnya bukan tidak berani tapi Jannah merasa sungkan.
sebelum pulang Jannah pun sudah menyiapkan makan malam Jannah sengaja memasak agak sore supaya bisa tahan agak lama.