
Saat mereka sedang makan ,Syam pun menyuruh Zul untuk mengantar kan jannah pulang ,tapi Zul yang masih asyik makan pun menolak.
" lepas ni ,Kau antar Dia balik..!" Suruh Syam pada Zul.
" Eh...kenapa pula saya.?"kau lah..!"Suruh Zul balik pada Syam.
" Aku sibuk lah .!"seru Syam
"Kau ni asyik ,Sibuk ,sibuk ,sibuk..!"gerutu Zul.
jannah pun sungkan melihat penolakan mereka berdua yang saling lempar untuk mengantarkan jannah.
" Dahhhh, ,,Ucap jannah menyudahi perdebatan mereka "Jannah ,Bisa pulang sendiri ,Lagi pula ini kan masih sore.!".ucap jannah.
" Tu ,dengar kan Jannah nak balik sendiri..!"Tambah Zul.
" Tak boleh.."Ucap Syam.
" Tuan, Kan banyak kerjaan,Encik Zul juga Lagi sibuk makan..!"ucap jannah memperlihatkan kan kesibukan Syam Melihat Hp dan Zul yang masih asyik melanjutkan makanannya.
"Jadi jannah ,Bisa pulang sendiri..!"
Syam pun menaruh Hpnya dan berjalan ke kamarnya untuk mengganti baju dan mengambil kunci.
Jannah pun menyudah'i makannya dan lari kedapur untuk mengambil Tasnya,Dan keluar apartemen Syam dengan secepat kilat.
" Tuan, Jannah pulang dulu,.." Teriak jannah sudah membuka pintu."Encik Zul,Habis kan makanannya Ok, Jannah pulang dulu,Assalamualaikum. ." ucap Jannah sudah di luar pintu.
Jannah pun memegangngi gagang pintu sambil menunggu Pintu lift terbuka,Saat pintu lift terbuka jannah pun Berlari menuju lift .
Jannah juga berlari menuju Stasiun MRT.
Sesampainya di rumah ,Rumah masih dalam keadaan sepi,Tuan dan nyonya belum pulang.
biksiti kaget melihat tangan jannah yang berbalut perban.dan mencoba mencari tau ,Tapi jannah tidak menceritakan bagai mana dia mendapatkan luka itu , Jannah hanya bilang dia terjatuh.dan bik siti pun percaya.
ke esokan harinya.
Hari ini adalah waktunya jannah mengontrol kan lukanya ke klinik Nisa. Syam pun yang sudah tidak ada di apartemen, Jannah pun membersihkan Rumah sperti biasa.
Siang harinya ,saat jannah ke pasar jannah sekalian mampir ke klinik Nisa .
Jannah pun masuk ke dalam klinik dan mendaftar di sana sudah ada 3 orang mengantri , jannah pun menunggu sambil melihat Hp yang ada di tasnya ,Hanya untuk melihat waktu dan mengatur skejul agar dia tepat waktu untuk melakukan Tugasnya.
tapi sepertinya jannah kehabisan waktu jannah mencoba menelpon ke no Apartemen, tapi tidak di angkat,"Aduh badai mana ini ,Tuan marah gak ya aku tidak masak untuk siang.?,"ucap jannah cemas sambil melihat jam di Hpnya.
Jannah pun mengetuk ngetuk kepalanya dengan Hp.
" Ah...kenapa Aku tidak kepikiran meminta No hpnya Tuan Syam.ya..!"ide cemerlang jannah keluar.
Jannah pun mengirimkan pesan kepada Zul.
."Assalamualaikum. .Encik Zul.,Jannah nak minta no Hp nya Tuan syam boleh .?".
Zul.
" Nak buat Apa,? kau jangan Buat macam macam lagi Tau.
jannah.
" *Tak.J*annah Hanya, mau Kasih tau Tuan syam,Kalau jannah tidak sempat pulang masak untuk makan siang. Soalnya ini Jannah masih antri di klinik.
Zul.
" Ah..baiklah nanti Saya kasih tau Syam.."
Jannah.
" Terimakasih Encik Zul...yang baikkkkk. hati dan Tidak Sommmbong ..
Zul pun tersenyum membaca Pesan singkat dari Jannah."gadis ini, takut sekali dengan Syam.."gumam Zul.
Syam yang kebetulan di sebelah Zul pun melihat Zul tersenyum dan mendengar gumamannya.
" Awak ni senyum senyum,Kenapa. ?"
tanya Syam melihat Zul Yang tersenyum sambil membalas pesan jannah.
" Eh mana Ade...Ni Jannah pesan,Suruh bilang ke engkau ,Kalau dia tak bisa pulang masak untuk makan siang , pasal dia lagi di Klinik ."Ucap Zul. sambil.memperlihat kan pesan singkat dari jannah.
Syam pun beranjak dari kursinya dan meninggalkan Zul."Ah bagai mana Aku bisa lupa ,kalau hari ini waktunya dia kontrol." ucap Syam kesal.
" Syam..nak kemana ,? ini bentar lagi orangnya datang.!" Ucap Zul melihat Syam berdiri dari tempat duduknya.
" Kau ,Urus dulu,Aku ada urusan sebentar. " ucap Syam Meninggalkan Zul.
Syam pun hanya berjalan dengan sedikit tergesa gesa.
Syam melajukan mobilnya menuju Klinik Nisa.jalanan sedikit ramai hingga memperlambat laju kendaraannya Syam.
Saat Syam sampai di sana Jannah sudah tidak ada, Syam pun menanyakan Keberadaan jannah dengan bertanya kepada perawat di pendaftaran.
" Suster apa Pasien atas nama Jannah sudah pergi.?"
dari kejauhan Nisa memerhatikan kecemasan dan perhatian Syam pada jannah.
" Syam..." Sapa Nisa.
Syam pun menoleh kearah Nisa dan ingin berjalan Meninggalkan klinik Nisa.
"Syam..apa Kita bisa bicara .!" pinta Nisa.
Tapi Syam tak menghiraukan perkataan Nisa.Dan keluar dari klinik nisa.Saat Syam sudah di dalam mobil dan ingin meninggalkan Klinik .Syam melihat jannah berlari dan masuk ke klinik Nisa.
Syam pun Turun dari mobilnya dan mengikuti Jannah.
Di dalam jannah sedang di periksa ,Jamnah berbaring di ats tempat tidur ,Dan Nisa audah beesiap di sampinnya memenfan gunting dan perlaham membuka perbanjannah..
jannah merasa sedikit takut saat Nisa ingin mengambil benang jahitan nya yang masih kelihatan.,
" Jannah kamu Gak takut kan,?" ucap Nisa yang melihat jannah sudah memalingkan Wajahnya.
" Eh.. jannah gak takut,Kok Dokter nisa.!"
ucap jannah sambil meringis .
Saat Nisa sudah hampir membuka Satu benang " Aahh...!"jannah pun tersentak kaget saat Gunting menyentuh kulitnya.
" Jannah ..kamu jangan Takut ini Tidak sesakit yang kamu bayangkan..!" ucap Nisa menenangkan jannah .
Syam pun masuk ke ruangan jannah di periksa ,saat Merasa Syam sudah terlalu lama menunggu di luar.
" Tuan Syam, ..
" Syam..
ucap Jannah dan nisa bersamaan. terkejut melihat kedatangan Syam.
" Kenapa tuan kesini.?"tanya Jannah.
" Em ..kenapa Kamu lama.sekali.?..!"
Tanya Syam.
" Jannah terlalu takut,Saat Saya mau Membuka jahitan nya. "Jawab Nisa sambil memperlihatkan jahitan di lengan jannah.
" jadi ya gak selesai,selesai padahal ini sebenarnya tidak memakan waktu yang lama.'"terang Nisa.
" kamu Takut. ?" ucap Syam pada jannah
"Eh siapa yang takut ,Jannah hanya Ngilu Merasakan Benang itu di Ambil." Bantah Jannah
"Ayo dok ,cepat tunjukkan pada tuansyam kalau saya itu tidak takut,!"
ucap jannah menantang
tapi saat Gunting nisa menyentuh kulit Jannah lengan jannah langsung reflek bergerak. Sampai beberapa kali sehingga nisa takut Malah akan melukainya.
Syam pun berdiri di samping tempat tidur dan memegang Tangan jannah agar Tidak bergerak, saat Nisa melihat syam memengangi tangan jannah ,Nisa pun segera melakukan pekerjaannya yang tertunda Dan Jannah pun memalingkan Mukanya Di kearah perut Syam,dan melingkar kan tangan kanannya di pinggang Syam. " Sudah Dok ayo cepat..!" ucap jannah membenamkan kepalanya.
Syam terkejut dengan pelukan jannah yang secara tiba-tiba.
tapi Syam hanya diam dan sesekali melihat Nisa.
Nisa pun melihat perilaku jannah sedikit merasakan kedekatan diantara Syam dan jannah.
tak Lama kamudian Nisa sudah menyelesaikannya.
" Jannah sudah ,Selesai.." ucap Nisa.
Syam pun melepaskan tangannya dan jannah pun perlahan lahan melepaskan pegangannya dan melihat kearah Tangannya yang sudah di perban lagi.
Syam pun langsung keluar saat jannah Melepaskan Pelukan kannya.
" AaAh ..ahirnya. ."ucap Jannah sambil menghela nafas ."kenapa masih di perban lagi .dokter ?"tanya Jannah .sambil duduk.
" Ya , hanya untuk melindungi luka kamu saja."
" Jannah, tiga hari lagi kamu Juga harus kesini lagi ya ..kalau luka kamu belum sembuh.."ucap Nisa memperingatkan.
" Dan usahakan jangan terkena Air dulu sampai luka kamu kering.."tambah nisa.
" Iya dok..Terimakasih ya dokter nisa ."ucap Jannah. " Kamu juga harus berterimakasih dengan Syam juga,Dia sudah meminjamkan tubuhnya Untuk peganganmu. " ucap Nisa mengingatkan jannah.
" Ah..Iya Dokter.."
" Jannah , Boleh minta No hp Kamu.?" ucap Nisa.saat jannah hendak berdiri dari kursinya.
" Iya Boleh, Lah Dokter nisa."Jawab Jannah tanpa menanyai untuk tuk apa dia meminta No Hpnya.
..
..
..