THE VAMPIRE IS MINE

THE VAMPIRE IS MINE
BAB 55: Aku merestui kalian



Udara tenang menerpa wajah Qariya. peperangan telah usai, tetapi dampaknya membuat dunia mereka gelap tanpa cahaya matahari sekali pun.


Langkah kaki Qariya menuju pada gunung kecil yang tidak jauh darinya. ia dibantu oleh sang Ibu untuk tiba dengan aman. “Terimakasih Ibu,”


Qariya tidak mendengar balasan Ibunya, ia tahu bahwa Ibunya tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan apa yang terjadi. Dengan senyum kecil yang bisa ia berikan, Qariya menarik nafas untuk menenangkan dirinya.


“Semuanya! Mari kita saling bersama. Saling menghargai, menerima, dan saling tolong menolong seperti dahulu kala. Bukankah para leluhur kita seperti itu?” Qariya tidak tahu respon semua orang, ia hanya berkeyakinan bahwa semua mendengar ucapannya.


“Aku ingin menyampaikan, Jika Ayahku tidak menyerahkan kekuasaannya kepadaku. Maka, aku akan mengikuti siapa yang mau berhidup damai bersama. Dan tentu kita harus saling bergotong royong untuk memulai suatu kehidupan.”


Qariya diam untuk mendengar ocehan orang-orang padanya. Tetapi, tidak ada satupun suara yang terdengar oleh Qariya. “Apa kalian menolaknya? Jika iya, tak masalah...maka persiapkan tahun-tahun yang akan datang. Yeah jikalau semua keturunan ada dikehidupan selanjutnya.”


“Kami...Ka-mi, kami akan berdamai!”


Qariya memiringkan sedikit kepalanya untuk mendengar dengan jelas apa yang disampaikan oleh orang-orang. “Hm, Apa kalian bisa saling mengucapnya bersama?” Qariya tersenyum setelah bertanya. Ia merasa meladeni seorang anak kecil yang malu-malu kucing.


“Kami akan berdamai!”


“Kami akan berdamai!”


“Berdamai!”


“Berdamai!”


Suara yang saling bersambut dengan keseriusan mereka, membuat Qariya bahagia dengan senyum bangganya. “Terimakasih semuanya.”


Greb!


Sebuah tangan terselip dipingang ramping Qariya. ia tidak bisa melihat siapa yang ada didekatnya. Tetapi, ia bisa menebak melalui aroma tubuh orang tersebut.


“Shya Vir, apakah kamu berhasil?” tanya Qariya dengan bersandar didada Shya Vir. “Hm, Aku berhasil Qariya.” Shya Vir menuntun Qariya untuk berdiri didepan kedua orang tuanya.


“Putriku, apa kamu yaking dengan keputusanmu ini? kita berdamai dengan mereka,” suara Sang Ayah yang ragu-ragu membuat Qariya mengerakkan tangan untuk mendekati sang Ayah.


Tangannya disambut oleh Ayahnya dengan baik dan mengenggam dengan begitu lembut, tampak takut akan menghancurkan tangan Putrinya sendiri.


“Ayah, ada yang ingin ku tanyakan kepadamu. Apa Ayah merestui hubunganku dengan Shya Vir?” tanya Qariya dengan menanti jawaban sang Ayah. Jika mendapat persetujuan ia akan sangat bahagia. tetapi, jika jawaban sang Ayah sebaliknya. Ia akan menentukan pilihan, akan bersama siapakah dirinya.


“Qariya, Ayah ingin menolaknya. Ayah tahu kamu pasti akan membuat sebuah keputusan yang mungkin akan meninggalkan Ayah. Karena hal itulah, Ayah tidak menginginkannya. Jadi Ayah menyetujui apa yang kamu inginkan. Aku merestui kalian.” Jawaban yang Ayah Qariya berikan, membuat Qariya mengangguk dan bergegas memeluknya.


Tidak ada yang tahu seperti ini jalan kehidupan dirinya sendiri. meski begitu Qariya mendapatkan apa yang ia inginkan.


-


Keindahan kota Aelius tidaklah seperti dulu. Selama tiga bulan, mereka dihiasi dengan awan hitam penuh akan kegelapan. Tentu saja ini semua membuat para Ras Serigala dan Ras Vampir tidak tenang. Karena, kekuatan mereka lenyap hilang seperti cahaya matahari.


Ras Serigala yang tersisa hanya beberapa saja. Dan Guar Luh yang masih menjadi pemimpinnya. Ditambah Titi yang akhirnya mendapatkan cinta dari Guar Luh.


Selama tiga bulan, Titi yang merawat Guar Luh. Mata emas yang dihancurkan Qariya, berdampak pada pemimpin Serigala. Karena, kekuatan mereka ada pada mata emas. Jika dihancurkan maka kekuatan mereka ikut menghilang.


Lalu Ras Vampir yang hanya sisa Shya Vir. Ayah, sepupu hingga Tetua, mereka semua memutuskan untuk tidur selamanya. Karena, Shya Vir memilih perdamaian dari pada dendam.


Apa yang diharapkan oleh Qariya bisa terwujud. Dalam tiga bulan menuntun kehidupan bersama Ras lain. saling membahu dan tolong menolong, hingga akhirnya mereka hidup bersama.


Qariya menghirup udara segar dipagi hari yang indah. dibalkon kamarnya. Ia bisa merasakan bahwa udara segar ini hasil dari kebersamaan 3 ras. Ia mendengar dari Titi bahwa semua Ras saling membantu.


Disiang hari, Ras serigala akan membantu untuk mencari makanan berupa daging didalam hutan besar. Lalu dimalam hari, Ras Vampir akan membantu dengan menjaga wilayah dari musuh-musuh yang ada.


Mendengar penjelasaan Titi, Qariya tentu bahagia. ia bahkan sangat ingin mengetahui apa yang terjadi selama ia berada didalam mansion.


“Apa yang kamu lakukan disini Qariya?” tanya Shya Vir yang memberi mantel kepada Qariya.


Qariya mengeratkan mantelnya. “Hm, menikmati hari yang indah ini Shya Vir. Oh ya, Apa menurutmu matahari akan menyinari Kota Aelius?”


“Aku tidak tahu, bisa saja ia akan kembali bersinar lagi.” Shya Vir memeluk Qariya dari belakang dengan meletakkan kepalanya dibahu Qariya.


Dengan lembut Qariya mengusap kepala Shya Vir. “Shya Vir, jika matahari kembali bersinar. Apa kamu akan menikahiku?”


“Pertanyaan apa itu? Jika kamu mau, sekarang pun akan ku langsungkan pernikahan kita.” Shya Vir menatap wajah Qariya yang kini kedua matanya telah tertutup oleh kain putih.


“Hehe, tidak perlu...oh ya, apa acaranya akan segera dimulai?” Qariya membalikkan tubuhnya untuk berdiri didepan Shya Vir.


“Iya, semua sudah tiba...Sahabatmu dan teman lelakimu.” Shya Vir menuntun Qariya sambil menjawab apa yang ditanyakan.


“Suaramu ketus begitu. Tenang saja, ia hanya temanku. Sedangkan kamu-,” Qariya menangkup wajah Shya Vir. “Kamu adalah Vampir milikku!”


Shya Vir memberikan kecupan singkat kepada Qariya sebelum mereka keluar. Hari ini adalah hari dimana Qariya menjadi penerus sang Ayah. Qariya akan menjadi Ratu yang mengendalikan 3 ras didunia. Karena, semua tahu bahwa Qariya adalah pahlawan yang mengembalikan kedamaian dunia.


Keindahan dan kebahagiaan karena Shya Vir bersama dengannya,Qariya dialtar aula tersenyum. kebahagiaannya membuat kota Aelius kembali bercahaya. Bahkan sinar didalam diri Qariya menyala dengan baik, yang menandakan penerus selanjutnya, akan mendapatkan apa yang ia dapatkan. Mata emas yang menjadi pengendali 3 Ras.


...-TAMAT-


...