
Qariya bernafas lega saat ia akhirnya bisa lolos dari Pria-pria yang mendekatinya.Ia mengatur nafas dengan tenang, sambil melangkah menuju ketaman vila yang tampak sepi.
“Sebaiknya aku disini untuk sementara waktu. Aku benar-benar tidak sanggup mencium aroma parfum mereka. aroma itu sangat-sangat menyengat”
Qariya melangkah menuju kursi taman yang tidak jauh dari tempat ia berdiri. Dengan langkah tenangnya Qariya menuju ke kursi itu sambil menatap sekeliling.
“Disini tidak buruk”guman Qariya yang duduk menatap kearah indahnya langit malam.
Ia memikirkan tentang kejadian yang ada didalam pikirannya. Shya Vir, Pria yang dicintainya itu sedang dihukum dengan kilatan cambuk. Cambuk yang diayunkan dengan begitu kuatnya membuat Qariya merinding seketika jika melihatnya.
“Apakah memang ada yang seperti itu?”benak Qariya. didalam aturan yang ia dengar, hukuman di kotanya tidak lah sulit. Jika ada yang bermasalah, maka dengan keputusan pengadilan yang akan menghukum para penjahat.
Qariya merasa ada beberapa adat kuno yang masih digunakan oleh mereka. seperti festival lampion yang hanya dilakukan enam bulan sekali.
Festival itu sekali dikunjungi oleh Qariya saat ia masih kecil. Dan karena banyak jadwal, ia tidak bisa mengikuti Festival yang diadakan dua kali setahun.
“Aku jadi penasaran Festival lampion itu seperti apa”guman Qariya yang bangun dari duduknya. Ia sudah cukup beristirahat. Sekarang ia harus kembali berkumpul bersama orang-orang yang membuatnya tidak resah.
“Apakah kamu gadis yang ada didalam hutan saat itu?”
Langkah kaki Qariya berhenti setelah mendengar pertanyaan seseorang. Dengan cepat pula Qariya menatap kearah sumber suara.
Ia melihat Pria yang tidak lain adalah orang yang sama. Ia adalah Ras Serigala yang pernah menolongnya.
“Kita bertemu lagi, ah saat itu aku tidak tahu namamu. Jadi bisa kita berkenalan?”
Qariya menatap uluran tangan yang diberikan oleh Pria didepannya. Tidak ada niat untuk menyambut uluran tangan itu. ia hanya memandangnya lalu menatap kearah Pria yang berdiri dengan senyum manis diwajahnya.
“Qariya”dengan elegan Qariya menundukkan kepalanya dan sedikit menurunkan badan untuk memberi hormat kepada orang didepannya.
Karena tindakkannya barusan, Pria yang ada didepannya langsung menundukkan kepala dan memberikan hormat layaknya seorang pangeran.
“Guar Luh”
Qariya mengangguk, ia menatap Pria yang pernah dibanding-bandingkan olehnya dengan Shya Vir. Dari perbandingannya itu,keduanya seimbang.
“Ternyata nama anda adalah Guar Luh.ah sebelumnya, Aku ingin mengucapkan terimakasih atas pertolonganmu waktu itu”ucap Qariya dengan begitu ramah.
Pria yang ada didepannya mengangguk, “Aku senang Kamu bisa mengingatku. Sebenarnya aku sangat penasaran kepada dirimu. Gadis yang sangat dilindungi oleh seluruh pengawal. Ternyata dirimu adalah penerus Ras Manusia”ucap Guar Luh dengan senyum merkah yang tidak padam.
Qariya entah kenapa merasa bosan melihat senyum yang selalu dilihatkan kepadanya. Dan lagi parfum dari orang didepannya ini. Aroma yang sangat menganggu penciumannya.
“Apa yang anda lakukan disini, Tuan Guar Luh?”tanya Qariya dengan nada sopan yang tampak begitu hormat kepada Pria didepannya. Ia tidak tahu siapa Guar Luh sebenarnya. Meski Guar Luh dari Ras Serigala, ia tidak tahu jabatan apa yang ada di balik Pria didepannya ini.
“Tidak perlu sesopan itu. panggil saja diriku Guar, itu lebih baik. Dan apa yang ku lakukan disini, hm...untuk bertemu denganmu”jawab Guar kepadanya.
“Bertemu denganku?...”wajah bingung Qariya membuat orang didepannya tersenyum tipis yang mengetarkan pandangan Qariya sendiri. ia seakan-akan terjebak dalam ucapan yang baru saja dilontarkan.
“Iya, Sepertinya aku jatuh cinta kepadamu saat pertama kali kita bertemu. Kamu entah kenapa sangat cantik”Guar Luh mendekat kearah Qariya dengan perlahan.
Melihat langkah kaki Guar yang mendekat, membuat Qariya melangkah mundur dalam beberapa langkah. Setelahnya ia menatap Guar dengan pandangan serius.
“Cantik?...semua wanita itu cantik. Jadi jangan jatuh cinta kepadaku karena aku sudah jatuh cinta kepada pria lain”Qariya berbicara dengan sangat serius. Ia melihat Guar menjadi bingung dengan ucapannya.
“Maaf, mungkin kamu salah mengartikan ucapanku. Aku hanya mengatakan bahwa aku jatuh cinta kepadamu. Dan kamu itu sangat cantik dimataku. Itu saja, tidak ada alasan yang membuatku jatuh cinta kepadamu. Mungkin karena pandangan pertama aku langsung menyukai dirimu”
Qariya hanya mengambil inti dari ucapan Guar. Ia tahu Pria ini jatuh cinta kepadanya karena tidak sengaja bertemu dan mereka berdua yang tanpa sadar saling berdekatan. Mungkin itulah yang membuat Pria didepannya jatuh hati.
“Aku berterimakasih bahwa Anda telah menyukai diriku. Namun maafkan Aku, aku sudah memiliki orang lain yang ku sukai. Dan terimakasih juga sudah mengajakku berbicara disini...aku permisi”
Qariya melangkah dengan tenang meninggalkan Pria yang entah berekspresi apa setelah mendengar ucapannya. Yang pasti ia sudah memberikan jarak kepada Pria Serigala itu.
Meski Qariya mengakui bahwa Pria Serigala bernama Guar Luh tidak kalah tampan dengan Shya Vir. Tapi bagaimana pun ia sudah menetapkan hatinya bahwa ia hanya akan mencintai Shya Vir.
Tiba didalam aula, Qariya melihat Titi yang melangkah mendekat kepadanya. Tampak diwajah Titi yang lelah setelah menghadapi para Pria yang mencari dirinya.
“Kemana saja dirimu?”tanya Titi dengan meneguk minuman dinginnya.
Qariya mengambil gelas yang dibawa oleh Waiter, lalu ia juga meneguk minuman dingin sambil mengamati sekelilingnya.
“Aku lelah berada dikerumunan orang-orang, jadi aku keluar sebentar. Dan aku bertemu dengan Pria yang saat itu kamu temui Titi. Apa kamu ingat, pria yang kamu lempar dengan sepatu?”tanya Qariya.
Ia melihat reaksi Titi yang terkejut hingga menariknya untuk menepi dari aula yang begitu berisik.
“Apa yang kamu katakan?..kamu bertemu Guar Luh?”tanya Titi.
Mendengar pertanyaannya, Qariya ingin tertawa melihat reaksi Titi. “Iya, baru saja beberapa menit yang lalu aku bertemu dengannya”dengan santai Qariya menjawab pertanyaan Titi.
Titi dengan wajah bingungnya, menatap kekanan dan kekiri entah apa yang ditatap olehnya. Namun Qariya merasa tindakkan Titi ini sangat jarang dilihat olehnya. Bisa dibilang tidak pernah ia melihat tindakkan seperti ini.
-
Senyum terus terukir diwajah Pria yang duduk dikursi taman. Ia memandang langit dengan bulan yang belum sempurna, ada bintang-bintang yang menemani disekeliling bulan. Tampak sangat cantik malam ini, seperti perasaannya yang bahagia.
Rambut Abu-abu yang sedikit panjang itu bergoyang-goyang karena angin malam. Bibirnya yang terus tersenyum kini mengumangkan kalimatnya sebelum menghilang dari kegelapan malam dengan melompat dalam hitungan detik.
Swuuushhh
“Menyukai Pria lain ya”