
BAAM!!!
Pintu tertutup dengan sendirinya, Shya Vir menatap linglung hingga menabrak seseorang yang tengah berdiri didepannya.
“Kamu benar-benar menyedihkan, Sepupu”
Shya Vir membuka lebar matanya, ia memandang kearah Pria yang usianya tidak berpuat jauh darinya. Ia adalah Anak dari Adik Ayahnya. Sepupu 1.
“Lihatlah Sepupu ku yang baik, kamu adalah penerus para ras Vampir, lihat dirimu sekarang..apa yang telah terjadi?”tanya Sepupu 1 dengan nada yang penuh akan sindiran.
Mendengarnya saja membuat telinga Shya Vir menuli. ia ingin sekali menyumpal sesuatu kedalam telinganya, khusus untuk menghalau Sepupunya ini. Namun bagaimana pun tidak ada yang bisa seperti itu, jika pun ada, ia harus berurusan dengan robot atau semacamnya. Yeah jaman itu mungkin tidak akan lama lagi hadir.
“Pergi dan menjauhlah dari hidupku”Shya Vir berbicara dengan nada yang begitu serius. Ia tidak main-main dengan ucapannya sekarang.
Namun orang yang ada didepannya ini menganggap remeh ucapannya.
“Apa?..Apa sepupu mengusir ku?, sepupu jangan lakukan itu. karena bagaimana pun akulah yang akan mengantikan posisimu nanti”
“Berisik!!!, menjauh atau ku bunuh”kesabaran Shya Vir sudah diambang batasannya. Ia harus segera pergi ke kolam darah, karena luka-lukanya ini sangat sulit disembuhkan hanya dengan mengunakan kekuatannya.
“Hehehe, apa Sepupu ingin ku bantu?. Aku akan membacamu ke air suci untuk sekalian membunuhmu dengan perlahan”bisik Sepupu 1 kepadanya.
Kesabaran Shya Vir telah habis, dengan tangan kanan yang bebas, ia kerahkan membentuk horizontal. Hingga dengan cepat darah menyembur didepan matanya.
Tubuh sepupu 1 langsung mengambarkan hasil dari serangannya. “Aku sudah mengatakan aku akan membunuhmu bukan?”
Agh!
“Kamu!..Kamu hanya sampah keluarga Kita, bagaimana pun kekuatanmu itu hanya karena Kamu mengisap seluruh darah kepala keluarga. Ingatlah Shya Vir, Kamu sampah yang akan tetap menjadi sampah”
Shya Vir tidak memperdulikan cacian yang diberikan kepadanya. Ia tetap melangkah untuk menuju kekamarnya. Di mansion ini hanya keluarga yang bisa masuk, dan tidak heran Sepupu 1 berada disini. Apa lagi saat Ayahnya sedang tidak ada.
“Hidup sial memang selalu mengesankan”Shya Vir membayangkan bagaimana bisa hidupnya sesial ini.
4 tahun yang lalu..
Tepat diusia Shya Vir yang ke 17 tahun. Hari dimana seluruh penerus Ras Vampir menunjukkan tanda-tanda pengakuan dari para penguasa.
Di aula yang menjadi tempat acara pengakuan. Seluruh penerus-penerus Ras vampir dikumpulkan. Seorang pendeta tua yang memang secara turun-temurun bertugas sebagai penjaga dari tempat suci para penguasa.
Penguasa disini adalah tempat pemakaman para leluhur yang menyisakan kekuatan mereka untuk para penerus. Ras Vampir hidup lebih lama namun karena usia yang tidak lagi muda, mereka semua memutuskan untuk tidur selama-lamanya, maka itulah para penerus yang akan melanjutkan kehidupan dan menikmati perkembangan dunia.
Dipemakaman dengan banyaknya peti kematian para leluhur inilah yang membuktikan seberapa kuat dirimu.
*Shya Vir yang baru berusia 17 tahun sangat bahagia menanti hari ini. Karena sebagai penerus Ras Vampir dan kerajaannya. Ia akan membuktikan seberapa pantas ia mendapatkan pujian dari seluruh penerus Ras Vampir dan Pengakuan seluruh Penerus Vampi*r.
“Tuan Muda Shya Vir, ini giliran anda”seorang pendeta memanggil dirinya. Karena orang terakhir yang melakukan pengakuan khusus diberikan kepadanya. Ini akan menjadikan momen indah kepada hidupnya.
Swusshhh!!!
Tes!
Untuk melakukan pengakuan yang abadi dari para penguasa. Shya Vir harus mengores sedikit telapak tangannya dan menuangkannya kedalam air kematian.
Tampak disana sebuah pusaran air yang begitu cepat berputar. Ada sedikit cahaya terang hingga membuat semua orang menutup mata melihatnya.
Clang!
Semua menunggu Pendeta menyampaikan hasil dari mangkuk yang akan mengatakan pengakuannya.
Shya Vir tidak sabar menunggu ucapan Pendeta, ia dengan wajah senang mendekat dan melihat isi mangkuk air kematian.
Jika seseorang mendapatkan pengakuannya, maka mangkuk berisi air kematian itu akan berwarna pekat. Hitam pekat yang tampak begitu gelap. Namun sayang yang ada dimangkuk itu hanya air kematian biasa tanpa ada kekuatan didalamnya.
Yang berarti Para penguasa belum memberikan pengakuannya kepada Shya Vir.
“Tuan Muda, jangan berkecil hati. Mungkin saja belum saatnya Anda mendapatkan pengakuan dari para Penguasa. Kita akan melakukan pengakuan ditahun depan”
Meski begitu, tahun depan yang dilaluinya tetap sama. Tidak ada pengakuan sama sekali dari para Penguasa. Hingga akhirnya rasa bosan mencari pengakuan tumbuh dalam hidup Shya Vir. Dan celaan bahkan hinaan harus diterima oleh dirinya sejak saat itu.
Byuuurr!!!
Darah para leluhur inilah yang menjadi obat untuknya. Semenjak tidak mendapatkan pengakuan dari para penguasa. Ia tidak bisa bertahan lama sebagai Ras Vampir. Karena bagi para penguasa, yang bijak dan kuatlah untuk bisa hidup lebih lama.
Itu sejarah yang didengar oleh Shya Vir sendiri, namun ia tidak menduga dirinya lah yang tidak bijak dan tidak punya kekuatan hingga penguasa tidak mengakui dirinya.
“Aku tidak tahu, apa yang salah dari para Penguasa hingga tidak memberiku pengakuan, diumurku 20 tahun ini. Tidak ada yang berkembang sama sekali”guman Shya Vir.
Tuk..Tuk..
“Tuan Muda, Tuan Besar menantikan kehadiran anda di Ruang Hukuman”
Shya Vir menghela nafas mendengar ucapan dari Pelayan kepadanya. Ia bangun dari kolam darah dan mengenakan Bathrubnya dengan cepat.
“Baiklah, Aku akan kesana”ucap Shya Vir yang melangkah mengambil pakaiannya.
“Hukuman...kah?”
-
Didalam ruangan hukuman. Seperti namanya, berbagai jenis alat menghukum tersedia disana, baik cambuk, pasak dan semacamnya. Ini digunakan sesuai kesalahan mereka. yang sering digunakan untuk menghukum para pembuat masalah adalah cambuk.
Shya Vir berdiri ditengah-tengah aula. Ia melihat semua para tetua berkumpul untuk menjadi saksi penghukumannya.
“Shya Vir Putraku, apakah dirimu telah melaksanakan apa yang ku perintahkan?”tanya Tuan Shyi Vir. Mata merahnya menatap kearah Shya Vir yang menundukkan kepala memberikan hormat.
“Aku sudah melakukan apa yang anda perintahkan Yang Mulia”Shya Vir mengangkat kepalanya untuk menatap Ayahnya.
“Bagus, maka dari itu, terimalah hukuman mu. 30 cambuk akan kamu dapatkan karena sudah membuat Ras Manusia jatuh cinta kepadamu”
Shya Vir mengangguk dan berdiri dengan kedua kaki ditekukkan. Ia merentangkan kedua tangannya agar para pelayan bisa melepaskan pakaian yang dikenakan olehnya. Hanya baju khas yang dilepas, memperlihatkan tubuh bugar yang begitu indah bagi para wanita yang melihatnya.
“Cambuk ia, hingga bekas luka ditubuhnya bertahan lama. Meski bekas luka itu akan menghilang, setidaknya ia menerima rasa sakit dari apa yang telah diperbuat”
Tiga pengawal datang. Dua dari mereka memegang kedua tangan Shya Vir, dan yang lain mengatur posisi untuk mengerakkan cambuk ditangannya.
Splas!
Splas!
Splas!
“Ugh!”