THE VAMPIRE IS MINE

THE VAMPIRE IS MINE
BAB 40:Sepupu?



Cahaya matahari sudah menerangi bumi. Burung-burung dengan kicauannya didengar oleh Qariya yang sedang mengayun sepedanya.


Setelah bebas dari hukuman, ia akhirnya bisa keluar meski harus dijaga oleh beberapa bodyguard dan Titi. Yeah Titi yang ada dibelakangnya juga sedang mengayun bersama. Mereka mengunakan sepeda yang bisa ditumpangi dua orang.


Mereka mengayun dengan santai menikmati udara pagi yang sangat segar. Qariya yang ada didepan, menyempatkan diri menoleh kebelakang, dimana ada dua bodyguard yang menyusul mereka mengunakan sepeda.


“Aku tidak tahu pengawal kita bisa bersepeda”ucap Qariya kembali menatap kedepan. Ia memang tidak tahu kalau para bodyguard bisa bersepeda, karena biasanya mereka kan mengunakan mobil atau sepeda motor untuk menjaga.


“Tentu saja mereka tahu, bagaimana mereka bisa membawa motor jika tidak tahu bersepeda”nada Titi tampak terpaksa menjelaskan kepadanya.


Qariya tersenyum mendengar perkataan Titi, “Oh kenapa harus bisa bersepeda dulu?”


Qariya tahu ia sedang memancing Titi untuk menjelaskan kepadanya hal yang lebih rinci. Dan ia entah kenapa merasa senang mengerjai orang dibelakangnya.


“Huh~, Bersepeda membantu kita belajar akan keseimbangan dan nanti saat membawa sepeda motor, kita tidak akan terjatuh karena keseimbangan kita sudah dilatih, begitu”


Penjelasan yang dilakukan dengan terpaksa itu membuat Qariya terkekeh hingga didengar oleh Titi.


“Apa yang kamu tertawakan, Kamu mengejekku Qariya?”


Dengan cepat Qariya membungkam mulutnya. Ia tahu apa yang dikatakan Titi ini selalu benar.


“Tidak, sudahlah...ah iya bagaimana dengan keputusanmu tentang perasaan yang kamu alami Titi?” Qariya bertanya untuk menganti suasana yang saja terjadi.


“Aku mengambil keputusan bahwa aku hanya menganggumi Pria berambut abu-abu itu”jawab Titi dengan cepat. Mendengar jawabannya Qariya mengangguk.


Rem sepeda pun menghentikan mereka. hari ini jadwal Qariya mengunjungi salah satu taman yang baru-baru saja dibuka. Kedatangannya disini juga belajar. Belajar berbaur dengan anak-anak yang bermain disekitar taman.


Setelah memarkirkan Sepeda, para bodyguard akan menjaga tidak jauh dari mereka. Qariya melangkah menyusul Titi yang sudah lebih dahulu berjalan untuk menuntun dirinya.


“Pendirian taman ini sangat rapi”Qariya menatap sekelilingnya. Ada bunga-bunga cantik yang didekati para kupu-kupu. Lalu kursi taman yang dicat dengan bermacam-macam warna. Ini semua membuat Qariya senang melihatnya.


“Tentu saja, ini keputusan Nyonya Besar. Ia ingin taman dipenuhi dengan berbagai warna”jawab Titi yang ada didepan Qariya.


Qariya mengangguk, ia merasa bangga dengan Ibunya yang bisa membuat sesuatu seperti ini.


“Qariya duduklah dulu disini, aku akan menjemput beberapa anak-anak yang akan kita ajak bicara”


Qariya mengangguk dengan pelan, ia duduk perlahan dikursi taman sambil memandang kearah sekitar.


“Apa kamu sedang sengang?”


Qariya menoleh dengan cepat, memandang siapa orang yang mengajaknya berbicara.


“Kamu?”tanya Qariya, ia bangun dari duduknya dan menghadap pada seorang Pria yang ia temui tadi malam.


“Kita bertemu lagi”Pria itu melangkah agar bisa berhadapan dengannya.


Qariya menjaga jaraknya agar tidak terlalu dekat dengan pria asing yang ia sendiri tidak mengenalnya.


“Apa yang Anda inginkan?”tanya Qariya. Pria yang ada didepannya dengan senyum kecil berbicara, “Aku hanya ingin berkenalan dengan kekasih sepupuku, itu saja”


“Sepupu?..apa kamu benar-benar sepupunya?. Maaf, tapi aku tidak merasakan anda adalah sepupunya”


“Itulah, semua juga mengatakan hal yang sama. tidak ada kemiripan bagi kami, namun aku bisa membutikan kepadamu bahwa aku adalah Sepupunya, lebih tepatnya Ras Vampir”


Qariya mengerutkan alisnya, “Tidak ada ras vampir yang bertahan dibawah sinar matahari. Bahkan jika ia sudah menjadi raja sekalipun” ucap Qariya dengan tegas. Ia sudah membaca masalah Ras Vampir, jadi tidak mungkin orang didepannya ini dari Ras yang sama dengan Orang yang Ia cintai.


Hm~


Qariya membelakkan matanya melihat Pria yang ada didepannya mengubah warna mata yang tadinya kecoklatan menjadi merah menyala.


“Memang benar, Kami tidak akan bertahan dengan sinar matahari. Namun kami bisa menahan sedikit dengan pengakuan yang dilakukan saat usia kami 17 tahun”


Penjelasan dari Pria tanpa nama yang mengaku sebagai seorang sepupu, membuat Qariya jadi diam mencerna semuanya.


“Sudah tidak perlu dipikirkan, itu semua akan membuat kepala mu cepat memutih, jadi aku akan menjelaskannya. Diusia 17 tahun, Para Vampir akan mendapatkan pengakuan dari para penguasa yang sudah tiada. Dan dengan hal itulah, kami memiliki kemampuan untuk bisa bertahan lebih lama dibawah sinar matahari”


“Namun sayang, ada penerus Vampir yang tidak mendapatkan pengakuannya, dan mata merahnya akan selalu muncul dan sulit bertahan dipanasnya sinar matahari...Dan orang yang gagal mendapatkan pengakuan itu adalah Sepupuku, Shya Vir”


Kedutan alis menyadarkan Qariya, ia fokus mendengarkan penjelasan dari Pria yang menjelaskan tentang masalah Vampir padanya.


“Shya Vir?..pengakuan?”


Pria yang ada didepannya mengangguk dengan pelan. “Iya, maka dari itulah..ia tidak bisa membalas cintamu”


“Ci-Cintaku?”Qariya mendekatkan dirinya untuk memastikan keseriusan orang yang ada didepannya.


“Benar, Cintamu..Dia juga mencintaimu, hanya masalah pengakuan inilah yang membuatnya tidak berani menunjukkan rasa cinta dan perhatian kepadamu”


Dengan pelan Qariya mengusap wajahnya, perasaannya campur aduk sekarang. ada senang dan sedih. Padahal kedatangannya kesini untuk melupakan perkataan dari Shya Vir kepadanya. Tentang tidak ada balasan dari cinta yang ia rasakan. Sekarang Pria asing ini mengatakan hal yang sebaliknya.


“Siapa tahu dengan Kamu datang menjenguknya, Ia mungkin akan mendapatkan pengakuan dari para penguasa”


“Penguasa?..kapan ia akan..


“Pergilah dari SINI!!!”


Qariya menatap kearah Guar Luh yang datang dan menghadang Pria asing didepannya.


“Apa yang kamu lakukan?”Qariya dengan cepat menghadang Guar Luh yang menatap Pria Asing dengan mata yang bermusuhan.


“Tidak apa, Aku akan pergi. sepertinya Pria ini menyukaimu hingga ia tidak suka akan kedatanganku”ucapan Pria Asing itu membuat Qariya mengeleng, “Dia memang menyukaiku,tapi aku tidak menyukainya. Cintaku hanya kepada Shya Vir”


Pri asing yang mendengarnya tesenyum, “Baguslah, ku harap Sepupuku bahagia jika mendengar hal ini”


Pria asing itu pergi setelah berucap dengan kebahagiaan disetiap kalimatnya. Qariya merasa kesal pada Guar, ia menatap Pria pemilik rambut Abu-abu itu.


“Apa yang kamu lakukan hah?”Qariya sangat kesal dengan kesempatan yang didapat. Ia bisa tahu dimana tempat tinggal Shya Vir dan menolongnya.


“Jangan percaya dengan apa yang ia katakan. Semua yang keluar dari mulutnya itu tidaklah benar, kamu akan dalam bahaya jika percaya pada ucapannya.


“Jangan mengatur Nona Mudaku, dan menjauhlah darinya”Titi dengan cepat menghalangi Guar dan memanggil Bodyguard untuk mengusir Pria yang menganggu mereka.


“Dengarkan Aku, jangan mempercayainya!!”teriak Guar yang diseret untuk menjauh. Qariya dan Titi tidak mendengarkan ucapannya. mereka kembali fokus dengan kegiatan awal dari jadwal Qariya.