THE VAMPIRE IS MINE

THE VAMPIRE IS MINE
BAB 42: Besok Pengakuannya



Suara garpu dan pisau yang saling berbunyi menjadi tanda kebisuan diantara Qariya dengan Pria yang ada didepannya. Ia ingin mengatakan sesuatu namun tertahan untuk menghargai Pria yang sangat sopan.


Setelah Steak yang tersaji itu habis disantap, Qariya mengambil jus yang baru disediakan untuknya. Meneguk beberapa kali untuk menyegarkan tengorokkan, Qariya meletakkan gelas cantik dengan suara yang tenang.


“Hm!, Baik..sambil menunggu menu penutupnya, bagaimana kalau kita saling berbicara”


Senyum Qariyan tampak, mendengar perkataan Pria didepannya ia merasa lega. Karena, akhirnya mereka bisa membahas inti dari makan malam ini.


“Tentu, silahkan”Qariya memberikan luang untuk Pria yang mengajaknya Makan malam bersama, ia ingin Pria itu mengatakan semua tujuannya sebelum Ia menyampaikan keinginannya.


“Nona Qariya, Namaku Feji Paunda. Usia 23 tahun, seorang penerus perternakkan Paunda yang didirikan oleh para Kakek kami”


Perkenalan dari Feji kepada Qariya membuat ia mengingat tentang peternakkan yang terkenal di tiga kota besar. Bahkan kota malam pun menganggumi peternakkan dari keluarga Paunda. Dan tidak heran penghasilan mereka tidak terkira.


“Pantas Ayah sangat ingin Aku menemani Pria ini, ternyata orang yang sangat berjasa dalam keluarga”Benak Qariya.


Peternakkan keluarga Paunda memang berjasa bagi kerajaan terdahulu hingga sekarang, apa lagi daging dan susu yang setiap pagi Qariya minum itu berasal dari peternakkan mereka. dan jasa yang paling diingat adalah dukungan keluarga Paunda dalam setiap masalah yang dialami oleh mereka. itulah sebab ia disini sekarang.


“Nona Qariya, niat Feji sebenarnya ingin bertemu dengan anda, namun kemarin saat acara pesta. Anda tampak tidak ingin diganggu oleh siapapun, jadi Feji tidak berani bertemu. Dan maafkan Feji mengadakan makan malam tanpa bertanya langsung kepada Anda”


Qariya mengeleng, “Tidak apa-apa Feji”


Senyum diwajah Feji begitu tipis dengan lesung pipi kecil diwajahnya. Qariya menatap diam melihatnya, “Pria ini datang terlambat. Aku mengangguminya, namun tidak bisa mencintainya”benaknya.


“Ehem, begini Nona Muda. Feji memohon maaf sebelumnya, niat makan malam ini untuk mengatakan bahwa Feji mencintai Nona dan ingin menikahi Nona Muda, ah itu....Anda tidak perlu menjawab semuanya malam ini juga, anda bisa menyampaikan jawaban Anda saat sudah siap”


Qariya menahan hebusan nafasnya, ia merasa berat mengucapkan tujuan dan keputusannya. Namun ia tidak bisa menahan lagi, ini sudah menjadi kesempatan baginya dan terakhir kali menghadapi ini semua. Karena setelah ini ia akan mengejar cintanya dan mendapatkan Shya Vir orang yang ia cintai.


“Aku tidak akan bisa menahan keputusanku hingga diesok hari. Maafkan diriku. Tuan Feji, maaf aku tidak bisa menerima cinta dan keinginanmu untuk menikahiku. Alasan utamanya karena aku sudah jatuh cinta dengan orang lain, dan aku berharap dengan jawaban ku ini tidak menyakiti hatimu”


Mata Qariya menatap dengan teliti, ia mencari kesedihan dari Pria yang ada didepannya, karena ia ingin tahu apakah Pria ini akan menyimpan dendam atau perasaan marah mendengar jawabannya.


Namun Qariya melebarkan pandangannya melihat senyum manis terukir dibibir tipis dari Feji, “Ah, kalau memang Anda sudah memutuskan dengan keputusan yang luar biasa seperti ini, apakah Feji masih mendapat kesempatan untuk berteman dengan Anda Nona Muda?”


Qariya tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar ucapan dari Feji. Ia tidak menduga ada Pria baik seperti ini. Mau berteman setelah ia menolak cinta dan ajakkan menikah dari orang didepannya. Ini diluar dugaannya.


-


Makan makam berjalan dengan lancar, dan Qariya akhirnya mendapatkan teman baru yang ia sendiri tidak akan menduganya.


Lambaian tangan Qariya dengan begitu senang ia lakukan sambil memandang perginya mobil dari restorant.


Saat ini, ia menunggu Titi yang sedang ada keperluan sebentar, jadi ia berdiri tidak jauh dari Restorant tadi. Menunggu Titi menjemput dirinya, Qariya membuka minuman kaleng yang ia beli setelah memberangkatkan Feji.


“Aku tidak menduga ada pria seperti itu. apa mungkin akunya yang tidak tahu ada pria baik dikota ini?” Dengan senyum Qariya mengeleng kepalanya.


Mata Qariya menatap kearah seseorang yang melakang diseberang jalan. Ia menatap dengan teliti, melihat siapa orang yang ada disana.


“Pria itu, Sepupu Shya Vir bukan?”


Qariya menyeberang setelah memastikan mobil tidak sedang melewati jalanan. ia menghentikan langkahnya setelah berhasil tiba dengan aman.


“Tunggu!”


Pria yang ia panggil menolehkan kepalanya, dengan perasaan lega Qariya menghembuskan nafas panjangnya.


“Anda?, kekasih Shya Vir?”


Qariya mengangguk mendengar ucapan dari Sepupu Shya Vir, dan tanpa sadar wajahnya telah memerah.


“Ada apa?”tanya Sepupu Shya Vir dengan menghadap kearah Qariya.


“Ada yang ingin ku tanyakan, ini masalah pengakuan Shya Vir. Kapan pengakuan itu dilakukan?”tanya Qariya, ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Apa lagi ia tidak tahu kapan bisa bertemu dengan Pria didepannya.


“Ah tentang itu, Besok pengakuannya”


Qariya tersentak kaget mendengar jawaban dari Sepupu Shya Vir. Ia tidak menduga besok adalah hari pengakuan yang dipikirkan olehnya.


“Aku sedang memikirkan bagaimana kondisi Sepupuku itu. kamu tahu bukan, pengakuan ini adalah yang terakhir untuknya. Jika ia gagal, maka ia harus ditidurkan selamanya”


Degupan jantung Qariya berdetak dengan cepat. Pendengarnya memberikan respon langsung kepada perasaannya. Ia tentu tidak senang mendengar berita ini.


“Kenapa harus ditidurkan?..ia pasti menginginkan kehidupan bukan?”tanya Qariya.


Pria didepannya menjelaskan dengan nada sedih, “Memang semua menginginkan hal itu, namun hidupmu tidak akan berguna jika pengakuan tidak didapatkan. Ia akan menjadi Tuan muda cacat dalam sejarah Vampir”


“Maafkan Aku, Aku harus pergi. sudah saatnya kembali dan melakukan persiapan untuk besok. Permisi..”


“Tunggu!”Qariya menahan lengan pria didepannya. Namun entah kenapa telapak tangannya dilepas dengan paksa oleh Sepupu Shya Vir.


“Maafkan Aku, aku hanya kaget karena kamu menyentuhku”ucapnya dengan melindungi tangan yang tersentuh oleh Qariya.


Melihat hal itu membuat Qariya penasaran kenapa bisa Pria didepannya melepaskan tangannya dengan begitu cepat, tampak sekali ada kemarahan dari perilakunya.


“Ehm, Aku ingin bertanya, dimana tempat tinggal kalian?, aku akan menolong Shya Vir agar ia tidak di tidurkan”


Sepupu Shya Vir mengangguk dan memberikannya sebuah kertas. “Gunakan ini sebagai petunjukmu, kamu akan menemukan tempat kami”


Qariya ingin mengucapkan terimakasih kepada Sepupu Shya Vir, namun ucapannya tertahan ketika seseorang membalik tubuhnya dengan dadakkan.


“Apa yang kamu lakukan disini?”tanya Titi.


Qariya menoleh kearah dimana sepupu Shya Vir berdiri, “Dia menghilang?”benak Qariya.


“Aku bertanya kepadamu, apa yang kamu lakukan disini dan apa ini?”


Qariya menatap kertas ditangannya, kertas itu sudah terlipat sangat rapi.


“Ini..”