THE VAMPIRE IS MINE

THE VAMPIRE IS MINE
BAB 26: Guar Luh



Ciittt!!!


Mobil berhenti tempat dipemberhentian bus. Titi melangkah keluar dari mobil dan mengamati sekelilingnya.


“Jadi, menurut Kalian. Nona muda terlihat disini?”tanya Titi dengan memperhatikan jejak yang ada. ia melangkah mendekati spanduk, terlihat olehnya tebing dengan kedalaman yang lumayan untuk membunuh seseorang.


“Benar Titi, Kami mendapat informasi ini, saat seorang penjalan kaki yang sedang pulang kerumah. Ia melihat seorang wanita bersama orang lain yang berhenti disini”jelas seorang pengawal yang berada didekat Titi.


Titi diam memikirkan apa yang dijelaskan oleh pengawal kepada dirinya. “Apa ada lagi petunjuk selain itu?”tanya Titi.


Gelengan Pengawal menjadi jawaban untuk Titi, Titi tidak lagi meminta penjelasan lanjut. Karena ia tahu bahwa saat ini Qariya benar-benar pergi tanpa meninggalkan jejak.


“Kalian periksa disekitar sini”perintah Titi yang langsung dianggukkan oleh para pengawal. Mereka pergi mengerjakan apa yang diperintahkan.


Titi menatap kembali kearah jurang yang benar-benar menakutkan dimatanya. Jika salah injak saja, ia pasti akan langsung mengikuti malaikat maut tanpa perlu dijemput.


“Huh~, aku pikir Qariya tidak akan pergi seperti ini, yeah Qariya memang mengesankan”


Titi berguman dengan pelan, ia pun membalikkan tubuhnya dan berniat untuk ikut mencari jejak Nona Muda yang sangat mengemaskan itu.


Bruk!


“Ah!”


Mata Titi menatap dengan wajah mengerut, ia melihat kearah seseorang yang berada dibelakangnya. “Apa yang kamu...”


Belum selesai Titi berucap, ia langsung memundurkan tubuhnya dengan dadakkan, alhasil tubuhnya di tangkap oleh orang yang ada didepannya.


“Hai, gadis pelempar sepatu”


Suara orang didepannya bergema ditelinga Titi. Bahkan Titi tidak menyadari bahwa ia masih di peluk oleh orang didepannya. Hingga..


“Ehm, Gadis pelempar sepatu?”


Mendengar ucapan yang sama Titi kembali sadar. Ia dengan cepat menjauhkan diri, dan mengatur degupan jantungnya.


“Kamu, siapa di-dirimu?”tanya Titi dengan suara yang belum terlalu stabil. Karena kejadian ini baru pertama kali dialaminya. Dan lagi ia merasa jantungnya berdetak hebat seakan-akan ia berlari berkilo-kilo meter.


“Guar Luh..panggil saja Guar”


Pria yang ada didepan Titi berbicara dengan suara yang sangat ramah. Ia bahkan selalu tersenyum didepan Titi. Titi yang melihat ini merasakan hal aneh.


“Pria ini terlalu ramah”benak Titi.


“Apa kamu sedang mencari Gadis yang bersamamu waktu itu?”tanya Guar Luh.


Mendengar pertanyaan Guar, Titi menatap dengan pandangan serius. Titi tahu banyak para bangsawan yang menginginkan Qariya. karena mereka mudah jatuh cinta dalam pandangan pertama. Dan sayangnya Qariya tidak semudah itu jatuh cinta.


Namun berpikir kata jatuh cinta, Titi teringat apa yang dikatakan oleh Qariya.


“Titi, sepertinya Aku sudah jatuh cinta kepada seseorang”


Sampai sekarang Titi penasaran siapa yang membuat Qariya jatuh cinta dalam sekali pertemuan.


“Iya benar, Aku sedang mencarinya...Ah maafkan Aku”Titi sedikit membungkukkan tubuhnya, ia pun melanjutkan ucapan yang dihentikan olehnya. “Namaku Titi”


“Oh..Titi ya...oke Titi, orang yang kamu cari tepat berada disini”


Titi menatap dengan pandangan aneh, ia berpikir bagaimana bisa orang didepannya dengan santai mengatakan hal yang ia sendiri tidak memahaminya.


“Apa maksudmu?”tanya Titi dengan wajah bingungnya. Pria yang ada didepannya kembali berucap, “Gadis yang bersama denganmu, aku bisa mencium aromanya. Dan dirinya ada disini kemarin, mungkin ia saat ini ada disuatu tempat”


“Bukan Parfum, Gadis itu tidak mengunakan parfum ditubuhnya, tapi ia memiliki aroma khas yang ada ditubuhnya. Seperti bunga teratai dan sedikit aroma pohon cendana”


Titi menatap tajam kearah Pria yang ada didepannya. “Apa Kamu Ras Serigala?”


Sudah biasa di kota Aelius jika ada beberapa pengunjung dari 3 Ras. Hanya, sangat jarang bertemu dengan mereka. jika bertemu, mereka pasti akan menyamar menjadi manusia.


Dan Titi sebenarnya tidak mempermasalahkan siapa Pria didepannya ini. Hanya, ia mengingat kejadian dimana Ia telat menjemput Qariya. dan disaat itu, Qariya bertemu dengan pria yang ada didepannya ini.


Titi berharap Pria didepannya ini menjawab bahwa dirinya Ras Manusia. Agar ia tidak merasa waspada, namun siapa sangka, Pria didepannya ini malah mengangguk dengan senyum ramah tampil diwajahnya.


“Benar..Aku dari Ras Serigala”


Titi makin tidak bisa berkata-kata, karena Pria didepannya dengan terang-terangan menunjukkan wujud serigalanya. Kedua tangan kekar milik pria itu di tampilkan tepat didepan Titi.


“Berhenti, kembalilah kewujudmu yang semula”ucap Titi, ia mengusap wajahnya dengan perlahan. Ia sudah diberi pendidikkan yang tinggi sama seperti Qariya, ia juga diberi pendidikkan tentang 3 Ras, namun ia tidak pernah bertemu mereka secara langsung. dan sekarang didepannya, seorang pria yang merupakan keturunan Ras Serigala.


“Huh~.kenapa aku bisa bertemu hal-hal yang seperti ini”benak Titi.


-


Qariya mengusap dengan hati-hati. Tangannya dengan lembut membalutkan obat yang baru saja dibuat oleh Bi Ray.


Beberapa menit sebelumnya..


AGHHHHHHH!!!!!


Qariya yang menikmati sarapan pagi, langsung bergegas bangun dari duduknya. Ia membuka pintu kamar dengan dadakkan dan melihat Shya Vir yang menutupi wajahnya.


Mata Qariya menatap kearah jendela yang sinar mataharinya masuk kedalam kamar, dengan cepat ia menutup kamar tersebut dan mendudukkan Shya Vir yang menahan rasa sakit.


Qariya bingung untuk membantu Pria yang masih menahan rasa sakit. Karena yang ditutupi oleh Pria didepannya itu, adalah muka tampan yang membuat Qariya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dan disaat itu pula Bi Ray baru saja kembali untuk mengambil barang yang tertingal, melihat Qariya yang kebingungan, akhirnya Bi Ray membuatkan obat untuk meredahkan luka bakar yang terdapat di wajah Shya Vir.


“Gunakan obat ini nak, meski tidak cepat menyembuhkan, namun ini bagus untuk membantu menghilangkan bekas luka bakarnya juga. Oleskan ini dengan hati-hati”


Itulah yang disampaikan oleh Bi Ray yang kembali ke sawah. Qaiya harus berbohong kepada Bi Ray, alasan kenapa Shya Vir mengalami luka bakar. Ia juga yang menyuruh Bi Ray untuk kembali kesawah karena ia takut Bi Ray akan terkejut melihat Shya Vir yang memiliki mata merah.


Ugh!


“Ah, maafkan aku..aku akan berhati-hati”Qariya kembali mengoleskan obat-obatan yang dibuat oleh Bi Ray. Bau obat itu sangat menyengat, namun ternyata rasa panas yang terbakar bisa diredakan.


“Apa..masih ada yang terbakar juga?”tanya Qariya dengan hati-hati. Ia menatap kearah pria tampan yang menutup kedua matanya. Bagian sisi kanan wajah Pria tampan itu harus dibaluti dengan obat-obatan. Qariya jadi merasa kasihan melihatnya.


“Aku baik-baik saja..pergilah”


Mendengar ucapan dingin yang diberikan Shya Vir, karena menghela nafas, ia pun melangkah keluar dengan meninggalkan Shya Vir yang berbaring di kasur dalam ruangan gelap.


Saat Qariya ingin menutup pintu Kamar, ia mendengar suara perut yang minta diisi, matanya langsung menatap kearah Shya Vir yang masih diposisinya.


“Apa kamu lapar?”tanya Qariya dengan sangat pelan. Ia menatap Shya Vir yang memalingkan wajah darinya.


“Aku tidak lap..”


Krukkkkkkk!!!


“Aku akan mengambilkan makanan untukmu”ucap Qariya yang menutup pintu kamar dan meninggalkan Shya Vir, Qariya sendiri yakin bahwa Pria tampan itu pasti akan malu. Senyum tipis terukir dibibir Qariya dengan perasaan bahagianya.