
Bam!!!
Shya Vir menatap seseorang yang tengah memperhatikan lengannya. “Habis dari mana dirimu, Sepupu 1?”tanya Shya Vir, ia melangkah mendekati Sepupu 1 yang menatap tajam padanya.
“Tidak ada alasan untukku menjawab pertanyaan Sepupu”ucap Sepupu 1 setelah Shya Vir berdiri didepannya.
“Apa yang kamu lakukan, dan kenapa tanganmu terluka seperti itu?”Shya Vir tetap bertanya meski ia tidak mendapatkan jawaban dari orang didepannya.
Wajah cengir terpampang didepan Shya Vir, perasaan tidak enaknya semakin kuat melihat wajah jahil itu.
“Aku menikmati waktu luangku sebelum menjadi penerus kerajaan Vampir ini. Dengar Shya Vir, besok adalah hari terakhirmu. Pilihlah untuk tidur selamanya, karena bagaimana pun tidak ada pengakuan untukmu”
Alis Shya Vir berkedut mendengar ucapan dari Sepupunya. Ia akui besok adalah hari pengakuan untuknya. Dan jika ia tidak mendapatkan pengakuan itu, maka dua pilihan yang bisa ia ambil. Tidur untuk selamanya atau menjadi sampah dalam penerus keluarga.
“Hehe, Tidak perlu dipikirkan..aku sudah mengatakannya, pilihlah untuk tidur selamanya. Istirahatlah sepupu, hari sudah larut”
Shya Vir hanya menahan rasa kesal setelah Sepupu 1 melangkah melewati dirinya. Ia mengatur nafas untuk menenangkan perasaan kesal yang ada didalam diri.
“Sial!”
Dengan cepat Shya Vir membuka pintu dan membantingnya hingga suara itu mengema didalam Mansion.
Swuush!
Kabut hitam melesat melintasi hutan, terbang dibawah sinar bulan yang begitu terang menerang. Namun...
Bruk!!!
Cih, Shya Vir mengubah wujudnya dan melesatkan serangan dengan cepat.
Bam!
“Apa yang kamu lakukan GUAR LUH!” Shya Vir menghadang serangan yang diberikan oleh Guar Luh, Penerus Ras Serigala.
Batu besar terlempar tepat didepan Shya Vir, mata merahnya menyala menatap kearah Batu yang langsung hancur dalam sekali tatapannya.
“Apa yang...”Shya Vir menghadang tinjuan dari Guar luh yang separuh tubuhnya sudah penuh akan bulu yang lebat. Dengan taring yang tampak disela bibir, mata Guar Luh yang berwarna emas pudar menatap tajam padanya.
“Apa yang terjadi?”benak Shya Vir. Ia meningkatkan kekuatannya hingga menghempaskan Guar Luh.
Shya Vir menampakkan taringnya dengan mata merah menyala. Perasaan yang sudah tidak tenang itu, kini bertambah parah. Kedua sayapnya dengan cepat terbentang.
Suara khas Serigala terdengar ditelinga Shya Vir, ia menatap tajam kearah Guar Luh yang mulai melesat kearahnya.
Trang!
Sebuah kekuatan saling beradu dengan kecepatan yang luar biasa. Hanya cahaya dari benturan yang bisa dilihat, sedangkan gerakkannya sangat sulit untuk diperhatikan.
Hingga akhirnya, setelah berjalan waktu setengah jam. Shya Vir dan Guar Luh berhenti untuk bertarung. Mereka berdiri dengan saling berhadapan.
“Apa yang terjadi?, kenapa kamu menyerangku dengan dadakkan?”tanya Shya Vir yang melenyapkan kekuatannya. Ia menatap Guar Luh yang mengembalikan wujudnya.
“Aku kesal kepadamu, sangat kesal hingga ingin membunuhmu. Namun aku sadar, jika aku membunuhmu sebelum pelantikkanku sebagai Raja Serigala, maka aku mempermalukan Ras ku sendiri”
Shya Vir mengerutkan alisnya, ia menatap tajam kearah Guar Luh yang mengatur pernafasannya, “Seharusnya aku yang kesal, Diserang tiba-tiba tanpa alasan. Apa yang kamu inginkan?”
“Aku tidak tahu, apa hatimu sudah mati hingga kamu tidak merasakan apa-apa?, tidak merasakan tindakkan yang mencurigakan dari Sepupumu sendiri”
Perasaan tidak enak dibenak Shya Vir, semakin menguncangnya. Ia mendekat kearah Guar Luh, “Apa maksudmu dengan sepupuku?”
“Shya Vir!, Gadis yang mencintamu telah diperdaya olehnya. Ia bahkan mempercayai apa yang dikatakan sepupumu, apa kamu tega membuatnya menderita?”
Ketidak enakkan Shya Vir diganti dengan rasa bahagia yang membuatnya tertawa bebas hingga Guar Luh mengerutkan alisnya.
“Apa ucapanku lucu?”
Mata merah milik Shya Vir menatap dengan tajam, “Hehehe, Guar Luh! Apa kamu telah lupa. Perjanjian tiga ras mengatakan bahwa tidak ada kaitan lagi untuk saling menegurkan, karena kita sudah berpisah. Dan kamu?, Ras Serigala penerus kerajaan telah menegurku? Hahahahahahaha”
Shya Vir menatap Guar Luh yang terdiam setelah ucapannya, “Aku, Ras Vampir! Tentu tidak akan memperdulikan ucapan dan nasihatmu. Bagaimana pun tidak ada lagi kepercayaan dalam tiga ras. Jadi kenapa kamu mengkhawatirkanku?, bahkan masalah cintaku?. Dengar, Jika Gadis manja itu masih berniat untuk mencintaiku, terserah padanya. Karena, bagaimana pun tidak akan ada cinta sejati diantara kami. Seperti sejarah yang mengatakan, akan ada perperangan hebat entah siapa yang memulainya”
Guar Luh yang ada didepan Shya Vir, mengelengkan kepala sambil menutup matanya.
“Luar biasa Shya Vir!, aku baru sadar akan hal ini. Kamu tahu, gadis yang kamu bilang manja itu, membelamu hingga matanya tidak melirik yang lain. ia sadar jika ia mencintamu maka semua akan hancur untuknya namun ia tetap mencintaimu”
“Aku sudah mengatakan, Aku tidak perduli dengan apa yang kamu katakan”
“AKU MENGATAKAN YANG SEBENARNYA, ingatlah akan ada saatnya hatimu yang sakit melihat ia menderita. Bahkan lebih menderita dari pada sebuah pengakuan!. Baiklah Shya Vir, ku akui kita hanya seorang musuh yang saling bertemu tanpa ada status teman didalamnya. Jadi kehadiranku disini untuk terakhir kalinya menganggapmu teman, karena besok Aku akan mengantikan posisi Ayahku, dan Ras Vampirlah yang akan ku musnahkan dari muka bumi ini”
“KAMU!!!!”
Swuusshhhhh!!!
Guar Luh menghilang dari hadapan Shya Vir yang menutup mata dengan mengatur perasaannya.
“Apa yang gadis manja itu lakukan?”
-
Qariya menatap Titi yang diam didepannya. Malam ini sebelum esok tiba. Qariya dengan ketetapan hati menyampaikan apa yang ada dipikirannya dan rencana yang sudah ia siapkan. Ia merasa Titi harus tahu apa yang sedang ia pikirkan, karena bagaimana pun Titi yang akan menghadapi hukuman jika ia bertindak.
“Aku..”
Qariya cemas akan keputusan yang Titi berikan kepadanya. Ia takut Titi menolak dan memilih untuk memberitahu Ayahnya. Jika itu terjadi, ia tidak akan tahu seperti apa nanti.
“Maaf Qariya, Aku tidak bisa menjawabnya sekarang”
Mendengar ucapan Titi membuat perasaan cemas Qariya semakin kuat. Ia pun bangun dari duduknya untuk mengantar Titi keambang pintu.
“Istirahatlah, Aku akan memikirkan semua ini. Maafkan aku”
Qariya hanya bisa mengangguk untuk menjawab ucapan Titi dan menatap pungung Titi yang pergi meninggalkan kamarnya.
“Apa Titi akan menyetujui keinginanku?”benak Qariya.
Bam!!!!
Qariya melangkah menuju kemeja belajar, Ada selembar kertas yang didapat olehnya. Perlahan dibukalah lipatan kertas itu, ada denah yang diukir dengan sangat teliti bahkan Qariya bisa mengingat jalur mana yang bisa ia lewati.
“Aku akan pergi, bahkan jika harus dihadang sekalipun. Aku harus menyelamatkan Shya Vir dan membantunya untuk menghadapi pengakuan”