
“Apa kalian yakin dengan keputusan ini?” bertanya seorang pria tua yang duduk diantara dua Pria lain.
Mereka duduk dikursi dengan meja bundar ditengah. Tentu, ada perbedaan dari tiga orang yang sedang duduk bersama.
Seorang yang bertanya berwujud manusia. Sedangkan dua yang lainnnya, berwujud Serigala dan Vampir. Dan masing-masing dari mereka berjabatan sebagai Pemimpin.
“Tenang saja! Tidak perlu berpikir hal yang membuatmu ragu. Menurutku, dengan memberikan separuh kekuatanku pada dirimu bisa berguna untuk masa depan kita.” Jelas Pemimpin Serigala dengan keyakinannya.
Pemimpin Vampir menganggukkan kepalanya. “Aku pun setuju. Lagi pula tidak akan ada perkelahian dikedepannya.”
Sebuah harapan tampak didepan mata Pemimpin Manusia. Ia dengan gagah menganggukkan kepala. “Baiklah, jika memang seperti itu. aku akan menerima kekuatan yang kalian berikan.”
Hari terus berlalu, keputusan yang diambil akan di laksanakan pada tengah malam. Tepat malam purnama yang dinanti oleh Ras Vampir dan Ras Serigala.
Disebuah bukit yang sangat diterangi oleh sinar rembulan. Ada banyak orang-orang berkumpul untuk menyaksikan kekuasaan yang akan menjadi tanda perdamaian para Tiga Ras.
Para Pemimpin saling menatap satu dengan yang lain. mereka melihat cahaya bulan yang mulai memerah, tanda purnama akan segera dimulai.
Maka disaat itulah, Ras Manusia saling berjabat tangan. Ras Serigala yang mengaung dengan suara khas mereka, dan Ras Vampir yang melesatkan kekuataan untuk Pemimpin Mereka.
Saat Bulan sudah sepenuhnya memasuki Purnama, kekuatan dari dua Ras mengalir dalam sebuah mangkuk yang berisikan Darah Ras Vampir dan sebelah mata dari Ras Serigala.
Pemimpin Ras Manusia dipersilahkan untuk meminum sari dari dua hal itu. tentu saja ada rasa menjijikkan untuk meminumnya. Tetapi, Pemimpin Manusia ingin sebuah kedamaian untuk masa depan mereka.
Mangkuk itu pun diangkat dengan perlahan oleh Pemimpin Manusia. Diarahkan tepi mangkuk pada bibir Pemimpin, perlahan dan terasa sari yang mengalir didalam tengorokkan Pemimpin.
Rasa panas ditubuh Pemimpin begitu mengerikan. Alam yang tenang, seketika berubah menjadi begitu menakutkan. Angin sepoi-sepoi yang biasa menjadi pendingin mereka, kini berubah menjadi hembusan angin dengan kekuatan luar biasa, hingga pohon pun tumbang karena kehadirannya.Awan yang semula baik-baik saja berubah menjadi hitam dengan kilatan kecil disekitarnya.
Semua yang melihat hal itu langsung berlari ketakutan. “Tenanglah semuanya!” ucap Pemimpin Serigala. Sekali kata yang keluar dimulutnya, maka suara itu akan terdengar dengan jelas. Karena suara Pemimpin Serigala seperti aungannya, begitu kuat dan sangat keras.
Semua yang mendengarnya, bahkan jarak yang begitu jauh langsung terdiam ditempat. Dan perlahan semua kembali ketempat masing-masing.
Pemimpin yang berada dibukit saling menatap kearah Pemimpin Manusia yang kini menatap mereka.
“Bagaimana rasanya? Apakah kamu merasa ada yang salah?” Tanya Pemimpin Vampir dengan mata merah yang menyala sempurna.
Pemimpin Serigala yang sudah kehilangan mata kanannya, tersenyum dengan kekehan kecil. “Apakah Kamu takut dengan apa yang kamu dapatkan?”
Pemimpin Manusia menundukkan pandanganya. “Apa yang kalian berikan, akan diturunkan kepada keturunanku.”
“Tidak, Pemimpin Manusia. Kamu tahu bukan, bahwa para Ras mu memiliki beberapa keegosian mereka. dan akan mustahil untuk menyatukan Para Ras. Jadi apa yang kamu dapatkan ini, hanya akan diturunkan pada orang yang tepat.” Pemimpin Serigala menuntun Pemimpin Manusia untuk mengangkat kepalanya.
“Aku setuju. Pemimpin Manusia, hanya kalian yang bisa dipercaya namun tidak semua bisa kamu turunkan. Darah yang ku berikan kepadamu, akan tetap menjadi darahku. Dan dengan persetujuanku, barulah Darah itu akan menurun padanya. Jika tidak, maka jangan berharap terlalu besar.” Pemimpin Vampir mendekat dan memberikan kursi yang dibawa oleh pengawalnya.
“Tentu keturunan kami akan mengincar apa yang kami berikan kepadamu. Jadi buatlah para Keturunan kami menjadi baik dan hidup damai. Itulah yang menjadi tujuan kami memberikanmu mataku ...” Pemimpin Serigala menatap Pemimpin Vampir yang menganggukkan kepala.
Pemimpin Manusia menganggukkan kepala dengan keteguhan hatinya. Ia berjanji akan mengunakan kemampuan ini dengan baik. Mendamaikan tiga ras yang ada hingga akhir hayatnya.
Namun, diketurunan selanjutnya. Ada empat Pria yang berhasil mendapatkan dua kekuatan yang sama. namun gagal menyatukan Tiga Ras. Dan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah memperkuat perjanjian.
- Tidak ada Ras yang diizinkan mencintai Ras selain Ras mereka-
- Ras Manusia dilarang mengunjungi wilayah Ras Vampir dan Ras Serigala-
Dua hal itu menjadi janji besar yang sangat ditetapkah oleh empat Pria penerus kekuatan. Dan sayangnya keserakahan menjadi dampak pada penerus selanjutnya.
Qariya memandang jelas kearah Shya Vir yang ada didepannya. Tidak jauh dari tempat ia terbang sekarang. ia baru saja melihat masa lalu yang sangat lama. Dan lagi hal yang kini jelas untuknya.
Benar, Qariya mendapatkan pengakuan dari para leluhur. Dan tugasnya adalah menyatukan para Ras yang sudah saling terpecah belah. Perkara kekuatan dan kesalahan dari para leluhur, mereka menjadi dampak dari semua itu.
Mata emas Qariya begitu jelas melihat bahwa ada pasukkan lain yang datang mendekat kearah mereka. bukan hanya itu, Sang Ayah dan Ibu yang masih melesatkan senjata dan Ras Vampir juga tidak tinggal diam.
“Kakek dari Kakekku, apa yang sebenarnya terjadi hingga kalian melakukan hal seperti ini?” tanya Qariya. dibelakangnya ada tiga orang leluhur dari Tiga Ras.
Mendengar pertanyaan yang ia ajukkan, Qariya melihat tiga leluhur berdiri didepannya.
“Kami tahu bahwa akan seperti ini jadinya. Qariya, satukanlah mereka kembali. Mungkin, kamulah yang bisa menyatukan semuanya.”
“Benar, jangan ragu wahai gadis cantik. Apapun yang terjadi, penerusku itu akan melindungimu.”
Qariya menatap kearah Penerus yang dimaksud oleh Ras Vampir. Ia melihat Shya Vir terpental karena berusaha mendekatinya.
“Hei kamu ini. Qariya, apa yang ku berikan kepadamu. Semua penerusku ingin merebutnya, jadi usahakan untuk kamu bertindak lebih dahulu. karena bagaimana pun, Ras Serigala akan sempurna jika matamu dimakan oleh mereka.”
Qariya diam mendengar penjelasan yang luar biasa, otaknya seketika berhenti bekerja. Ia bingung bagaimana cara menyatukan semua yang ada. sedangkan dirinya saja tidak bisa menghentikan peperangan yang terjadi.
Tiga leluhur yang ada didepannya, seketika mendekat dan memberikan sebuah usapan lembut dikepala. Lalu mereka menghilang dengan hembusan angin yang begitu kuat.
Usapan itu berhasil memberikan sebuah semangat untuknya. Qariya menatap semua orang yang masing bertempur. “SEMUA, DENGARLAH APA YANG INGIN KU SAMPAIKAN. HENTIKAN PEPERANGAN INI!”
Suara Qariya bergema hingga semua yang mendengar berhenti seperti apa yang ia ucapkan. Dengan melihat, ia berhasil menarik perhatian yang lainnya, Qariya tersenyum.
“Baiklah, Semua-...”
Belum selesai Qariya berbicara. Sebuah anak panah melesat melewati pipinya, seketika itu juga darah segar mengalir dengan aroma harum yang membuat Ras Vampir lapar seketika.
“Kamu!”