THE VAMPIRE IS MINE

THE VAMPIRE IS MINE
BAB 36: Festival Lampion



Tap!


Qariya menghirup aroma yang ada didepannya. Sebuah gerbang masuk menuju ke festival lampion di Kota Aelius. Ia juga melihat sekelilingnya dimana orang-orang mengantri untuk masuk kedalam.


“Titi, bisa kamu lebih cepat, aku sangat ingin masuk sekarang”ucap Qariya memandang kearah Titi yang berbicara dengan Supir mereka.


“Iya sabarlah”


Qariya tidak memperdulikan jawaban dari Titi, ia mengantri dengan cepat agar tidak lama menunggu gilirannya.


“Astaga, Qariya”


Titi menarik tubuh Qariya keluar dari antrian, membuat Qariya menatap bingung dengan tindakkan Titi.


“Titi, apa yang kamu lakukan?...Aku hampir mendapatkan tiket masuknya?”ucap Qariya.


Titi yang ada didepannya menghela nafas, Titi juga menunjukkan tiket masuk dengan warna gold ditangannya. “Tuan Besar sudah menyiapkannya, jadi jangan mengantri”ucap Titi.


Qariya hanya bisa tersenyum dengan deretan gigi putihnya. Ia mengambil tiket itu lalu melangkah bersama Titi untuk masuk kedalam Festival Lampion.


“Selamat datang, Tiketnya?”tanya Seorang penjaga stan masuk. Qariya menyerahkan Tiketnya dengan cepat. Dan Penjaga itu langsung kaget setelah melihatnya.


“Malam Nona Muda”sapanya.Qariya dengan elegan mengangguk membalas sapaan dari Penjaga.


“Saya akan menjelaskan, karena Anda berkunjung untuk pertama kalinya. Ini ada Masquerade* untuk anda. Semua pelanggan VVIP wajib mengunakan ini”ucap Penjaga yang memberikan dirinya sebuah Topeng mata.


*Topeng mata


“Apakah perlu mengunakan ini?”tanya Qariya kepada Titi disampingnya. Ia melihat Titi sudah terlebih dahulu mengunakan Masqueradenya.


“Harus”


Jawaban Titi sangat penuh akan kewajiban. Qariya hanya mengangguk dan mengunakan Masquerade Hitam dengan hiasan sederhana, dan sebuah helai sayap dari Merak terselip disisi kanan.


“Silahkan masuk”ucap Penjaga itu dengan ramah. Qariya melangkah masuk dengan Titi menuntun jalannya.


Mata Qariya seketika bersinar terang, ia melihat banyak sekali lampion kecil di pasang dengan sangat rapi. Lalu penghiasan lainnya yang sangat memanjakan mata. Tidak lupa dengan stan makanan yang membuat perutmu lapar, ketika mencium aromanya.


“Qariya, ada beberapa permainan disini..apa kamu ingin mencobanya?”tanya Titi.


Qariya menatap Titi dengan cepat dan mengangguk setelah mendengar pertanyaan Titi.


“Oke, kita akan memainkan beberapa permainan”ucap Titi.


Mereka pun menghabiskan waktu bermain sebelum acara puncak di adakan. Banyak permainan yang membuat Qariya senang. Lempar bola, memanah dan terakhir mendirikan botol dengan pancingan. Ini sangat menyenangkan bagi Qariya.


“Titi, apa aku bisa bermain lagi?”tanya Qariya setelah menghadapi permainan dari Festival Lampion. Saat ia masih kecil, ia hanya penyusup tanpa uang. Bagaimana pun ia kabur dari Mansion, jadi ia tidak mungkin membawa uang bukan?.


Saat kecil ia hanya bisa melihat apa yang dimainkan orang-orang. Sekarang ia yang ikut bermain. Tentu saja hasil permainannya memuaskan, karena ia memenangkan semua permainan.


“Apa kamu tidak lapar Qariya?. kita sudah banyak bermain jadi lebih baik untuk mengisi perut dulu, dan tak lama lagi acara puncknya akan tiba”


Qariya menatap kearah stan-stan makanan yang sangat ramai dikunjungi orang-orang. Ia akhirnya merasa lapar setelah melihat makanan.


“Oke, kalau begitu aku ikut”


Keduanya menuju kesalah satu Stan yang menjual makanan berat. Ada ayam bakar dengan nasi yang cukup untuk mengenyangkan mereka.


Setelah mengisi perut, Qariya dibawa oleh Titi menuju kearah kursi. Kursi penonton, dimana orang-orang akan menyaksikan penerbangan Lampion.


“Apa antriannya sangat panjang?”tanya Qariya, sudah lumayan lama ia berdiri dibelakang Titi.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi didepan, namun bersabarlah”jelas Titi kepadanya. Qariya hanya bisa mengangguk pasrah.


“Hm, Titi..Apa yang mereka lakukan?..maksudku bukannya para pekerja yang menerbangkan Lampion?”bisik Qariya.


“Oh itu...tidak, Kamu salah Qariya. Lampion yang diterbangkan ini boleh diterbangkan oleh siapa saja..”


“Jadi,Apa lagi...Ayo kita terbangkan Lampionnya, aku juga ingin merasakannya”Qariya memotong ucapan Titi dengan cepat. Matanya menatap kearah kumpulan orang-orang yang mengelilingi sebuah kolam kecil.


Kolam itu dihias dengan bunga teratai yang sangat cantik. Lalu ada candle light yang terapung diatas air. Sangat disayangkan tidak bisa masuk barisan disana.


“Kita tidak bisa masuk”


“kenapa?”


“Festival Lampion ini juga berguna untuk para pasangan yang sedang memadu kasih atau yang sudah menikah. Bisa dibilang penerbangan Lampion ini khusus untuk orang yang sudah punya pasangannya. Kamu ingin masuk kesana dengan siapa?”


Penjelasan Titi membuat Qariya terkejut mendengarnya, ia baru tahu ada hal yang seperti itu.


“Lalu, bagaimana dengan para remaja?”tanya Qariya.


Titi kembali menjelaskan kepadanya, “Untuk para Remaja biasanya akan diadakan pada siang hari. Agar lebih mudah dipahami, lampion yang kita akan saksikan ini. Bagi para pasangan yang menerbangkannya akan diberi hubungan yang baik hingga akhir hayat mereka. lalu untuk remaja yang menerbangkan disiang hari akan di beri kesuksesan secerah cahaya matahari. Dan yang paling penting, semakin tinggi lampion kita terbang, semakin sempurna juga harapan kita”


Penjelasan Titi yang sangat panjang itu membuat Qariya berbenak, “Seandainya Shya Vir disini”


Asik akan jalan pikir sendiri, Qariya terkejut dengan segerombolan orang-orang yang mendorongnya. Ia dengan panik mencari keberadaan Titi.


“Titi!...Titi?”


Greb!


“Oke, Anda berpasangan kan?..ini Lampionnya, dan Lilinya ada disana. Cepat bergegas masuk dan menyalakan bersama, semakin cepat semakin baik untuk kalian”ucap Petugas yang memberikan Qariya sebuah lampion berwarna putih dengan hiasan didalamnya.


Ia didorong masuk bersamaan dengan Seorang Pria yang menjadi pasangannya.


“Ini?”Guman Qariya dengan menatap lampion dan pergelangan tangannya. Saat ia didorong masuk, mereka diberi sebuah benang merah yang diikat pada pergelangan tangan. entah untuk tujuan apa.


“Semua yang sudah memegang lampionnya, dipersilahkan untuk merakit lampion dan nyalakan lilin agar Lampion bisa terbang dengan sangat lama”seorang Petugas memberikan contoh dengan baik kepada orang-orang.


Dan dikerumunan orang itu, Ada Qariya yang berpasangan dengan seorang Pria. Qariya tidak berani memandang Pria yang menjadi pasangannya. Namun ia juga merasa tidak enak berpasangan dengan orang yang bukan dicintainya.


Seperti apa yang disampaikan, akhirnya seluruh pasangan memegang lampion yang siap diterbangkan.


Qariya menatap lampion didepannya, ukiran lampion itu sangat sederhana, namun dilihat begitu cantik dan elegan.


“Baik semuanya, dalam hitungan mundur, silahkan lepaskan lampion kalian”


“Tiga!”


“Dua!”


“Satu!”


Semua lampion pun dilepaskan oleh mereka, begitu juga dengan Qariya yang ikut melepaskan lampionnya.


Mata Qariya menatap arah terbangnya lampion yang entah bagaimana bisa lebih tinggi dan lebih cepat dari orang-orang. Seakan-akan ada angin yang menuntun lampion itu.


Melihat Lampionnya terbang dengan sangat baik dan menawan, Ia melihat pria yang menjadi pasangannya. Mereka berdua sama-sama mengunakan Masquerade, namun mata Qariya tidak kan salah melihat orang yang dikenalinya.


Mata merah dibalik topeng hitam didepannya adalah milik, “Shya Vir!!!”


Swuush!!!!