
Swusssh!!!
Lompatan demi lompatan pun dilakukan oleh Shya Vir, ia telah keluar dari kawasan Kota Aelius. Setelah lompatan terakhir dilakukan, ia mendarat dengan perlahan.
Huh~
Mata Shya Vir melirik kearah belakang, “Kenapa kamu mengejarku kesini Guar Luh?”pertanyaan yang keluar dari mulutnya, membuat Pria yang ada dibelakang terkekeh pelan.
“Aku hanya ingin melihat seorang pria yang telah jatuh cinta”jawab Guar Luh dengan nada yang penuh rasa penasaran.
“Siapa pria yang kamu sebut itu?, jika diriku yang kamu ucapkan, maka kamu salah. Aku tidak sedang jatuh cinta kepada siapapun, dan tidak akan pernah”
Shya Vir menatap Guar Luh yang mengeleng beberapa kali, lalu menatapnya.
“Aku juga jatuh cinta kepada gadis yang kamu cintai itu, kamu ingat pertarungan kita dihutan, gadis itu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama”
Guar Luh berbicara sambil tersenyum didepan Shya Vir. Melihat senyuman yang tampak sangat tulus itu, membuat mata merah Shya Vir menyala. Ia merasa Guar Luh sedang memancingnya.
“Maksudmu?”tanya Shya Vir dengan wajahnya yang mendekat kearah Pria serigala didepannya.
“Hehe, lihat kamu marah bukan?..Apa masih belum mengerti akan situasimu?”
Kerutan alis Shya Vir berkedut. Ia menatap tajam pada Guar Luh yang semakin tersenyum puas karena nya.
“Dengar Shya Vir, aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Dan semua keputusan itu ada ditanganmu”
Guar Luh melanjutkan perkataan yang terputus, setelah melihat bahwa dirinya diam tidak mengatakan apa-apa.
“Aku datang kefestival dan masuk kedalam, menemui gadis yang mencintaimu itu, sungguh beruntungnya dirimu mendapatkan Gadis itu. aku saja mencintainya..tapi kamu malah tidak mencintai gadis yang mencintaimu”
“Cukup! Katakan apa yang ingin kamu katakan”Shya Vir menatap serius dengan perasaan yang aneh didalam benaknya.
“Oke baiklah, aku hanya ingin mengatakan bahwa seseorang dari orang terdekatmu sedang mengincar gadis itu. aku tidak sengaja melihatnya, ia datang dengan berbincang singkat dan meninggalkan Gadis yang tidak mengetahui apa-apa. Kamu tahu sendiri bukan, bahwa Ras Vampir tidak akan bisa mengunakan Soflen untuk menutupi mata merah mereka. namun bagaimana jika Ras Vampir yang sudah mendapat pengakuan dari para Penguasa?”
“Tidak mungkin?”Shya Vir memikirkan siapa orang yang menganggu dirinya. Apa lagi sampai menganggu manusia.
“Aku mengatakan ini karena merasa kamu mencintainya, keturunan Manusia. Meski kita sudah terikat dalam perjanjian, tetap saja rasa haus akan cinta akan membuat gadis itu masuk dalam jebakkan dari Pria yang ia jumpai. Saranku, berhati-hatilah”
“Apa tujuanmu mengatakan ini semua kepadaku, bukankah kita sama. kita tidak boleh saling menganggu bukan?”Shya Vir mengingat janji dimana Tiga Ras dilarang menganggu Ras lain, karena hal itu bisa menimbulkan perang besar yang tidak bisa dihindari.
Guar yang ada didepannya tersenyum dengan masam, lalu menatap ia kembali.
“Sebenarnya aku ingin mencintai gadis itu, apa lagi aroma ditubuhnya, dan satu hal yang pasti. Aku merasa ada sesuatu yang spesial darinya. Sayangnya dia hanya manusia biasa meski statusnya anak bangsawan keturunan Raja. Sangat disayangkan..”
“Dan kamu tahu, akan tiba saatnya apa yang kita tunggu akan hadir. Saat itu tiba, akan ku ambil apa yang sudah menjadi milik kami”
Shya Vir mengerutkan alisnya, ia mengetahui bahwa pembicaraan mereka sudah mengarah pada rahasia dari tiga ras.
“Apa kamu membicarakan tentang Mata Emas?”tanya Shya Vir yang dianggukkan oleh Guar Luh.
“Yeah, aku sudah merasakan keberadaannya, mata itu seakan-akan melumpuhkan segala kekuatanku. Jika aku bisa mendapatkannya, aku akan menjadi Raja Serigala yang tidak akan ada tandingannya”
Shya Vir diam mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Guar luh. Mereka berdua adalah penerus dari Ras Vampir dan Serigala. Tentu saja Mata Emas ini akan menjadi kekuatan besar yang menghancurkan Ras lainnya. Namun keberadaannya tidak pernah diketahui.
AUUU!!!!
Swussshh
Angin berhembus dengan cepat menerpa wajah Shya Vir. Ia menatap kearah tangannya yang dimana masih ada sisa benang merah yang tersangkut disana.
“Sial, Kenapa dia lagi dan lagi..dan ada apa denganku, kenapa hatiku tidak tenang mendengarnya”
Shya Vir melompatkan diri dan mengubah wujudnya menjadi gumpalan asap. Terbang dengan cepat membawa perasaan aneh didalam dirinya.
-
Didalam mobil yang masih melaju dengan kecepatan sedang. Qariya menatap kearah Titi dengan wajah kagetnya. Kaget karena mendengar apa yang Titi ucapkan.
“Titi?, Apa itu benar?..katakan kepadaku siapa yang membuatmu jatuh cinta?”Qariya menguncang tubuh Titi yang ada disampingnya.
“Ugh!, tenang Qariya..bagaimana bisa, aku menjelaskan, ugh! Jika kamu menguncangku”
Qariya dengan cepat menghentikan guncangannya dan menatap serius wajah Titi. “Maafkan Aku”ucapnya setelah Titi mengatur diri karena pusing yang dirasakan.
“Ehem, Oke..sebenarnya aku tidak yakin akan hal ini. Apa lagi hanya dua kali pertemuan yang kami lakukan”
Mendengar kata ‘dua kali’, Qariya menunjuk dirinya, “Hei..Aku bertemu dengan orang yang ku cintai hanya dalam sekali pertemuan, yeah meski kami bertemu tanpa sengaja dilain hari”
Qariya sengaja mengunakan panggilan lain agar tidak ada yang tahu siapa yang ia sukai, kecuali Titi yang sudah mengetahui segalanya. Ia tidak akan bisa memberitahu orang tuanya jika sampai orang yang ia sukai diketahui oleh sang Ayah. Itu akan sangat bahaya.
“Itu kamu, kan ini kisahku”ucap Titi dengan nada kesal yang membuat Qariya tercengir mendengarnya.
“Lalu, bagaimana perasaanmu?”Qariya bertanya sambil mendekatkan diri. Ia tidak ingin Jawaban Titi tidak didengar olehnya.
“Hm, aku tidak tahu. Aku memang merasa berdetak hebat saat jantung ini dekat dengannya. Namun rasa detakkan itu kembali normal. Dan digantikan perasaan gelisah”
“Gelisah?”
“Hm, entah gelisah karena apa.. tapi aku merasa ini bukan karena aku jatuh cinta. Mungkin karena aku kagum padanya”
“Lalu siapa yang membuatmu kagum Titi?”
“Pria yang kita temui saat aku membawamu pergi”
“HAH?”
Dengan mata yang penuh keterkejutan itu, Qariya diam sejenak mencerna apa yang dikatakan Titi kepadanya. Ia masih merasa tidak percaya dengan yang terjadi. Karena orang yang mereka temui terakhir kali adalah Pria serigala.
“Bagaimana kamu bisa merasakan itu, maksudku perasaan yang kamu rasakan?”
Qariya menatap Titi yang menghela nafas mendengar pertanyaannya. “Saat ia menolongku yang hampir terjatuh dari jurang, jantungku berdebar dari debaran biasanya”
“Ku rasa, kamu jatuh cinta Titi”kesimpulan Qariya dengan wajah ibanya.