The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: good night



"Bagimana, sudah asik bermainnya?" Tanya bibi Yeri sambil tersenyum. Kini mereka sudah kembali ke tempat awal, dimana ada beberapa rak buku besar yang berada dia sekitar mereka.


Mereka hanya tersenyum canggung saja lalu menggaruk.


"Dasar anak muda"


"Bukankah kalian seumuran? Apakah kalian satu sekolah?" Tanya bibi Yeri lagi.


"Iya, kami satu sekolah. Sebelumnya kami sudah melihat mereka" Jawab Namjoon melirik keempat gadis tersebut sambil tersenyum tipis.


"Benarkah? Wah... Luar biasa. Kalau begitu kalian akan semakin dekat" Tambah bibi Yeri merespon. Keempat gadis hanya tersenyum kaku. Jujur mereka bingung harus merespon bagaimana.


"Tentu saja" Kata Hoseok ceria.


"Bagaimana kita makan malam bersama?" Tanya bibi Yeri menawarkan.


"Ayo!. Aku sudah lapar" Kata Jimin mengusap perutnya.


"Kau masak apa bibi?" Tanya Seokjin.


"Rahasia" Kata bibi Yeri tak mau memberitahu.


"Ayo, kita ke ruang makan!" Ajak bibi Yeri kepada Marissa dan teman-temannya. Tapi Marissa menggeleng pelan.


"Terima kasih, bibi. Tapi ini sudah malam dan besok sekolah, kami harus pulang" Kata Marissa menolak secara halus. Anak bangtan menatap kecewa keempat gadis tersebut.


Oh ayolah, sekali saja kita makan bersama.


Batin Taehyung berharap dapat makan bersama.


"Baiklah, nak. Kau benar, ini sudah malam. Sebaiknya kalian pulang karna besok sekolah" Kata bibi Yeri yang diangguki oleh Salsa dan teman-temannya.


"Taehyung?" Panggil bibi Yeri kepada Taehyung.


"Ya?"


"Antarkan mereka pulang" Titah bibi Yeri yang langsung di angguki oleh Taehyung.


"Tidak perlu bi. Kami bisa pulang sendiri, apartemen kami ada di sekitar sini" Kata Marissa tak mau menyusahkan. Bibi Yeri mengelus kepala Marissa sambil tersenyum.


"Kalian seorang gadis, nak. Tidak baik pulang di tengah malam seperti ini. Apalagi jalanan sudah sangat sepi, jadi biarkanย Taehyung mengantar kalian" Jelas bibi Yeri memberitahu. Mau tidak mau Marissa menerimanya.


"Terima kasih, bi" Bibi Yeri mengangguk.


"Jangan lupa untuk sering datang kesini ya?" Salsa, Aulia, Putri mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah, Taehyung. Antar mereka" Taehyung mengangguk patuh lalu melirik Marissa untuk mengikutinya dari belakang, bersama Salsa, Aulia, dan putri.


"Sekali lagi Terima kasih, bibi Yeri" Kata Aulia membungkukkan badan diikuti yang lain.


"Iya, hati hati" Mereka pun keluar dari perpustakaan bibi Yeri dan masuk kedalam mobil milik anak bangtan. Namun, Marissa berhenti di depan mobil sambil memperhatikan benda tersebut dengan kening yang mengkerut.


Kayak pernah liat nih mobil...


Batin Marissa.


Taehyung menatap Marissa yang belum masuk mobil, sedangkan teman-temannya sudah duduk di bagian belakang. Taehyung menghampiri Marissa.


"Kenapa?" Tanya Taehyung menatap Marissa.


"Gapapa" Kata Marissa berbohong.


Taehyung tersenyum sekilas.


"Yaudah, ayo" Taehyung membukakan pintu untuk Marissa. Gadis itu hanya menurut masuk kedalam mobil dan duduk di samping Taehyung yang duduk di kursi pengemudi.


Mobil pun di nyalakan dan mereka pun pergi menuju apartemen untuk mengantarkan para gadis kembali. Selama perjalanan, keadaan tidak terlalu canggung. Karna beberapa kali Aulia, Salsa, Putri, dan Taehyung berbincang-bincang. Entah mengenai apa, Yang jelas itu semua berhasil membuat keadaan menjadi tidak canggung. yang Marissa bisa dengar adalah, saat Salsa memberitahukan dimana letak Apartemen mereka kepada Taehyung, hanya itu yang di dengar Marissa.


"Apakah kalian tinggal bersama-sama?" Tanya Taehyung namun tetap fokus kearah jalanan.


"Iya, kami tinggal dalam satu apartemen" Jawab Salsa yang diangguki oleh Taehyung.


"Lalu bagaimana dengan mu?. Apakah kalian tinggal bersama juga?" Tanya Salsa balik kepada Taehyung.


"Tidak juga. Kami masing-masing punya rumah, namun kami mempunyai tempat yang biasa kami sebut basecamp. Jadi, terkadang kami tinggal disana untuk beberapa waktu dan untuk menghabiskan waktu bersama" Jelas Taehyung menjawab. Salsa mengangguk paham dengan ucapan Taehyung.


*****... Mantep juga nih bahasa Korea gue. Udah ngerti semuanya cuy... ๐Ÿ˜Ž


Batin Salsa merasa bangga.


"Memang sih, tinggal bersama teman akan lebih seru di bandingkan tinggal sendiri" Kata Aulia menyahut.


"Aku setuju" Balas Taehyung sependapat. Aulia melirik Putri yang sedaritadi lebih banyak diamnya dari pada bicara. Aulia pun menyenggol lengan Putri membuat gadis itu menoleh.


"Apa?" Tanya Putri pelan.


"Lo kenapa? Kok diem doang?" Tanya Aulia pada Putri. Putri menggeleng lalu tersenyum.


"Gapapa kok, lia" Kata Putri yang langsung di percaya oleh Aulia. Apa yang di pikirkan oleh Putri sekarang, hanya dia sendiri dan Tuhan yang tahu.


Kok gue masih mikirin yang tadi sih?. Akh! Mungkin itu cuma bercanda doang.


Putri terus berkutat dengan hatinya sedaritadi. Sampai-sampai tak terlalu mendengarkan apa yang dibicarakan teman-temannya.


Marissa hanya diam dengan sesekali menjawab seperlunya. Ia sudah mengantuk, jadi tidak terlalu minat untuk mengobrol. Taehyung dan teman-temannya menyadari hal itu, karna mata Marissa sudah mulai tertutup sedaritadi, namun ia berusaha untuk tetap terjaga.


"Kau mengantuk?" Tanya Taehyung pelan, namun masih dapat di dengar. Marissa menoleh sekilas.


"Ya" Jawab Marissa singkat dengan suara yang pelan.


"Sebentar lagi kita sampai" Marissa mengangguk mendengar ucapan Taehyung. Tak jauh berbeda, Aulia, Salsa, dan Putri juga mengantuk. Karna itu mereka tak terlalu banyak omong lagi beberapa menit setelahnya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Sama-sama, sampai jumpa di sekolah" Kata Taehyung ramah sambil melambaikan sebelah tangan.


"Sampai jumpa" Balas Aulia tersenyum kepada Taehyung. Taehyung pun menyalakan mesin mobilnya dan menutup perlahan kaca mobil. Lalu setelah nya ia melaju dengan kecepatan sedang.


Keempat gadis segera masuk kedalam apartemen dan masuk ke kamar. Aulia dan Salsa segera menghempaskan tubuhnya di ranjang. Sedangkan Marissa memilih untuk menyiapkan peralatan sekolah untuk besok dan Putri memilih untuk pergi ke kamar mandi.


"Eh tadi kalian ngerasa gak sih, kalau itu mobil yang hampir nabrak kita?" Kata Aulia entah kepada siapa. Marissa terdiam sebentar mendengar ucapan Aulia, lalu beberapa saat kemudian ia kembali melanjutkan aktivitas nya tadi.


"Wah, gak tau deh" Kata Salsa acuh dan kini matanya tertutup, mencoba untuk tidur.


"Ish, masa gak tau sih. Orang gue ngerasa itu beneran kok mobilnya yang mau nabrak kita" Ujar Aulia lagi yakin. Marissa pikir hanya ia yang berpikir seperti itu, ternyata Aulia juga.


"Emang gue gak tau. Mau ape lo?"


"Ah lo mah serba gak tau. Apasih yang lo tau?" Tanya Aulia.


"Yang gue tau, orang bernama Aulia tuh banyak bacot dan banyak tanya kayak tukang sensus" Kata Salsa membuat Aulia memutar bola matanya malas.


"Bodo amat, seterah gue lah mau banyak bacot atau banyak tanya. Masalah buat lo?" Balas Aulia.


"Iyain aja deh biar cepet. Ngantuk nih gue, kuping gue sakit denger lo ngoceh mulu kayak emak-emak" Kata Salsa kembali acuh. Aulia mendorong tubuh Salsa lumayan kencang karna kesal, sampai gadis itu terjatuh dan menimbulkan suara lumayan yang keras.


Gedhebug!.


"AULIAAA!!" teriak Salsa kesakitan karna terjatuh dari ranjang akibat ulah Aulia. Sedangkan yang di panggil hanya bersantai dan memperbaiki posisi tidurnya menjadi membelakangi Salsa.


*****, badan gue remuk semua.


Salsa mengadu.


"***** lo lia, sakit nih badan gue!" Gerutu Salsa menatap sebal Aulia sambil mengusap beberapa bagian tubuhnya yang sakit. Marissa hanya menggeleng pelan melihat tingkah mereka.


Putri pun kembali dari kamar mandi


"lo gak tidur, ris?" Tanya putri yang melihat Marissa masih membereskan tasnya.


"Nanti" Putri mengangguk lalu tidur di samping Aulia, disusul oleh salsa yang tidur di samping Putri.


Putri lo kenapa sih?. Lupain soal tadi. Jangan baper!.


Batin Putri.


Rasakan itu wahai Salsa laknat.


Batin Aulia seolah tengah tersenyum jahat kepada Salsa.


Sedangkan dalam hati Salsa! Ia sudah membangsat-bangsatkan Aulia yang tak ada angin tak ada hujan mendorongnya dari ranjang.


Untung temen, kalau gak udah gue garuk tuh muka.


Gerutu Salsa sebal dan memilih untuk memejamkan matanya.


Biarin lah tidur di sofa dulu. Daripada kena tendang lagi sama Salsa, Aulia.


Batin Marissa.


Karna melihat tidak ada ruang untuknya tidur dan tidak mau kejadian dimana dirinya menjadi samsak oleh Salsa dan Aulia terulang, ia pun memilih untuk mengambil beberapa bantal dan selimut lalu menaruhnya di atas sofa yang lumayan besar. Segera ia membaringkan tubuhnya setelah sebelumnya mematikan lampu serta menambah suhu AC.


good night, my month.


~Marissa


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Tae, kau sudah mengantar mereka pulang?" Tanya Namjoon pada Taehyung yang sedang bermain ponsel di sofa. Taehyung memang baru sampai setelah mengantar Marissa dan kawan kawan. Namun Kini mereka sudah berada di basecamp anak bangtan. Mereka memutuskan untuk menginap disini setelah pulang dari perpustakaan bibi Yeri.


"Sudah" Jawab Taehyung tanpa menoleh kearah Namjoon yang sedang meminum teh nya.


"Mereka tinggal dimana?" Tanya Namjoon.


"Tak jauh, di sekitar sini. di apartemen" Namjoon mengangguk. Pria itu melihat teman-temannya yang lain, mereka sudah tidurduluan di ranjangnya masing-masing. Kecuali dirinya dan Taehyung yang masih terjaga.ย  Segera Namjoon menghabiskan teh nya lalu menaruh gelasnya di atas meja bundar di hadapannya.


"kalau bisa kita akan berkunjung kesana" ujar Namjoon bercanda. Taehyung hanya mengangguk.


"Tidurlah tae. Jangan main handphone terus, kalau kau ingin tidur jangan lupa untuk mematikan lampu" Pesan Namjoon yang mendapat acungan ibu jari dari Taehyung.


"Kau mau tidur di sofa lagi?" Tanya Namjoon.


"Iya, hyung" Jawab Taehyung sambil mematikan ponselnya dan menaruhnya di atas meja bundar di hadapannya.


"Kenapa tidak di ranjang?. Bukankah lebih nyaman?" Tanya Namjoon iseng. Jujur ia heran dengan Taehyung, pria itu lebih sering tidur di sofa dari pada di ranjang miliknya. Taehyung menghela napas berat.


"Aku suka, disini lebih nyaman dari pada di ranjang" Jawab Taehyung. Namjoon hanya mengangkat bahunya. Tidak tahu harus merespon.


"Baiklah terserah kau saja. Ingat pesan ku tadi" Taehyung mengangguk. Namjoon pun berjalan menuju ranjangnya dan berbaring di sana.


Lain kali aku harus mencoba tidur sofa.


Batin Namjoon penasaran.


Taehyung mematikan lampu kamar dan kembali berbaring di sofa yang sudah terdapat bantal, guling dan selimut disana.


good night my day


Segera ia memejamkan matanya dan mulai terbawa oleh alam bawah sadar.


๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—