
Anak bangtan dan keempat tenan baru mereka, pindah ke lantai atas dari perpustakaan untuk mainkan permainan botol gilir. Hal itu dilakukan, karna di lantai atas adalah ruangan yang di buat khusus oleh bibi Yeri untuk anak bangtan bermain-main ketika mereka berkunjung disana. Jadilah, mereka bermain di lantai atas.
Kini semua duduk melingkar dengan sebuah meja bundar yang terdapat sebuah botol di atasnya.
"Siap mulai?" Tanya Hoseok melirik anak bangtan lain dan keempat gadis. Perlahan sebuah nya mengangguk setuju.
"Kita akan mulai. tapi ingat, semua pertanyaan yang di lontarkan, harus di jawab dengan jujur dan benar. Setuju?" Jelas Seokjin membuat kesepakatan.
"Benar, tidak ada penolakan atau protes apapun mengenai pertanyaan" Kata Jimin menambahkan.
"Oh ya, dalam satu putaran, hanya terdapat maksimal 5 pertanyaan, siapa itu. Yang jelas jumlahnya hanya 5, Jadi jangan lebih. Setelah itu, botol akan kembali di putar" Kata Hoseok diangguki oleh yang lainnya.
"Kita sudah sering bermain ini, jadi tenang saja. Tidak akan ada kecurangan" Tambah Taehyung meyakinkan. Salsa, Putri, Aulia, dan Marissa pun mengangguk.
Kok perasaan gue gak enak ya?.
Batin Marissa merasakan kecemasan dengan permainan satu ini.
"Baiklah!. Ayo kita mulai!" Teriak Jimin memulai permainan dengan tangan yang memutar botol yang berada di atas meja. Mereka semua dengan seksama memperhatikan kearah botol yang sedaritadi berputar, terutama dengan kaum hawa yang sangat deg-degan jika ternyata mereka kedapatan.
Para kaum hawa menghela napas lega, karna ternyata ujung botol tersebut tidak mengarah kepada mereka, melainkan pada Jimin sendiri yang memutar.
Seketika Jimin menyengir tanpa dosa sampai matanya tenggelam.
"Dia yang memutar, dia sendiri yang kena. Dasar Jimin bodoh" Celetuk Suga pedas.
"Dasar, bantet" Timpal Seokjin membuat Jimin cemberut. Ia tak suka jika di panggil seperti itu.
"Hyung, janganlah panggil aku begitu. Malu aku di depan mereka" Bisik Jimin kepada Seokjin yang duduk disebelahnya sambil melirik kearah keempat gadis. Sedangkan Seokjin hanya mengedikkan bahu, acuh.
"Sudah!. Ayo kita beri pertanyaan untuk Jimin" Final Namjoon menghentikan perdebatan tidak berguna dan kembali kepada permainan.
"Siapa yang mau ngasih pertanyaan?" Tanya Namjoon melirik mereka semua yang terlibat.
"Aku!" Saut Jungkook mengangkat tangan. Semua perhatian tertuju kepada Jungkook yang sedaritadi diam dan kini ia sudah siap dengan pertanyaan.
"Hey, kookie. Jangan kasih pertanyaan yang sulit" Protes Jimin. Padahal pertanyaan belum di lontarkan, tapi ia sudah protes. Memang cuma Jimin yang seperti itu.
"Tidak, tenang saja"
"Yasudah, tanyakan"
"Baiklah. Pertanyaan ku adalah, bagaimana hubungan mu dengan Hyo Nara. Kalian sering kepergok berduaan, status kalian apa sekarang?" Pertanyaan Jungkook membuat Marissa ikut terkejut, bukan hanya Jimin. Mendengar nama tersebut, membuat gadis itu merasakan ada yang aneh.
Hyo Nara?
Batin Marissa. Otaknya bekerja untuk mengingat siapa Hyo Nara, Hingga akhirnya ia tersadar akan nama itu. Nama salah satu gadis yang membully Aulia dan Putri di kamar mandi.
Jimin nampak terdiam sebentar sebelum menjawab, raut wajahnya juga sedikit berubah saat mendengar itu.
"Dia bukan siapa-siapa untukku. Kami hanya dekat, tapi bukan berarti mempunyai status tertentu" Jawab Jimin terdengar santai namun terkesan dingin. Seperti orang yang malas menjawab pertanyaan tersebut.
"Benarkah? Bukannya di sekolah ada rumor yang bilang kau berpacaran dengan nya?" Lanjut Jungkook kembali bertanya.
"Katanya satu orang bertanya satu kali. Tapi kok dia lebih?" Saut Salsa merasa ada kecurangan.
"Kau benar, Salsa. Jungkook sudah bertanya, jangan bertanya lagi. Kau melanggar aturan" Kata Namjoon sependapat dengan Salsa.
Jungkook hanya bisa tersenyum kelinci sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehehe, maaf"
"Baiklah, lanjut"
Suga mengangkat tangannya tanpa suara membuat ia di jadikan pusat perhatian sekarang.
"Kau mau tanya apa, hyung?" Tanya Jimin.
"Jawab pertanyaan Jungkook" Jungkook terkekeh pelan, sedangkan Jimin sudah memutar bola mata malas. Tidak adalah pertanyaan lain?. Pikir Jimin.
"Rasakan itu" Kata Jungkook tersenyum devil. Jimin hanya menanggapi dengan merotasikan bola mata.
"Itukan hanya rumor, sebenarnya tidak benar. Aku dan dia tidak pernah menjalin status apapun, jadi tolong stop bertanya mengenai hal ini" Akhrinya selesai juga pertanyaan Suga melalui Jungkook karna sudah di jawab oleh Jimin.
"Kau bilang, tidak ada penolakan atau protes apapun mengenai pertanyaan. Tapi kau sendiri yang protes sedaritadi, dasar" Ujar Taehyung mengoreksi ucapan Jimin tadi sebelum dimulainya permainan, sambil menirukan gaya bicara pria tersebut.
"Tau, huuuu!" Sorak lainnya dan beberapa menjitak kepala Jimin karna gemas dengan Jimin. Well, apa yang di ucapkan pria itu, tak sesuai dengan yang ia lakukan.
Ketiga gadis ikut tertawa melihat Jimin yang diserang oleh teman-temannya. Kecuali Marissa yang hanya tersenyum tipis melihatnya.
"Sudah-sudah ayo lanjut, siapa lagi?" Kata Namjoon menyudahi acara peperangan melawan Jimin.
"Aku!" Kini Hoseok yang bertanya dengan suara penuh semangat.
"Apa?"
"Kau yang kemarin merobek PR ku ya?" Tanya Hoseok. Jimin menyengir.
"Maaf, iya. Hehehe"
"Dasar😑"
"Lanjut"
"Kemarin aku ke kamar mu, kau sedang menonton di handphone. Apa yang kau tonton?" Jimin meneguk salivanya mendengar pertanyaan Namjoon. Sedangkan yang lain sudah tersenyum jahil dan terkesan nakal. Kecuali para gadis yang hanya bingung sendiri, entah mereka tidak tahu apa maksudnya.
"I-itu a-aku menonton... MV EXO!. ya aku menonton EXO" Jawab Jimin gelagapan dan membuat yang lain curiga padanya.
"Benarkah?. Jangan bohong..." Kata Namjoon tak percaya.
"Iya jangan Bohong, hyung. Ingat peraturan" Sambung Jungkook mendapat tatapan tajam dari Jimin.
"Diam kau anak kecil!" Desis Jimin membuat Jungkook cemberut.
Eoh, aku sudah besar. Masih saja di bilang anak kecil😐.
Batin Jungkook.
"Jadi kau fanboy?" Tanya Hoseok.
"Bu-bukan" Cicit Jimin.
"Lalu kenapa kau menonton itu?" Hoseok kemabli bertanya.
"A-aku han-"
"Tanpa kau katakan, kami sudah tau jawaban sebenarnya" Kata Seokjin sambil memainkan alisnya.
"Ssttt jangan di perjelas. Ingat, disini bukan hanya Pria, benarkan Marissa?" Tanya Taehyung meminta pendapat Marissa. gadis itu menatap Taehyung sebentar lalu mengangguk sekali dengan pelan. Taehyung tersenyum tipis.
"ciee, dilirik cogan nih" goda Salsa kepada Marissa.
"Ah sudahlah, lanjut. Ini pertanyaan terakhir"
"A-aku" Kini Putri lah yang hendak berpartisipasi untuk bertanya mengenai Jimin. Semua perhatian tertuju padanya, termasuk Jimin. Pria itu sudah menebak-nebak dalam hati apa yang akan di tanyakan Putri untuknya.
"Ayo tanya" Kata Salsa berbisik kepada Putri. Jujur Putri gugup, tapi entah kenapa ia malah mengangkat tangan untuk bertanya.
"Tidak usah gugup, santai saja" Kata Namjoon bijak. Ia peka bahwa Putri masih malu-malu dan gugup, namun sebenarnya ia berani untuk bertanya.
"A-aku mau tanya, apa kau sudah punya pacar?" Seketika menjadi hening mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Putri. Salsa dan Putri terkejut dengan pertanyaan itu. Bahkan Marissa yang tidak peduli sekalipun, tak menyangka bahwa Putri akan bertanah soal itu.
"Lo kok nanya itu?" Bisik Salsa menggunakan bahasa Indonesia.
"Lo gak salah pertanyaan kan?. Masa iya, lo nanya gituan..." tanya Aulia menambahkan.
"Gue juga gak tau kenapa gue nanya itu" Kata Putri yang ikuta bingung juga.
Kan niatnya gue mau nanya, dia pakek skincare apa kagak?. Tapi kok yang keluar malah pertanyaan itu sih?.
Batin Putri mengutuk dirinya sendiri yang bertanya seperti itu.
"Yaudahlah, udah terlanjur" Kata Aulia pasrah.
"Tidak, Jimin harus jawab" Kata Namjoon diangguki anak bangtan yang lain. Sedangkan Jimin masih menatap Putri yang kini tengah menunduk malu. Ia tersenyum tipis saat menyadari betapa polosnya gadis ini. Kenapa? Karna bayangkan saja, baru awal bertemu tetapi Putri sudah bertanya mengenai hal yang bersifat pribadi untuk dibahas, walau Jimin tahu bahwa ini hanyalah permainan. Karna itu, ia tidak akan marah dengan pertanyaan Putri barusan.
"Jawab, hyung. Aku pun penasaran" Kata Jungkook tersenyum jahil.
Jimin menghela napas dulu sebelum menjawab. Sedangkan yang lain kini sudah nampak serius menunggu jawaban dari mulut Jimin. Terkecuali Marisa dan Suga, yang nampak santai.
"Aku belum mempunyai pacar atau status apapun" Jawab Jimin. Putri mengangkat kepalanya dan menatap mata Jimin yang kini tengah menatapnya. Suasana menjadi riuh entah kenapa.
"Kan sudah kubilang, kau cari pacar saja di sekolah. Penggemar mu banyak dan ada banyak pilihan disana. Jadi kau tidak men-jomblo lagi" Celetuk Seokjin tertawa. Ekhem, padahal dia sendiri juga tidak punya pacar. kan, aneh...
Ke-enam anak bangtan memang aneh, mereka berniat untuk mencarikan pasangan untuk anak bangtan lainnya, tapi untuk dia sendiri tidak. Karna itu, terdengar aneh memang jika sesama jomblo saling menjelekkan. Seperti yang di lakukan anak bangtan sekarang.
"tidak punya cermin ternyata" kata Jimin menanggapi ucapan Seokjin.
"Lain kali akan ku carikan yang pas untuk mu, hyung" Kata Jungkook masih sibuk meledek Jimin bersama yang lain.
halah, buat diri sendiri saja belum dapat. belagak mencarikan.
batin Jimin meragukan Jungkook. Namun setelah itu, keadaan menjadi hening seketika saat Jimin kembali mengangkat suara.
Kalian mau tau dia bilang apa?.
Jimin berkata...
"Aku memang tidak punya pacar, tapi kalau Putri mau denganku. Aku Terima dengan senang hati" Wajah Putri merona seketika. Para teman-temannya kembali bersorak.
"Gombalan maut!"
"Playboy kelas badak!"
"Bisa saja, parutan pensil! "
"Yee, upil Jungkook! "
"Bulu hidung Namjoon!"
"Dasar, panci Seokjin!"
"Sendok Seokjin!"
"Dapur Seokjin!"
Kira-kira seperti itulah sorak-sorak anak bangtan yang merespon ucapan Jimin. Para gadis sudah tertawa terbahak-bahak bersama anak bangtan. Terkecuali Marissa dan Suga yang hanya menggelengkan kepala tak habis pikir. Sedangkan Seokjin hanya mengelus dada karna dirinya dijadikan bahan ejekan.
Sesekali Aulia dan Salsa menyenggol lengan Putri yang salah tingkah dengan memberikannya senyum jahil.
"Sudah sudah... Ayo kita mulai sesi kedua" Kata Namjoon menyudahi, walaupun sendiri masih tidak bisa menyembunyikan senyuman jahil pada Putri dan Jimin.
"Sekarang, putar botolnya" Kata Taehyung. Pria itu kembali memutar botolnya dengan lumayan kencang. Sama seperti yang pertama, mereka memperhatikan dengan seksama botol tersebut, sambil berharap mereka tidak terkena.
YES!.
Taehyung nampak bersorak senang dalam hati saat harapannya menjadi kenyataan.
Ujung botol berhenti di Marissa dan mau tidak mau, gadis itu ikut ambil bagian. Marissa hanya diam menatap datar botol tersebut. Ia tidak tau, apa yang akan di tanyakan mereka pada Marissa.
"Oke baiklah, siapa yang mau bertanya" Tanya Namjoon. Hampir dari mereka hendak bertanya, kecuali para sahabatnya yang memilih untuk menyimak saja. Jujur mereka terkejut, karna hampir semua anak bangtan ingin bertanya.
"Aku!" Kata Hoseok.
"Aku dulu" Kata Jungkook.
"Kau kan sudah tadi" Kata Taehyung.
"Sudahlah, aku saja. Aku lebih tua" Kata Seokjin.
"Tua kok bangga" Saut Suga berkomentar.
"Aku saja" Lanjutnya.
"Sudah-sudah, aku saja!" Akhirnya Namjoon lah yang bertanya paling awal. Ia menatap Marissa lalu tersenyum sekilas.
"Pertanyaan ku mudah"
"Jelaskan, bagaimana kalian bisa datang ke Korea hingga bersekolah di sini" Kata Namjoon.
"Itu bukan pertanyaan, tapi meminta penjelasan" Celetuk Jimin kepada Namjoon.
"Aku tak bertanya padamu" Ketus Namjoon, sukses membuat Jimin diam.
"Ayo Marissa, jawab"
"Kami berempat mendapat beasiswa dari Indonesia setelah lulus untuk bersekolah di Korea. Akhirnya kami pun pergi ke Korea dan bersekolah di negara ini" Jelas Marissa dengan nada santai. Namjoon menaikkan satu alisnya.
"Hanya itu?" Marissa mengangguk.
"Sudah hyung. Aku juga mau bertanya" Kata Jungkook. Akhirnya Jungkook pun bertanya.
"Maaf jika aku bertanya seperti ini, tapi Kenapa kau bersikap sangat dingin dan cuek?. Bisa kau jelaskan?. Karna Sejauh yang kulihat dari dirimu baru itu" Kata Jungkook bertanya.
"Tak semua perasaan harus di ekspresi kan. Aku tak perlu bilang bahwa aku kedinginan walau nyatanya memang benar, begitu juga sebaliknya. Terkadang menyembunyikan luka dengan bersikap tenang adalah pilihan yang paling tepat" Jelas Marissa panjang kali lebar sama dengan persegi. Jungkook mencermati jawaban Marissa di dalam otaknya.
Luka? Maksud Marissa apaan dah?.
Batin Aulia bingung.
nih anak lagi ada masalah apa gimana?.
batin Salsa.
kok gue masih salting sih?.
batu Putri.
Ia mulai mengerti apa yang dimaksud gadis itu. Jungkook pun tersenyum lalu mengangguk, menyatakan bahwa ia puas dengan jawaban Marissa. Namun ada beberapa kejanggalan yang di dengar Seokjin.
"Tunggu, kau bilang menyembunyikan luka?. Apa yang kau maksud?. Anggap saja itu pertanyaan dariku" Kini giliran Seokjin bertanya. Marissa terdiam sebentar sebelum menjawab.
"Tidak, itu hanya perumpamaan" Jawab Marissa tersenyum tipis. Seokjin mengangguk.
gue kira kenapa nih anak...
batin Aulia cukup merasa lega.
"Baiklah, lanjut"
"Dimana kalian sekarang tinggal?"
Tanya Jimin.
"Di apartemen bernama Victoria, jalan Gangnam"
"Apa yang kau lakukan jika ada seseorang yang menyukaimu secara diam-diam?" Aulia, Putri, dan Salsa seksama mendengarkan jawaban Marissa. Mereka juga penasaran, karna sejauh ini diantara mereka berempat Marissa tidak pernah membicarakan soal laki-laki. Karna itulah, mereka turur penasaran.
"Jawab ris, jawab" Kata Aulia berbisik.
"Tidak melakukan apa-apa, karna suka belum berarti cinta. Lagi pula, semua orang berhak untuk menyukai. Tak ada malasah dengan itu" Taehyung tersenyum mendengar jawaban Marissa yang dirasanya sangat tepat dan masuk akal. Pria itu tersenyum lalu mengangguk.
gadis ini bijak sekali...
batin Namjoon kagum.
"Baiklah ay-"
"KIM NAMJOON, KIM SEOKJIN, MIN YOONGI, JUNG HOSEOK, PARK JIMIN, KIM TAEHYUNG, JEON JUNGKOOK!. TURUNLAH KEBAWAH, AJAK PARA GADIS IKUT TURUN!" teriak bibi Yeri nyaring, sambil meng absen nama nama anak bangtan.
"Baiklah, permainan selesak untuk hari ini. Lain waktu, kita akan lanjut lagi" Kata Namjoon.
Mereka pun turun ke lantai bahwa untuk menemui bibi Yeri yang memanggil mereka. Salsa melirik arlojinya dan seketika ia tersadar! Bahwa mereka harus pulang karna udah larut malam, apalagi Besok masih sekolah. Susah urusan nya jika telat.
🌺🌺🌺