The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: Malam



JK01:


Kami menunggu di parkiran.


Itulah pesan yang Salsa dapatkan dari Jungkook. Kini mereka tengah keluar kelas karna kegiatan belajar mengajar telah selesai dan semua siswa-siswi berhamburan pulang sekolah.


Salsa menepuk bahu Marissa yang berada di sampingnya dan menunjukkan isi pesan yang ia Terima. Marissa menoleh dan mulai membaca pesan di layar ponsel Salsa.


Ia memperhatikan wajah Salsa sejenak dengan tatapan yang sulit di artikan, Salsa mengerutkan alis karna Marissa memperhatikan nya seperti itu.


Setelah itu Marissa mengalihkan tatapannya dari Salsa dan kembali jalan lagi.


"Ayo" Ujar Marissa sambil terus berjalan.


"Tuh kulkas kenapa lagi?" Tanya Aulia kepada Salsa karna heran.


"Iya tuh, kenapa lagi?" Saut Putri menambahkan.


"Kagak tau, udah yuk!" Ajak Salsa lalu berjalan menyusul Marissa. Putri dan Aulia saling bertukar pandang, lalu akhirnya ia mengikuti juga.


Sampailah four angel di parkiran, dari kejauhan mereka sudah bisa melihat anak bangtan yang tengah risih dikelilingi para penggemarnya yang tiada lelah mencari perhatian dan berharap di notice oleh anak bangtan.


Four angel merasa bersyukur sekarang, karna anak laki-laki yang biasa menganggu mereka, kini tiada ada yang berani lagi melakukan hal itu. Entahlah apa penyebabnya...


Namjoon mengedarkan tatapan matanya kearah depan, dimana terdapat four angel yang tengah berdiam diri memperhatikan mereka.


"Mereka disana" Kata Namjoon kepada Seokjin dengan berbisik.


"Dimana?" Tanya Soekjin mencari-cari. Banyak yang orang di sekeliling mereka, membuat mereka sulit untuk melihat keberadaan four angel.


"Kalian semua menyingkirlah" Kata Namjoon kepada para fans mereka. Tidak ada yang menggubris, mereka tetap saja menyerbu anak bangtan dengan berbagai macam suara histeris.


Apa kalian tidak bosan dengan kami?. Kami saja bosan dengan kalian...


Batin Hoseok jengah karna terus mengalami hal seperti ini disaat berada di sekolah.


"Kubilang menyingkirlah!" Namjoon mulai menggertak karna kesal ucapannya tak di gubris. Mereka semua terkejut, begitu juga anak bangtan, perlahan para kaum hawa menyingkir dan memberikan anak bangtan jalan untuk lewat.


Anak bangtan berjalan kearah four angel yang berada beberapa meter dari mereka.


"Maaf ya menunggu lama" Kata Jimin kepada four angel, namun matanya terarah kepada Putri. Membuat gadis itu salah tingkah.


"Tidak masalah, sekarang mau bagaimana?" Tanya Salsa to the point.


"Nanti malam kami akan menjemput kalian jam 7. Jadi bersiap-siaplah" Jawab Namjoon memberitahu.


"Di jemput? Jadi kita pergi bersama?" Tanya Aulia bodoh. Salsa merotasi kan bola mata karna kesal dengan otak Aulia yang selalu saja loading.


"Ya" Jawab Suga datar.


"Yaiyalah Aulia, masa iya kita pergi sendiri. Lo mau kita kesasar?" Gemas Salsa menggunakan bahasa Indonesia. Aulia menyengir tanpa dosa.


"Ya maaf sal, gue gak tau" Kata Aulia. Salsa hanya menggeleng pelan.


"Bagaimana, kalian mau kan?" Tanya Jungkook memastikan.


"Baiklah, kami setuju" Jawab Marissa yang sedaritadi diam.


Jungkook tersenyum dan mengangguk.


"Yasudah, ayo kita pulang" Kata Jimin mengajak.


Akhirnya mereka pun kembali ke mobil masing masing lalu pergi dari sekolah.


"Mau kemana sampai-sampai anak bangtan menjemput mereka?" Tanya Bella Reis penasaran sekaligus menatap sengit kearah mobil four angel yang mulai menjauh, diikuti dengan mobil anak bangtan di belakangnya.


"Kita harus cari tahu kemana mereka pergi" Kata Hyo Nara.


"Taehyung tidak akan bisa pergi tanpa diriku" Sombong Kim Hara tersenyum miring.


"Begitu juga dengan Jungkook" Saut Liu Xan.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Malam pun tiba...


"Lia, putri, ini bagus gak?" Tanya Salsa kepada kedua temannya sambil mencocokan pakaian yang ada di tangannya dengan tubuh gadis itu.


"Gak tau sal, gue juga lagi bingung nih mau pakek baju apaan" Kata Aulia tanpa melirik Salsa sedikit pun karna sibuk memilih pakaiannya.


"Putri, ini cocok gak?" Kini Salsa bertanya kepada Putri yang tengah merias wajahnya di meja rias. Putri melihat Salsa dan sedikit berpikir.


"Gak cocok sal" Ujar Putri. Salsa menghela napas.


"Terus gue pakek apaan dong?" Eluh Salsa cemberut.


"Lo pakek aja baju yang dikirim emak lo" Saut Putri memberi saran.


Sesuai ucapan Gyna, ia memang benar mengirimkan berbagai macam pakaian ke apartemen untuk Salsa, namun tak ada satu pun yang Salsa pilih.


"Ogah ah, kebuka banget" Kata Salsa menolak mentah-mentah.


"Yaudah terserah" Pasrah Putri karna bingung harus memberi saran bagaimana lagi.


"Oyy ris!" Panggil Salsa kepada Marissa yang sibuk memakan makanannya tanpa memperdulikan kerusuhan.


"Hm" Gumam Marissa sebagai jawaban.


"Lu gak siap-siap?" Tanya Salsa heran. Marissa terlihat sangat santai dengan penampilan nya.


"Nanti, gampang" Kata Marissa santai dan kembali melanjutkan makanannya. Salsa mengedikkan bahunya acuh.


Setelah selesai makan, Marissa beranjak mencuci piring lalu mencari pakaian di lemari. Tidak terlalu lama bagi Marissa menemukan pakaian yang menurutnya nyaman dan pas, karna itulah tidak memakan waktu.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Titipkan salam eomma pada Yeri ya, sudah lama eomma tidak bertemu dengannya" Kata eomma Taehyung pada Taehyung saat anak laki-laki nya hendak pergi.


Hubungan antara orang tua anak bangtan memang sangatlah akrab, seperti keluarga sendiri. Kecuali orang tua Namjoon dan Suga, karna orang tua mereka telah tiada. Tapi orang tua para sahabat Namjoon dan Suga, selalu menyayangi mereka sebagai anak sendiri. Tak heran jika mereka sangat dekat.


"Tentu eomma" Kata Taehyung mengangguk patuh.


"Kalau begitu Taehyung pergi dulu ya eomma" Pamit Taehyung. Eomma Taehyung mengangguk.


Taehyung membalikkan badannya dan hendak pergi untuk menyusul teman-temannya yang sudah menunggu di luar.


"Taehyung!" Seseorang menghentikan langkah Taehyung yang hendak pergi. Karna sudah tahu siapa pemilik suara bariton tersebut,ย  Taehyung berbalik malas.


"Kau harus pergi bersama Kim Hara" Sontak itu membuat Taehyung terkejut mendengar ucapannya appa nya.


"Tidak appa, Taehyung tidak mau pergi dengan dia" Tolak Taehyung kesal.


Kenapa harus pergi sama wanita itu sih?.


Batin Taehyung.


"Pokoknya kau harus pergi bersama Hara, dia sudah menunggumu. Kau harus pergi bersamanya, appa tidak mau tahu!" Titah appa Taehyung tak terbantah.


Taehyung berdecak kesal karna lagi lagi ia merasa di atur-atur oleh appanya, Taehyung tak suka hal itu.


"Masa bodoh dengan appa yang bilang begitu, intinya Taehyung tidak mau pergi sama Hara!" Taehyung kembali menolak dengan nada tak kalah tajam.


"Kau jangan kurang ajar Kim Taehyung!. Kau harus mengerti!"


"Appa yang seharusnya mengerti!. Taehyung tidak suka sama Hara, jangan terus memaksa Taehyung!" Eomma Taehyung merasa takut sekaligus bingung dengan situasi saat ini.


Ia mengerti perasaan anaknya yang tidak mau di paksa dengan hal yang tidak ia sukai, namun di sisi lain suami nya bersikap keras dan ego nya sangat tinggi.


"Kau benar-benar anak tidak tahu diri Taehyung!. Jika bukan karna orang tua Hara yang membantu perusahaan appa, kau tidak akan bisa hidup mewah seperti ini!" Teriak appa Taehyung penuh Amarah.


"Aku tidak pernah meminta untuk hidup mewah, appa. Kau sendiri yang mau saja di manfaatkan oleh paman Seo Jun!" Ucapan pedas Taehyung mampu membungkam mulut appa nya, Kim Taejun.


"Eomma, Taehyung pergi dulu" Taehyung kembali pamit kepada eomma nya dan sekilas melirik Kim Taejun yang hanya terdiam. Taehyung tersenyum miring melihat itu lalu pergi keluar rumah.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


hallo, makasih ya udah lanjut baca.


sampai ketemu di hari minggu๐Ÿ˜˜