The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: Coklat



"Apa kau sudah mendapatkan nya?" Tanya Jungkook kepada Marissa yang berjalan kehadapan mereka.


"Lo udah ketemu, ris?" Tanya Salsa. Marissa mengangguk sebagai jawaban.


"Mana?" Tanya Putri karna tak melihat Marissa membawa apapun.


"Udah ketemu, tapi ada di rak yang paling tinggi. Aku tidak sampai" Jimin tertawa karna mendengar hal tersebut. Ternyata bukan hanya dia yang kesusahan saat sedang mengambil benda yang jaraknya lebih tinggi dari dirinya, melainkan ia punya teman, yaitu Marissa.


Taehyung menyenggol lengan Jimin agar ia berhenti tertawa. Akhrinya Jimin berhenti tertawa, walau dengan susah payah ia menahannya.


"Aku jadi teringat seseorang" Kata Suga. Jimin melirik Suga yang ternyata juga tengah menatapnya.


Anak bangtan yang lain tertawa karna tahu maksud sindiran dari Suga yang di tujukan untuk Jimin.


Sialan, aku merasa tersindir...


Batin Jimin peka akan sindiran.


"Tenang saja, peka terhadap sindiran adalah salah satu dari ciri-ciri makhluk hidup" Kata Namjoon yang sadar betul bahwa Jimin tersindir, membuat yang lain ikut tertawa.


"Sudah-sudah, biar aku ambilkan. Ada dimana coklat itu?" Tanya Taehyung kepada Marissa.


"Ayo ikut aku" Taehyung mengangguk dan mengikuti Marissa dari belakang.


Berhentilah ia di sebuah rak yang menjulang tinggi dan Marissa menunjuk ke tempat di salah satu rak tersebut yang berada paling atas.


"Kau yakin yang itu?" Tanya Taehyung. Marissa mengangguk.


"Aku yakin paman Adam akan suka coklat yang itu" Kata Marissa penuh keyakinan, Taehyung menatap Marissa sebentar. Sedangkan gadis itu tengah melihat keatas.


"Bagaimana kau bisa yakin? Kau bahkan tak bisa mengambil dan melihatnya" Tanya Taehyung heran. Jujur ia ragu dengan pilihan Marissa. Gadis itu menatap Taehyung dan berdecak dengan tatapan malas terarah kepada Taehyung.


"Percayakan saja padaku dan ambil coklat itu" Jawab Marissa. Taehyung tersenyum sebentar lalu mengambil coklat yang barusan di tunjuk oleh Marissa di rak tersebut.


Marissa tersenyum puas saat coklatnya sudah berhasil diambil oleh Taehyung. Pria itu menatap benda di tangannya dengan ragu, Marissa bisa melihat ada ekspresi tersebut di wajah Taehyung.


"Kau sungguh yakin paman akan menyukai ini?" Tanya Taehyung dengan nada ragu sambil menatap Marissa. Gadis itu menghela napas dan memutar bola mata malas.


"Kau sungguh meragukan ku rupanya" Kata Marissa malas.


Taehyung segera menggeleng dan mencegah Marissa yang hendak pergi.


"Tidak, bukan begitu maksud ku. Hanya saja—" Taehyung menggantungkan ucapan nya karna bingung harus berkata seperti apa lagi.


"Hanya saja apa?" Tanya Marissa kepada Taehyung. Marissa berdecak karna Taehyung tak menjawabnya.


"Paman mu tipe orang yang tidak suka akan hal yang berlebihan, coklat ini sungguh cocok dengannya yang sederhana" Kata Marissa menjelaskan kepada Taehyung.


"Terserah kau mau menerima pilihan ku atau tidak" Kata Marissa lalu pergi begitu saja meninggalkan Taehyung yang masih terdiam dan menghampiri yang lain.


Anak bangtan dan ketiga temannya tengah bercanda gurau sambil memilih beberapa coklat di rak.


Saat Marissa datang, mereka menatapnya dengan penasaran.


"Bagaimana, kau sudah menemukannya?" Tanya Namjoon kepada Marissa.


"Sudah" Jawab Marissa sangat dengan wajah yang dingin.


"Dimana Taehyung?" Tanya Jimin.


"Aku disini" Entah sejak kapan Taehyung berada di belakang Jimin, seperti nya dia memang sengaja mengerjai Jimin. Taehyung mengambil banyak sekali coklat, terlihat dari tangannya yang memegang banyak sekali paper bag. Karna kasihan, Hoseok membantu Taehyung untuk membawa belanjaan tersebut.


"Baiklah, Terima kasih banyak bantuannya Marissa" Kata Namjoon kepada Marissa sambil tersenyum.


Marissa membalas senyum Namjoon tipis.


"Kalian sudah selesai?. Jika sudah, ayo kita ke toko lain" Tanya Jungkook kepada ketiga gadis yang kini sudah membawa beberapa coklat di tangan mereka.


"Sudah, kami sudah selesai" Jawab Putri. Jungkook mengangguk.


Akhirnya mereka ke meja kasir untuk membayar belanjaan mereka. Banyak dari para pembeli yang datang ke toko tersebut menjadikan mereka pusat perhatian dan berbisik-bisik mengenai mereka. Walau terdengar, namun seolah menulikan telinga, anak bangtan dan four angel mengabaikannya.


Lalu mereka segera keluar dari toko tersebut.


"Kita mau kemana lagi?"


"Ada yang ingin kami beli lagi" Kata Salsa kepada anak bangtan saat keluar dari toko coklat. Mereka berhenti disana.


"Apa?" Tanya Jungkook kepada Salsa.


"Ada. Jika tidak keberatan, kalian mau kan menunggu disini, kami tidak akan lama" Kata Salsa tersenyum. Anak bangtan saling tatap terlebih dahulu.


"Ya sudah, kami akan menunggu di kursi itu. Kalian belilah barang yang ingin kalian beli, jika sudah selesai kembali lagi kesini" Kata Seokjin kepada four angel sambil menunjuk sebuah kursi panjang yang terdapat di dekat mereka. Salsa mengangguk paham.


Akhirnya four angel pergi ke tempat tujuan mereka sekaligus mencari-cari sesuatu yang ingin mereka beli. Karna tak mau membuat anak bangtan menunggu lama, mereka segera memilih barang yang sekiranya mengena pada mereka dan segera cepat-cepat membelinya. Lalu kembali ke tempat anak bangtan berada dengan membawa beberapa paper bag.


Anak bangtan menatap mereka terkejut.


"Ada apa?" Tanya Aulia yang merasa aneh dengan tatapan anak bangtan.


"Kenapa cepat sekali?. Ibuku saja belanja sangat lama" Kata Hoseok heran karna four angel sangat cepat bahkan tidak ada 20 menit mereka belanja.


"Kalian beli apa saja memangnya?" Tanya Jimin penasaran.


"Rahasia" Kata Putri tersenyum jahil. Jimin hanya memutar bola mata dan Putri terkekeh karna kalian itu.


"Yasudah, ayo kita kerumah bibi Yeri" Akhirnya mereka pergi dari Mall dan kembali melanjutkan perjalanan menuju bibi Yeri. Seperti di awal, mobil Marissa mengekor pada mobil anak bangtan yang menuntun mereka untuk sampai ke tempat tujuan. Walau hari semakin sore, namun mereka tetap memutuskan untuk melakukan perjalanan.


🌺🌺🌺


Sampailah mereka di sebuah rumah yang terdapat banyak sekali tumbuhan hijau yang menghiasi pekarangan rumah tersebut, nampak sangat asri dan indah. Anak bangtan dan Marissa, memarkirkan mobilnya di dekat rumah tersebut lalu turun dari mobil.


Four angel memperhatikan rumah tersebut dengan seksama. Walau belum masuk kedalam, mereka dapat merasakan bahwa hawa dari rumah ini sangat menenangkan dan nyaman.


"Tunggu apalagi, ayo masuk!" Ajak Taehyung kepada four angel. Mereka mengangguk lalu mengikuti anak bangtan dari belakang. Jangan lupakan Putri dan Aulia  yang membawa belanjaan di mall tadi.


Namjoon menekan tombol bel pada sisi pintu beberapa kali. Tak lama, pintu pun terbuka dan menampilkan sosok bibi Yeri yang langsung memeluk anak bangtan. Four angel tersenyum menyaksikan kehangatan seperti itu di hadapan mereka.


"Kenapa lama sekali?!" Omel bibi Yeri kepada anak bangtan.


"Maaf bi, kami tadi bertemu perempuan cantik di jalan" Kata Jimin bergurau. Bibi Yeri menyipitkan matanya.


"Benarkah?" Tanya bibi Yeri tidak percaya.


"Benar, sangat cantik. Tapi sayang..." Kata Jimin menggantung ucapannya. Yang lain menunggu.


"Tapi sayang kenapa?" Tanya bibi Yeri penasaran.


"Itu hanya halusinasi. Hahahahahha" Yang lain terdiam menyaksikan berapa garingnya lelucon Jimin. Sedangkan Jimin tertawa sendiri karna leluconnya.


"Hei bantet, tidak lucu" Kata Suga membuat Jimin langsung terdiam.


"Dia yang membuat lelucon, dia sendiri yang tertawa. memang spesies yang aneh" Kata Seokjin menambahkan.


"Kan aku bergurau, hyung" Kata Jimin cemberut.


"Tapi tidak lucu" Kata Jungkook. Jimin menatap Jungkook.


"Diam kau golden sialan maknae" Kata Jimin kepada Jungkook. Yang di katai hanya terkekeh mendengar itu. Bibi Yeri menggelengkan kepala, hal ini biasa terjadi jika setiap kali mereka berkunjung kerumah bibi Yeri. Ujung-ujungnya yang tertindas Jimin, ya Jimin.


"Sudah-sudah, jangan begitu dengan Jiminie ku. Lihatlah dia, dia sangat imut, kalian jangan seperti itu" Kata bibi Yeri sambil mengelus wajah Jimin. Jimin memainkan alisnya baik turun karna mendapatkan pembelaan.


"Apa maksud bibi, Jimin imut?"


"Dimana toilet? Aku mau muntah"


"Kenapa hawanya sangat panas saat bibi bilang begitu?"


"Apakah aku salah dengar?. Kuharap iya"


"Perutku mual"


"Mata ku perih"


"Telingaku panas"


"Otakku lambat"


"Memang otak mu lambat" Bibi Yeri tertawa karna mendengar hal itu. Lain hal nya dengan Jimin yang justru memasang poker face dan anak bangtan yang lain dengan tatapan seolah berkata setelah dari sini, ayo kita gulat.


Ditengah tertawanya bibi Yeri, ia melihat kearah four angel yang berada di samping anak bangtan dan tersenyum kaku. Bibi Yeri terkejut karna kehadiran mereka dan segera mendekati four angel.


"Ya ampun, kalian akhirnya mau datang kesini" Kata bibi Yeri senang. Anak bangtan berhenti tertawa dan menyaksikan interaksi kelima perempuan tersebut.


"Tentu bibi" Jawab Salsa tersenyum manis.


"Ku pikir kalian akan menolak, tapi untungnya tidak. Terima kasih ya, aku sangat senang kalian datang" Kata bibi Yeri mengelus wajah Aulia.


"Sama-sama bibi" Jawab Aulia tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu ayo masuk kedalam" Mereka mengangguk lalu masuk kedalam rumah bibi Yeri.


🌺🌺🌺