
"Gue cinta sama lu"
๐บ๐บ๐บ
Putri mengedipkan matanya berkali-kali mendengar ucapan Jimin yang terdengar sangat tulus dan serius di telinganya.
Anjay, kok gue berasa yang di tembak ya?. Duhh putri, lo jangan baper...
Ucap Putri dalam hati.
Jimin masih menatap mata Putri dalam, seolah menunggu reaksi gadis itu. Namun karna tak ada balasan dari Putri, jadilah satu alis Jimin naik keatas.
"Kok kaget gitu?" Tanya Jimin membuat Putri tersadar dan segera memalingkan wajahnya kearah lain untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.
Jimin memiringkan wajahnya kesamping agar bisa melihat wajah Putri.
"Kamu kenapa?" Tanya Jimin heran.
Putri mengambil napasnya dan berusaha menormalkan mimik wajahnya kembali lalu menatap Jimin lagi.
"Eng-enggak kok, hehehe." Jawab Putri gugup.
"Owh gitu, terus responnya apa?" Tanya Jiminย lagi. Putri mengerutkan dahi karna tak mengerti maksud Jimin.
Kebiasaan nih, otak gue lola mulu.
Putri menggerutuki dirinya sendiri yang susah tanggap.
"Maksudnya?"
"Apa jawaban kamu setelah aku bilang begitu?" Tanya Jimin lagi-lagi membuat Putri bingung sekaligus terkejut dengan pertanyaan itu.
"Ohh i-itu, bagus kok. Keren"
Cicit Putri berpendapat sambil tersenyum kaku. Jimin Menaikkan kedua alisnya seolah tak puas dengan jawaban yang di berikan Putri.
"Terima kasih, tapi bukan itu yang aku maksud."
"Hah? Gimana-gimana?" Tanya Putri semakin bingung sekaligus frustasi harus bagaimana lagi.
Di satu sisi ia tak mau percaya diri dan merasa kepedean, tapi disisi lain ucapan Jimin memancingnya untuk berpikiran seperti itu.
Jimin tersenyum manis kearah Putri membuat gadis itu terpaku akan senyumannya.
"Gue cinta sama lu, apa balasannya?"
Terdengar Agak aneh ditelinga Putri saat Jimin berbicara bahasa Indonesia begitu padanya. Memang tidak ada yang salah dari kalimat itu, tapi karna Jimin kaku saat mengucapkan nya, membuat kesan lucu bagi Putri.
"Jawabannya?" Jimin mengangguk.
Putri terdiam sebentar memikirkan jawabannya.
Udahlah, jawab aja seenak jidat. Paling ini cuma bercandaan doang.
Gumam Putri tak ambil pusing.
"Jawabannya adalah, iya. Gue juga cinta sama lu" Jimin terdiam membeku mendengar itu. Sedangkan Putri menatap heran Jimin.
Kenapa nih?. Benerkan kalau gue jawab itu?. Orang biasanya juga begitu kok kalau orang nyatain perasaan, ya di jawab nya itu.
Batin Putri merasa tak ada yang salah dengan jawabannya.
Tak lama Jimin tersenyum senang dan mengalihkan perhatiannya kearah lain sekilas.
"Kalau begitu, sekarang kita jadian" Kata Jimin menatap Putri masih dengan senyuman.
Mata Putri melebar mendengar itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ehh ma-maksudnya?"
"Iya kita jadian sekarang" Jawab Jimin kembali memberitahu.
Perlahan Jimin mendekati Putri dan menggenggam tangan gadis itu lembut.
๐บ๐บ๐บ
"Maaf seonbae menunggu lama" Ujar Marissa menghampiri Hoseok yang membelakangi nya karna menunggu gadis itu di luar toilet.
Hoseok berbalik dan tersenyum lalu mengangguk.
"Tidak masalah, ayo kita kembali" Marissa mengangguk dan berjalan beriringan bersama Hoseok sambil berbincang.
Saat mereka hampir sampai, seseorang memanggil Marissa membuat langkah keduanya terhenti.
"Marissa!" Panggil seorang laki-laki dari belakang.
Marissa dan Hoseok membalikkan badan untuk melihat orang yang memanggil.
Marissa mengerutkan alis saat melihat siapa yang berada di hadapannya sekarang.
"Lo disini juga ternyata" Hoseok melihat Marissa sekilas, seolah bertanya apa maksudnya.
"Iya" Jawab Marissa singkat, menanggapi laki-laki di hadapannya ini.
Laki-laki itu melirik Hoseok yang berada di samping Marissa menatapnya dengan tanda tanya.
Marissa baru ingat bahwa anak Bangtan adalah Senior di sekolah mereka, dan Leo termasuk salah satu Junior disana.
"Hallo" Sapa Hoseok singkat juga.
"Kalian hanya berdua disini?" Tanya Laki-laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Leo.
"Enggak, kita rame-rame dateng kesini" Jawab Marissa dengan bahasa Indonesia.
Leo mengangguk paham.
"Gue boleh gabung gak, kalau gak boleh yaudah gapapa?" Izin Leo pada Marissa.
Gadis itu melirik Hoseok sekilas lalu mengedikkan bahu.
"Terserah" Leo terlihat senang dengan jawaban tersebut.
"Seonbae?" Panggil Leo kepada Hoseok.
"Ya?" Respon Hoseok.
"Bolehkan aku ikut bergabung dengan kalian?" Kini Leo meminta pendapat dari Hoseok juga.
"Ya, tak masalah" Jawab Hoseok pasrah.
Marissa bisa mendengar nada tak ikhlas dari Hoseok, tapi mau bagaimana lagi, toh Leo yang mau.
Ya... Hitung-hitung untuk menambah keakraban dan mencairkan suasana awkward yang sempat Marissa rasakan tadi.
"Yasudah, ayo" Akhirnya mereka berjalan kembali ketempat dimana Namjoon, Seokjin, Taehyung, Dan Hara berada.
Sampailah mereka disana, Namjoon dan yang lain menatap heran kearah Leo yang datang bersama Marissa dan Hoseok.
"Hallo para seonbae semuanya"
Sapa Leo ceria kepada yang lainnya.
"Hallo" Jawab mereka semua.
"Ayo sini, duduklah" Soekjin menawarkan Leo untuk duduk di kursi yang kosong dekat nya.
"Terima kasih Seonbae" Leo segera duduk di tempat kosong tersebut, begitu juga dengan Marissa dan Hoseok yang duduk di tempatnya semula.ย
"Siapa nama mu?" Tanya Namjoon.
"Ahh aku lupa, perkenalkan. Nama ku Leo, aku dari Indonesia juga dan baru masuk sekolah sama seperti Marissa" Leo melirik Marissa yang hanya menyimak.
Taehyung yang mendengar itu mencuri-curi pandang kearah Marissa dengan tatapan mata yang susah di jelaskan.
Hara? Entahlah, ekspresi nya berubah begitu saja saat Leo datang. Bahkan dia yang tadinya selalu banyak tingkah dan mengoceh, kini menjadi diam seketika.
Marissa menyadari keanehan dari ekspresi Hara, namun ia tak peduli karna itu tidak penting.
"Baiklah, perkenalkan aku Kim Namjoon" Respon Namjoon ramah sambil tersenyum.
Leo mengangguk paham.
"Aku Kim Seokjin, salam kenal"
Kini seharusnya giliran Taehyung memperkenalkan diri, namun ia hanya diam entah kenapa, Membuat yang lain menatapnya.
"Tae" Panggil Soekjin kepada Taehyung yang hanya diam.
"Aku Taehyung" Kata Taehyung tanpa minat, bahkan ia hanya melihat Leo sekilas.
"Oke baiklah. Sebenarnya aku sudah mengenal kalian semua, karna kalian sangat terkenal" Puji Leo membuat Seokjin menampilkan wajah angkuhnya.
"Ohhh tentu saja, mereka pasti mengenal siapa kami" Sombong Soekjin.
"Baguslah kalau begitu" Saut Hoseok menambahkan.
"Ngomong-ngomong, kalian berdua sangat serasi" Marissa melirik Taehyung dan Hara yang dimaksud oleh Leo 'serasi'.
"Tentu saja, yakan Taehyung?" Taehyung tak menghiraukan ucapan Hara dan mengalihkan tatapannya kearah lain.
Hara tersenyum dan semakin bergelayutan dengan Taehyung membuat Marissa mengalihkan pandangannya kearah lain. Bukan karna cemburu, namun karna kesal saja melihat Hara yang bertingkah menggelikan seperti itu.
"Benar, kalian sangat serasi" Tambah Namjoon meledek. Tatapan Tajam Taehyung terpacu pada Namjoon kali ini.
Mereka semua terkekeh, kecuali Marissa dan Taehyung yang hanya terdiam, seolah tidak ada yang lucu bagi mereka, memang nyatanya seperti itu.
"Kau mau pesan makanan?" Tanya Seokjin pada Leo.
"Tentu saja"
"Baiklah" Leo pun memesan makanan dan makan.
Mereka kembali berbincang-bincang hal hal yang lucu dan hal-hal yang tidak penting untuk dibicarakan.
Walau bagi mereka menarik, namun bagi Marissa dan Taehyung, itu tidak menarik sama sekali. Bahkan selama perbincangan, Marissa dan Taehyung hanya diam. Mungkin hanya menjawab beberapa pertanyaan sesekali dengan seadanya.
๐บ๐บ๐บ