
"Aku ingin menjual hotel"
"Berapa?"
"Satu"
"Baiklah"
"Berapa yang bisa kudapatkan?"
"50.000"
"Apa?! Kenapa dikit sekali?. Kau tidak salah kan?. Bagaimana aku bisa membayar hutang?!"
"Memangnya siapa yang menjadi bank?"
"Tentu saja kau"
"Yasudah terserah aku"
"Tapi bagaimana bisa?"
"Hei, sudah 6 kali kau meminjam uang. Tapi tidak kau bayar, sekarang uang penjualan nya di potong untuk melunasi hutang mu"
"Tapi kan aku bisa membayarnya nanti"
"Kau tidak mau? Kalau tidak mau ya sudah"
"Ehhh tunggu, aku mau"
"Nah, ini" Marissa memberikan uang kertas monopoli kepada Jimin sebanyak 50.000
Dengan berat hati Jimin menerimanya dan memberikannya kepada Putri yang berada di sampingnya.
"Ini, ambilah" Kata Jimin kepada Putri. Gadis itu menurut dan menerima uang tersebut.
"Berarti hutang ku padamu lunaskan?" Tanya Jimin kepada Marissa yang kini telah mengambil alih sebagai pegawai bank.
"Belum" Jawab Marissa sambil merapikan uang-uang di tangannya.
"Lahhh? Kok belum???. Kan sudah di potong uang penjualan nya" Protes Jimin terheran-heran dengan Marissa.
"I-"
"Hutang mu masih terlalu banyak bantet. Marissa sengaja tak memotong semuanya karna kasihan padamu" Kata Taehyung menjelaskan sampai memotong ucapan Marissa. Gadis itu mengangguk membenarkan ucapan Taehyung.
Jimin menghela napas...
"Kalau begini aku bisa bangkrut" Kata Jimin sedih.
"Kau memang selalu bangkrut jika bermain ini" Celetuk Suga datar.
"Haishhhh" Desis Jimin frustasi. Yang lain tertawa diatas penderitaan Jimin. Sungguh ingin sekali Jimin merampas uang yang di tangan Marissa agar ia menjadi kaya tanpa bersusah payah...
(Ngepet aja mas Jimin)~author
"Dosa!"~Jimin
(Alah... Tar juga saran gue lu lakuin)~author.
Lanjut...
Putri menatap Jimin dan ia bersusah payah untuk tidak tertawa dalam hal melihat wajah Jimin yang benar-benar kalut sekarang.
"Tenanglah Jimin, aku yakin kita akan menang. Biar aku yang mengganti posisi mu" Kata Putri yakin sekaligus untuk menenangkan Jimin. Jimin menoleh kearah Putri dan menatapnya dengan mata terbuka lebar.
"Kau yakin?" Tanya Jimin ragu. Putri mengangguk cepat.
"Baiklah" Akhirnya Jimin dan Putri bertukar peran. Putri lah yang memimpin permainan sekarang.
Jimin hanya memperhatikan cara bermain Putri yang membuatnya penasaran.
"Ris, gue pinjem duit 300.000, cepet" Kata Putri memohon kepada Marissa. Satu alis Marissa terangkat.
"Lo mau bikin nih bank jadi bangkrut?" Tanya Marissa tak habis pikir dengan jumlah uang yang di pinjam Putri. Bukan tidak mau memberikan, tapi hutang jimin yang sebelumnya belum lunas.
"Plisss lah ris, gue yakin nanti pasti bisa bayar hutangnya. Plissss" Putri kembali memohon kepada Marissa dengan puppy eyes-nya.
Marissa menghela napas dan memberikan uang 300.000 kepada Putri. Salsa dan Aulia yang melihat itu sudah berancang-ancang memberikan protes. Namun ucapan Marissa membuat mereka menghilang kan niatnya.
"Cu-"
"Gak ada yang boleh protes. Aku disini banknya" Kata Marissa memotong ucapan Salsa dan Aulia yang hendak melontarkan protes.
Anak bangtan pun tak bisa berbuat apa-apa karna Marissa sudah duluan bilang begitu.
"Oke lanjut" Kata Hoseok. Akhirnya permainan pun di lanjutkan, semua fokus untuk memenangkan permainan ini. Prinsip kaum hawa tidak terlalu berambisi untuk memenangkan permainan ini, kecuali putri yang memang gencar untuk menang, sebab ia sudah begitu yakin bilang bahwa ia mampu memenangkan permainan ini.
Berbeda dengan anak bangtan yang gencar untuk memenangkan permainan ini agar tidak malu di hadapan four angel. Masa iya laki-laki bisa kalah dalam permainan ini. Kan lucu...
10 menit kemudian...
"Aku beli hotel nya satu"
"Beli ini"
"Negara ini berapa harga hotelnya?"
"Kalau yang itu?"
"Aku beli 3 hotel"
"Kau denda padaku"
"Ayo cepat. Ris, beli lagi hotelnya"
"Nih sekaligus bayar sisa utang yang tadi, ris"
Semuanya tercengang melihat menyaksikan permainan Putri yang bisa memutar balikkan keadaan menjadi dia yang kaya sekarang.
apa apaan ini? kenapa dia mahir sekali?. ahhh kau kalah dari seorang gadis Jimin, dasar...
batin Jimin merasa malu.
Anak bangtan, Salsa, dan Aulia? Semua hotelhotel mereka hampir habis karna harus di sita bank. Luar biasa permainan Putri yang dapat mendapatkan uang banyak serta kembali bangkit dari yang tadinya banyak hutang sekarang menjadi orang terkaya di dunia, monopoli.
"Kamu gimana sih? Masa kalah sama perempuan" Kata Aulia mulai cerewet karna kesal kepada Suga sebab dia terlihat tenang walau dari tadi kena denda dan properti miliknya di sita bank.
"Cuma game" Jawab Suga cuek lalu kembali mengocok dadu nya.
Dapatlah ia angka 5. Suga menjalankan gacoan nya 5 langkah sesuai dengan kotak.
"1,2,3,4,5" Ucap Aulia menghitung.
"Yahhhhhhh" Ujar Aulia kecewa karna lagi-lagi suga terkena denda karna berhenti di tempat Putri. Sedangkan Putri dan Jimin berhigh five ria karna kembali mendapatkan uang denda dari Suga dan Aulia.
"Rasakan itu" Ejek Seokjin kepada Suga. Sedangkan yang di ejek terlihat cuek saja seakan tidak ada setan yang mengejek.
"Ayo hyung bayar..." Kata Jimin menarik dengan tangan di ulur dihadapan Suga seolah sedang meminta, sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Aulia, berikan sertifikat itu pada Marissa" Titah Suga kepada Aulia yang berada disamping nya.
"Tapi ini tinggal satu" Kaga Aulia menunjukkan sertifikat monopoli nya.
"Sudah berikan saja" Kata Suga. Dengan berat hati Aulia memberikan nya kepada Marissa dan Marissa menerimanya.
"Semuanya di jual?" Tanya Marissa.
"Iya, jual semuanya" Jawab Suga mengangguk. Marissa memeriksa harga di kartu sertifikat tersebut lalu mengambil beberapa lembar uang mainan dan menyerahkan nya pada Suga.
"Berapa?" Tanya Aulia.
"120 ribu" Jawab Marissa.
"Ini" Kata Suga kepada Jimin sambil menyodorkan uangnya kepada Jimin. Jimin menerimanya dan mulai menghitung. Ia kembali menatap Suga.
"Ini kurang hyung, dendanya 200 ribu" Kata Jimin protes. Yang lain sudah ikut tertawa karna hal itu.
"Ahhh sudahlah! Aku sudah bangkrut. Lebih baik tidur dari pada bermain permainan bodoh ini!" Geram Suga mulai muak dengan permainan monopoli ini. Dia menyerah sekarang, Aulia menatapnya.
"Kau menyerah?" Tanya Aulia sambil menatap Suga. Pria itu menatap Aulia dalam.
"Aku tidak menyerah" Jawab Suga singkat. Aulia mengangkat satu alisnya.
"Lalu?" Tanya Aulia lagi.
"Aku hanya mengalah, tidak ada pilihan lain. Semuanya sudah habis"
"Tapi untungnya aku masih punya satu" Lanjut Suga kembali menatap Aulia dalam. Yang lain hanya hening mendengar percakapan tersebut. Mereka tersenyum penuh arti, kecuali Marissa yang sibuk menghitung hutang para pemain yang menumpuk padanya.
Kalah begini terus, bank gue bisa bangkrut.
Batin Marissa ke pusingan karna banyak yang meminjam uang padanya.
"Apa?. Kenapa tidak di jual pada bank saja sekalian?" Tanya Aulia kebingungan.
maksud Suga apaan sih? gak ngerti jir
batin Aulia yang masih bingung.
"Tidak, dia hanya milikku seorang. Tidak boleh dijual" Kata Suga bersungguh-sungguh. Aulia semakin bingung.
Anak bangtan, Marissa, Aulia, dan Putri sudah gemas melihat interaksi mereka yang seakan hanya berdua saja disini, padahal masih ada teman-teman yang lain.
"Aku penasaran, apa itu?" Tanya Aulia semakin penasaran akan ucapan yang dimaksud Suga.
Alih-alih menjawab, Suga malah bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh sedikit kepada Aulia.
"Kau"
🌺🌺🌺