The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: first see



Waktu istirahat istirahat pun tiba. Para murid berhamburan menuju kantin, tak terkecuali Salsa dan kawan-kawan. Walau mereka tidak tahu pasti dimana letak kantin nya, jadi mereka mengikuti siswa-siswi lain saja. Keempat gadis itu yakin, bahwa murid lain akan pergi menuju kantin dan benar saja. Sampailah mereka di kantin.


Marissa, Salsa, Aulia, dan Putri segera mencari tempat yang kosong untuk makan. Sampai Marissa menemukan tempat yang masih kosong dan nampak jauh dari keramaian. Mereka segera berjalan kesana dan duduk di tempat tersebut dengan saling berhadapan dua orang-dua orang.


"Lo pada mau makan apa?" Tanya Salsa kepada teman-temannya. Mereka tampak berpikir.


"Gue gak tau menu disini. Bingung..." Kata Aulia yang langsung di setujui oleh yang lain.


"Yaudah, biar gue yang pesen" Kata Marissa langsung pergi menuju salah satu penjual kantin disana. Salsa, Aulia, dan Putri hanya pasrah menunggu kedatangan Marissa yang mereka harapkan membawa makanan. Karna jujur, mereka sudah lapar. Pelajaran tadi sungguh membuat mereka stress. Kenapa? Karna selain mengerjakan soal, mereka juga harus menerjemahkan apa saja yang di katakan oleh bu Yonna di otak mereka masing-masing. Sungguh, itu lumayan sulit, tapi untunglah semuanya berjalan lancar dan mereka dapat mengikuti pelajaran.


"Lo pada kenapa? Kok mukanya lecek banget. Kayak baju belum di setrika" Tanya Salsa kepada dua sahabatnya yang terlihat murung dan badmood.


"Gue masih stress sama pelajaran tadi" Kata Putri mengeluarkan keluh kesahnya. Salsa mengerutkan alis bingung.


"Kenapa? Lo kesusahan?" Tanya Salsa yang di setujui oleh Aulia dan Putri.


"Gue masih kurang ngerti sama bahasa Korea. Mana bu Yonna ngejelasin nya cepet banget lagi, jadi gak ada waktu buat nge- translate" Kata Aulia dengan muka cemberut begitu juga dengan Putri.


"Kan lo bisa nanya gue atau Marissa. Gue sama dia di belakang lo ini, tinggal nengok terus nanya" Ujar Salsa memberitahu.


"Gue takut di omelin sama bu Yonna" Kata Putri dengan sedikit cengiran. Salsa memutar bola mata malas.


"Ya enggak lah. Kan wajar kita nanya bahasa, orang kita bukan orang Korea" Ucap Salsa yang membuat Aulia dan Putri mengangguk setuju. Benar juga apa Salsa, mereka ini bukan orang Korea. Wajar saja jika mereka bertanya mengenai bahasa Korea yang tidak mereka mengerti.


Bener juga, kenapa gue gak nanya ya?.


Batin Aulia menyadari kekonyolan nya.


"Mangkannya, lain kali tanya aja ke gue sama Marissa" Kata Salsa memberi solusi. Aulia dan Putri mengangguk lalu tersenyum.


"Jadi makin sayang deh sama Salsa..." Kata Aulia dengan nada manja membuat Salsa geli melihat ekspresi wajah Aulia.


"Idih najis..." Balas Salsa dengan tatapan jijik.


Murid-murid yang berada di kantin, menjadikan ketiga sahabat itu pusat perhatian. Karna mereka tidak tau bahasa apa yang ketiga gadis itu gunakan saat mengobrol.


Namun Aulia, Salsa, dan Putri tidak menyadari nya. Mereka terus saja asik mengobrol menggunakan  bahasa Indonesia, tak peduli dengan sekitar.


Kantin yang tadinya sangat riuh dan ramai dengan suara-suara, seketika menjadi hening dan sunyi. Pusat perhatian murid-murid kini tertuju kepada beberapa sosok anak laki-laki yang baru datang ke kantin dengan gaya yang cool dan terkesan mencuri perhatian.


Para gadis-gadis sudah siap untuk bersorak-sorak senang dan sekaligus merapikan penampilan mereka agar dilirik oleh ketujuh anak laki-laki itu. Terkecuali Marissa yang sibuk memesan makanan kepada penjual kantin dan memasa bodohkan sekitarnya.


"OMG, itu anak bangtan..."


Kata salah satu murid menggunakan bahasa Korea.


"Kya!! Mereka tampan sekali!" Teriak seorang siswi histeris menggunakan bahasa Korea.


"Akhirnya, mereka datang ke kantin juga!" Saut yang lain dengan bahasa Korea.


"Sungguh, Seokjin oppa sangat tampan!"


"Tidak, Taehyung oppa yang lebih tampan dan keren!"


"Bagaimana dengan Suga oppa? Dia benar-benar cool"


Kira-kira seperti itulah sorak-sorak dari para penghuni kantin yang melihat ke tujuah anak laki-laki itu. Sedangkan yang menjadi pusat perhatian hanya terlihat biasa saja dan sibuk berjalan menuju tempat dimana biasa mereka duduk.


Yap! Ketujuh anak laki-laki itu biasa di panggil dengan sebutan, bangtan. Mereka sangat populer di kalangan siswa-siswi, bahkan senior sekolah ini yang sudah lulus, tahu siapa mereka. Si most wanted di sekolah yang terkenal dengan ketampanan, kecerdasan, dan kekayaan yang sangat indentik dalam diri ke tujuh anak laki-laki itu.


Tak heran banyak yang terpesona dengan pesona mereka.


Mari kita sebut mereka dengan anak bangtan.


Anak bangtan berjalan menuju sebuah tempat yang kosong lalu duduk disana dengan santai. Tak jauh berbeda dengan yang lain, kini Aulia, Salsa dan Putri penasaran siapa yang sudah membuat suasana menjadi riuh. Hingga saatnya mereka melihat sosok anak bangtan yang sedang duduk santai dengan jarak yang lumayan dekat dengan keberadaan mereka saat ini.


Anak bangtan sedang mengobrol ria dan salah satu diantara mereka pergi untuk memesan makanan ke penjual kantin. Jangan lupakan dengan siswa-siswi yang masih menaruh perhatian kepada mereka.


"Eh, itu siapa?" Tanya Aulia pelan dengan sorot mata yang memperhatikan kearah anak bangtan.


"Iya, tadi pas mereka dateng langsung pada ribut. Siapa sih?" Sambung Putri ikut bertanya.


"Mana gue tau, kan gue sama kayak lo pada. Baru masuk ke sekolah ini sehari, mana kenal gue sama mereka" Jawab Salsa 


Tak tau menahu.


"Udahlah, gak usah di pikirin" Kata Salsa menengahi dan tak mau ambil pusing. Aulia dan Putri hanya mengikuti apa kata Salsa saja. Walau sebenarnya mereka penasaran.


"Ish! Marissa mana sih?. Lama amat!" Kata Salsa kesal karna sedaritadi Marissa tak kunjung datang.


"Mungkin ngantri" Saut Putri.


Mari kita beralih kepada Marissa, gadis itu tengah menunggu pesanannya siap. Ia tidak tau apa yang ia pesan, tapi yang jelas semoga saja rasanya enak dan tidak berbau daging B2, karna Marissa dan sahabatnya tak suka makanan tersebut, bahkan tidak pernah memakannya.


"Ini pesanan mu" Kata ibu kantin dengan bahasa Korea. Tangannya menyodorkan sebuah nampan yang berisi makanan. Segera Marissa mengambilnya.


"Terima kasih" Jawab Marissa. Ia berjalan pergi menuju tempat sahabatnya duduk dengan tangan yang membawa nampan makanan. Tanpa ia sadari, seorang pria tengah memperhatikan nya sedaritadi dengan tatapan yang aneh sampai Marissa sampai di tempatnya.


Sedetik kemudian Pria itu kembali kepada tujuannya untuk memesan makanan. Untung saja waktu istirahat cukup panjang, jadi tidak perlu terburu-buru untuk memesan makanan.


Aulia, Salsa, dan Putri terlihat senang saat melihat kehadiran Marissa dengan makanan yang ia bawa. Mereka tidak sabar untuk mencicipi makanan Korea.


"Akhirnya dateng juga, Lama banget sih!" Kata Salsa merasa lega. Marissa meletakkan nampan tersebut diatas meja lalu duduk di samping Salsa yang berhadapan dengan Aulia serta Putri.


"Bacot! Yang penting udah gue bawain" Kata Marissa suskes membungkam mulut sahabatnya.


Salsa terkekeh melihat Aulia yang langsung terdiam karna ucapan Marissa.


"Tau nih... Aulia bacot!" Tambah Salsa meledek Aulia. Putri ikut terkekeh.


Mereka pun memakan makanan tersebut dengan nikmat dan sesekali bercanda ria. Tentu saja menggunakan bahasa Indonesia. Hal itu membuat anak bangtan yang mendengar percakapan mereka, mulai memperhatikan kearah keempat gadis itu berada. Jarak antara meja makan Marissa dan kawan-kawan, tak jauh dari meja makan anak bangtan, Jadilah suara mereka ikut terdengar.


"Siapa mereka? Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya" Kata Hoseok kepada teman-temannya.


"Siapa?" Tanya Suga kepada hoseok.


"Itu..." Tunjuk hoseok dengan dagunya. Mereka mengikuti arah tuju yang diberikan Hoseok. 


"Entah, aku juga tidak tahu" Kata Seokjin sambil mengangkat bahunya yang lebar sejenak.


"Ku dengar ada pelajar baru dari Indonesia. Apa mungkin mereka?"


Tebak Jimin memberitahu. Kini semua anak bangtan menatap Jimin penasaran, kecil ia Suga yang nampak biasa saja.


"Kau tau dari mana, Jimin?" Tanya Namjoon kepada Jimin.


"Bukankah kemarin kepala sekolah memberitahu?" Tanya Jimin balik. Semuanya baru tersadar bahwa kepala sekolah sempat memberitahukan hal itu kemarin. Mereka melupakan hal itu ternyata.


"Kau benar, aku lupa" Kata Namjoon yang di angguki oleh yang lain.


"Tapi, bahasa apa yang mereka gunakan?" Tanya Seokjin bingung dengan bahasa yang ia dengar dari percakapan keempat gadis itu.


"Tentu saja menggunakan bahasa Indonesia, hyung" Jawab Jungkook yang di setujui oleh yang lain.


"Jika dilihat-lihat!, mereka can-"


"Aku kembali!" Taehyung yang baru datang sambil membawa makanan, memotong ucapan Namjoon yang hendak berbicara.


Taehyung langsung duduk di samping Jungkook setelah sebelumnya menaruh makanan yang ia pesan di atas meja.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Taehyung ingin tahu.


"Tidak ada. Hanya membicarakan tentang murid baru" Jawab Namjoon. Taehyung menyipitkan matanya penasaran.


"Murid baru?" Tanya Taehyung yang di angguki Jungkook.


"Iya, hyung" Jawab Jungkook.


"Dimana?" Tanya Taehyung lagi. Jungkook menunjuk kearah tempat dimana Salsa, Aulia, Putri, dan Marissa berada. Taehyung sedikit menyipitkan matanya lagi agar melihat hati dengan jelas. Namun tatapannya terfokus kepada satu gadis. Lalu seulas senyum miring muncul di bibirnya.


Jadi dia murid baru... Pantas saja.


Batin Taehyung masih menatap kearah salah satu gadis di antar keempat gadis itu. Lalu ia mengalihkan pandangannya kearah anak bangtan.


"Aku sempat bertemu dengan salah satu gadis di antara mereka saat mengantri makanan" Kata Taehyung membuat yang lain penasaran dengan topik pembicaraan. Suga yang tadinya tidak tertarik, kini mulai penasaran dengan cerita Taehyung. Oh jangan lupakan beberapa makanan yang sudah ia masukkan kedalam mulut, begitu juga dengan Hoseok, Jimin, dan Seokjin yang memakan makanannya sambil mendengarkan percakapan.


"Benarkah? Yang mana?" Tanya Namjoon penasaran. Taehyung berpikir sejenak sebelum menjawab dan kembali melihat kearah meja Salsa dan kawan-kawan sejenak.


"Entahlah..." Taehyung lebih memilih untuk tidak menjawab pertanyaan hyung nya. Hoseok dan Jungkook memutar bola mata malas.


"Ayolah... Beritahu kami" Kata Hoseok. Taehyung tersenyum tipis sambil menunduk lalu menggeleng.


"Kau pelit tae!" Tambah Seokjin. Ia tahu sifat Taehyung yang sangat misterius. Walau sudah bertahun-tahun kenal, Taehyung orang yang cukup tertutup, sangat jarang ia bercerita kepada hyung nya atau Jungkook. Sampai-sampai mereka tidak tau apa yang Taehyung rasakan sekarang, biarlah si blank tae sendiri yang tau.


"Tak apa, kami akan mencari tahu sendiri" Taehyung hanya mengedikkan bahu acuh. Ia masih terbayang dengan wajah gadis yang sempat ia jumpai tadi. Entah kenapa gadis itu terlihat dingin dan malah membuat Taehyung penasaran.


"Bisakah kalian tidak membicarakan mereka?" Kata Suga yang risih karna temannya terus saja membicarakan murid baru.


"Hehe, maaf hyung" Kata Jungkook dengan senyum kelincinya.


"oh ya, kalian jangan lupa. Nanti malam kita harus pergi ke tempat bibi Yeri" Kata Jimin mengingatkan. Taehyung sudah menghela napas berat saja.


"Aku malas, bibi Yeri selalu menyuruh ku membaca satu buku setiap datang ke perpustakaan nya" Kata Jungkook kesal. Benar, Jungkook tidak suka jika terus di suruh membaca buku saat berkunjung ke tempat bibi Yeri yang telah mereka anggap sebagai orang tua mereka. Mereka memang pintar, namun mereka sangat malas jika disuruh belajar apalagi membaca buku, kecuali Namjoon.


malas sekali membaca buku...


batin Jungkook membayangkan ia tengah membaca buku yang sangat membosankan. itu baru membayangkan, bagimana jika terjadi?.


"Kau pikir kau saja? Aku juga sama" Kata Seokjin yang diangguki oleh Jimin, Taehyung, Suga, dan Hoseok. Kecuali Namjoon.


"Aku tidak" Kata Namjoon bertolak belakang.


"Aku tahu hyung, hobi mu memang membaca. Tapi berbeda dengan kami" Kata Taehyung.


"Pokoknya kita harus tetap kesana. Memangnya kalian tidak rindu dengan bibi Yeri?" Tanya Namjoon membuat mereka semua berpikir. Tentu saja mereka merindukan bibi Yeri. Sudah 2 minggu mereka tidak berkunjung ke perpustakaan dimana bibi Yeri biasa berada.


"Baiklah, kita akan pergi kesana" Kata Suga. Jika Suga sudah setuju, maka yang lain pun ikut setuju.


"Jujur, Aku merindukan bibi Yeri juga" Tambah Seokjin.


"Kalau begitu, nanti malam kita harus sudah berada disana" Kata Seokjin final.


"Iya, hyung"


🌺🌺🌺