The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: Four angel?



"ANAK BANGTAN DAN FOUR ANGEL!"


"Dimana?"


"Disana!"


Para siswa-siswi berlarian dengan penuh keributan dan berbondong-bondong. Mereka berlarian menuju parkiran untuk bertemu anak bangtan dan keempat gadis.


Karna terkejut dengan kedatangan siswa-siswi yang secara tiba-tiba, Aulia dan Putri mengumpat di belakang Salsa dan Marissa. Ia terkejut saat hendak memasuki mobil karna mendengar suara teriakan dari para siswa-siswi.


"Itu mereka!" Teriak salah satu Siswi sambil menunjuk anak bangtan dan keempat gadis yang hendak menuju mobil mereka.


Dalam sekejap mereka sudah terjebak diantara para siswa-siswi yang menjadi pengagum mereka. Banyak diantara mereka berteriak histeris, memberikan hadiah, dan bahkan ada yang membacakan puisi.


"Oppa kau sangat tampan. Bolehkan aku meminta ID mu?"


"Aulia, kau suka dengan anime kan?. Kita sama Aulia, lain kali kita akan menonton bersama"


"Apa kau sudah punya pacar, Taehyung seonbae?"


"Seonbae, apa benar kalian sudah berpacaran dengan four angel?"


"Hati ku hancur"


Dan masih banyak lagi kebisingan yang membuat anak bangtan dan keempat gadis mulai terganggu dan sepakat untuk segera menerobos kerumunan tersebut dan pergi menuju mobil mereka masing-masing.


"Kalian menyingkirlah, kami mau lewat!" Kata Suga menyuruh mereka untuk bubar dengan nada bicara yang sangat dingin, membuat mereka bergidik ngeri dan berhenti berbicara. Untunglah mereka segera mengerti dan membuat jalan untuk anak bangtan dan keempat gadis lewat.


"Kalian jalanlah terlebih dahulu" Kata Suga berbisik kepada Aulia. Aulia mengangguk paham dan segera mengajak ketiga sahabatnya untuk berjalan terlebih dahulu.


Anak bangtan? Mereka mengawasi keempat gadis dari belakang dan memberikan tatapan horror kepada anak laki-laki yang hendak mendekati keempat gadis. Mereka memastikan keempat gadis itu masuk kedalam mobil terlebih dahulu, barulah setelahnya anak bangtan menuju mobil mereka.


"Kya anak bangtan gentleman sekali"


"Apa-apaan ini? Jadi benar mereka berpacaran?"


"Mereka sangat serasi"


"Sungguh four angel sangat beruntung. Aku sungguh iri pada mereka"


Walau sudah berada di dalam mobil, anak bangtan dan keempat gadis masih bisa mendengar pembicaraan para pengagum mereka yang sangat berisik dan tak lelahnya membicarakan tentang mereka.


Marissa melihat kearah mobil anak bangtan yang belum beranjak dari tempatnya. Otomatis Marissa tak bisa langsung menyalakan mobil, ia menunggu mobil anak bangtan melaju dulu untuk menuntun mereka menuju rumah bibi Yeri.


DING!.


Ponsel Salsa berbunyi dan segera ia membuka pesan yang masuk tersebut di dalam ponselnya.


JK01:


Ikuti mobil kami, Salsa


Salsa03:


Baiklah


"Ris, ikutin mobilnya anak bangtan" Kata Salsa menoleh kesamping untuk memberitahu Marissa. Gadis itu mengangguk paham.


Tak lama setelah Salsa mendapatkan pesan tersebut, mobil anak bangtan bergerak dan melaju meninggalkan pekarangan sekolah, diikuti mobil Marissa yang mengekor di belakang.


Mereka tidak memperdulikan siswa-siswi yang masih berada disana dan berteriak histeris untuk mencuri perhatian.


"Eh lo tau gak sih, masa kita di sebut four angel" Kata Salsa menyadari akan satu hal. Sedari tadi banyak yang menyebut mereka sebagai four angel.


"Betul, gue juga denger!" Kata Putri ikut menyadari.


"Wiss mantap, kita jadi empat malaikat. Gak salah itu, bagus" Kata Aulia merasa senang akan panggilan itu.


"Mangkannya Thor, lo sebut kita four angel aja. Jangan keempat gadis mulu, yang baca bosen kali bacanya!" Kata Salsa.


(Lo protes aja, ini kan yang bikin cerita gue. Kenapa jadi lo yang sewot?😒)~author


"Kan cuma bilangin elah"~Salsa


(ribet antum, yaudah deh iya😒)~Author


"Nah gitu dong"


Sudah abaikan saja percakapan unfaedah ini. Mari lanjut ke jalan cerita.


"Iya gue setuju, bagus tuh namanya" Kata Putri ikut merasa senang.


"Tapi siapa ya yang bikin julukan itu?" tanya Salsa heran.


"Gak tau, udahlah gak usah di pikirin. Masih mending dapet julukan yang bagus, dari pada yang aneh-aneh" Kata Aulia kepada Salsa. Putri mengangguk.


"Yaudah sih, kan gue cuma nanya!" Ketus Salsa.


"Yaudah, kan gue jawab" Kata Aulia tak mau kalah. Salsa merotasi kan matanya dan menghela napas, kesal karna Aulia.


"Terserah lo deh lia" Final Salsa menyerah. Aulia terkekeh karna berhasil membuat Salsa jengkel.


Mobil pun terus melaju mengikuti kemana anak bangtan membawanya pergi. Jika bukan karna bibi Yeri yang sudah baik mau mengundang mereka untuk datang kesana, Marissa akan berpikir seribu kali untuk menerima tawaran tersebut.


🌺🌺🌺


Mobil anak bangtan berhenti, otomatis mobil Marissa ikut berhenti di belakang. Namun ada keanehan disini, mereka bukan berhenti di sebuah rumah, melainkan di sebuah Mall.


Kening Marissa mengkerut karna kebingungan dengan situasi ini.


"Kok kita berhenti disini?. Emang ini rumahnya bibi Yeri?" Tanya Aulia kebingungan.


"Bukan pinter, ini tuh mall" Kata Salsa menyalahkan Aulia.


"Makasih loh udah di bilang pinter" Kata Aulia tersenyum sambil memainkan alisnya turun naik.


"Tapi beneran deh, gue bingung. Kenapa kita kesini?" Kini Putri yang ikut merasakan keanehan sekaligus kebingungan.


Tak lama, anak bangtan turun dari mobil. Melihat hal itu, keempat gadis—four angel maksudnya, ikut turun dari mobil dan menghampiri anak bangtan.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Marissa kepada anak bangtan.


"Maaf karna tidak memberi tahu kalian sebelumnya. Kita kesini karna ada yang perlu di beli untuk paman Adam dan bibi Yeri" Kata Taehyung tersenyum kotak.


"Kalau begitu kebetulan, kami juga mau membelikan sesuatu untuk bibi Yeri" Kata Marissa sambil tersenyum.


Sreet!.


"Akh!" Ringis Marissa saat merasakan kaki nya di injak oleh Salsa. Ia menatap Salsa heran sekaligus kesal.


"Apaan sih?!" Kesal Marissa menggunakan bahasa Indonesia. Anak bangtan saling tatap karna bingung dengan apa yang terjadi.


"Lo tau kan gue lagi bokek. Ngapain lo pakek bilang gitu?" Bisik Salsa horor di telinga Marissa. Marissa melirik Aulia dan Putri sekilas, ia tahu bahwa ketiga temannya lagi tidak punya uang lebih sekarang, terlihat dari ekspresi nya, merana.


Marissa memegang kedua pipi Salsa untuk menatapnya serius.


"Gue yang bayar" Ucap Marissa. Salsa membulatkan matanya namun tak lama ia tersenyum manis dan mencubit pipi Marissa.


Tidak bisa begini terus, aku harus menguasai bahasa itu!.


Tekad Namjoon dalam hati.


Aku merasa paling bodoh disini.


Kalau Ini batin dari Hoseok.


"Yasudah, ayo kita masuk!" Kata Salsa semangat sambil merangkul Marissa kedalam Mall, diikuti Putri, Aulia, dan anak bangtan di belakang.


Giliran gratisan aja, langsung semangat.


Batin Marissa menggerutu.


Mereka memilih untuk pergi ke  salah satu toko yang menjual coklat terlebih dahulu untuk membelikan beberapa coklat untuk paman Adam, sesuai dengan janji anak bangtan.


"Coklatnya yang mana?" Tanya Hoseok kepada teman-temannya, termasuk four angel. Tapi four angel sedang memilih coklat nya sendiri untuk di berikan nanti kepada bibi Yeri, jarak antara mereka tidak terlalu jauh dalam memilih coklat.


"Yang ini saja" Kata Seokjin memberikan usul sambil menunjukkan sebuah coklat dengan bungkus berbentuk hati.


"Kita sudah sering membeli yang itu. Paman pasti merasa bosan" Kata Jungkook menolak usul dari Seokjin. Akhirnya Seokjin kembali menaruh coklat yang tadi ia pegang di tempatnya semula.


"Bagaimana dengan ini?" Ucap Taehyung menunjukkan coklat di tangannya dengan bungkus persegi berwarna pink dan bertuliskan coklat blueberry di depan bungkus nya.


Anak bangtan menoleh kearahnya.


"Aku suka, tapi paman tidak mungkin suka" Kata Namjoon menimbang-nimbang.


"Kenapa?" Tanya Jimin heran.


"Kalian lupa, waktu hari ulang tahunnya kita memberikan dia kue rasa blueberry dan dia muntah karna tak suka rasa tersebut" Ujar Namjoon mengingat kejadian yang terjadi setahun yang lalu, lebih tepatnya saat ulang tahun paman Adam.


"Ahh aku baru ingat, paman kan tidak suka dengan rasa blueberry" Kata Jimin tersadar.


"Lalu yang mana?" Tanya Suga mulai frustasi karna tak menemukan coklat yang tepat. Banyak sekali pilihan di toko ini, mulai dari bentuk, rasa, bungkus, dan toping tambahan. Hal itulah yang membuat mereka tambah bingung untuk memilih.


(Maklumin lah, gak pernah ngerayain valentine karna gak punya pacar. Jomblo🤣) ~Author


"Kau juga jomblo, Thor"~ Jimin


(Iya, aku jomblo, kamu jomblo. Jadian yuk😌) ~author


"Ogah, lu pendek😜"~ Jimin


(Ye kurang ajar, gak sadar diri lu bantet)~ author


"Mohon bersabar, kita lagi ujian"~ Namjoon


(Bapak kau ujian:v) ~Author


"Berisik woy!"~ Suga


(Eh maaf bang agus, maaf🙏) ~author


Hiraukan saja teman-teman hal ini, anggap saja angin berlalu.


Lanjut...


"Yang ini?"


"Jangan"


"Ini?"


"Itu terlalu kecil"


"Beli saja yang banyak"


"Jangan, ribet. Langsung beli yang isinya banyak saja sekalian"


"Owh aku tau, yang ini"


"Itu hanya bungkusnya, bodoh"


"Ahhh aku pusing. Terserah kalian lah!"


Namjoon melihat kearah four angel yang sedang asik memilih barang dengan di selingi canda tawa.


"Aku punya ide!" Kata Namjoon berseru.


"Apa?" Tanya Suga tenang.


"Ayo ikut aku" Ajak Namjoon lalu berjalan menghampiri four angel, diikuti anak bangtan yang lain dengan wajah bingung.


"Maaf menganggu" Kata Namjoon sopan kepada four angel. Mereka menatap anak bangtan heran.


"Ohh seonbae, ada apa?" Tanya Aulia kepada Namjoon. Yang lain menahan tawa karna mendengar Aulia memanggil Namjoon dengan embel-embel seonbae.


"Kami butuh bantuan kalian" Kata Namjoon.


"Apa itu?" Tanya Salsa.


Namjoon memegang tengkuknya sebentar sebelum menjawab.


"Kami bingung harus memilih coklat yang seperti apa, bisakah kalian membantu kami untuk memilih?" Tanya Namjoon hati-hati. Salsa ber'oh' karna mengerti ucapan Namjoon. Segera ia menarik tangan Marissa dan mendorong gadis itu ke anak bangtan.


"Ehh kenapa nih?" Tanya Marissa bingung karna Salsa mendorongnya tiba-tiba.


"Kalau soal milih, Marissa paling jago" Kata Salsa sambil menyenggol lengan Marissa.


"Enggak, apaan sih lo!" Geram Marissa pelan kepada Salsa.


"Aku tidak bohong" Kata Salsa kepada anak bangtan.


"Tolong bantu kami" Kata anak bangtan bersamaan sambil memohon dan menunjukkan puppy eyes mereka. Marissa bergidik geli melihat hal tersebut. Mereka yang biasanya bersikap cool, sekarang berubah menjadi sangat imut dan lucu seperti ini. Sungguh Marissa geli sendiri melihatnya.


"Ya, baiklah aku bantu"


Anak bangtan menghela napas lega dan tersenyum manis.


"Terima kasih"


"Paman Adam orang yang seperti apa?" Tanya Marissa membuat anak bangtan saling tatap karna bingung.


"Pertanyaan mu tidak ada hubungannya dengan memilih coklat" Kata Suga dingin.


"Hei, jawab saja" Kata Marissa tak kalah dingin.


"Paman Adam orang yang bijaksana, baik hati, dan pintar. Oh dan dia juga orang yang royal" Kata Jungkook memilih untuk menjawab sambil membayangkan sosok paman Adam di kepalanya.


"Baiklah, tunggu sebentar" Kata Marissa lalu mundur mandir dari satu rak ke rak yang lain. Anak bangtan dan ketiga temannya hanya memperhatikan hal tersebut dengan seksama.


🌺🌺🌺