
Mereka semua duduk bersama di ruang tamu dan mengobrol tentang banyak hal. Mulai dari sekolah, kebiasan sehari-hari, menggoda Jimin, dan lain-lain yang membuat suasana menjadi menyenangkan.
"Kalian mengobrol saja, aku akan segera kembali" Kata bibi Yeri di sela-sela percakapan. Mereka mengangguk dan akhirnya bibi Yeri pergi entah kemana, sepertinya kedapur.
Anak bangtan dan four angel kembali melanjutkan obrolan. Tak lama, datanglah paman Adam dari kamarnya dan tersenyum kepada mereka.
"Hallo semuanya" Sapa paman Adam kepada anak bangtan dan four angel. Mereka segera bangkit dari duduk dan membungkukan badan sopan.
"Hallo juga paman" Balas mereka.
"Wow, apa ini?. Apakah untuk paman?" Tanya Paman Adam melihat kearah meja yang terdapat banyak paper bag.
"Tidak semuanya paman" Kata Taehyung jujur.
"Tapi ada kan buat paman?" Tanya paman tersenyum penuh arti.
"Tentu" Kata Namjoon dan mengambil beberapa paper bag yang berisi coklat dan menyerahkan nya kepada paman Adam.
"Kami sudah memenuhi syarat pertama" Kata Namjoon kepada paman Adam.
"Ingat, masih ada 2 lagi. Tapi tunggu, siapa gadis-gadis cantik ini?. Apakah mereka yang menjadi pelunasan syarat ketiga?" Tanya paman Adam tersenyum jahil kepada anak bangtan. Sedangkan four angel berpikir keras mempertanyakan maksud dari ucapan paman Adam, mereka tak mengerti.
Pelunasan syarat ketiga? Maksudnya apa?.
Batin Putri merasa sangat bingung dengan hal itu. Tak jauh berbeda dengan Marissa, Aulia, dan Salsa yang ikut bingung juga.
Seokjin menyenggol lengan Namjoon, memintanya agar segera bertindak. Peka maksud Seokjin, Namjoon segera mendekati paman Adam.
"Perkenalkan paman, ini teman satu sekolah kami. Mereka pelajar dari Indonesia yang mendapat beasiswa untuk sekolah di sopa" Kata Namjoon menjelaskan kepada paman Adam agar pria paruh baya itu tidak salah paham.
"Jadi kalian berasal dari Indonesia? Kalau begitu kita sama" Kata paman Adam merasa senang dan tersenyum. Four angel membalas senyuman tersebut ramah.
"Tolong perkenalkan nama kalian dengan bahasa Indonesia" Kata Paman Adam meminta. Four angel saling bertukar pandang sebentar.
Anak bangtan hanya bisa menanti kan hal tersebut dalam diam.
Marissa membungkukkan badan.
"Saya Marissa paman, senang bertemu dengan mu" Kata Marissa. Sesuai permintaan paman Adam, ia memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia.
Disusul oleh Salsa, Aulia dan Putri.
"Saya Salsa, paman"
"Saya Aulia, paman"
"Saya Putri, paman"
Paman Adam mengangguk dan tersenyum manis kepada four angel. Paman Adam melirik kearah anak bangtan secara bergantian dan tiba-tiba tersenyum penuh arti, membuat orang yang melihatnya menjadi kebingungan sendiri.
"Ada apa dengan senyum paman?" Tanya Hoseok berbisik kepada Seokjin.
"Aku tidak tahu. Ada makna di balik itu" Balas Seokjin kembali berbisik kepada Hoseok.
"Senang bertemu dengan kalian semua. Anggap saja sebagai rumah sendiri" Kata paman Adam kepada four angel.
"Dan kalian, waktunya belajar. Ayo!" Paman Adam segera meninggalkan ruang tamu dan pergi entah kemana. Anak bangtan menoleh kearah four angel yang masih tidak mengerti dengan situasi ini.
"Kalian tunggu kami disini, kami akan segera kembali" Kata Seokjin yang di setujui oleh Hoseok.
"Do'akan kami agar cepat berhasil" Kata Jungkook tersenyum kelinci.
"Benar, kami sedang berjuang!" Kata Hoseok semangat.
"Santai saja, anggap rumah sendiri" Kata Namjoon.
"Kalian memangnya mau melakukan apa?" Tanya Putri penasaran.
"Melakukan hal yang membuat kami pusing tujuh keliling" Jawab Hoseok. Anak bangtan tertawa.
"Tidak, kami hanya memiliki suatu urusan dengan paman Adam" Jawab Jungkook. Perlahan Putri mengangguk paham.
"Baiklah, sampai nanti" Akhirnya anak bangtan pun pergi meninggalkan ruang tamu dan menyusul paman Adam yang pergi entah kemana.
"Gue gak ngerti deh maksud percakapan mereka" Kata Aulia masih bingung.
"Sama gue juga masih gak ngerti. Syarat? Syarat apaan maksudnya?" Tanya Salsa penuh pertanyaan.
"Udah biarin aja, itu urusan mereka" Kata Marissa memilih untuk tidak ambil pusing. Akhirnya mereka kembali duduk di sofa yang sangat empuk tersebut.
Tak lama bibi Yeri datang dengan membawa sebuah nampan yang berisi minuman dan berbagai macam cemilan.
"Maaf membuat kalian menunggu. Tapi dimana anak bangtan?" Tanya bibi Yeri sambil meletakkan nampan tersebut di meja bundar, di hadapan four angel. Lalu bibi Yeri ikut duduk di sofa yang khusus untuk seorang diri.
"Mereka ikut paman Adam tadi" Jawab Salsa.
"Ternyata mereka sudah mulai. Mereka sangat giat belajar" Kata bibi Yeri tersenyum.
"Belajar?" Tanya Putri dengan kening mengkerut.
"Iya, mereka belajar. Belajar bahasa Indonesia kepada paman Adam" Jelas bibi Yeri. Kini four angel mulai mengerti dengan apa yang terjadi.
"Ohh ternyata itu yang mereka lakukan" Kata Putri.
"Mereka sangat bertekad menguasai bahasa itu, sampai-sampai ia membuat perjanjian dengan pamannya" Kata Bibi Yeri memberi tahu.
"Perjanjian apa, bi?" Tanya Aulia mulai tertarik dengan arah pembicaraan.
"Paman nya membuat perjanjian kepada mereka, jika mereka bisa memenuhi 3 syarat yang ia berikan, maka paman nya bersedia untuk mengajarkan mereka bahasa Indonesia" Jawab bibi Yeri.
"Apa syaratnya?" Kini Marissa yang bertanya. Bibi Yeri tersenyum sebelum menjawab.
"Pertama, mereka harus membelikan coklat"
Pantes mereka beli coklat banyak tadi.
Batin Marissa.
"Kedua, mereka harus rajin datang ke perpustakaan milikku"
Four angel mengangguk paham dan masih menyimak apa yang akan di katakan bibi Yeri selanjutnya.
"Dan yang ketiga?" Tanya Aulia tak sabaran.
"Mereka harus cepat-cepat memiliki pacar" Four angel sempat terkejut dengan hal itu. Mereka kembali teringat dengan ucapan paman Adam tadi.
"Ingat, masih ada 2 lagi. Tapi tunggu, siapa gadis-gadis cantik ini?. Apakah mereka yang menjadi pelunasan syarat ketiga?"
Itulah ucapan paman Adam yang masih mereka ingat. Jadi paman Adam mengira bahwa four angel adalah kekasih anak bangtan dan itu hanyalah sebuah alibi untuk memenuhi syarat yang ia berikan.
Entah kenapa four angel merasa ada yang aneh di sini. Ya, perasaan mereka jadi tidak nyaman.
"Mereka sangat konyol sampai membuat perjanjian seperti itu" Kata bibi Yeri tertawa pelan. Four angel hanya ikut tertawa saja.
"Aku hampir lupa, ayo dimakan. Jangan malu-malu" Kata bibi Yeri menawarkan minuman dan cemilan yang tadi ia bawa kepada four angel.
"Terima kasih bibi, kau baik sekali" Kata Salsa.
"Sama-sama, nak. Aku juga berterima kasih karna kalian mau menemaniku" Kata bibi Yeri pelan. Terselip rasa kesedihan di matanya dan raut wajah wanita paruh baya itu.
"Ngomong-ngomong, apa bibi benar mempuyai ponakan 7, maksudku apa semua anak bangtan adalah keponakan bibi?" Tanya Aulia penasaran.
"Tidak. Ponakan ku hanya Jungkook, tapi ia punya sahabat dari kecil, yaitu 6 lainya. Jadilah aku menganggap mereka sebagai ponakan ku juga, sampai sekarang" Kata bibi Yeri tersenyum sembari menjelaskan. Aulia mengangguk paham.
"Tapi, apakah orang tua mereka semua masih ada?" Tanya Putri kepada bibi Yeri. Bibi Yeri terdiam sebentar sebelum menjawab.
"Kedua orang tua Namjoon dan Suga sudah tidak ada. Sedangkan yang lain masih utuh" Jelas bibi Yeri. Marissa menatap bibi Yeri lama dan entah kenapa sebuah pertanyaan keluar dari mulutnya begitu saja.
"Maaf jika aku bertanya seperti, apakah kau punya anak?" Tanya Marissa membuat bibi Yeri menunduk dan sepertiny ia menahan tangis. Marissa merasa terkejut akan hal itu, ia menghampiri bibi Yeri dan duduk di lantai dengan kedua lutut sebagai penopang.
"Maaf jika pertanyaan ku sangat sensitif bagimu" Kata Marissa merasa bersalah.
"Tidak apa-apa" Kata bibi Yeri mengangkat wajah nya dan menatap Marissa lalu tersenyum tulus. Mata bibi Yeri berusaha untuk menampung air mata agar tak turun.
"Aku pernah merasakan hamil hingga usia 6 bulan, namun suatu hari aku mengalami sebuah insiden kecelakaan ketika hendak pergi berlibur bersama suamiku. Karna kecelakaan itulah, aku keguguran dan aku dinyatakan tidak bisa mengandung lagi karna rahim ku rusak" Kata bibi Yeri. Kini kristal bening telah keluar dari matanya dan turun ke pipi wanita paruh baya itu.
Salsa, Aulia, dan Putri terkejut mendengar itu, mereka merasa iba atas apa yang terjadi dengan bibi Yeri. Tak terkecuali dengan Marissa yang kini merasakan kesedihan bibi Yeri yang menjalar padanya.
Ia tak menyangka bahwa sosok didepannya ini mengalami hal menyakitkan seperti itu.
"Bibi, aku sungguh minta maaf. Aku mengerti apa yang kau rasakan walau aku tidak ada di posisi mu, tapi aku yakin jika bibi terus berdoa dan memohon, keajaiban bisa terjadi pada bibi. Itu hanya vonis dokter, namun tidak dengan kehendak Tuhan" Kata Marissa menggenggam tangan bibi Yeri.
"Aku yakin bibi bisa memiliki keturunan" Kata Marissa sambil tersenyum dan memberikan pelukan kepada bibi Yeri, dengan senang hati bibi Yeri membalas pelukan Marissa.
"Terima kasih banyak, nak"
Bisik bibi Yeri.
Aulia, Salsa, dan Putri ikut meneteskan air mata.
"Berasa nonton sinetron gue" Bisik Aulia namun dengan wajah yang sedih.
"Husssttt" Aulia terdiam saat Salsa menanggapinya.
Marissa melepaskan pelukan tersebut dan bibi Yeri segera menghapus air matanya laku tersenyum. Marissa kembali ke tempat nya semula. Setelah menunggu bibi Yeri tenang, barulah mereka bisa berbincang-bincang lagi.
"Sekarang giliran aku yang bertanya" Kata bibi Yeri kepada four angel. Mereka hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kalian harus menjawabnya jujur"
"Kami usahakan" Kata Salsa.
"Pertanyaan ku adalah..."
"Apakah kalian menyukai anak bangtan?"
🌺🌺🌺
Saking rajinnya, author update 2 kali🤣