The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: why?



"AULIAAAA!!! CEPETAN!!!. UDAH MAU TELAT NIH!" Teriak Salsa menggelegar seisi kamar apartemen. Marissa menutup kedua telinganya dengan kedua tangan, begitu juga dengan Putri.


Mereka sedang menunggu Aulia yang sedaritadi masih di kamar mandi. Bukan sedang mandi, melainkan tengah buang air besar dan katanya perut Aulia sedang sakit pagi ini. Jadilah ketiga temannya menunggu Aulia hingga hampir telat.


Brak!.


Salsa menggedor pintu kamar mandi dengan keras. Untung saja pintu nya tidak terbuka atau rusak. Marissa menggeleng pelan dan melirik arloji di pergelangan tangannya.


Sebentar lagi bell masuk dan mereka masih berada di apartemen. Marissa dan Putri tidak tahu apakah mereka akan di hukum karna telat atau malah ada keajaiban.


"Bener bener nih anak. Au-"


Ceklek!.


"Iya bawel!" Aulia pun keluar dari kamar mandi dan merapikan seragam sekolahnya. Salsa menatap Aulia tajam seolah-olah ingin memakan Aulia detik ini juga.


"Lama banget sih lo?!. Udah mau telat nih!" Omel Salsa di depan Aulia.


"Sorry elah, perut gue mules" Kata Aulia menyengir tanpa dosa.


"Udah ayo berangkat" Kata Marissa berjalan duluan keluar kamar dan menuju parkiran, disusul oleh Aulia, Salsa, dan Putri di belakang


πŸ“–πŸ“–πŸ“–


"Eh PR lo udah ngerjain?" Tanya Aulia kepada ketiga temannya. Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan siap untuk melakukan perjalanan menuju sekolah.


"Gue belum!" Seru Salsa sambil menepuk jidatnya karna lupa mengerjakan.


"Eh put, lo udah belum?" Tanya Aulia kepada Marissa yang sedang menyetir.


"Yah Aulia, gue juga lupa" Jawab Putri cemberut. Biasanya Putri lah yang paling rajin dalam mengerjakan PR dari pada ketiga temannya.


"Gue yakin, Marissa pasti udahan" Kata Salsa sambil melirik kearah Marissa yang sedang fokus menyetir. Ia menerka bahwa Marissa sudah mengerjakan PR. Ia sangat yakin.


"Gue belum" Balas Marissa singkat dan terkesan santai. Salsa menoleh kebelakang untuk menatap Aulia dan Putri. Mereka saling bertukar pandang satu sama lain beberapa saat.


"AAAAAAA!!!" teriak ketiga orang tersebut dengan kencang. Marissa mengerutkan alis dan menutup sebelah telinganya dengan satu tangan.


"Kita di hukum!"


"******! Di suruh berdiri tengah lapangan!"


"Gila! Bisa di ceramahin 2 jam nih!"


"Aduh gimana dong?!"


Kira-kira seperti itulah kicauan dari Salsa, Putri, dan Aulia yang panik karna takut di hukum. Mereka tidak mau sampai di hukum berdiri tengah lapangan, karna memang itu konsekuensi jika tidak mengerjakan PR. Namun mau bagaiamana lagi, mereka lupa dan harus menerima hukuman tersebut.


"Berisik!" Geram Marissa saat mendengar ocehan penuh ke khawatiran dari ketiga sahabatnya.


"Lo kok santai-santai aja sih? Kita bakal dihukum nih!" Kata Salsa penuh heran sebab Marissa terlihat tenang dan santai tanpa dosa.


(Yaiyalah santai tanpa dosa, emang ada santai dapet dosa!😏) abaikan author satu iniπŸ™πŸ˜­.


Lanjut...


"Terus gue harus heboh kayak lo pada?. Kan emang nyatanya gak ngerjain, jadi Terima aja hukumannya" Jawab Marissa santai tanpa menoleh kearah Salsa yang sekarang tengah berpikir keras.


Disini gue yang bloon apa si Marissa yang kelewat bloon?.


Batin Salsa heran.


"Iya juga sih sal, kan emang salah kita. Mau gak mau Terima hukuman" Kata Aulia yang di setujui oleh Putri.


"Ya tapikan..." Salsa menggantung ucapannya dan menyenderkan kepala nya dan menghela napas.


Tapi masa iya kena hukuman. Ahhh! Kenapa gue bisa lupa sih!.


Ucap Salsa dalam hati dan menyuarakan semua kekesalannya.


"Udah gak usah pusing, bentar lagi nyampe nih" Kata Putri sambil melihat jalanan lewat jendela mobil. Karna sudah beberapa kali lewat jalan ini, mereka jadi lumayan hapal untuk sampai ke sekolah.


Aulia mengedikkan bahunya lalu memilih untuk memainkan ponsel. Lebih tepatnya menonton anime kesukaannya.


Sedangkan Putri memilih untuk diam dan menatap kearah jalanan. Salsa? Gadis itu memilih untuk memejamkan mata sambil meratapi nasib nya nanti di sekolah karna kena hukuman.


"Eh bentar, tapi kan kita free class 2 hari. Otomatis PR nya gak di periksalah" Kata Marissa tiba-tiba. Jadi sedaritadi Marissa diam karna memikirkan sesuatu yang janggal dalam permasalahan PR ini.


Ia baru ingat jika bu Yonna bilang bahwa satu sekolah free class dan tentu saja semua tugas di tiadakan.


Salsa membuka matanya dan menatap Marissa dengan tatapan sulit di artikan, Aulia menghentikan video anime yang baru saja ia tonton, sedangkan Putri menatap Marissa dan Salsa bergantian.


"Serius lo? Bener gak nih?"


"Iya, kan free class" Jawab Marissa yakin.


"Bener juga, gue lupa kalau ternyata kita free class. Aduh, udah capek-capek panik" Kata Aulia. Salsa menghela napas lega dan kembali menyenderkan kepala.


"Syukur deh. Gue udah panik setengah mati" Gumam Salsa.


Marissa hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis.


Mobil pun terus melaju hingga akhirnya mereka sampai di sekolah.


Untung saja, pintu gerbang belum di tutup dan mereka belum telat, alhasil mereka berhasil masuk kedalam kelas dengan tenang.


🏫🏫🏫


"Tuh kan, apa gue bilang" Kata Marissa melirik Salsa. Sedangkan Salsa hanya menyengir.


"Udah yuk ke kantin" Ajak Salsa sambil merangkul Marissa dan Marissa merangkul Aulia, selanjutnya Aulia merangkul Putri.


Mereka akhirnya berjalan menuju kantin untuk makan dan berkumpul ria. Saat di lorong kantin, Salsa teringat dengan pesan dari Jungkook semalam. Haruskah ia bergabung dengan anak bangtan?.


Salsa berhenti melangkah dan membuat yang lain ikut berhenti berjalan dan menatapnya bingung.


"Kenapa?" Tanya Putri kepada Salsa.


"I-itu, kita mau gak gabung makannya sama anak bangtan?" Tanya Salsa ragu. Ketiga sahabatnya mengerutkan alis nya.


"Kok tiba-tiba lo ngajak bareng anak bangtan?" Tanya Aulia dengan tatapan curiga. Salsa mengalihkan pandangannya sebentar untuk mencari ide dan kembali menatap Aulia.


"Ya biar kita lebih akrab sama mereka. Yakan?" Hening. Salsa semakin bingung harus mengajak teman-temannya dengan cara seperti apa lagi. Putri dan Aulia saling bertukar pandang.


"Tumben?. Lo mau kita lebih deket sama anak bangtan?" Tanya Putri kepada Salsa. Karna mereka tengah berada di lorong kantin, otomatis banyak murid lain yang berlalu lalang menuju kantin. Mereka kini menatap keempat gadis itu dengan aneh dan berbagai tatapan.


"Kan biar lebih akrab aja gitu, biar gak canggung. Gimana, mau gak?" Tanya Salsa sekali lagi.


"KYA!!! ANAK BANGTAN!" Salsa dan ketiga gadis itu menoleh kearah sumber suara. Tepat saat itu, munculah anak bangtan dengan gaya cool mereka dan hendak berjalan menuju kantin setelah keluar dari kelas. Sorakan para murid terdengar memenuhi lorong kantin. Kini jarak antar Salsa, Aulia, Putri, dan Marissa lumayan dekat dengan keberadaan anak bangtan yang sudah berada di lorong kantin.


Jungkook melihat kearah keempat gadis itu, yang berada di depan mereka. Lebih tepatnya Jungkook melihat kearah Salsa. Begitu sebaliknya, Salsa juga melihat kearah Jungkook. Namun tiba-tiba ia di tarik oleh seseorang dan itu adalah Marissa yang membawanya pergi menuju kantin.


Jungkook mengerutkan alis saat melihat Marissa membawa Salsa pergi menuju kantin dengan wajah yang sangat dingin dan terkesan ketus.


"Itu mereka kan?" Tanya Hoseok pelan kepada Jungkook.


"Iya itu mereka" Balas Jungkook dan mengabaikan para pengagum nya yang berteriak histeris mengelilingi mereka.


"Kenapa mereka pergi setelah melihat kita?" Tanya Hoseok lagi heran. Jungkook terdiam sebentar lalu menggeleng pelan.


"Aku tidak tahu, hyung" Jawab Jungkook.


Salsa menatap Marissa bingung sekaligus terkejut. Sedangkan Aulia dan Putri hanya mengekor dari belakang.


"Lo kenapa sih, ris?" Tanya Salsa bingung.


"Kita gak usah gabung sama mereka" Kata Marissa terdengar sangat dingin dan terus membawa Salsa hingga sampailah mereka di meja makan, dimana tempat mereka biasa makan.


"Kenapa emangnya?" Tanya Salsa sedikit terbawa emosi.


Aulia dan Putri hanya menyaksikan Internasional tersebut dengan penuh tanya.


Marissa memilih untuk duduk terlebih dahulu dan disusul oleh Aulia dan Putri. Kemudian barulah Salsa duduk berhadapan dengan Marissa.


Salsa masih menatap Marissa dengan penuh tanya. Marissa melirik sekilas kearah anak bangtan yang sudah tiba di kantin dengan para penggemar wanita yang masih setia mengelilingi mereka.


"Ris, jawab gue. Kenapa lo ngelarang buat gabung sama mereka?" Tanya Salsa sekali lagi dan menuntut.


"Lo liat, mereka populer. Itu alasan kenapa banyak yang gak suka kalau kita deket sama mereka, apalagi sampe makan bareng. Lo gak inget? Berkali-kali kita di ancem untuk ngejauh dari mereka dan lo masih mau lebih deket sama mereka?. Mulai sekarang, kita gak perlu lebih deket lagi sama mereka. Cukup saling kenal!" Jelas Marissa panjang dan wajah serius kali ini. Putri dan Aulia mengerutkan alis saat mendengar itu.


Salsa menggeleng pelan dan jujur ia sedikit terkejut dengan pernyataan Marissa.


"Kesimpulan nya, lo takut sama semua acaman itu?" Kata Salsa menaikkan satu alisnya. Aulia dan Putri merasa atmosfer di sekitar mereka mulai tidak enak.


"Gimana nih?" Bisik Putri kepada Aulia. Aulia menggeleng cepat.


"Gak tau gue juga" Kata Aulia pelan.


Anak bangtan lewat dan duduk di tempat dimana mereka biasa tempati dan jaraknya tidak jauh dari keberadaan keempat gadis itu. Anak bangtan melihat kearah mereka beberapa kali, namun keempat gadis itu nampak sedang membicarakan hal yang serius. Pikir anak bangtan.


"Gue gak takut sama ancaman itu" Jawab Marissa dingin.


"Terus kenapa?. Apa salah kita deket sama anak bangtan?" Tanya Salsa sekali lagi.


"Itu emang gak salah. Tapi apa lo gak mikir, secara gak langsung kita ngebahayain status kita sebagai murid disini" Kata Marissa.


"Maksud lo apa, ris?" Tanya Aulia membuka suara.


"Ngebahayain gimana?" Tanya Putri dengan wajah bingung nya.


Marissa menghela napas sebelum menjawab.


"Me-"


"Hai" Suara seseorang memotong ucapan Marissa. Semua perhatian tertuju kepada anak bangtan yang ternyata sudah berdiri di hadapan keempat gadis itu. Mereka tersenyum kepada keempat gadis itu. Salsa membalasnya dengan senyuman, namun matanya tertuju kepada Jungkook. Begitu juga dengan Aulia dan Putri yang ikut tersenyum.


"Hai juga" Balas Salsa.


"Kita boleh gabung disini?" Tanya Namjoon sopan. Salsa melirik kearah Aulia, Putri dan mereka mengangguk setuju. Hingga akhirnya ia melirik kearah Marissa yang kini tengah memasang wajah datar dan terkesan badmood.


Salsa paham betul akan ekspresi Marissa.


"Bo-boleh kok" Jawab Salsa. Anak bangtan pun mengambil beberapa kursi dari meja makan lain dan menaruhnya dekat meja keempat gadis dan mulai duduk disana. Keadaan menjadi canggung setelah beberapa saat.


"Kalian tidak pesan makanan?" Tanya Jungkook saat dilihatnya tidak ada makanan di atas meja.


"Belum, kami baru saja mau memesan nya" Jawab Salsa yang diangguki oleh Jungkook.


"Kalau begitu biar aku dan Jin hyung saja yang memesan" Kata Hoseok sambil merangkul Seokjin.


"Aku ikut!" Kata Namjoon mengacungkan tangan.


"Baiklah, kalian tunggu sini. Biar kami yang pesan makanan, sabar ya" Kata Hoseok dengan senyumnya yang mampu mencairkan suasana.


"Terima kasih banyak. Maaf merepotkan" Kata Aulia tersenyum.


"Tidak masalah. Ayo!" Kata Seokjin. Akhirnya Namjoon, Seokjin, dan Hoseok pergi memesan makanan di penjual kantin.


Tersisa Jungkook, Suga, Taehyung, dan Jimin serta keempat gadis sekarang. Salsa berpikir keras untuk mencari topik pembicaraan sama seperti yang lain, kecuali Marissa dan Suga yang terlihat tenang.


"Wahhh anak bangtan sedang bersama gadis-gadis itu!"


"Ini akan menjadi berita hot di seluruh sekolah!"


"Apa yang mereka lakukan sampai anak bangtan mau makan bersama mereka?"


"Apakah benar mereka berpacaran? Aku sungguh tidak rela. Salsa hanya milikku seorang"


"Benarkah? Aku juga tidak rela. Marissa kekasih ku!"


"Apa yang kalian bicarakan? Tentu saja tidak mungkin mereka berpacaran!"


"Sungguh mereka sangat tampan. Tapi untuk apa mereka bersama gadis gadis itu?" Para siswa-siswi mulai bergosip mengenai anak bangtan dan sungguh itu mulai menganggu pendengaran anak bangtan dan keempat gadis.


"Tak perlu di dengar" Kata Taehyung tersenyum manis.


"Tidak masalah, itu wajar. Karna kalian populer" Kata Salsa membalas.


"Tapi kalian juga sudah populer disini" Kata Jimin memuji.


"Tidak, kami tidak sepopuler kalian" Kata Putri membalas ucapan Jimin.


"Tapi aku yakin, banyak sekali yang ingin lebih dekat dengan kalian. Banyak yang menjadi fanboy sekarang" Kata Jimin yang diangguki oleh Taehyung dan Jungkook.


"Benarkah?. Itu berlebihan, kami baru beberapa hari sekolah disini" Kata Salsa malu-malu.


"Tapi apa yang ku bilang benar. Lihat mereka" Kata Jimin sambil menunjuk kearah segerombolan anak laki-laki yang berada di salah satu meja makan.


"Aku berani bertaruh kalau mereka mengincar kalian" Kata Jimin yakin sambil memainkan alisnya turun naik.


Peletak!.


"Aduh sakit!. Ada apa dengan mu?" Ujar Jimin mengaduh sambil mengusap kepalanya yang kena jitak oleh Suga.


"Kau berisik, bantet" Kata Suga ketus dengan ke dua tangan yang di lipat depan dada.


"Jangan memanggil ku bantet!" Kata Jimin tidak Terima.


"Memang nyatanya kau paling bantet" Balas Jungkook meledek. Jimin menatap Jungkook horor.


"Kau-"


Marissa tiba-tiba bangun dari duduknya, membuat anak bangtan menatapnya.


"Maaf aku harus pergi, permisi" Pamit Marissa dingin dan langsung pergi meninggalkan ketiga temannya dan anak bangtan.


Ketiga gadis menatap kepergian Marissa dengan khawatir.


"Marissa! Lo mau kemana?" Teriak Aulia kepada Marissa yang sudah pergi. Marissa tak menjawab walau sebenarnya ia dengar namun ia memilih untuk langsung pergi.


"Eh sal, Marissa kemana tuh?" Tanya Putri kepada Salsa. Salsa terdiam sebentar. ia sudah duga Marissa akan pergi karna memang dasarnya mood gadis itu sedang tidak baik sedaritadi, semenjak mereka membahas anak bangtan.


"Gue gak tau" Kata Salsa. anak bangtan menatap bingung ketiga gadis itu, karna jujur mereka tak mengerti apa yang di bicarakan.


"Kemana dia pergi?" Tanya Suga.


"Aku tidak tahu kemana dia pergi" Jawab Aulia menggeleng pelan.


"Biar aku susul dia"


"Tidak, biar aku saja" Ucap Taehyung menahan Salsa yang hendak pergi menyusul Marissa. Salsa berpikir sebentar hingga akhirnya ia mengangguk.


"Baiklah" Kata Salsa kembali duduk di tempatnya.


"Aku pergi menyusulnya dulu" Kata Taehyung lalu segera pergi dari kantin.


Suga, Jimin, dan Jungkook serta ketiga gadis itu pun akhirnya berbincang-bincang mengenai banyak hal. Walaupun Suga jarang berbicara, namun ia sesekali menanggapi apa yang di bicarakan. Dengan begitu, suasana antara mereka jadi tidak kaku dan canggung.


🌺🌺🌺


Hai semuanya apa kabar? baik-baik aja kan? stay at home ya. jangan kemanaΒ² ya, baca ff ini aja "huuuuuuu banyak bacot" (di serbu readers 😭). oke lah, di tunggu jejaknya bye byeβ˜ΊπŸ‘‹