The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: festival (1)



Brugh!.


"Woy, jalan pelan pelan dong!" Geram Marissa karna Salsa yang berjalan mendahuluinya dengan terburu-buru membuat Marissa terdorong.


"Semangat banget nih bocah satu" Ketus Aulia kepada Salsa yang berjalan paling depan menuju elevator untuk turun ke lantai dasar, di susul yang lain di belakang.


"Gak sabar dia pengen ketemu bangtan" Tambah Putri meledek. Aulia tertawa dan Salsa hanya menulikan pendengaran nya.


Elevator pun sampai di lantai dasar. Mereka dan yang lainnya keluar dari dalam sana dan melangkah ke luar apartemen.


Tadi sesaat sebelum mereka hendak turun ke lantai dasar, Salsa mendapatkan pesan dari Jungkook. Pria itu bilang bahwa ia dan anak bangtan yang lain sudah tiba di depan apartemen. Jadilah four angel segera pergi menghampiri anak bangtan.


Benar adanya, 2 mobil anak bangtan sudah berada tepat di depan apartemen yang di tempati four angel.


Pintu mobil pun terbuka secara bersamaan dan keluarlah pria tampan nan berkharisma dari dalam mobil.


Four angel tak menyangka bahwa bangtan akan membawa 2 buah mobil, karna biasanya anak bangtan hanya menggunakan 1 mobil bersama-sama.


Anak bangtan menghampiri four angel dan tersenyum manis kearah para gadis.


"Selamat malam, ladies" Sapa Namjoon tersenyum sangat manis hingga lesung pipinya nampak dengan jelas.


Putri dan Aulia terkejut mendengar sapaan tersebut, namun itu tidak berlaku dengan Salsa dan Marissa yang sepertinya sudah biasa di panggil seperti itu.


"Selamat malam, seonbae" Jawab four angel bersamaan namun yang lebih nyentrik adalah Aulia dan Putri.


Tatapan anak bangtan tak teralihkan dari kecantikan four angel yang melebihi dari biasanya. Dengan make up dan pakaian yang begitu sederhana, namun sangat menarik untuk di pandang oleh siapapun, termasuk anak bangtan yang terpaku dengan 4 malaikat cantik di depan mereka.


Outfit, Aulia



Outfit, Salsa



Outfit, Putri



Outfit, Marissa



Marissa melirik Taehyung sekilas, Taehyung tengah memperhatikan nya. Dengan cepat Marissa mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Mau sampai kapan kita berdiri disini?" Tanya Suga dengan suaranya yang dingin. Semuanya tersadar dan melihat sekeliling. Banyak orang yang berlalu lalang memasuki apartemen dan sebagian dari mereka mencuri-curi pandang kearah four angel dan anak bangtan.


Sautan demi sautan mulai terdengar dari mulut mereka yang melihat keserasian anak bangtan dan four angel.


"Seonbae benar, ayo kita pergi" Kata Aulia membenarkan ucapan Suga.


"Aku ambil mobil dulu" Marissa hendak pergi berjalan menuju parkiran, namun tangannya di cekal oleh seseorang dan niatnya pun terhenti. Marissa melihat kearah Taehyung yang menahan lengannya.


"Kenapa?" Tanya Marissa.


"Kau tidak usah bawa mobil. Kita akan pergi bersama-sama" Jelas Taehyung kepada Marissa. Gadis itu mengerutkan alisnya bingung, lalu melihat anak bangtan dan ketiga temannya secara bergantian.


"Benar apa kata Taehyung, kalian akan pergi bersama kami dalam satu mobil" Kata Jimin menyahut.


"2 mobil bodoh" Saut Hoseok menjitak kepala Jimin karna salah.


"Jitak terus sampai sukses" Tukas Jimin karna selalu mendapatkan jitakkan di kepala apabila ia melakukan kesalahan.


"Aku sudah sukses" Balas Hoseok percaya diri. Jimin memutar bola mata malas.


"Sejaya kau saja, Hyung" Final Jimin menyerah.


"Jadi kita pergi bersama-sama saja?. Maksud ku, bergabung dengan kalian?" Tanya Putri masih kebingungan. Anak bangtan mengangguk sebagai jawaban.


"Yasudah, tunggu apa lagi?. Bibi Yeri dan paman adam sudah menunggu" Kata Seokjin mengakhiri basa basi.


"Baiklah. Jungkook kau yang satu mobil dengan para gadis dengan mobil satunya. Aku percayakan mereka padamu, jangan kebut-kebutan" Perintah Namjoon kepada Jungkook dengan mata yang penuh peringatan.


Jungkook mengangguk dan memberikan hormat kepada Namjoon.


"Aye aye captain!" Ujar Jungkook semangat.


Batin Aulia yang jiwa seorang wibu nya mulai kambuh.


Salsa tersenyum saat tahu bahwa Jungkook lah yang akan satu mobil dengan mereka.


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam mobil. Dimana rombongan Jungkook dan four angel mengikuti rombongan Namjoon yang berada di depan mereka, menuntun.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Bibi dan paman tidak ada, sepertinya mereka sudah pergi duluan" Ujar Namjoon berjalan menghampiri four angel dan anak bangtan yang lain. Mereka menunggu di depan rumah, sedangkan Namjoon pergi bertemu dengan bibi Yeri, namun ternyata yang punya rumah tidak ada.


"Kita terlalu lama" Ucap Suga pelan.


"Tenang saja, kita kan bisa menyusul mereka" Ujar Hoseok santai. Anak bangtan yang lain mengangguk dan four angel hanya mengikuti apa kata mereka.


"Yasudah, ayo kita kesana" Ujar Jimin semangat.


Mereka kembali ke mobil dan pergi menuju tempat pameran tersebut. Tidak terlalu jauh untuk sampai kesana. Mungkin hanya sekitar 15 menit jika dari rumah bibi Yeri.


Hingga tibalah mereka di tempat pameran tersebut. Semua turun dari dalam mobil.


Four angel melihat kesana kemari tempat tersebut. Sangat ramai dan ada banyak sekali gemerlap lampu dan suara yang keras, beberapa orang melakukan sulap/atraksi di berbagai tempat.


Salsa, Aulia, dan Putri tak habis habisnya berdecak kagum dengan tempat tersebut. Berbeda dengan Marissa yang malah merasa tak nyaman karna ia tak suka keramaian.


"Kita tunggu disini sebentar, aku menghubungi bibi Yeri dulu" Namjoon pun mulai menelepon bibi Yeri melalui ponselnya.


"Tempat ini bukan hanya sekedar pameran, melainkan ada festival, makanan khas Korea, dan atraksi. Menyenangkan bukan?" Entah sejak kapan Jungkook berdiri di samping Salsa dan berkata seperti itu. Salsa menoleh ke sebelahnya dan tersenyum.


"Iya, ramai sekali. Aku jadi teringat masa kecil ku bersama ayah saat pergi ke festival" Ucap Salsa pelan dengan sekilas senyuman.


"Kalau begitu, ayo kita ulang masa kecil mu bersama ku" Ujar Jungkook tiba-tiba menarik tangan Salsa dan membawanya pergi menuju festival tersebut.


Salsa sangat terkejut dengan Jungkook karna tiba-tiba pria itu menarik tangannya.


"Hei bocah!. Jangan jauh-jauh" Teriak Suga dari kejauhan. Namun Jungkook tak menghiraukan nya dan terus saja membawa Salsa memasuki kerumunan orang dan mencari kesenangan tersendiri.


Jimin menghampiri Putri perlahan.


"Ayo, kita bersenang-senang juga" Putri tersenyum malu-malu saat Jimin mengulurkan tangannya kepada Putri.


Dengan masih tersipu malu, Putri membalas uluran tangan Jimin dan akhirnya mereka pun juga pergi.


Tersisa Aulia, Marissa, Suga, Taehyung, Hoseok, dan Seokjin yang masih diam. Sedangkan NamJoo masih menelepon bibi Yeri.


"Kurang ajar, hyungnya di tinggal" Ujar Seokjin galau.


"Kau" Panggil Suga kepada Aulia. Sontak semuanya menoleh kearah Suga.


"Apa?" Jawab mereka serempak membuat Suga terheran.


"Aku hanya memanggil Aulia, bukan kalian" Ujar Suga dingin kepada ketiga temannya.


"Mangkanya sebut nama!" Ujar Hoseok.


"Ayo" Setelah berkata seperti tu, Suga berjalan terlebih dahulu meninggalkan tanda tanya bagi yang lain.


"Hah?" Aulia masih bingung maksud Suga. Jadi ia hanya diam saja dan melihat Suga yang perlahan membalikkan badan setelah berjalan beberapa langkah.


"Jangan seperti patung, ayo cepat pergi bersamaku" Setelah itu Suga kembali berjalan seolah tak terjadi apa apa. Marissa melihat Aulia yang masih terdiam. Ia mengerti maksud Suga.ย 


Marissa menyenggol lengan Aulia dan memberikan sebuah kode kepada Aulia.


"Lo ikutin, dia ngajak lo" Bisi Marissa kepada Aulia.


"Masa sih?" Tanya Aulia masih ragu. Marissa menganggu pasti.


"Terus lo gimana?" Tanya Aulia.ย 


"Gapapa, udah sono" Setelah itu akhirnya Aulia pun pergi menghampiri Suga yang sudah lumayan jauh.


Marissa hanya diam dengan mata yang berkeliaran kesana kemari. ia mengikuti apa kata Namjoon untuk menunggu sedangkan pria itu menghubungi bibi Yeri.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


maaf ya kalau telat update, ini review nya lama banget๐Ÿ™ƒ