The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: unexpected



Hari kedua di sekolah pun datang. Keempat gadis sudah berada di depan gerbang sekolah mereka setelah turun dari mobil. Disaat yang bersamaan, anak bangtan datang dan segera turun dari mobil dengan gaya khas mereka. Cool. Pusat perhatian? Pasti tertuju kepada mereka. Semua murid berbondong-bondong menyerbu anak bangtan, bahkan ada dari mereka yang membawa banyak sekali hadiah untuk di berikan kepada anak bangtan. Bisa di hitung bahwa semua yang melakukan hal itu adalah para yeoja (kaum hawa). Sudah pasti.


Saat sedang memperhatikan anak bangtan dan para penggemarnya, keempat gadis di kejutkan dengan segerombolan anak laki-laki menghampiri mereka tak kalah banyak sambil membawa hadiah di tangan.


Salsa dan Aulia saling bertukar pandang dengan alis yang mengkerut.


"A-ada apa?" Tanya Salsa hati-hati kepada mereka semua yang berada di hadapan keempat gadis itu.


"Terima lah ini, aku baru saja berlibur dari Amsterdam. Ini untuk mu" Kata salah satu dari mereka sambil menyodorkan kotak hadiah kepada Marissa.


"Ini coklat dan es krim untuk mu, aku yakin kau akan suka"


"Aku punya 2 pasang baju. Apa kau mau salah satunya? Kita akan menjadi couple nantinya"


"Salsa, ini bunga untuk mu"


"Bunga mawar ini merah pekat, sepekat hatiku padamu, Aulia"


"Putri, aku tau arti nama mu. Kau adalah queen dan aku adalah king" Dan masih banyak lagi lontaran yang mereka sampaikan. Keempat gadis bingung harus bersikap seperti apa. Kenapa tiba-tiba seperti ini?. Bukan bermaksud sombong atau pamer, saat mereka bersekolah di nusa bangsa, Indonesia. Mereka pernah dalam keadaan seperti ini, namun rasanya agak berbeda saja. Terlebih mereka baru 2 hari bersekolah disini.


"Sal, gimana nih? Gue bingung Terima apa kagak" Tanya Aulia kepada Salsa yang berada di sampingnya.


"Lo tanya ke gue, gue tanya sama siapa?" salsa bertanya balik kepada Aulia. Para kaum adam bingung dengan apa yang mereka ucapkan, jadilah mereka hanya menyimak saja sambil menerka-nerka maksud dari ucapan keempat gadis ini.


"Lo tanya Putri" Jawab Aulia.


"Put, ini gimana? Terima apa kagak?" Tanya Salsa ke pada putri yang berada di sebelah kirinya.


"Gak tau, sal. Gue juga bingung" Mereka sama-sama bingung.


Oh ayolah, keadaan semakin berisik. Ditambah dengan penggemar anak bangtan yang rata-rata semuanya perempuan, mereka berteriak histeris tanpa lelah. Sedangkan penggemar Marissa dan kawan-kawan juga tak kalah banyak. Keadaan semakin bingung.


Bayangkan, mobil Aulia dan kawan-kawan berada di depan mobil anak bangtan, dan sang pemilik sama-sama baru turun dari mobil mereka. Tapi mereka sudah di serbu dengan pengagum masing-masing.


Anak bangtan melihat kearah Marissa dan kawan-kawan yang berada tengah kerumunan laki-laki.


"Lihat, itu Salsa, Marissa, Aulia, dan Putri kan?" Tanya Hoseok memastikan.


"Benar, ternyata mereka sudah punya penggemar" Tambah Namjoon tersenyum melihat betapa kakunya Salsa dan teman-temannya saat di kerumuni seperti itu. Mereka bahkan mengabaikan pengagum wanita yang berada di hadapan mereka. Mendapat senyum dari anak bangtan saja sudah sangat bersyukur, bahkan lebih.


Namun tanpa di duga, Suga berjalan menuju kerumunan laki-laki yang berada di sekitar Marissa dan kawan-kawan dengan santai.


"Minggir, mereka mau lewat" Kata Suga dengan nada dingin. Keempat gadis terkejut melihat kedatangan Suga yang langsung dengan mudah membuat para laki-laki yang tadi berkumpul, menjadi menyingkir.


"Itu siapa sih, lupa gue namanya" Kata Aulia berbisik kepada Salsa.


"Suga kalau gak salah namanya" Jawab Salsa mengingat-ingat.


Jangankan keempat gadis itu, anak bangtan yang melihat saja ikut terkejut. Tanpa di sangka Suga mau ikut campur dalam hal sepele seperti ini.


"Tunggu apa lagi, masuk" Kata Suga kepada keempat gadis itu.


"Terima kasih" Kata Marissa kepada Suga sambil membungkukkan badan seperti yang lain. Suga mengangguk lalu keempat gadis pun pergi masuk kedalam sekolahan.


Anak bangtan menghampiri Suga.


"Luar biasa, tumben kau melakukan hal itu" Kata Namjoon kagum.


"Lihatlah, mereka sudah histeris atas tindakan mu" Kata Seokjin menunjuk para gadis-gadis yang menatap mereka kagum dan sesekali histeris.


"Mantap, hyung!" Saut Jungkook.


"Berisik, ayo masuk" Kata Suga acuh lalu berjalan duluan masuk kedalam sekolah, diikuti oleh anak bangtan yang lain.


Gosip-gosip mulai berkembang di kalangan para siswa-siswi mengenai kejadian tadi. Banyak yang memberikan dukungan agar hubungan keempat gadis dan ketujuh anak laki-laki itu bisa semakin dekat, namun ada juga yang malah berharap sebaliknya.


Anak bangtan menghiraukan hal itu semua, sama halnya dengan keempat gadis baru dia sekolah ini.


💗💗💗


"Selamat pagi anak-anak!" Sapa bu Yonna memasuki ruang kelas. Para murid yang tadinya ribut kembali tenang dan duduk ke tempatnya masing-masing.


"Pagi bu" Sapa para murid merespon.


"Hari ini, kita tidak akan belajar" Kata bu Yonna memberitahukan. Para murid bersorak senang mendengar kabar tersebut, tak terkecuali Salsa dan teman-temannya yang turut senang mendengar kabar tersebut.


"Anak-anak tenang dulu. Kita memang tidak ada kegiatan belajar mengajar sampai besok, anggap saja free class. Tapi ingat, tidak ada yang boleh membolos karna absen akan terus berjalan, paham?!" Jelas bu Yonna.


"Paham bu!!"


"Baiklah, sekarang kalian boleh bebas" Murid-murid berhamburan kesana kemari dan menimbulkan keributan yang cukup berisik. Bu Yonna memilih untuk kembali ke ruang guru menyelesaikan beberapa tugasnya dan melepaskan murid-murid beraktivitas bebas.


Marissa, Salsa, Putri, dan Aulia memilih untuk pergi dari kelas dan menuju kantin. Mereka pikir hanya kelas mereka saja yang mengadakan free class ternyata satu sekolah ikut ambil bagian.


Mereka duduk di tempat kemarin saat mereka baru pertama kali masuk sekolah.


"Sal, coklat yang tadi di kolong meja lo di ambil gak?" Tanya Aulia kepada Salsa yang berada di hadapannya.


"Enggak, gue biarin aja" Jawab Salsa.


"Sama dong kayak gue. Lo gimana put?" Tanya Aulia lagi kepada Putri yang berada di samping nya.


"Coklat? Gak ada tuh" Jawab Putri menggeleng.


"Oh lo gak dapet? Gue kira kita semua dapet. Marissa, lo dapat?" Tanya Aulia kini beralih kepada Marissa yang berada di samping Salsa.


"Dapet. Tapi gak di ambil" Aulia mengangguk paham.


"Ihhh, kok gue gak dapet sih?. Kalian semua dapet masa..." Kata Putri iri.


"Mungkin lo dapet kali, tapi bukan coklat" Kata Salsa.


Memang saat mereka masuk ke kelas pagi-pagi, mereka menemukan banyak sekali coklat di kolong meja mereka masing-masing. Terkecuali Putri yang tidak mendapatkan apapun dk kolong nya.


Coklat yang mereka temukan tidak ada nama pemiliknya, Karna itu mereka masih ragu untuk mengambil. jadilah Aulia, Marissa, dan Salsa membiarkannya tetap di dalam kolong meja.


"Iya kali. Hehe" Kata Putri menyengir. Jika berkesimpulan bahwa Putri iri, nyatanya tidak seperti itu. Ia hanya heran saja.


"Gak tau kenapa gue masih keinget kejadian tadi pagi" Kata Aulia mengingat.


"Yang mana?. Pas si Suga nolong kita?" Tanya Salsa memastikan. Aulia mengangguk sebagai jawaban.


"Iya, gue lumayan terpukau sih sama dia. Dia cuek sih, tapi sebenarnya dia perhatian" Kata Aulia sambil membayangkan wajah Suga. Salsa dan Putri tersenyum jahil kearah Aulia. Melihat itu, Aulia mengkerutkan alis bingung.


"Napa lu berdua?. Senyum-senyum kek pedopil" Kata Aulia heran.


"Cieee udah ada yang kepincut nih. Uhuy!" Ledek Salsa menggoda sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang sangat terlihat jelas.


"Otw ngegebet nih" Saut Putri ikut meledek.


"Halah dusta, jangan percaya" Kata Salsa tak percaya.


"Dih beneran, lo gak percayaan amat. Tapi Marissa percayakan?" Tanya Aulia kepada Marissa yang hanya diam.


"Gak" Jawab Marissa singkat. Memang sih jika menurut sudut pandang Marissa, Aulia sudah mulai 'menyukai' Suga yang sebelas dua belas dengan Marissa, Sama-sama dingin. Tapi itu hanya menurut sudut pandang Marissa, tidak tahu bagaimana dengan Aulia sendiri.


"Lo mah pada jahat sama gue. Terserah lah" Final Aulia menyerah meyakinkan teman-temannya.


"Eh gabut, ke lapangan yuk!. Siapa tau ada cogan" Kata Salsa genit. Aulia memutar bola matanya malas.


"Najis banget, cogan mulu yang di pikirin" Ketus Aulia mendapat tatapan kesal dari Salsa.


"Kenapa sih emangnya? Sombong amat!" Kata Salsa balas dengan tajam lalu menarik tangan Marissa pergi meninggalkan Aulia dan Putri.


"Dasar!. Ayo put" Ajak Aulia ikut menyusul Marissa dan Salsa dengan Putri yang berada di sampingnya.


Mereka menyusuri lorong kantin untuk bisa sampai di lapangan. Untuk soal dimana letak lapangan tersebut, cukup mudah di temukan karna berada di tengah-tengah bangunan sekolah. Lapangannya sangat luas dengan berbagai tempat duduk yang berada di pinggirnya.


"Ada yang main basket ternyata" Kata Salsa saat melihat ada beberapa anak laki-laki yang bermain basket dari kejauhan.


"Lah, itukan Suga sama teman-temannya" Kata Aulia menyadari bahwa yang bermain basket adalah anak bangtan.


"Widih hapal loh sekarang. Gila, udah gebet lah gebet" Kata Salsa kembali menggoda Aulia. Lagi-lagi Aulia memutar bola mata malas karna terus di ledek oleh Aulia.


Nih anak minta di lempar dari gedung.


Batin Aulia geram.


"Terserah lah" Aulia menarik tangan Putri untuk mengikutinya berjalan menuju salah satu kursi panjang yang terdapat di tengah lapangan. Ia malas dengan Salsa yang selalu menggodanya seperti itu, walau ia sendiri tak tahu apakah ucapan Salsa benar adanya atau tidak. Yang jelas ia ingin pergi duduk dan menonton pertandingan bola basket yang para pemainnya adalah anak bangtan. Tentu saja banyak sekali penggemarnya yang menonton permainan basket tersebut, terutama kaum hawa yang terus saja memberikan sorakan kepada anak bangtan.


Aulia terus berjalan sambil menarik tangan Putri tanpa memperdulikan sekitar. Sedangkan Marissa dan Salsa hanya mengikuti dari belakang. Salsa tak habis-habisnya melontarkan ejekan untuk Aulia namun Aulia tak menggubris nya.


"Udah lo bacot. Diem!" Kata Marissa kepada Salsa yang berada di sampingnya. Salsa langsung menyengir tanpa dosa kepada Marissa dan berhenti mengejek Aulia.


Saat sedang berjalan, Aulia tidak menyadari bahwa jaraknya dengan anak bangtan yang sedang bermain basket cukup dekat. Sampai akhrinya.


"AULIA AWASS!!" Teriak Salsa dan Putri saat melihat datangnya bola basket dari arah lapangan.


"Ap-"


Bugh!.


Belum sempat menghindar, kepala Aulia sudah kena hantaman bola basket dengan sangat keras. Aulia terjatuh lalu pingsan karena kepalanya pusing. Salsa dan Marissa segera berlari ke arah Aulia dan mencoba untuk membangun gadis itu.


"Aulia bangun, elah. Pakek pingsan segala lagi, kayak di sinetron aja" Ceplos Salsa yang langsung di toyor kepalanya oleh Marissa.


"Ngebacot mulu" Tajam Marissa. Keadaan menjadi ricuh dan para laki-laki berdatangan mengerubungi mereka.


"Minggir" Suara Suga terdengar di keramain dan seketika semuanya menjadi hening dan menyingkir, membiarkan Suga dan anak bangtan lainnya menghampiri Aulia.


"Tuh kan, hyung. Pingsan kan dia, tanggung jawab" Kata Jungkook kepada Suga sambil menunjuk Aulia yang pingsan.


"Kau sih Tae, melemparnya sembarangan" Kata Jimin menyalahkan Taehyung.


"Berisik" Kata Taehyung.


Tanpa banyak omong, Suga kembali membuat para penonton terkejut karna tingkahnya. Ya, Suga menggendong Aulia ala bridal style dan berjalan pergi begitu saja. Salsa, dan Putri, dan Marissa juga sama terkejutnya dengan murid-murid yang lain.


"Kyaa Suga oppa!. Kau menduakanku"


"Apa-apaan ini?!"


"Wah... Luar biasa, baru dia hari sekolah sudah dapat suga oppa"


"Jadi mau pingsan rasanya, semoga Taehyung menggendong ku juga"


"Mimpi!"


Seolah tuli, anak bangtan dan ketiga teman Aulia mengikuti kemana Suga pergi dari belakang.


*****, berasa nonton film sinetron.


batin Salsa saat menyaksikan kejadian tersebut.


"Maafkan kami karna membuat Aulia pingsan" Kata Namjoon meminta maaf kepada Aulia, Salsa, dan Marissa.


"Tak apa, kalian tidak sengaja" Kata Marissa tidak menyalahkan.


"Emang dasar anaknya aja yang letoy" Mendengar perkataan Salsa, anak bangtan mengerutkan alis karna tak mengerti maksud Salsa. Marissa menyenggol Salsa sambil memberikan tatapan horror, Salsa menggaruk tengkuknya.


"Apa maksudnya?" Tanya Jungkook yang berdiri di samping Salsa.


"Eh e-enggak. Gapapa" Kata Salsa gugup.


Ternyata Suga menuju UKS dan menaruh Aulia di bangsal dengan hati-hati lalu keluar dari UKS sambil menutup pintunya, membiarkan Aulia istirahat sampai dia sadar.


"Biarkan dia istirahat sampai sadar" Kata Suga yang diangguki oleh yang lain.


"Lalu kita tinggal dia disini?" Tanya Seokjin.


"Biar aku saja yang menjaga Aulia" Kata Putri bersedia.


"Kau tidak ke kantin?" Tanya Jimin kepada Putri. Sedangkan yang ditanya hanya menggeleng pelan.


"Aku tidak lapar" Jawab Putri yang diangguki oleh Jimin.


"Baiklah, kami titip dia. Kalau dia sudah sadar beritahu kami" Kata Hoseok yang diangguki oleh Putri.


"Yasudah, Ayo ke kantin!" Kata Taehyung.


"Nanti gue bawain makanan buat lo" Kata Marissa kepada Putri.


"Makasih ris" Marissa mengangguk. Marissa dan Aulia pun ikut anak bangtan ke kantin bersama, sedangkan Putri memilih untuk masuk kedalam UKS menjaga Aulia.


Banyak yang membicarakan Anak bangtan dan keempat gadis tersebut. Sampai-sampai Marissa tak tahan ingin membungkam mulut mereka satu-satu.


"Jangan di hiraukan apa yang mereka bilang" Kata Taehyung berbisik kepada Marissa membuat para kaum hawa yang berada di kantin berteriak.


"Ya" Jawab Marissa singkat.


"Kita makan bersama saja" Kata Namjoon menawarkan Marissa dan Salsa untuk bergabung. Kedua gadis itu saling pandang sebentar sampai akhirnya mengangguk setuju.


"Terima kasih"


💗💗💗