The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: learning



"Lanjut atau tidak?" Tanya Paman Adam kepada anak bangtan yang kini tengah terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Pasalnya selama pembelajaran bahasa Indonesia, anak bangtan terlihat sangat kesulitan sekaligus pusing karna bagi mereka itu cukup sulit.


"Kami mau lanjut, tapi kata paman bahasa Indonesia ada yang baku dan tidak. Lalu kita belajar bahasa jenis apa?" Tanya Namjoon. Memang benar paman Adam menjelaskan bahwa dalam bahasa Indonesia ada bahasa baku dan tidak baku. Seperti 'lo' 'gue' yang tergolong kedalam bahasa tidak baku. Karna itulah anak bangtan semakin pusing di buatnya.


"Benar, tapi biasanya bahasa yang di gunakan sehari-hari orang Indonesia adalah bahasa tidak baku" Kata paman Adam menjelaskan agar anak bangtan mengerti.


"Aku sering mendengar kata 'lo' ketika Salsa berbicara dengan sahabatnya yang lain. Apakah itu termasuk bahasa tidak baku?" Tanya Jungkook berbisik kepada Taehyung. Yang di ajak bicara hanya mengedikkan bahu tidak tahu.


"Benar, itu termasuk kata tidak baku" Saut paman Adam yang mendengar ucapan Jungkook kepada Taehyung.


"Kalau begitu ajarkan saja kami bahasa tidak baku" Kata Suga mengambil kesimpulan.


"Kalian mau?" Anak bangtan mengangguk semangat saat mendengar pertanyaan dari paman Adam.


"Baiklah, ayo kita mulai" Kata paman Adam lalu beralih kearah papan tulis dan menulis sesuatu disana dengan spidol bertinta hitam.


Anak bangtan fokus memperhatikan. Mereka benar-benar sudah bertekad untuk menguasai bahasa Indonesia walau butuh banyak perjuangan untuk menguasai nya.


Paman Adam menjelaskan semua dasar dalam bahasa Indonesia dengan sangat rinci, memastikan anak bangtan mengerti akan penjelasan nya.


Anak bangtan tak main-main, mereka mencatat semua pembelajaran yang di berikan dari paman Adam dan mempelajari nya dengan telititeliti tanpa bercanda sedikitpun.


Hoseok mengusap wajahnya dengan kedua tangan karna strees mempelajari bahasa ini. Seokjin dan Jimin memilih fokus namun dengan beberapa cemilan di tangan mereka dan sesekali memasukkan cemilan tersebut ke dalam mulut.


Selama 2 jam mereka belajar dan selama 2 jam itu juga otak mereka di asah. Namun mereka tetap semangat untuk belajar, walau tadi sempat terjadi keributan antara Jungkook dan Jimin. Selebihnya aman dan pelajaran pun telah usai setelah 2 jam karna hari juga sudah mulai malam dan besok mereka mesti kembali sekolah.


"Bagaimana pembelajaran hari ini?" Tanya paman Adam dengan senyum sambil menghapus tulisan yang terdapat di papan tulis.


"Sukses!" Kata Hoseok dengan semangat.


"Sukses apanya?" Tanya Jimin kepada Hoseok sambil menaruh buku catatannya di dalam tas kecil.


"Sukses membuat ku pusing tujuh keliling" Jawab Hoseok dengan cengiran kudanya. Jimin memasang wajah datar.


"Kau berlebihan" Kata Namjoon kepada Hoseok.


"Tapi aku sependapat dengan Hoseok" Kata Suga dingin. Hoseok memainkan alisnya karna mendapat suara pendukung.


"Aku juga" Kata Jungkook menambah suara.


"Sama aku juga" Kata Taehyung membuat Namjoon menghembuskan napas. Ia kalah suara kali ini.


"Tenang, aku di pihak mu" Kata Seokjin kepada Namjoon sambil menepuk bahunya.


"Tapi jujur, aku juga pusing" Lanjut seokjin membuat Namjoon menatapnya datar.


"Yang jenius memang berbeda" Kata Jimin menyindir Namjoon. Memang benar, Namjoon terkenal dengan IQ nya yang tinggi dan wawasan nya yang luas. Bukan yang lain berIQ rendah, namun yang paling menonjol adalah Namjoon. Itu fakta. Bagi seorang Namjoon, mempelajari bahasa adalah saya tarik tersendiri baginya. Ia bahkan sangat lancar berbahasa Inggris dan aksen yang ia miliki benar-benar bagus.


"Terserah kalian. Paman, Terima kasih karna telah mengajarkan kami. Besok kami akan belajar lagi" Kata Namjoon kini beralih kepada paman Adam yang sedaritadi hanya menyimak percakapan.


"Tentu, aku akan mengajarkan kalian sampai bisa. Asalkan syaratnya terpenuhi" Kata paman Adam. Anak bangtan menghela napas secara bersamaan. Lagi-lagi mereka teringat dengan 3 perjanjian tersebut.


"Akan kami usahakan, paman" Kata Namjoon sambil tersenyum.


"Baiklah, kami pulang dulu" Pamit Seokjin kepada paman Adam sambil membungkukkan badan diikuti oleh yang lain. Paman Adam tersenyum dan mengangguk.


"Hati-hati dijalan dan terus lah semangat untuk belajar" Kata paman Adam menasehati. Mereka semua mengangguk patuh dan bergegas keluar dari rumah paman Adam.


Mereka masuk kedalam mobil dan mulai pergi dari sana. Kali ini mereka memilih untuk pulang kerumah masing-masing untuk beberapa urusan.


"Besok kita akan belajar lagi" Kata Namjoon mengingatkan.


"Tentu, aku akan membawa banyak buku nantinya. Agar tak berebut dengan kookie lagi" Kata Jimin sambil melirik Jungkook yang duduk di bagian paling belakang bersama Taehyung.


"Kau sih tidak modal" Celetuk Jungkook dari belakang.


"Ketinggalan buku nya. Kalau tidak juga aku tidak akan meminta padamu yang pelit" Kata Jimin membela diri.


"Terserah" Final Jungkook pasrah dan memilih untuk memainkan ponselnya dengan asik.


"Aku tak sabar ingin tahu apa yang keempat gadis itu bicarakan jika ngobrol" Kata Seokjin semangat sambil menerawang.


"Untuk apa?" Tanya Suga yang berada di sebelah Seokjin tanpa minat.


"Entah, penasaran saja" Kata Seokjin tidak tahu.


"Karna itu, kita harus tambah rajin belajarnya. Jangan bertengkar dan bercanda terus" Kata Namjoon berceramah.


"Iya Pak guru" Balas Hoseok


🌺🌺🌺


Ding!.


Salsa buru-buru mengambil ponselnya yang berada di atas laci saat sesuatu berbunyi dari sana, menandakan sebuah notifikasi pesan masuk.


Salsa mengerutkan alis saat melihat ID sang pengirim pesan tersebut.


Siapa nih?.


Batin Salsa bingung. Pasalnya ID orang tersebut bertuliskan 'JK01' dan selebihnya tidak ada keterangan lain.


Karna penasaran, Salsa membuka pesan tersebut.


JK01:


Hai, selamat malam. Simpan ID ku


Salsa semakin bingung dengan isi pesan tersebut.


"Siapa sih?" Gumam Salsa bingung.


Salsa03:


Selamat malam, tapi kau siapa?


Tak butuh waktu lama, pesan tersebut dibalas.


JK01:


Jungkook


Salsa sempat terkejut saat tahu siapa yang mengirimkan nya pesan. Namun itu tak bertahan lama karna Salsa segera membalas pesan tersebut.


Salsa03:


Owh, kupikir siapa. Baiklah


JK01:


kau sedang apa?


Salsa03:


Bernapas tentu saja


Jungkook tersenyum membaca balasan dari Salsa sampai Taehyung yang berada di sebelahnya heran dan sesekali berusaha mengintip isi ponsel Jungkook. Namun Jungkook segera menjauhkannya.


JK01:


Salsa03:


Hanya bermain handphone. Tidak, kau tak menganggu


JK01:


Syukurlah. Aku takut menganggu


Salsa03:


Tidak. Btw, kau tahu nomer ku dari mana?


Jungkook berpikir sebentar. Tak lucu jika ia bilang bahwa Jungkook mendapatkan nomer Salsa dari biodata nya di sekolah.


JK01:


Dari teman sekelas mu. Mereka punya nomer mu dari grub kelas


Salsa03:


Owh...


JK01:


ya. Besok makan di kantin bersama, mau?


Salsa03:


Aku mau-mau saja, tapi aku tidak tahu dengan teman ku yang lain


JK01:


tak masalah jika mereka tidak mau, aku tidak memaksa. Tapi ku harap kau mau


Salsa03:


Ya, tentu aku tak keberatan


JK01:


baiklah, sampai bertemu di sekolah. Sudah malam, sebaiknya kau tidur dan mimpilah yang indah, kalau bisa mimpikan aku😁


Salsa03:


Kepengenan😏


JK01:


bercanda😁


Salsa03:


Aku tahu. Baiklah, selamat malam 🌃


JK01:


ya, selamat malam☺


Salsa keluar dari roomchat dan mematikan ponselnya. Tak sadar, Salsa tersenyum saat mengingat percakapan canggung tadi. Aulia yang melihat Salsa tersenyum-senyum sendiri, merasa ada yang aneh dengannya.


"Kenapa lo senyum-senyum sendiri? Di chat cogan?" Tanya Aulia penasaran.


Salsa segera tersadar bahwa di kamar ini ia tak sendirian. Ada ketiga sahabatnya yang lain, untunglah yang sadar hanya Aulia.


"Enggak kok" Ketus Salsa kepada Aulia sambil menaruh ponselnya di atas laci dekat ranjang.


"Terus kenapa senyum-senyum sendiri? Lo gak gilakan?" Tanya Aulia lagi. Salsa berdecak karna malas menanggapi keingin tahuan Aulia.


"Kepo lo ah" Ketus Salsa lagi lalu membaringkan badannya di kasur dan menutup mata.


Aulia memutar bola mata malas.


Di tanya baik-baik malah kayak gitu. Dasar!.


Ucap Aulia dalam hati dan kembali menyaksikan film di televisi.


Disisi lain...


"Kau sudah gila?" Tanya Taehyung kepada Jungkook yang berada disebut sebelahnya. Kini tersisa Jungkook dan Taehyung di dalam mobil dan Jungkook lah yang menyetir mobil sekarang. Para anak bangtan lain sudah di antar ke rumahnya masing-masing, kini giliran Taehyung yang pulang kerumah, di antar Jungkook.


"Gila apa nya?" Tanya Jungkook masih fokus menyetir dan tak menoleh kearah Taehyung.


"Tadi tersenyum-senyum sendiri. Kau tidak demam kan?"tanya Taehyung sambil mencoba mendekatkan tangannya ke dahi Jungkook. Namun segera di tepis oleh Jungkook.


"Tidak, aku baik-baik saja. Bahkan sangat baik" Kata Jungkook sambil tersenyum. Taehyung semakin curiga dengan Jungkook. Ia menyipitkan matanya menatap Jungkook.


"Owhh kookie ku sedang jatuh cinta rupanya" Kata Taehyung menggoda.


"Tidak, jangan sembarangan" Bantah Jungkook namun Taehyung tetap tak percaya.


"Ayolah jangan bohong. Aku mengenal mu, aku tahu kau sedang jatuh cinta sekarang. Jujur saja" Kata Taehyung terus menggoda Jungkook sambil sesekali menyentuh dagu Jungkook.


"Sok tahu" Kata Jungkook.


"Dasar kau ini, tapi apa kau sudah mengirim pesan padanya?" Tanya Taehyung tiba-tiba. Jungkook terdiam sebentar namun Taehyung sudah tahu jawabannya.


"Ahhh tentu saja sudah" Bukan Jungkook yang menjawab, melainkan Taehyung sendiri yang menebak-nebak.


"Lalu apa reaksinya?" Tanya Taehyung lagi.


"Aku tidak tahu, intinya aku sudah berani mengirim pesan padanya. Kau sendiri bagaimana?" Kini giliran Jungkook yang bertanya. Taehyung terdiam.


"Belum, aku belum melakukannya" Jawab Taehyung pelan.


"Ayolah, hyung. Beranilah, aku mendukung mu. Ayo cepat lakukan!" Kata Jungkook membujuk. Taehyung terdiam sebentar. Ia masih ragu untuk melakukan itu.


"Akan ku coba nanti" Ujar Taehyung.


"Aku tunggu kabar baiknya" Kata Jungkook. Tak lama, mereka sudah sampai di depan rumah Taehyung. Segera Taehyung keluar dari mobil setelah sebelumnya berpamitan dengan Jungkook.


"Ingat, jemput aku. Jangan telat" Kata Taehyung lewat jendela mobil yang sedikit terbuka.


"Tenang, kookie gak pernah telat jemput kok seperti Suga hyung" Balas Jungkook.


"Yasudah, sampai jumpa" Kata Taehyung. Jungkook mengangguk pelan lalu menyalakan mobilnya dan pergi dari pekarangan rumah Taehyung.


Saat Jungkook pergi, Taehyung segera masuk kedalam rumahnya yang sangat megah tersebut sambil memikirkan tentang satu hal.


Aku memang harus mencobanya.


Batin Taehyung lalu menutup pintu rumahnya.


🌺🌺🌺