
Pagi hari di kamar apartemen Salsa dan kawan-kawan.
"Sal!. Emak lo nelepon nih!" Teriak Aulia memanggil Salsa yang masih berada di dalam kamar mandi.
"Bentar!" Saut Salsa dari dalam kamar mandi. Tak lama ia keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri Aulia.
"Mana?" Tanya Salsa, Aulia memberikan ponselnya pada Salsa dan Salsa segera mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya.
"Hallo, mah?" Sapa Salsa untuk orang di sebrang sana. Aulia akhirnya pergi menjauh dari Salsa dan menghampiri Marissa yang sedang menyisir rambut.
"Siapa yang nelepon Salsa?" Marissa kepada Aulia yang berada di sampingnya. Ia tidak tahu kenapa Aulia hanya memperhatikan nya menyisir.
Lagi gabut kali nih anak...
Batin Marissa.
Kini mereka sudah siap dengan seragam sekolah dan hanya tinggal berangkat saja. Karna mereka pikir masih terlalu pagi untuk pergi, jadilah mereka sedikit bersantai.
"Tante, Gyna" Jawab Aulia. Marissa mengangguk pelan dan kembali menyisir rambutnya.
Karna merasa risih dengan Aulia yang terus memperhatikan nya, Marissa pun berhenti menyisir dan mengambil tasnya yang berada di atas sofa.
Mari kita kembali ke Salsa yang sedang menelepon ibunya.
"Gak usah, mah. Aku udah ada baju disini" Tolak Salsa.
"Iya mama tau, tapi itu kan udah gak cocok sama kamu. Lagi pula kan sekarang kamu tuh di Korea, jadi harus cantik. Jangan mau kalah sama standar kecantikan disana"
"Tapi kan mah, nanti yang ada menuh-menuhin lemari. Belum tentu Salsa pakek"
"Pokoknya gak ada tapi-tapian, mama bakal kirim sekarang ke apartemen kamu. Mungkin sampainya malem"
"Mah... Gak us-"
Tuts!.
Sambungan telepon terputus secara sepihak, bukan karna pulsa Aulia yang sekarat, tapi karna Gyna (ibu Salsa) mematikan sambungan tersebut.
"Ish!. Dibilangin gak usah!" Geram Salsa bermonolog sendiri.
"Kenapa sih, sal?" Tanya Putri yang kini berada di samping Salsa.
"Ini, mak gue mau ngirim baju kesini" Jawab Salsa dengan nada kesal.
"Lah, kenapa emangnya?. Bagus dong... Jarang jarang kan orang tua lo perhatian gitu" Balas Putri keheranan karna Salsa yang malah menolak pemberian orang tuanya.
"Tau gue, tapi tuh gue udah ada banyak baju. Nanti kalau emak gue ngirim lagi, tambah banyak. Ujung-ujungnya gak ke pakek, malah menuhin tempat doang!" Kata Salsa menjelaskan alasannya. Putri mengangguk paham sekarang.
"Yaudah, biarin aja emak lo ngirim. Nanti kalau udah sampe, baru deh kita pikirin mau diapain tuh baju" Salsa mengangguk mendengar saran Putri.
"Tumben si Jimin bijak" Ledek Salsa kepada Putri.
"Apaan sih!. Jimin Jimin mulu" Kesal Putri karna Salsa selalu saja meledek nya dengan nama pria itu, membuat gadis itu kesal sendiri mendengarnya.
"Ututututu, Jimin merajuk" Tangan Salsa menyentuh dagu Putri, kembali menggodanya. Putri menepis tangan tersebut dan pergi menghampiri Marissa dan Aulia yang ternyata sudah keluar dari kamar, meninggalkan Salsa bersama Putri.
"Dih kampret, gue di tinggalin" Salsa mengambil tasnya dengan segera dan berlari mengejar teman-teman nya.
🌺🌺🌺
"TAEHYUNG!!. Apa apaan kau ini?!" Teriak appa Taehyung pada anaknya yang kini berpura-pura tuli.
"Appa tidak mau tahu, kau harus pergi bersama Kim Hara!" Tinta appa Taehyung menatap Taehyung tajam.
"Aku tidak bisa appa. Teman-teman ku sudah menunggu di depan" Jawab Taehyung cuek dan segera keluar dari rumah.
"Pah, sudahlah... Biarkan saja amak itu pergi" Ucap eomma Taehyung berusaha menyulut amarah sang suami.
"Tidak bisa!. Mereka sudah bertunangan, tapi anak sialan itu malah tak pernah menganggap Hara sebagai tunangannya" Tukas appa Taehyung menggebu-gebu, sedangkan yang di bicarakan sudah pergi bersama teman-teman nya.
"Hmm appa, tidak masalah. Aku akan berangkat bersama temanku, maaf sudah menganggu kalian" Kini suara seorang gadis terdengar, siapa lagi jika bukan Kim Hara yang berada disana.
"Maafkan anakku yang bertindak seperti itu. Dia memang sangat kurang ajar" Ucap appa Taehyung kepada Hara sambil tersenyum.
"Tentu saja appa, aku tak keberatan" Balas Hara tersenyum palsu.
"Sialan!. Kenapa Taehyung begitu sih?!" Geram Hara saat sudah berada di luar rumah Taehyung.
Ia mengambil ponselnya dari dalam tas dan mulai menelepon seseorang.
"Cepat jemput aku sekarang!" Setelah itu Hara segera mematikan sambungan telepon tersebut.
🏫🏫🏫
Sampailah four angel di parkiran sekolah, diikuti sebuah mobil milik anak bangtan yang entah kenapa sudah berada tepat di belakang mereka. Segera Marissa memarkirkan mobilnya berjejer setara dengan mobil lainnya, begitu juga dengan anak bangtan yang memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil four angel.
Segera mereka turun dari mobil dan tentu saja mereka saling melihat satu sama lain.
"Kebetulan sekali, ayo kita masuk bersama" Kata Jimin mengajak four angel untuk masuk kesekolah bersama.
Tin! Tin!.
Suara klakson mobil mengalihkan perhatian anak bangtan dan four angel yang hendak pergi dari parkiran.
Mobil itu terparkir di samping mobil anak bangtan.
Taehyung menghela napas, berusaha untuk bersabar. Jungkook dan Jimin hanya saling menatap. Sedangkan anak bangtan lainnya sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Sudah ayo kita pergi" Ujar Namjoon merasa bahwa suasana semakin tak menyenangkan.
Four angel menatap bingung anak bangtan, mereka tak mengerti kenapa ekspresi wajah anak bangtan langsung berubah saat mobil itu datang.
Karna tak mau berlama-lama, akhirnya four angel pun mengikuti anak bangtan dari belakang untuk bersama-sama pergi ke dalam sekolah.
"TUNGGU SEBENTAR!"
Sialan!. Apa sih mau gadis itu?!.
Geram Taehyung dalam hati karna sudah menebak siapa gadis yang berteriak itu. Four angel membalikkan badan dan menatap kearah Kim Hara dan ketiga temannya yang berjalan semakin mendekat.
Anak bangtan berhenti melangkah namun tidak menoleh.
Liu xan dan teman-temannya menatap sinis nan tajam kearah four angel saat mereka melewati four angel ketika ingin menghampiri anak bangtan yang berada di depan four angel.
Keempat gadis manja itu segera bergelayutan pada pujaan hati mereka. Seperti Taehyung, Jimin, Suga, dan Jungkook. Namun tak ada satupun yang menggubris atau pun melawan. Four angel menyaksikan hal tersebut namun mereka memilih untuk diam, walau dalam hati mereka ada sedikit rasa tak nyaman melihatnya.
"Kau kenapa tidak menghubungi ku beberapa hari ini?" Tanya Liu xan kepada Jungkook sambil terus memeluk lengan kekar pria itu.
"Aku sibuk" Jawab Jungkook cuek. Salsa menatap Jungkook dengan penuh arti.
"Bisakah nanti malam kita pergi?" Tanya Hyo Nara kepada Jimin
"Tidak" Jawab Jimin singkat.
"Chagi, aku punya sesuatu untukmu. aku yakin kau akan menyukainya" Rayu Bella Reis kepada Suga.
"Tidak akan" Jawab Suga singkat nan menusuk. Aulia menahan tawanya melihat ekspresi Bella Reis yang cemberut atas jawaban Suga.
"Aku sangat merindukan mu, maaf karna membuat mu dimarahi oleh appa"
Kini Hara lah yang berbicara kepada Taehyung. Pria itu tak menjawab ucapan Kim Hara, bahkan tidak menoleh.
Seokjin, Hoseok, dan Namjoon. menatap jijik kearah Kim Hara, Hyo Nara, Liu xan, dan Bella Reis yang terkesan sangat berlebihan pada anak bangtan.
Marissa terdiam mendengar itu, ia melangkah maju dan mendekati Seokjin, Hoseok, serta Namjoon.
"seonbae, kami duluan" Pamit Marissa kepada ketiga orang itu dan langsung pergi, diikuti ketiga temannya yang lain.
"Ya ampun..." Gumam Seokjin dengan mata yang terus menatap kepergian four angel, begitu juga anak bangtan yang lain. Mereka merasa bersalah entah kenapa...
"berhenti bersikap seperti itu, kita ada di sekolah" Ujar Namjoon yang di tujukan oleh ke empat gadis manja itu. Lalu setelahnya Namjoon pergi duluan, diikuti oleh Seokjin dan Hoseok.
"Menyingkirlah, *****" Ketus Suga kepada Bella Reis dengan menyingkirkan gadis itu agar menjauh. Bella terkejut mendengar panggilan Suga padanya.
Taehyung, Jimin dan Jungkook juga melakukan hal yang sama pada bedebah yang ada di samping mereka. Mereka segera pergi meninggalkan ke empat gadis itu tanpa peduli sekali pun para gadis itu marah dan merajuk.
🌺🌺🌺