The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: Leo?



"Itu four angel" Ujar salah satu anak laki-laki sambil menunjuk ke arah four angel yang berjalan memasuki area kantin dan duduk di tempat dimana mereka biasanya makan. Jarak antara four angel dan segerombolan anak laki-laki itu tidaklah jauh, jadi bisa didengar apa saja yang di bicarakan anak laki-laki itu. Di tambah bell baru saja berbunyi, jadi tidak terlalu banyak orang yang sampai ke kantin.


"Kalian masih berani mendekati mereka?. Aku sih tidak mau, mereka kan kekasih anak bangtan, bisa dalam bahaya jika kita menganggu mereka lagi" Saut anak laki-laki satunya memberi tahu.


"Apa yang kalian bicarakan?. Aku boleh gabung?" Seorang laki-laki datang secara tiba-tiba diantara segerombolan itu.


"Kau Leo kan?" Tanya salah satu diantara mereka kepada laki-laki itu.


"Ya" Jawab orang tersebut yang bernama Leo.


"Tentu saja boleh. Kami tengah membicarakan mereka, para gadis itu" Ucap salah satu diantaranya sambil menunjuk Four angel yang tengah mengobrol di meja mereka.


Leo mengikuti arah tunjukan tersebut kau tersenyum.


"Memangnya ada apa dengan mereka?" Tanya Leo penasaran.


"Mereka kekasih anak bangtan, kami tak berani mendekati mereka lagi" Leo tersenyum remeh.


"Kenapa tidak berani?" Tanya Leo heran.


"Tentu saja kami tidak berani, anak bangtan sangat berpengaruh di sekolah ini"


"Ya ampun kalian ini payah sekali" Ledek Leo kepada teman barunya.


"Kau berkata seolah-olah kau berani" Balas laki-laki itu.


"Kau meremehkan ku?" Mereka mengedikkan bahu.


"Baiklah akan ku buktikan" Dengan santai Leo berjalan menjauh dari teman barunya dan menghampiri meja makan four angel. Teman-teman nya hanya memperhatikan hal tersebut dengan saling pandang, tak percaya bahwa Leo benar membuktikan nya.


Sampailah Leo di hadapan four angel, keempat gadis itu melihat kearah Leo yang berdiri di hadapan mereka.


"Hai" Sapa Leo tersenyum ramah.


"Elo?" Ucap Aulia menyadari siapa pria itu.


"Ya, gue Leo. Salken semuanya" Ucap Leo memperkenalkan diri dengan santai.


"Ngapain lo disini? Mau nyari ribut lagi?" Tanya Salsa sinis kepada Leo dengan tatapan mata yang sinis pula.


"Nething mulu nih orang, gue kesini cuma mau minta maaf atas kejadian waktu itu. Sekaligus mau ngasih tuh orang sesuatu" Jawab Leo sambil menunjuk menggunakan dagu kearah Marissa yang kini tengah tidak perduli dengan kehadiran Leo. Ia tak mau ambil pusing dengan kehadiran pria itu lagi.


"Sesuatu apaan?" Tanya Aulia penasaran.


"Tunggu sebentar" Leo pergi entah kemana dan Aulia serta Salsa hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Mau ngapain sih tuh orang?" Tanya Aulia heran.


"Kagak tau deh" Jawab Salsa.


"Ris, lo kok diem doang sih?" Tanya Salsa kepada Marissa yang hanya diam sedaritadi seperti patung dan hanya nyimak.


"Kenapa emangnya? Masalah?" Sarkas Marissa menatap Aulia dengan satu alis naik.


"Gapapa sih" Jawab Aulia.


Tak lama Leo datang dengan membawa sebuah nampan di tangannya dan menaruh nampan tersebut di atas meja four angel.


Marissa menatap datar kearah nampan tersebut.


"Apaan nih?" Tanya Aulia.


"Makanan lah" Jawab Leo gemas.


"Buat siapa?" Tanya Putri lagi.


"Lo **** apa gimana sih?. Ya buat kalian lah" Jawab Leo sangat greget dengan pertanyaan Putri.


"Maksud lo ngasih kita makanan tuh apa?. Punya niat apa lo?" Tanya Salsa menaruh rasa curiga.


"Bentar..." Alih-alih menjawab, Leo malah mengambil sebuah kursi dan membawanya ke tempat four angel lalu duduk disana.


"Niat gue adalah, gue mau ganti makanan yang waktu itu jatoh gara-gara gue" Jawab Leo sambil Marissa sekilas.


Aulia dan Salsa menatap Marissa yang hanya diam lalu mengangguk pelan.


"Beneran?" Tanya Salsa lepas Leo. Pria itu mengangguk, namun Salsa masih curiga.


"Astaga, masih aja nething sama gue. Yaudah, kita perkenalan dulu biar gak war" Ujar Leo.


"Gue Leo bramasta, gue dari indo, sama kayak kalian" Ujar pria itu memperkenalkan diri.


"Gue Salsa"


"Gue Aulia"


"kenalin gue Putri"


"Lo siapa?" Tanya Leo kepada Marissa.


"Marissa" Jawab Marissa cuek. Entah kenapa ia jadi badmood semenjak kejadian tadi pagi, pikirannya kacau.


"Jutek amat sih neng, entar gak ada yang mau lohh" Gurau Leo. Salsa dan Aulia terkekeh mendengarnya, sepertinya mereka sudah bisa menerima kehadiran Leo disini.


"Bacot!" Ketus Marissa tajam.


"Temen lu kenapa sih?. Dingin amat kayak kulkas" Tanya Leo kepada Aulia dan Salsa.


"Emang kayak gitu dari lahir" Mulut Leo membentuk sebuah huruf 'o'.


"Pantesan"


"Udah gih di makan makanannya" Leo mempersilahkan four angel untuk makan, begitu juga dengan dirinya yang kembali memesan makanan dan makan bersama four angel dengan di selingi canda dan tawa.


Ternyata Leo orang yang humoris dan mudah bergaul, jadi mereka cepat berbaur dengan four angel.


Di saat itu, anak bangtan memasuki kantin dan tentu saja seluruh siswa-siswi bersorak ria, kecuali four angel dan Leo yang sedang asik berbincang-bincang.


Mereka mendengar keributan tersebut, namun tidak memperdulikan nya.


Perhatian anak bangtan terjatuh pada meja makan four angel yang tak jauh dari meja makan mereka. Tanda tanya memenuhi kepala mereka semua.


"Siapa pria itu?" Tanya Hoseok melihat kearah four angel.


"Dia kan pria yang waktu itu bertengkar dengan Marissa" Seokjin menyadari siapa pria itu, ia kembali teringat kejadian dimana Marissa memarahi pria itu.


"Kenapa dia bisa bergabung disana?" Tanya Jimin penasaran. Dilihatnya Putri tertawa lepas bersama Pria itu. Bahkan Putri tak pernah tertawa begitu saat bersama dengannya.


"Aku tidak tahu" Jawab Namjoon mengedikkan bahu.


Taehyung terus menatap kearah pria itu dengan tatapan yang sulit di perhatian. Sesekali ia melirik kearah Marissa hanya ikut tersenyum menanggapi pria itu. Hatinya entah mengapa mulai memanas.


Dia tersenyum begitu manis pada pria itu. Tapi kenapa tidak dengan ku? Bahkan aku harus memintanya tersenyum dulu baru dia tersenyum...


Batin Taehyung entah mengapa ada gejolak rasa kecewa sekaligus amarah dalam dirinya.


Jungkook mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetikkan sesuatu disana.


To: Salsa03


Temui aku di taman belakang.


Send!.


Salsa melihat sebuah pesan masuk di ponselnya dan segera ia memeriksa pesan tersebut. Setelah membaca, ia menatap Jungkook yang ada di sebrang meja makannya.


Jungkook mengangguk dan segera pergi dari meja makan anak bangtan.


"Aku pergi dulu hyung" Pamit Jungkook.


"Kau mau kemana? Jangan lama-lama!" Teriak Jimin karna Jungkook sudah mulai menjauh.


Melihat Jungkook pergi, akhirnya Salsa bangkit dari duduknya dan membuat yang lain kebingungan.


"Lo mau kemana?" Tanya Putri kepada Salsa.


"Gue ke toilet sebentar ya" Ujar Salsa berbohong. Putri mengangguk paham.


Akhirnya Salsa pun pergi dan tersisa Marissa, putri, Aulia, serta Leo yang kini kembali berbincang-bincang tanpa tau bahwa anak bangtan sering curi-curi pandang kearah mereka.


🌺🌺🌺


aku ganti jadwal updatenya jadi setiap hari minggu gimana?