
Namjoon berbalik dan berjalan mendekati Marissa juga yang lain setelah ia selesai menghubungi bibi Yeri.
"Apa kata bibi Yeri?" Tanya Taehyung kepada Namjoon saat pria itu berada di hadapan mereka.
"Iya, apa kata Bibi?" Tambah Seokjin.
"Bibi Yeri bilang, ia dan paman Adam akan menghabiskan waktu bersama disini. Nanti setelahnya, kita akan ketemuan di suatu tempat" Jawab Namjoon memberitahu.
"Benarkah?. Pantas saja mereka meninggalkan kita" Kata Hoseok merespon.
"Ya mungkin begitu" Balas Seokjin setuju dengan ucapan Hoseok.
"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Taehyung bingung.
"Tunggu, dimana yang lain?" Tanya Namjoon menyadari bahwa personel mereka kurang.
"Owh mereka, tentu saja sudah ngacir sendiri. Biarkan saja, mereka sudah hapal tempat ini, tidak usah khawatir" Jelas Seokjin memberitahu.
"Dasar tidak sabaran" Umpat Namjoon pelan.
"Yasudah ayo kita masuk" Ajak Namjoon yang di angguki oleh yang lain.
Saat mereka hendak pergi masuk kedalam festival tersebut, dering handphone milik Taehyung berbunyi, membuat yang lain berhenti melangkah dan melihat kearah Taehyung.
"Tunggu sebentar" Ujar Taehyung sambil merogoh saku celananya dan mengambil ponsel dari dalam sana.
Ia mengerutkan alis saat nama seseorang terpampang di layar ponselnya, dan dengan malas ia mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Ada apa?" Tanya Taehyung kepada orang di sebrang sana.
Marissa hanya diam memperhatikan Taehyung, begitu juga dengan yang lain.
"Bagaimana bisa? Untuk apa kau kemari?" Semuanya di buat penasaran dengan siapa orang yang menelepon Taehyung.
"Sudahlah, aku tak peduli" Dengan kesal Taehyung mematikan sambungan telepon tersebut dan kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celana.
"Siapa?" Tanya Namjoon.
"Biasa" Jawab Taehyung singkat tanpa minat.
Seolah mengerti maksud Taehyung, Namjoon dan yang lain hanya mengangguk. terkecuali Marissa yang tidak mengerti.
Tapi karna ia tak mau ikut campur, jadilah ia hanya diam dan tak ambil pusing.
"Sabarlah" Kata Hoseok menenangkan Taehyung yang kini wajanya terlihat sedang menahan amarah.
"Tidak perlu canggung, kami bersama mu" Entah sejak kapan Namjoon berada di samping Marissa dan berkata seperti itu. Membuat gadis tersebut terkejut namun tidak dengan ekspresi nya yang tenang.
Marissa tersenyum sedikit sebagai balasan kepada Namjoon. Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan memasuki festival dan menjelajahi semua pameran serta kuliner yang ada di sana.
Sangat ramai dan berisik membuat Marissa terusik dan tak nyaman dengan hal tersebut, namun untungnya keempat pria yang bersama nya sangat menyenangkan. Jadilah ia ikut terbawa suasana menyenangkan.
"Marissa, ayo kita kesana" Ajak Taehyung menarik tangan Marissa secara tiba-tiba dan membawanya ke sebuah makanan khas Korea yang dominan dengan warna merah, terlihat pedas.
Marissa tidak tahu pasti apa makanan tersebut, karna itulah ia penasaran.
"Ohh makanan ini rupanya" Ujar Hoseok merasa sangat familiar dengan makanan yang terpampang di depan mata mereka.
"Benar, ku yakin kau tahu apa makanan ini" Taehyung berkata kepada Marissa yang hanya melihat kearah makanan tersebut.
Beberapa tidak asing baginya, namun banyak juga yang belum pernah ia lihat sebelum nya.
"Aku hanya tau yang itu" Tunjuk Marissa kepada salah satu nampan makanan.
Yang lain mengikuti arah tunjukkan Marissa dan mengangguk.
"Ohh itu Tteokbokki, kau kan sudah pernah memasaknya" Jawab Seokjin mengingat bahwa Marissa dan teman-temannya pernah memasak Tteokbokki di rumah bibi Yeri.
"Benar, bahkan masakan mu enak sekali" Tambah Hoseok memuji dan diangguki oleh.
"Berarti kau belum mencoba yang lain?" Tanya Taehyung.
Marissa menggeleng sebagai jawaban.
"Baiklah"
"Pak, kami memesan Nakji Bokkeum, Sundubu Jjigae, dan Jjamppong" Ujar Taehyung kepada pria paruh baya yang merupakan penjual dari makanan tersebut.
"Baiklah, silahkan duduk di sana" Tunjuk penjual tersebut ke sebuah meja makan di dekat tokonya.
Segera mereka berjalan menuju meja tersebut dan duduk di sana sambil menunggu pesanan datang.
"Aku yakin kau akan menyukai makanan ini" Kata Taehyung yakin kepada Marissa dengan senyum.
"Semoga" Balas Marissa.
"Apakah kau suka pedas?" Tanya Namjoon.
"Sangat suka" Jawab Marissa antusias.
"Kalau begitu cocok dengan makanan ini, karna rasanya akan pedas" Ujar Namjoon terdengar seperti sebuah ancaman bagi Marissa. Namun gadis itu mengedikkan bahu tidak tahu.
"Benarkah?" Tanya Marissa tak percaya.
Emangnya sampe segitunya?.
Batin Marissa semakin penasaran dengan rasa makanan tersebut.
"Tentu, kau akan merasakan nya nanti" Balas Seokjin memberitahu. Marissa mengangguk antusias.
"Aku tak sabar" Gumam Marissa.
Tak lama di tengah obrolan mereka yang asik, penjual pun datang dengan sebuah nampan besar yang berisi makanan pesanan Taehyung tadi.
Ia meletakkannya di atas meja dengan sangat sopan dan membungkuk sebelum pergi.
"Nahh makanannya sudah datang" Ujar Soekjin merasa puas.
"Kalau begitu ayo di makan" Kata Namjoon mempersilahkan.
Mereka pun memakan makanan itu dengan nikmat dan di selingi canda gurau.
Marissa tampak sangat menikmati makanan tersebut sampai ia tidak menggubris ucapan dari yang lain, padahal mereka terus saja berbicara.
"Bagaimana, apa kau suka?" Tanya Taehyung pada Marissa. Gadis itu menjawab dengan anggukan. Taehyung tersenyum karna pilihan nya tepat dengan membawa Marissa mencicipi makanan tersebut.
"Apa kau tidak merasa pedas?" Tanya Soekjin kepada Marissa karna melihat gadis itu dengan lahap nya memakan makanan khas Korea tersebut.
"Tidak" Jawab Marissa singkat sambil terus makan.
"Benarkah?. Lihatlah aku, baju ku sudah basah karna berkeringat" Ujar Hoseok terkejut sambil menunjukkan baju nya yang sudah basah karna air keringat.
"Kau tak percaya?, coba saja" Hoseok pun mencicipi punya Marissa dan benar saja, rasanya sangat pedas di lidah Hoseok.
"Apa kau gila? Ini pedas sekali" Hoseok tak henti-hentinya terkejut. Namun dengan santainya Marissa terus makan.
Taehyung tertawa karna merasa kalah dari seorang gadis hanya karna sebuah makanan.
"Kalian tahu, rasa makanan Indonesia jauh lebih pedas dari ini" Ujar Marissa memberitahu yang lain.
"Owhh benar, aku pernah mencoba nasi goreng. Rasanya sangat enak dan tentu saja pedas" Balas Seokjin mengingat bahwa ia pernah memakan makanan Indonesia, yaitu nasi goreng.
"Nahh itu juga ada yang pedas" Tambah Marissa setuju dengan ucapan Soekjin.
"Pantas saja, mungkin lidah mu sudah terbiasa dengan rasa pedas makanan Indonesia. Di bandingkan rasa pedas makanan Korea yang mungkin tidak terlalu pedas bagi mu" Marissa mengangguk sebagai tanda setuju dengan ucapan Namjoon.
"Aku penasaran dengan makanan Indonesia, bisakah kau lain kali membuatkannya?" Pinta Hoseok karna penasaran.
"Tentu" Jawab Marissa tidak keberatan.
"Aku tak sabar" Hoseok pun kembali memakan makanannya, begitu juga yang lain.
Di toko makanan khas Korea tersebut mereka sibuk membahas banyak hal, entah itu mengenai makanan, keseharian, dan lelucon lainnya yang membuat mereka semakin akrab.
Sekaligus mengubah pandangan mereka mengenai Marissa yang memiliki sifat dingin dan sulit bergaul.
Di sisi lain...
Ada sepasang laki-laki dan perempuan tengah asik melihat langit-langit malam di dekat acara festival yang menyediakan sebuah gedung pencakar langit untuk melihat keindahan di atas sana.
"Kenapa kamu ngajak aku kesini?" Tanya sang gadis kepada pria di samping nya.
"Karna aku mau ngomong sesuatu" Jawab sang pria.
"Apa?"
Pria itu melihat kesamping di mana sang gadis berada, lalu tersenyum manis.
"Aku suka kamu" Pernyataan itu membuat sang gadis terdiam dengan wajah terkejut. Sedangkan sang pria masih dengan senyum nya.
"Aku tau ini terlalu cepat, tapi rasanya aku harus memiliki kamu secepatnya" Lanjut sang pria menatap dalam sang gadis penuh arti.
"Gimana?"
"Gimana apanya?" Tanya sang gadis bingung.
"Kau mau menjadi milikku?. Aku tidak memaksa, tapi ini sudah saat nya" Gadis itu nampak berpikir keras layaknya sedang mengerjakan soal matematika di sekolah.
Gadis itu merasakan tangan nya yang berada di atas paha, kini di genggam oleh pria itu. Suasana menjadi dingin seketika saat dirasanya hawa canggung mulai menyeruak diantara mereka.
"Jawab sekarang, aku gak suka menunggu. Aku terima semua jawaban dari kamu dengan lapang dada" Lagi-lagi gadis itu di buat bimbang dengan jawaban yang harus ia berikan kepada sang pria.
Hingga akhirnya, gadis itu mengangkat kepala dan menatap langit sambil berpikir matang-matang.
Lalu ia kembali menatap sang pria yang sedaritadi menunggu jawabannya.
Gadis itu tersenyum manis seolah menjawab semua pertanyaan sang pria.
🌺🌺🌺