
"Sepertinya kalian sudah banyak penggemar disini" Kata Hoseok menghentikan ucapan Namjoon yang sedang berbicara kepada Salsa.
"Benar, banyak yang menyukai kalian disini. Tak di sangka kalian cepat sekali terkenal" Kata Seokjin sependapat dengan Hoseok.
"Tidak, jangan bicara seperti itu" Kata Salsa tak mau di sanjung.
"Eh tapi memang benar seperti itu kan?. Aku saja sampai terkejut melihat banyak sekali laki-laki yang mengerubungi kalian" Kata Jimin jujur. Salsa hanya tersenyum sebagai jawaban, benar juga apa yang mereka bilang. Tapi keempat gadis itu tak mau ngelunjak.
"Hehe entahlah" Kata Salsa lalu meminum es jeruknya lalu memakan hidangan pesanannya tadi. Mereka memang makan bersama, namun Marissa memilih untuk tidak makan dan hanya meminum es teh saja.
"Kau tidak makan?" Tanya Taehyung memperhatikan Marissa yang hanya menyeruput es teh nya saja. Marissa menggeleng sebagai jawaban.
"Kenapa?. Kau tak punya uang?"
Peletak.
Suga menjitak kepala Taehyung yang bertanya sembarangan, membuat pria itu mengadu kesakitan. Salsa terkekeh melihat tingkah Suga dan Taehyung, sedangkan Marissa hanya menatap dan diam.
"Hyung, kau apa-apaan sih malah menjitakku?" Tanya Taehyung bingung karna tak tahu letak kesalahannya.
"Pertanyaan mu bodoh, Alien" Kata Suga menohok. Taehyung mengerutkan alisnya bingung.
"Bodoh gimana?" Tanya Taehyung dengan wajah polosnya.
"Maksud Suga, kenapa kau bertanya begitu?. Tentu saja Marissa punya uang" Alih-alih Suga yang menjawab, justru Namjoon yang menjelaskan maksud dari ucapan Suga. Dari situlah Taehyung mengerti.
"Kan aku hanya bertanya, siapa tahu dia tak ada uang untuk beli makanan. Makanya aku berniat untuk membelikannya" Jelas Taehyung.
"Aku ada uang, hanya malas makan saja" Kata Marissa yang diangguki oleh Taehyung.
"Baiklah, aku mengerti" Kata Taehyung menanggapi.
"Lo yakin gak makan, ris?" Tanya Salsa kepada Marissa.
"Enggak" Jawab Marissa pelan.
Kalau sudah begini, Salsa tak bisa banyak bertanya lagi. Ia yakin bahwa mood Marissa sedang tidak bagus sekarang.
"Aku yakin kalian pasti famous juga saat bersekolah di Indonesia" Kata Seokjin membahas kembali. Salsa tersenyum canggung.
"Enggak juga sih"
"Jangan malu, kita sama sekarang. Menjadi pusat perhatian, jujur itu membuat tidak nyaman" Kata Namjoon berpendapat.
"Betul! Aku setuju" Kata Jungkook.
"TAEHYUNG!!" teriak seorang wanita dengan keras dan membuat anak bangtan dan kedua gadis menoleh kearah sumber suara.
Taehyung menghela napas berat dan Jungkook segera menepuk bahu Taehyung pelan sambil berbisik.
"Sabarlah".
Marissa dan Salsa mengerutkan alis saat melihat siapa yang datang. Mereka tidak terkejut, hanya bingung saja kenapa gadis itu datang kemari dan memanggil nama Taehyung dengan sangat keras.
Kim hara, Liu xan, Bella reis dan Hyo Nara datang dengan gaya mereka yang mencuri perhatian. Mereka mendekati anak bangtan sambil tersenyum sangat manis.
"Hallo semuanya!!" Sapa Hara kepada anak bangtan, ia mengabaikan Marissa dan Salsa yang berada di sana. Keempat gadis itu berdiri di samping anak bangtan. Kim Hara berada di samping Taehyung, Liu xan berada di samping Jungkook, Bella Reis berada di samping Suga, dan Hyo Nara berada di samping Jimin.
Mereka bergelayutan manja dengan anak bangtan, terutama dengan orang yang mereka taksir. Sedangkan anak bangtan hanya diam dan tak melakukan apapun sambil memandang Marissa dan Salsa.
"Eh, ada anak baru ternyata" Kata Hyo Nara menatap sengit Marissa dan Salsa. Sedangkan yang ditatap hanya malas menanggapi.
"luar biasa, mereka bergabung dengan kalian sekarang" Kata Liu xan sinis.
"Tidak boleh begitu Liu Xan, kita harus ramah kepada anak baru. Makan ayo kenalan dulu sama kita" Kata Hara tersenyum sinis kepada Marissa. Ia ingat Marissa? Tentu saja, gadis yang berani beraninya menghina dan menendang tulang keringnya hingga sakit.
Hara menjulurkan tangan kepada Marissa seolah-olah sebagai perkenalan. Anak bangtan hanya memperhatikan apa yang terjadi. Hoseok menyenggol lengan Taehyung dan membuat gerakan mulut seolah berkata. Bagaimana ini?. Taehyung yang tau maksud Hoseok, hanya mengedikkan bahu acuh. Ia tak terlalu peduli urusan seperti ini, apalagi ini urusan perempuan.
Salsa melirik Marissa yang hanya diam. Tatapan gadis itu terarah pada tangan Hara yang terulur di depannya.
"Ayolah, kita akan berteman baik. Kau pasti sudah mengenalku" Kata Hara masih dengan tatapan remeh yang tertuju kepada Marissa.
"Hara, sudahlah" Kata Namjoon peka bahwa suasananya mulai tidak baik.
"Kenapa? Aku hanya memintanya untuk berkenalan" Kata Hara yang membuat Namjoon diam.
Salsa dan anak bangtan terkejut saat Marissa berdiri lalu tersenyum manis kepada Hara dan teman-temannya. Bahkan gadis itu menjabat tangan Hara dengan santai.
main-main rupanya...
batin Marissa.
aduh, si Marissa kenapa?. kesambet apaan nih anak sampe bisa senyum kayak gitu?. tapi kok gue malah ngeri ya ngeliatnya?.
batin Salsa.
"Aku Marissa, tentu aku mengenal mu. Kau yang kemarin membully Putri dan Aulia kan?, lalu mengeroyok ku bersama-sama di kamar mandi. Yakan?" Ucap Marissa masih dengan senyumnya dan tatapan yang santai. Anak bangtan terkejut saat mendengar ucapan Marissa. Mereka melirik Marissa dan Hara bergantian.
bully? apa maksudnya?.
batin Jungkook.
ada apa sebenarnya?. apa yang di lakukan perempuan ini lagi?.
batin Taehyung sambil melirik Hara yang berada di sampingnya dengan penuh selidik.
Hara? Kini wajahnya sudah merah padam karena marah sekaligus malu. Sedangkan ketiga temannya sudah menatap Marissa horror. Sekarang Marissa melirik kearah ketiga temannya dengan senyum tipis.
"Oh, kita bertemu lagi rupanya. Kalian yang juga ikut ambil bagian kan saat Hara menjalankan aksinya?. Tentu saja aku mengingat kalian, wajah kalian sangat cantik sehingga aku mudah mengingatnya" Lanjut Marissa kini menyindir teman-temannya Kim Hara. Ia melepas jabatan tangan Hara begitu saja.
"Semoga kita bisa berteman baik" Kata Marissa lalu melirik anak bangtan yang masih terduduk dengan wajah bingung sekaligus terpukau dengan keberanian Marissa. Terutama Taehyung yang tak henti-hentinya menatap Marissa dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Terima kasih banyak karna mau makan bersama. Kami pergi dulu" Kata Marissa membungkukkan badan kepada anak bangtan dan pergi begitu saja setelah sebelumnya memberikan smirk kepada Hara.
kurang ajar!. dia mempermalukan ku di depan anak bangtan!. sialan!, aku salah karna telah menganggap mu remeh.
Salsa bingung sendiri dan kini ia pun bangkit dari duduknya dengan tergesa-gesa lalu membungkukkan badan juga.
"Terima kasih. Marissa tunggu!" Salsa berlari menyusul Marissa yang sudah duluan pergi meninggalkan segelas es jeruknya yang masih tersisa banyak.
Kini tinggalah anak bangtan dan Kim Hara bersama teman-temannya di sana. Keadaan menjadi canggung, tidak ada yang berniat mengeluarkan suara.
"Aku pergi dulu" Kata Taehyung yang diangguki oleh anak bangtan dan pergi melewati Hara begitu saja. Sedangkan gadis itu cepat cepat menyusul Taehyung yang pergi dari kantin.
"Tae, tunggu!" Hara menahan lengan Taehyung membuat pria itu menghentikan langkahnya.
"Tae, kau mau kemana?" Tanya Hara yang sekarang sudah berada di hadapan Taehyung. Pria itu hanya menatap Hara datar.
"Bukan urusan mu. Pergilah" Kata Taehyung kembali melanjutkan jalannya. Namun lagi-lagi di tahan oleh Hara.
"Tunggu tae!. Kamu jangan percaya sama ucapan dia, dia bohong soal itu. Jangan percaya!" Kata Hara beralibi. Taehyung tersenyum sinis.
"Gak peduli" Kata Taehyung membuat Hara terdiam. Melihat Hara yang diam, Taehyung pergi meninggalkan nya begitu saja.
Bohong jika Taehyung bilang tidak peduli, nyatanya pria itu masih memikirkan hal itu. Bagaimana bisa Hara membully teman Marissa dengan alasan yang tidak jelas. Entah kenapa ia percaya dengan ucapan Marissa, karna itu ia malas mendengarkan penjelasan yang keluar dari mulut Hara.
Ia tak peduli, Taehyung harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tak tau juga kenapa rasa penasaran nya akhir-akhir ini semakin bertambah. Yang jelas, ia harus menemui Marissa sekarang.
Sedangkan Hara hanya mengepalkan tangan geram. Tatapannya di penuhi rasa tidak suka sambil menatap kepergian Taehyung. Aura gadis itu seolah sedang mengeluarkan hawa hitam di sekeliling tubuhnya.
Hara melihat jari manisnya yang terdapat sebuah cicin disana lalu tersenyum sinis.
"Gimana pun juga, kau tetap milikku"
🌺🌺🌺
"Lo tunggu sini, gue pesen makanan dulu buat Putri" Kata Marissa kepada Salsa. gadis itu mengangguk patuh dan Marissa pun pergi menuju salah satu penjual di kantin.
Ia menunggu Marissa sambil menyenderkan tubuh di dinding kantin. Ia masih kepikiran dengan peristiwa tadi, tak disangka Marissa berani mengucapkan hal itu di depan anak bangtan langsung tanpa takut. Ia harus mencontoh Marissa mulai sekarang, yaitu tak takut pada siapapun kecuali orang tua nya dan Tuhan yang maha Esa.
Saat tengah menunggu, Tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang dengan membawanya begitu saja.
"Eh?" Salsa terkejut saat melihat siapa yang sudah menarik tangannya dan pergi meninggalkan kantin.
*****, mau di bawa kemana gue yang cantik ini?.
batin Salsa waspada.
Salsa tak melawan, Ia hanya mengikuti orang tersebut yang membawanya entah kemana.
Sampailah mereka berhenti di taman belakang sekolah yang ternyata sepi.
Salsa meneguk salivanya saat pria di hadapannya membalikkan badan. Ia lupa nama pria di depannya ini, jadi Salsa memilih untuk diam saja.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya pria itu kepada Salsa.
"K-kau siapa?. Aku lupa nama mu" Kata Salsa pelan. Jungkook menatap mata Salsa dalam.
"Kau sungguh lupa?" Tanya Jungkook yang mendapat anggukan dari Salsa.
Jungkook merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah pena dari sana. Salsa menatap bingung Jungkook saat pria itu memegang tangan kanannya secara tiba-tiba.
"Kau mau apa?" Tanya Salsa namun tak di jawab oleh Jungkook.
Ia malah menuliskan sesuatu di telapak tangan Salsa dengan pena milik nya. Salsa tambah bingung dan membiarkan Jungkook menyelesaikan tulisannya.
"Jungkook?" Ujar Salsa saat membaca tulisan tersebut. Jungkook mengangguk sekali.
"Kenapa di tulis? Kan bisa langsung bilang" Kata Salsa heran. Jungkook memasukkan kedua tangannya di saku celana dengan mata yang masih melihat Salsa.
"Agar kau selalu mengingat ku" Ucap Jungkook. Salsa memalingkan wajahnya kearah lain asalkan tak menatap mata Jungkook.
"Sekarang jawab aku, apa yang sebenarnya terjadi?. Apa maksud ucapan Marissa tadi?" Tanya Jungkook dengan nada serius. Salsa kembali menatap Jungkook dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Jawab aku, Salsa" Kini Jungkook memegang kedua bahu Salsa membuat gadis itu tambah gugup dan merasa tak nyaman.
Segera ia menepis tangan Jungkook dari bahunya dan menatap Jungkook.
"Keempat gadis itu membully Aulia dan Putri di dalam kamar mandi dan aku juga Marissa datang untuk menolong Aulia-Putri. Selebihnya aku tidak tahu lagi apa yang Marissa lakukan pada mereka berempat" Kata Salsa menjelaskan apa yang terjadi. Jungkook menatap Salsa lekat seolah mencari kebohongan, namun tak ia dapatkan kebohongan tersebut.
"Kenapa mereka melakukan itu?" Tanya Jungkook lagi.
"Entah, aku tak tau" Jawab Salsa yang diangguki oleh Jungkook.
"Baiklah Terima kasih" Kata Jungkook yang di angguki oleh Salsa.
"Kalau begitu, aku pergi dulu" Pamit Salsa hendak berbalik, namun tangannya di cekal oleh Jungkook membuatnya berhenti.
"Tunggu sebentar"
Jungkook memasukkan pena nya kedalam rompi sekolahnya dan kembali merogoh saku celana nya. Pria itu mengeluarkan sebuah botol minuman berukuran kecil dari dalam sana. Salsa hanya diam memperhatikan.
Mau ngapain lagi nih orang?.
Tanya Salsa dalam hati.
"Minumlah, aku tau kau haus" Kata Jungkook sambil menyodorkan botol minuman tersebut kepada Salsa. Dengan bingung, Salsa mengambilnya.
"Te-terima kasih" Kata Salsa kepada Jungkook. Pria itu mengangguk.
"Ayo, kita pergi dari sini" Ajak Jungkook menarik tangan Salsa, sedangkan Salsa hanya diam dan mengikuti Jungkook yang membawanya pergi dari taman.
Duh, jantung sinkron dikit kek.
Batin Salsa saat merasakan detak jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik mereka sedaritadi dengan tatapan yang penuh dengan kebencian dan rasa tidak suka yang mendalam kepada mereka berdua.
🌺🌺🌺