The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: smile:)



"Terima kasih banyak bibi Yeri dan paman Adam. Kami pamit dulu" Ucap Marissa membungkuk diikuti oleh anak bangtan dan ketiga sahabatnya. Kini kunjungan kerumah bibi Yeri sudah berakhir dan hari juga sudah mulai menjelang malam. Mereka memutuskan untuk pulang.


"Tidak perlu berterima kasih nak, sering-seringlah datang kemari. Bibi sangat menanti kalian" Balas bibi Yeri tersenyum tulus kepada four angel.


"Berjanjilah untuk datang lagi" Kata bibi Yeri menuntut perjanjian. Ketiga gadis mengangguk setuju, kecuali Marissa yang hanya diam dan terus menatap bibi Yeri.


"Kau tak mau berjanji, nak?" Tanya bibi Yeri kepada Marissa.


"Aku tak bisa berjanji, jika nantinya tak bisa di tepati. Lebih baik tidak ada kata janji jika itu hanya omongan belaka" Jelas Marissa menjawab bibi Yeri.


Bibi Yeri kembali tersenyum dan memeluk Marissa lalu mengelus punggung gadis itu.


"Datanglah kemari dengan keinginan mu sendiri, nak. Serta senyum bahagia yang mengembang" Kata bibi Yeri berbisik kepada Marissa. Marissa mengangguk pelan.


Bibi Yeri melepaskan pelukannya dan menatap anak bangtan.


"Antar mereka, jangan mengundang bahaya dengan membiarkan mereka pulang sendiri di tengah malam begini" Titah bibi Yeri kepada anak bangtan yang berada di samping four angel.


"Siap, boss!" Ucap Hoseok hormat.


"Itu pasti, bi" Kata Jungkook menyahut.


"Oh ya paman, jangan lupa dimakan sisa coklatnya. Maaf jika kami makan terlalu banyak" Kata Seokjin kepada paman Adam dengan cengiran.


"Tentu saja, aku sangat suka coklatnya" Ada perasaan lega di hati Marissa saat tahu bahwa paman Adam menyukai coklat pilihannya. Ia melirik Taehyung dan ternyata Taehyung juga sedang melirik kearahnya.


Ia memberikan senyum kotak kepada Marissa dengan acungan jempol. Marissa tidak memperdulikan nya dan kembali menatap kearah bibi Yeri dan paman Adam.


Namun tanpa mereka berdua sadari, paman Adam sedaritadi memperhatikan mereka berdua. Ia tersenyum penuh arti melihat hal tersebut.


"Kalau begitu, kami semua pamit ya bibi, paman" Pamit Namjoon mewakilkan.


"Baiklah, hati hati ya. Ingat pesan ku tadi" Ujar bibi Yeri mengingatkan.


"Iya bi, tenang saja. Mereka akan pulang dengan selamat, tanpa mengurangi keistimewaan mereka" Ujar Jimin mulai memberikan gombalan.


Bisa aje lo mangkuk bakso...


Batin Salsa yang ditujukan Jimin. Bibi Yeri menyubit pipi Jimin gemas, membuat pria itu sedikit meringis dan menghindar.


"Sampai jumpa, bibi Yeri dan paman Adam" Pamit Aulia.


Bibi Yeri dan paman Adam mengangguk dan melambaikan tangan kepada mereka. Kini anak bangtan dan four angel berjalan menuju mobil. Namun saat Marissa ingin memasuki mobilnya, Taehyung mencekal tangannya membuat Marissa berhenti. Ia menatap Taehyung dengan dahi mengkerut.


Sedangkan four angel dan anak bangtan yang lainnya sudah masuk kedalam mobil. Mereka kini menyaksikan apa yang tengah dilakukan Marissa dan Taehyung.


"Sedang apa mereka?" Tanya Jungkook penasaran, Ia terus mengintip di jendela mobil dari dalam dengan anak bangtan yang lain.


"Mungkin Taehyung ingin mengajak berkencan" Jawab Namjoon santai membuat yang lain menoleh padanya.


"Benarkah?. Wahhh semoga saja" Saut Hoseok semangat.


"Mereka sangat serasi, aku mendukung mereka" Ucap Seokjin memberi dukungan kepada kedua sejoli itu.


"Aku apalagi" Sambung Jimin.


"Tapi aku tidak" Anak bangtan menatap Suga dengan penuh tanda tanya karna ucapannya tadi.


"Kenapa?" Tanya all member serempak.


Di dalam mobil Marissa~


"Mana gue tau!" Jawab Salsa.


"Apasih yang mereka omongin?. Penasaran gue" Kata Aulia menerka-nerka. Mereka tak jauh berbeda dengan anak bangtan, ketiga gadis itu juga diam-diam melihat kejadian tersebut dari dalam mobil.


"Gue juga kali!" Saut putri.


"Udah jangan berisik, tar gak kedengeran" Mereka akhirnya diam dan menajamkan telinga untuk mendengar. Salsa menurunkan kaca mobil sedikit agar terdengar suara perbincangan antara Marissa dan Taehyung.


"Terima kasih dan maaf" Ucap Taehyung memberanikan diri untuk berbicara.


"Untuk apa?" Tanya Marissa datar.


"Terima kasih karna telah memilih coklat yang akhirnya paman Adam sukai dan maaf karna telah membuat mu berpikir aku meragukan pilihan mu" Jelas Taehyung panjang dan terdengar tulus. Marissa terdiam mendengar kan hal tersebut.


"Tidak masalah, lain kali jangan bertindak ragu-ragu, yakinlah" Jawab Marissa bijaksana kepada Taehyung.


"Ada satu hal yang ingin ku pinta darimu, apa kau mau melakukannya?" Tanya Taehyung. Marissa menatap Taehyung.


"Apa?" Tanya Marissa.


"Cukup mudah, hanya..." Taehyung menggantung ucapannya dan itu membuat Marissa mengumpat dalam hati. Ia kesal dengan orang yang berbicara setengah-setengah.


"Hanya apa?" Tanya Marissa sekali lagi. Taehyung menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman sebelum menjawab. Marissa semakin bingung dibuatnya.


"Tersenyumlah untukku" Marissa lumayan terkejut dengan permintaan Taehyung ini. Ia menatap Taehyung lama namun tak dapat dideskripsikan.


Marissa mengalihkan pandangannya sekilas.


Yakali gue senyum kedia tanpa alasan yang jelas. Yang ada dibilang gila entar...


Batin Marissa merasa aneh saja jika dia melakukan itu. Apakah karna ia sangat jarang tersenyum? Benarkah?.


"Tak masalah jika kau tak mau melakukannya. Maaf karna permintaan ku sangat konyol" Ujar Taehyung merasa jika Marissa tak mau melakukan nya. Hingga akhirnya...


Taehyung menoleh kebelakang sekilas dan kembali menatap Marissa yang ternyata sudah hendak memasuki mobil, namun saat ia ingin duduk di kursi mobil, bisa di lihat dengan jelas bahwa Marissa tersenyum kepada Taehyung. Ya, Marissa tersenyum kepada Taehyung, memenuhi permintaan pria itu.


Taehyung mengacak-acak rambutnya dan berbalik lalu berlari menuju mobil anak bangtan. Tak lama ia berjalan mundur kebelakang


"Gumawo!" Teriak Taehyung dan kembali berbalik badan lalu masuk kedalam mobil.


Marissa menggelengkan kepala pelan melihat tingkah konyol Taehyung. Segera ia menutup pintu mobil dan menjalankan mobil.


DING!


JK01:


Kami akan memantau kalian dari belakang.


Itulah pesan yang di Terima oleh Salsa saat membaca pesan dari Jungkook.


"Mobil anak bangtan ada di belakang kita" Kata Salsa memberitahu Marissa.


Marissa melirik kaca spion dan benar di belakang mereka ada mobil milik anak bangtan yang terus mengikuti mereka hingga apartemen.


πŸŒ›πŸŒ›πŸŒ›


"Cieee yang tadi di tembak sama Jimin!" Ledek Aulia dan Salsa berbarengan sambil memberikan tatapan jahil kepada Putri yang tengah tidur tengkurap di atas ranjang.


Putri menatap Aulia dan Salsa dengan alis mengkerut.


"Apaan sih, gak jelas nih kalian" Kata Putri malu-malu. Salsa dan Aulia bertukar pandang satu sama lain dengan memainkan alis.


"Eleh... Pakek Malu-malu segala"


"Jimin nunggu jawaban tuh"


"Jangan di gantung gitu dong, kasian anak orang"


"Terima aja, lumayan kan"


"Iy-"


Buk!


Buk!


Buk!


"Akhhhh" Ringin mereka bertiga karna di lemparkan bantal oleh Marissa.


"Weh kulkas, ngapain lo ngelemparin gue bantal?!" Teriak Salsa geram kepada Marissa yang dengan santainya bersender pada sofa.


"Tau nih, salah apa coba gue?" Sambung Aulia cemberut.


"Dasar!" Umpat Putri untuk Marissa.


"Banyak bacot, tidur udah malem. Malah berisik" Ujan Marissa memberikan tatapan tajam kepada ketiga sahabatnya.


"Ya-yaudah ini kita tidur" Kata Aulia ngeri dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Iya bawel, ini mau tidur. Put, tidur lu! Jangan chattan sama Jimin mulu" Kata Salsa kepada Putri yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Ngada-ngada aja nih orang" Ujar Putri dan akhirnya ia ikut berbaring bersama Salsa dan Aulia di atas ranjang, setelah sebelum menaruh ponselnya di atas laci.


Tak lama setelah ketiga gadis itu berbaring, sebuah pesan masuk ke ponsel Marissa.


Ting nong!


Marissa berjalan ke salah satu stop kontak di sana, karna ponselnya sedang di isi daya. Segera Marissa mengambil ponsel itu dan membuka layar slide nya.


Marissa mengerutkan alis nya karna tidak ada keterangan mengenai siapa pengirimnya.


Tidak ada nama dan hanya nomer ponsel biasa, membuat Marissa bingung. Akhirnya ia membuka pesan tersebut dan membacanya.


From: +82Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—84


Gue udah peringatin kalian untuk menjauhi mereka. Kalau sampai kalian semua mendekati anak bangtan lagi, bye bye aja sama beasiswa kalian!.


Marissa tetap memasang wajah datar walau sebenarnya dalam hati ia sangat penasaran dengan sang pengirim.


Jika berurusan dengan anak bangtan, otak Marissa langsung tertuju pada Kim Hara dan teman-temannya yang laknat. Siapa lagi jika bukan mereka yang dengan terang-terangan menberikan peringatan agar four angel menjauh dari anak bangtan.


Tapi masalahnya disini adalah, kenapa dia menggunakan bahasa Indonesia?. Bisa saja dia belajarkan? Atau liat google?. But... Menurut Marissa, orang seperti Kim Hara dan teman-temannya tak akan betah belajar. Jika lihat google, itu adalah bahasa baku yang digunakan dalam pesan. Sulit untuk di terjemahkan...


Tapi entahlah, Marissa memilih untuk membalas pesan tersebut.


You:


Bacot!. Mati aja lo sono


Send!


Selesai, Marissa pun kembali ke sofa setelah sebelumnya menaruh benda pipih tersebut ketempat nya semula. Lalu Marissa pun terlelap di sofa.


🌺🌺🌺