
Salsa mengedarkan pandangannya mencari sosok Jungkook di taman belakang sekolah.
Mata Salsa menangkap seseorang yang tengah duduk di kursi taman. Ia yakin bahwa itu adalah Jungkook, karna itu ia menghampiri sosok tersebut.
"Jungkook" Panggil Salsa dan Jungkook pun mengangkat kepalanya melihat kearah Salsa yang kini ada di hadapannya.
"Sini duduk" Kata Jungkook sambil menepuk tempat kosong di sebelah nya dengan menggeser sedikit tubuh pria itu.
Salsa melihat sekeliling terlebih dahulu dan akhirnya dengan canggung ia duduk di samping Jungkook.
Hening saat itu, membuat Salsa semakin merasa tak nyaman dengan ketegangan ini. Jungkook pun merasa begitu, namun ia bingung harus memulai percakapan darimana.
Karna tak sanggup dengan kekakuan ini, Salsa pun membuka suara.
"Kamu ngapain minta ketemuan disini?" Tanya Salsa. Jungkook menoleh kearahnya namun tidak menjawab. Salsa semakin merasa tidak nyaman dengan tatapan Jungkook.
"Kenapa?" Tanya Salsa sekali lagi. Namun Jungkook kembali diam.
Sebenernya kenapa sih?.
Batin Salsa penasaran.
"Kalau gak ada apa-apa, aku balik lagi ya ke kantin" Salsa hendak pergi dari taman tersebut, namun tangannya di tahan oleh Jungkook.
"Tunggu sebentar" Tahan Jungkook meminta Salsa untuk duduk kembali. Gadis itu menurut dan duduk lagi di samping Jungkook.
"Kenapa sih sebenarnya?" Tanya Salsa mulai gemas dengan sikap Jungkook yang tak mau dirinya pergi, namun tidak memberikan alasan yang jelas.
"Siapa pria yang makan bersama dengan kalian?" Tanya Jungkook dengan tatapan dalam kepada Salsa. Gadis itu terkejut dengan pertanyaan Jungkook, entahlah.
"Ohhh itu, dia namanya Leo dari Indonesia juga" Jawab Salsa berusaha tidak terlihat gugup.
"Terus?" Tanya Jungkook meminta penjelasan lebih.
Aduh.. Gue kenapa gugup gini sih?!. Kayak kepergok selingkuh jirrr.
Batin Salsa.
"Ya... Ya dia mau makan bareng di kantin. Udah itu aja kok" Jungkook masih menatap Salsa dengan tatapan dalam.
"Beneran cuman itu?" Tanya Jungkook sedikit menuntut.
Nih orang kenapa sih nanya-nanya mulu? Kayak tukang sensus deh...
Salsa mulai kesal karna Jungkook terus saja bertanya padanya.
"Yaiyalah, memang nya apa lagi?" Jungkook tersenyum kelinci melihat ekspresi wajah Salsa yang sedang kesal. Tangan jahil Jungkook mengacak-acak rambut Salsa membuat rambut gadis itu sedikit berantakan.
"Dih apaan sih, jangan ngacak-ngacak. Berantakan!" Omel Salsa kepada Jungkook sambil merapikan rambutnya yang berantakan. Sedangkan Jungkook hanya tertawa.
Aneh banget nih cowok, tadi serius sekarang bercanda...
Ucap Salsa dalam hati.
"Memangnya kenapa kamu nanya soal itu?" Tanya Salsa iseng.
"Ya gapapa, gak nyaman aja. Kamu kan pacar aku" Mata Salsa melebar seketika mendengar ucapan Jungkook. Sedangkan pria itu terlihat santai.
"Apasih ngaco!. Jangan asal ngomong ya" Oceh Salsa tak Terima.
"Memangnya kamu gak mau jadi pacar aku?" Tanya Jungkook. Salsa mengalihkan pandangan nya kearah lain. Ia bingung menjawab apa, bahkan sekarang gadis itu sudah tersipu malu.
Jungkook menatap Salsa dengan serius.
"Udah ah, aku mau ke kantin lagi. Teman-teman ku sudah menunggu" Ajak Salsa mengalihkan pembicaraan. Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Jungkook. Pria itu tak tinggal diam, ia mengikuti Salsa dari belakang dan menarik lengan gadis itu hingga berbalik menghadapnya.
"Jungkook, aku mau ke kantin" Celah Salsa berusaha menghindari Jungkook. Karna ia tak mau semakin tersipu. Toh ia pikir Jungkook hanya bercanda dan semua itu omong kosong. Jadi ia tak mau jatuh terlalu dalam dengan ucapan Jungkook.
"Tapi aku serius, kamu tidak mau jadi pacarku?" Tanya Jungkook serius, begitu juga dengan tatapannya. Salsa menatap mata Jungkook sejenak namun ia segera memutuskan kontak mata antara mereka berdua.
"Kalau kamu tidak mau, aku bisa cari yang lain" Kata Jungkook sombong. Salsa menyipitkan matanya karna kesal dengan kesombongan Jungkook. Ia pun mundur untuk tidak terlalu dekat dengan Jungkook serta melepaskan cekalan di lengannya.
"Yaudah, cari yang lain saja sana" Salsa pun pergi meninggalkan Jungkook yang masih terkekeh karna melihat Salsa yang cembetut.
Setelah puas tertawa, Jungkook pun menyusul Salsa dan pergi dari taman belakang untuk menemui teman-temannya di kantin.
🌺🌺🌺
"Lo dari mana, ris?" Tanya Aulia kepada Marissa yang baru bergabung lagi ke meja makan mereka. Marissa pun duduk di tempatnya semula.
"Ke toilet" Jawab Marissa singkat. Aulia mengangguk paham dan percaya. Tadi memang setelah Salsa dan Jungkook pergi, Marissa juga ikut pergi, membuat yang lain bingung.
"Iya ya, kemana tuh anak?. Di culik kah?" Tanya Putri khawatir.
"Mana ada orang yang mau nyulik dia sih, Put?" Saut Aulia. Putri dan Leo menatap Aulia penasaran.
"Kenapa emangnya?" Tanya Putri lagi.
"Makannya banyak" Jawab Aulia membuat Putri dan Leo tertawa. Kecuali Marissa yang hanya diam dengan pikirannya sendiri.
"Ris, lo emang gak ketemu dia tadi?" Tanya Leo. Marissa tersadar dari lamunannya dan menggeleng.
"Kemana sih tuh orang?" Tanya Putri heran.
"Bentar lagi juga balik"
Kata Aulia santai.
"Hay guys! I'm back!!"
"Tuh kan bener"
Salsa datang memasuki kantin lalu berjalan kearah teman-temannya dan langsung duduk di tempat semula.
"Dari mana lo?" Tanya Marissa kepada Salsa. Gadis itu berpikir sejenak.
"I-itu gue kan dari kamar mandi" Jawab Salsa gugup.
"Ris lo juga dari kamar mandi kan?" tanya Aulia kepada Marissa yang masih menatap Salsa. Marissa tak menjawab pertanyaan Aulia, namun ia terus memperhatikan ekspresi wajah Salsa yang mulai tak nyaman dengan tatapan mata Marissa.
"Lo ketemu Salsa tadi? Kenapa gak bareng" Salsa mulai gelisah dengan pertanyaan Aulia. Namun lebih tepatnya Salsa menghawatirkan jawaban Marissa.Â
"ketemu. Tapi dia lama banget, gue tinggal" Jawab Marissa berbohong namun matanya masih menatap Salsa seolah-olah mempunyai arti.
Aulia mengangguk paham dan ber-oh ria saja.
lahhh tadi gue tanya si marissa gelengin kepala. sekarang kok beda lagi??? hmmm ada yang aneh nih...
batin Leo menaruh rasa curiga atas sikap Marissa.
"Eh btw gimana nanti malem?" Tanya Putri membuka kembali percakapan.
"Emang nanti malem lo mau ngapain?" Tanya Leo penasaran.
"Tau tuh sih putri, emang mau ngapain?" Tanya Salsa kepada Putro karna ia juga tidak tahu maksud Putri.
"Masa lo pada lupa sih?. Kan nanti malam kita mau pergi ke pameran deket rumah bibi Yeri" Jawab Putri mengingatkan. Salsa dan Aulia ber-oh ria. Mereka baru ingat.
"Ohhh iya gue baru inget" Kini Aulia tersadar.
"Pameran? Dimana?" Tanya Leo tidak tahu.
"Di deket rumah bibi Yeri, gue gak tau itu ada dimana"
"Lah... Terus lo kesana siapa?" Tanya Leo heran.
Mereka terdiam dan saling tatap. Entah kenapa mereka ingin memberitahu bahwa four angel akan pergi bersama bangtan, namun rasa sulit.
"Itu kita pergi sam-"
Kringggg....
Suara bell tanda waktu istirahat telah berakhir berbunyi. Para murid berhamburan pergi dari kantin dan pergi ke kelas masing-masing, begitu juga anak bangtan. Sekilas Marissa bertatapan dengan Taehyung namun ia segera memutuskan nya lalu bangkit dari duduk.
"Ayo ke kelas" Ajak Marissa. Yang lain pun berdiri.
"Yaudah lanjut lagi nanti, bye. Jangan kapok-kapok maen sama gue" Kata Leo sambil memainkan alisnya.
"Kapok gue, gak mau lagi" Kata Salsa meledek.
"Jangan gitulah..." Kata Leo pura-pura marah.
"Berjanda" Ujar Salsa menyengir.
"Lo mau jadi janda?" Tanya Leo polos. Salsa melotot dan sedikit mendorong tubuh Leo karna kesal.
"Lo aja sono jadi duda!" Balas Salsa membuat Leo tertawa. Akhirnya merekapun kembali ke kelas dan kembali belajar.
Untung saja Leo beda kelas dari Four angel, kalau tidak mereka akan terus bertengkar.
🌺🌺🌺