The Most Wanted (BTS)

The Most Wanted (BTS)
TMW: congrats



Four angel terdiam seribu bahasa hanya karna satu pertanyaan yang di lontarkan oleh bibi Yeri. Sedangkan yang bertanya hanya mengangkat kedua alis ingin tidak tahu.


Mereka saling pandang satu sama lain selama beberapa saat.


"Ayo jawab pertanyaan ku. Ingat, dengan jujur" Kata bibi Yeri menuntut jawaban.


"I-itu, kami menyukai mereka, bi" Jawab Salsa pelan sambil tersenyum kaku.


"Iya bi, mereka sangat baik dan lucu" Tambah Putri.


"Mereka memang asik dan kami nyaman dengan hal itu" Saut Aulia tersenyum agar bibi Yeri yakin.


"Lalu kau, Marissa?" Tanya bibi Yeri kepada Marissa karna gadis itu belum menjawab.


"Ahh tentu, aku menyukai mereka" Kata Marissa tersenyum tipis. Bibi Yeri mengangguk paham.


"Bagaimana dengan status kalian?" Tanya bibi Yeri lagi. Seketika four angel terdiam karna hal itu.


"Ohhh status kami kan pelajar, bi" Kata Salsa menjawab pertanyaan. Bibi Yeri menggeleng, membuat Salsa mengerut kan alis.


Apa maksud bibi Yeri?.


Batin Salsa bertanya-tanya.


"Bukan itu, tapi status kalian apa sekarang. Sudah punya kekasih atau belum?" Tanya bibi Yeri. Salsa mengangguk paham sekarang, namun kini ia harus berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut.


"Owh kami semua belum punya kekasih, bi" Jawab Aulia tersenyum lebar. Bibi Yeri tersenyum dan menggeleng pelan.


"Mana mungkin, kalian gadis cantik dan pintar. Masa iya tidak ada yang mau sama kalian" Kata bibi Yeri tak yakin.


"Hehehe, tapi itu benar adanya" Kata Putri mendukung jawaban Aulia.


"Kalau begitu kebetulan sekali, anak bangtan juga masih sendiri" Kata bibi Yeri terseyum penuh arti.


"A-apa maksud bibi?" Tanya Putri tak mengerti. Bibi Yeri tersenyum.


"Aku akan sangat bahagia jika kalian bisa bersama keponakan ku, itu maksudnya" Kata bibi Yeri menjelaskan. Four angel saling bertukar pandang, seolah berkomunikasi lewat tatapan mata.


"Hahaha bibi bisa saja" Kata Putri tertawa garing.


"Tapi sayangnya-"


"Bibi, kami membawa sesuatu untuk mu. Lebih baik jika kau melihat nya" Kata Marissa sengaja memotong ucapan bibi Yeri agar tidak melanjutkan arah pembicaraan yang membuat mereka bingung harus menjawab apa.


"Benarkah?. Ya ampun, kalian seharusnya tidak perlu repot repot" Kata bibi Yeri. Four angel menggelengkan kepala, tanda bahwa mereka tidak merasa kerepotan.


Aulia mengambil paper bag yang ditaruh nya di lantai dan memberikan nya kepada bibi Yeri.


"Ini untuk bibi dari kami. Maaf jika tidak seberapa" Kata Aulia tulus. Bibi Yeri menerimanya.


"Tidak masalah nak, yang penting kalian tulus memberikan ini" Kata bibi Yeri.


"Tunggu apa lagi, ayo di buka bi" Ucap Salsa tak sabaran. Bibi Yeri membuka satu persatu paper bagian tersebut dengan rasa penasaran. Four angel hanya menyaksikan hal tersebut sambil menantikan reaksi dari bibi Yeri.




"Wahh Terima kasih banyak, ini lucu sekali" Kata bibi Yeri merasa senang saat melihat coklat tersebut.


"Sama-sama bi, lihatlah yang selanjutnya" Balas Marissa terseyum. Mereka senang karna bibi Yeri menyukai hadiah yang mereka beli dan itu terlihat tulus.


Bibi Yeri bergerak untuk membuka paper bag selanjutnya.



"Kotak musik ini sangat cantik. Dulu aku pernah mempunyai kotak musik, tapi tidak seindah dan sekeren ini. Kalian memang niat sekali rupanya untuk membelikan ini" Kata bibi Yeri kepada four angel. Mereka hanya bisa tersenyum senang saat bibi Yeri membuka hadiah tersebut.


"Wah aku sangat kagum dengan ini" Kata bibi Yeri. Ia pun mencoba untuk memutar lagu di kotak musim tersebut. Alunan merdu dari kotak musik itu sangat menenangkan.


Mereka mendengarkan dengan seksama sampai putaran lagu tersebut habis.



"Penangkal mimpi?" Tanya bibi Yeri.


"Itu Marissa yang ingin membelikan" Kata Putri menunjuk Marissa. Bibi Yeri menatap Marissa.


ya tuhan... seandainya aku mempunyai anak-anak seperti mereka


batin bibi Yeri merasa terharu dengan four angel.


"Tentu, aku pasti akan memasang benda indah ini di kamar ku" Kata bibi Yeri menatap lekat penangkal mimpi.


Skip~


"Kalian mau membantu ku?" Tanya bibi Yeri di sela-sela percakapan mereka. Four angel mengerutkan alis.


"Apa itu?" Tanya Putri penasaran.


"Jika kami sanggup, pasti akan kami bantu" Kata Salsa menambahkan.


"Kalian semua pasti sanggup" Jawab bibi Yeri sambil tersenyum.


"Ayo ikuti aku" Ujar bibi Yeri lalu bangkit dari duduknya. Four angel saling bertukar pandangan sebentar lalu mereka mengikuti bibi Yeri dengan penuh rasa penasaran di dalam hati dan pikiran mereka.


🌺🌺🌺


Anak bangtan dengan harap-harap cemas memandang paman Adam yang berada di hadapan mereka sekarang. Mereka penasaran dengan ekspresi paman Adam saat membuka coklat tersebut. Mereka sangat khawatir jika paman Adam tidak menyukai coklat itu.


Paman Adam melirik anak bangtan yang masih setia melihat kearahnya dengan seksama.


"Ada apa? Kenapa penasaran sekali?" Tanya paman Adam merasa bahwa anak bangtan bersikap aneh saat ini.


"Ti-tidak, tidak ada apa-apa" Kata Taehyung sambil mengalihkan pandangan dari paman Adam, begitu juga dengan yang lain. Disini dialah yang paling penasaran akan pamannya.


Paman Adam akhirnya kembali beralih kepada paper bag berukuran besar tersebut. Sebenarnya paman Adam sudah menebak bahwa yang di bawa anak bangtan adalah coklat, tapi dia berpura-pura tidak tahu saja.


Semuanya kembali fokus kepada paman Adam. Akhirnya paman Adam membuka paper bag tersebut dan mengeluarkan beberapa kotak coklat dari dalam sana. Sesekali ia melirik anak bangtan.


Dengan segera paman Adam membuka kotak coklat tersebut.


Mari kita buktikan, apakah ucapanmu terbukti atau tidak.


Batin Taehyung sambil kembali mengingat Marissa yang dengan yakin nya memilih coklat tersebut.



"I-ini?" Ucap paman ada sengaja tidak di lanjutkan dan menatap anak bangtan.


Anak bangtan mulai cemas akan ekspresi paman Adam yang tidak terbaca. Mereka saling pandang dengan harap-harap cemas.


"Ada apa, paman?. Apa kau tak menyukainya?" Tanya Taehyung berhati-hati kepada paman Adam.


Paman Adam terdiam lalu tersenyum, membuat anak bangtan menghela napas lega.


"Mana mungkin?. Aku sangat menyukai coklat ini, sangat menarik tapi sederhana. Aku tak sabar ingin memakannya" Kata paman Adam tersenyum senang sambil menunjukkan coklat tersebut.


Anak bangtan berhigh five ria karna merasa puas, dengan begini syarat pertama sudah terpenuhi. Taehyung terdiam selama beberapa saat lalu tak lama ia tersenyum manis.


Benar apa kata gadis itu, paman menyukainya.


Batin Taehyung.


"Kalau begitu di makan saja paman" Kata Hoseok.


"Benarkah?. Kalian mau?" Tanya paman Adam menawarkan.


"Tidak usah paman" Tolak Seokjin. Ini untuk paman Adam, biarkan saja paman Adam yang memakannya.


"Benar paman. Itu kan untukmu" Kata Jimin menyahut.


"Tidak, ini sangat banyak. Kita harus menikmati nya ber sama-sama" Kata paman Adam berjalan mendekati anak bangtan sambil membawa beberapa kotak coklat dan menawarkan nya kepada anak bangtan untuk dimakan bersama-sama.


Tadinya anak bangtan ragu, tapi setelah paman memaksa mereka, akhirnya mereka mau dan memakan coklat tersebut. Sungguh coklatnya sangat nikmat dan lumayan berguna untuk menghilangkan rasa strees karna belajar tadi.


congrats untuk syarat pertama.


~anak bangtan


🌺🌺🌺


sampai jumpa di hari KamisπŸ€—πŸ‘‹πŸ€—πŸ‘πŸ€—πŸ˜Š